Tuesday, June 6, 2017

Tempat Wisata Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Tempat Wisata Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Objek Wisata Teluk Cenderawasi | Mengunjungi objek wisata di Papua perlu waktu rule panjang, hal ini dikarenakan banyaknya destinasi wisata rule enzyme di Papua sendiri, pillar of Islam satu objek wisata rule menarik perhatian bagi wisatawan adalah Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua. 

Objek wisata ini diklaim sebagai Taman Nasional perairan terluas rule enzyme di state. Wilayah ini terbagi menjadi beberapa kawasan meliputi darata, pesisir pantai dan juga kepulauan rule membentang di bagian utara Papua, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Nabire dan Teluk Wondama.

Teluk Cenderawasih sendiri masuk dalam kawasan provinsi Papua Barat. disini Anda dapat menjumpai beberapa species ikan rule beraneka ragam, ekosistem terumbu karang, dan hutan Rhizophora mangle rule tersebar di sekeliling pantai. Para wisatawan biasanya menghabiska waktunya dengan melakukan kegiatan snorkel diving untuk menikmati keindahan bawah lautnya.


Gambar-Teluk-Cenderawasih-Papua

Selain itu pemandangan alam di Teluk Cenderawasih tidak kalah menakjubkan gugusan pulau rule enzyme disana menjadi pillar of Islam satu magnet tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Disini Anda dapat menemukan beberapa pulau rule dapat Anda kunjungi seperti Pulau Mioswaar, Pulau Nusrowi, Pulau Numfor, Pulau Yoop dan pulau-pulau lainnya. Wah sangat menakjubkan bukan ?

Rute Menuju Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua
Untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasih di Papua ini Anda dapat menggunakan beberapa sarana transportasi diataranya adalah sebagai berikut :

Sarana Transpotasi Udara
Apabila Anda bersasal dari luar kota, Anda dapat transit terlebih dahulu di Bandara International Frans Kaisiepo yang berada di Biak. Kemudian dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang menuju Bandara Nabire. Atau Manokwari. Dari sini Anda dapat melanjutkan perjalanan lagi menuju Ransinki dengan menggunakan transporasi darat. Setelah sampai di Ransinki perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan mode trasnportasi motor boat menuju Teluk Cenderawasih yang memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Sarana Transpotasi Laut
Selain Anda menggunakan mode transportasi udara, Anda juga dapat menggunakan sarana transportasi laut dengan tujuan ke pelabuhan Nabire atau Manokwari. dari pelabuhan tersebut perjalanan Anda masih dilanjutkan dengan menggunakan motor boat menuju Teluk Cenderawasih dengan memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.
Itulah beberapa opsi transportasi yang bisa Anda gunakan untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasi Papua.



Kegiatan yang biasa lakukan di kawasan wisata Teluk Cenderawasi kebanyakan adalah melakukan petualangan di bawah air ( Snorkeling dan Diving ), disini Anda akan banyak menemukan species ikan dan terumbu karang yang masih alami dan tumbuh subur. Ada sekitar 150 jenis spesies dari 15 famili dari terumbu karang yang berkembang dengan baik dan tersebar di kawasan wisata Teluk Cenderawasi.

Selain itu untuk species ikan kawasan wisata Teluk Cenderawasi menyimpan sekitar 209 jenis ikan diantaranya adalah anemonefish, angelfish, butterflyfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish dan juga whale shark ( Hiu Paus ) serta species ikan unik lainnya.

Beberapa jenis moluska juga mendiami kawasan wisata Teluk Cenderawasi seperti keong cowries, keong family Strombidae, keong kerucut, triton terompe dan juga kima raksasa. Tidak hanya itu beberapa jenis penyu juga enzyme disini diantaranya adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing. Banyak juga species rule enzyme disini bukan ?.

Selain menikmati keindahan bawah lautnya Anda juga dapat menikmati keindahan pantai rule enzyme di kawasan Teluk Cenderawasih, mengunjungi beberapa pulau seperti Pulau Rumberpon, Pulau Nusrowi, Pulau Mioswaar, Pulau Roon, Pulau Yoop dan perairan Wondesi juga bisa Anda agendakan.

Hal Menarik di Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua


Teluk Cenderawasih sendiri masuk dalam kawasan provinsi Papua Barat. disini Anda dapat menjumpai beberapa species ikan yang beraneka ragam, ekosistem terumbu karang, dan hutan mangrove yang tersebar di sekeliling pantai. Para wisatawan biasanya menghabiska waktunya dengan melakukan kegiatan snorkeling untuk menikmati keindahan bawah lautnya.
Gambar-Teluk-Cenderawasih-Papua
Selain itu pemandangan alam di Teluk Cenderawasih tidak kalah menakjubkan gugusan pulau yang ada disana menjadi salah satu magnet tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Disini Anda dapat menemukan beberapa pulau yang dapat Anda kunjungi seperti Pulau Mioswaar, Pulau Nusrowi, Pulau Numfor, Pulau Yoop dan pulau-pulau lainnya. Wah sangat menakjubkan bukan ?

Rute Menuju Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasih di Papua ini Anda dapat menggunakan beberapa sarana transportasi diataranya adalah sebagai berikut :

Sarana Transpotasi Udara

Apabila Anda bersasal dari luar kota, Anda dapat transit terlebih dahulu di Bandara International Frans Kaisiepo yang berada di Biak. Kemudian dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang menuju Bandara Nabire. Atau Manokwari. Dari sini Anda dapat melanjutkan perjalanan lagi menuju Ransinki dengan menggunakan transporasi darat. Setelah sampai di Ransinki perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan mode trasnportasi motor boat menuju Teluk Cenderawasih yang memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Sarana Transpotasi Laut

Selain Anda menggunakan mode transportasi udara, Anda juga dapat menggunakan sarana transportasi laut dengan tujuan ke pelabuhan Nabire atau Manokwari. dari pelabuhan tersebut perjalanan Anda masih dilanjutkan dengan menggunakan motor boat menuju Teluk Cenderawasih dengan memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.
Itulah beberapa opsi transportasi yang bisa Anda gunakan untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasi Papua.

Kegiatan yang biasa lakukan di kawasan wisata Teluk Cenderawasi kebanyakan adalah melakukan petualangan di bawah air ( Snorkeling dan Diving ), disini Anda akan banyak menemukan species ikan dan terumbu karang yang masih alami dan tumbuh subur. Ada sekitar 150 jenis spesies dari 15 famili dari terumbu karang yang berkembang dengan baik dan tersebar di kawasan wisata Teluk Cenderawasi.
Selain itu untuk species ikan kawasan wisata Teluk Cenderawasi menyimpan sekitar 209 jenis ikan diantaranya adalah anemonefish, angelfish, butterflyfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish dan juga whale shark ( Hiu Paus ) serta species ikan unik lainnya.
Beberapa jenis moluska juga mendiami kawasan wisata Teluk Cenderawasi seperti keong cowries, keong strombidae, keong kerucut, triton terompe dan juga kima raksasa. Tidak hanya itu beberapa jenis penyu juga ada disini diantaranya adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing. Banyak juga species yang ada disini bukan ?.
Selain menikmati keindahan bawah lautnya Anda juga dapat menikmati keindahan pantai yang ada di kawasan Teluk Cenderawasih, mengunjungi beberapa pulau seperti Pulau Rumberpon, Pulau Nusrowi, Pulau Mioswaar, Pulau Roon, Pulau Yoop dan perairan Wondesi juga bisa Anda agendakan.
Itulah ulasan mengenai objek wisata Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat untuk Anda sekalian.

Jika Anda beruntung, Anda juga akan menjumpai aneka jenis Penyu, diantaranya penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).
Selain berbagai jenis ikan, Anda juga dapat mengunjungi goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam, dan air terjun di Pulau Misowaar, gua dalam air dengan kedalaman 30 meter di Tanjung Mangguar.
Anda juga dapat melakukan Snorkeling, menyelam (Diving), wisata bahari, dan pengamatan satwa di Pulau Nusrowi dan Pulau Roon. Ada juga tempat untuk pengamatan burung, penangkaran rusa, dan wisata bahari di Pulau Rumberpon. Atau jika Anda ingin melakukan pengamatan ikan Paus dan Lumba-lumba, Anda bisa mengunjungi Pulau Yoop dan Perairan Windesi.

Cara Menuju ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Untuk akses menuju ke Teluk Cenderawasih, ada 3 jalur yang dapat ditempuh yaitu :
  • Udara
Bagi Anda yang berangkat dari luar Papua, Anda dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Kota Anda dengan tujuan ke Biak. Selain itu ada juga maskapai dari Jayapura yang melayani penerbangan ke Biak. Sesampainya di Biak, Anda dapat menggunakan maskapai penerbangan menuju Nabire atau Manokwari.
  • Laut
Jika Anda ingin menggunakan jalur laut, Anda dapat menggunakan jasa transportasi laut dari Kota Anda yang menuju ke Nabire atau Manokwari. Setelah itu, Anda dapat menggunakan Long Boat ke Pulau Rumberpon di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.
 Opsi lainnya, Anda dapat menggunakan Kapal Perintis PELNI yang biasa singgah ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Namun Kapal tersebut hanya pergi ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih sekali dalam sebulan.
  • Darat
Jalur darat hanya tersedia mulai dari Manokwari. Disini anda akan melakukan perjalanan darat selama 3 jam ke Ransinki, kemudian dilanjutkan dengan motor boat selama 2,5 jam.

Fasilitas dan Akomodasi

Di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih tidak ada Hotel, biasanya pengelola atau pemandu wisata penyelaman memberikan pelayanan untuk tinggal diatas kapal ataupun Live Aboard hingga 4 sampai 10 hari.
Dengan memilih Live Aboard, semua keperluan harian juga telah disiapkan, mulai dari tempat tidur, minuman air tawar, makanan, peralatan serta pemandu diving.
Jika Anda yang tidak ingin bermalam di kapal, maka alternatif yang ditawarkan adalah pondok wisata BTNTC yang berada di Pulau Rumberpon.
Tapi jika anda ingin bermalam disini anda harus menghubungi pihak BTNTC terlebih dahulu. Atau jika anda tidak mau repot, anda bisa bermalam dirumah – rumah warga yang menyewakan jasa Homestay.
Jika Anda menginginkan menginap di sebuah Resort, Anda dapat mencoba AHE Dive Resort. Paket yang ditawarkan mulai dari USD 1.120 selama satu minggu. Dengan fasilitas mulai dari transfer, makan dan pemandu.


Sumber
#Berbagai Sumber

Puncak Jayawijaya Papua Pegunungan Tertinggi No. 1 Yang Ada Di Indonesia

Puncak Jayawijaya Papua Pegunungan Tertinggi No. 1 Yang Ada Di Indonesia

Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat - Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para trakker dunia.
Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Katulistiwa, maka tidaklah mungkin ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.
Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah Pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “ Seven Summit ” yaitu tujuh puncak benua, dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.
Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indah dan keunikannya gunung tersebut. Apabila Anda melihat dari udara gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan digunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.
Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajad celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan, dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.
Ketika berada disana, akan banyak Anda temui Suku Dani, penduduk setempat yang tergolong primitif. Didalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.
Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.
Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia, ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang kian menjadi – jadi, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik, bahkan menakjubkan harus menanggung akibatnya. Nah sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Pulau Papua.
Sejarah Ditemukan Puncak Jayawijaya
Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramid oleh dunia. Diambil dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya, dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.
Awalnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.
Pesona gunung tertinggi di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Bahkan dunia pun mencatatnya dalam “Seven Summit” yaitu Tujuh Puncak Dunia. Karena keunikan dari gunung tersebut, sehingga tempat ini menjadi incaran para pendaki di dunia. Menurut ahli geologi dunia, pada seribu abad silam, dunia hanya mempunyai satu benua yang dikenal sebagai Benua Panggea. Namun karena desakan alam, benua ini pun terpecah menjadi dua bagian, sehingga membentuk benua baru. Dinamakan benua Laurasia daan benua Eurasia. Benua Eurasia inilah yang akhirnya pecah kembali dan membentuk beberapa bagian, seperti daratan Amerika selatan, India, Afrika, dan Australia.
Di benua Australia terjadi pengendapan serta pergeseran lempeng. lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia bertumbukan di dasar laut. Karena fenomena inilah sehingga menghasilkan busur pulau yang dipercaya sebagai awal dari terbentuknya pulau Papua beserta pegunungannya yang sangat indah. Bukti bahwa Pulau Papua merupakan bentukan alam yang awalnya adalah bagian dari dasar laut terlihat dari aneka fosil laut dan berbagai macam bebatuan di Puncak Jayawijaya. Karena proses sedimentasi beserta tumbukan lempeng dalam jutaan tahun silam, sehingga fenomena alam ini terbentuk dan dapat di lihat dengan nyata.

Perjalanan Menuju Jayawijaya Papua

Untuk hal yang satu ini, tentunya anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari  sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.
Selain transportasi, perkemahan dan perlengkapan yang memadai, Anda juga harus melakukan perijinan kepada petugas jauh – jauh hari. Mengingat di wilayah ini sangat rawan konflik antar suku, maka dibutuhkan keahlian khusus untuk menangani masalah perijinan. Sangat disarankan Anda memakai jasa agen perjalanan, agar memudahkan Anda untuk menjangkau Puncak Jayawijaya dengan mudah.
Memang untuk mendapatkan surat ijin bukanlah hal yang mudah, medan yang akan ditempuh juga sulit dan berbahaya, sehingga untuk sampai di Puncak Jayawijaya juga bukanlah hal yang gampang, selain itu dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dibutuhkan keseriusan dan kegigihan untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung ini. Namun itu semua kan terbayarkan dengan sensasi yang akan didapatkan oleh trakker ketika sampai di Puncak Jayawijaya. Pemandangan yang spektakuler serta menakjubkan akan membuat Anda kehabisan kata – kata untuk melukiskannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapainya, menguras banyak tenaga dan isi kantong tentunya.

Oleh – Oleh dan Kuliner Khas Papua

Sepertinya sangat tidak lengkap, jika sudah berkunjung ke Pulau Papua, tapi tidak membawa oleh – oleh dari sana. Papua memiliki buah tangan yang beragam. Mulai dari kaos yang bertuliskan Papua, pajangan yang unik, lukisan dari kulit kayu, cokelat yang nikmat, sarang semut, hingga ramuan buah merah yang sudah di kenal khasiatnya.
Koteka, nama ini sudah tak asing lagi. Sebuah benda yang biasa di gunakan untuk menutup kelamin laki – laki dewasa asli dari daerah Papua. Namun benda ini menjadi incaran para pengunjung. Mungkin karena fungsinya yang unik, dan tidak akan Anda temui di daerah manapun selain di pulau Papua.
Bukan hanya itu, di Papua juga banyak yang menyediakan kerajinan tangan seperti Nokem. Apa itu nokem? Nokem adalah tas yaang terbuat dari akar kayu. Selain itu, beragam gelang dan kalung cantik buatan tangan juga dapat anda temui disana. Ada juga topi berbulu dan rok rumbai – rumbai yang cantik. Untuk Anda pecinta barang antik, disanalah tempat yang cocok untuk berburu. Selain itu, juga ada tombak, busur dan panah. Di Papua juga memiliki batik yang cantik. Warna kain batik tersebut cenderung cerah dan pastinya bercorak serta bermotif khas Papua.
Seperti yang kita ketahui, di Papua makanan pokoknya tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kita sudah akrab dengan yang namanya nasi, lain dengan di Papua, mereka memiliki kebiasaan untuk memakan sagu.  Ya... sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk masalah kuliner, masyarakat Papua juga tidak kalah dengan daerah lain. Yang pertama ada Papeda. Bahan dasar untuk membuat makanan ini ialah sagu, yang merupakan makanan pokok khas Papua. Untuk membuat papeda, berbahan dasar sagu tersebut diolah sehingga menjadi lengket seperti lem. Rasanya pun hambar. Namun Papeda biasanya dinikmati dengan lauk lainnya seperti ikan atau daging. Uniknya, lauk yang di santap dengan Papeda haruslah berkuah dan berwarna kuning.
Selanjutnya yaitu Martabak Sagu. Sesuai namanya, bahan dasar pembuatan martabak ini adalah sagu. Di olah lalu digoreng, dengan taburan gula merah di atasnya, martabak ini pun siap untuk dinikmati. Rasa martabak yang satu ini sangat lezat dan manis. Cocok dinikmati pada waktu santai. Ada lagi yang lain yaitu Ikan Bakar Manokwari. yaitu Ikan tongkol yang dibakar. Namun yang membedakaannya adalah sambal yang khas dan sangat pedas. Selanjutnya ada ikan bungkus. Jika dilihat dari tampilannya, memang mirip seperti ikan pepes pada umumnya. Namun yang membedakannya ialah bumbu – bumbu yang beragam.
Dan yang makin membuat penasaran, yaitu Sate Ulat Sagu. Mendengar namanya saja Anda akan geli, bahkan mual. Namun memang bahan dasar pembuat makanan ini adalah ulat di pohon sagu. Cukup mengerikan. Ulat dari pohon sagu itu di tusuk dan di bakar. Sangat mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Anda berani mencobanya?
Kemudian Udang selingkuh, nama yang unik untuk salah satu kuliner ini. Dinamakan udang selingkuh, karena menurut tampilannya memang seperti udang pada umumnya, namun udang ini memiliki capit seperti milik kepiting. Sehingga masyarakat setempat memberikan nama udang selingkuh, karena mereka menganggap udangnya sudah selingkuh dengan kepiting dan menghasilkan anak sedemikian rupa. Unik dan lucu.... nah penasaran kan? Sempatkan diri Anda untuk mencicipi udang – udang yang suka selingkuh. Hehehee. Dan jangan sampai lewatkan berbagai macam kuliner yang unik dari pulau Papua.

Tips Pendakian Ke Puncak Jayawijaya

1. Siapkan Kondisi Fisik Dan Mental

Puncak Jayawijaya atau sering di kenal dengan sebutan Pyramide Carstenz merupakan wisata impian para trakker dunia. Namun untuk mengaksesnya bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan energi yang lebih untuk mengunjunginya. Selain itu suhu di daerah ini sangatlah dingin. Jadi sebelum melakukan perjalana ke Puncak Jayawijaya ada baiknya Anda membiasakan diri untuk berada di ruangan yang dingin, hal ini juga menghindari penyakit hipotermia, yang dapat menyerang Anda sewaktu – waktu ketika melakukan trakking.

2. Mempersiapkan Perlengkapan Trakking Dan Dana

Siapkan perlengkapan yang memadai, karena waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat sehingga persiapan jauh – jauh hari sangat dibutuhkan. Pendakian bebas sangat tidak disarankan, sehingga penggunaan jumaring merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain perlengkapan, dana yang dibutuhkan untuk perjalanan ini juga cukup mahal, sekitar 100 juta rupiah.

3. Mengurus Ijin Pendakian

Untuk perijinan di tempat ini nampaknya cukup sulit, sehingga biasanya hal tersebut dilakukan jauh – jauh hari sebelum memulai perjalanan. Mengingat di daerah ini sering terjadi konflik antar suku, sehingga berkunjunglah pada waktu yang aman.

4. Berlatih Skill Trakking

Puncak Jayawijaya tidak dapat dicapai dengan hal yang mudah, karena medan trakking sangat terjal dan berbahaya, sehingga diperlukan keahlihan khusus untuk dapat sampai kesana. Maka dari itu, cobalah trakking di gunung lain terlebih dahulu, sebelum Anda mengunjungi Puncak Jayawijaya.

5. Jangan Kesana Sendirian

Tidak disarankan anda melakukan perjalanan sendirian, karena sulitnya untuk menjangkau Puncak Jayawijaya. Sebaiknya anda melakukan perjalanan berkelompok. Mengikuti paket wisata dari agen perjalanan juga sangat disarankan, mengingat rute yang ditempuh tidaklah mudah.
Itulah ulasan mengenai Puncak Jayawijaya Papua yang merupakan pegunungan tertinggi yang ada di Indonesia, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda semua.

Friday, June 2, 2017

10+ Tempat Wisata Terpopuler di Papua Barat Indonesia


10+ Tempat Wisata Terpopuler di Papua Barat Indonesia



wanawisata.com, Manokwari adalah salah satu wilayah kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Dengan luas wilayah 1.556.94 kilometer persegi kawasan ini menjadi salah satu tempat bersejarah bagi orang-orang kristen. Panorama alam Manokwari yang indah dengan pegunungan dan pantainya yang sangat menakjubkan menjadikan Tempat Wisata di Manokwari banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebagai tempat berlibur yang mengasyikan seperti menikmati alam bawah laut disekitar Teluk Doreri yang berisikan bangkai kapal. Kawasan ini merupakan salah satu tempat wisata bawah laut terbaik untuk jenis bangkai kapal di Indonesia.

Berikut Tempat Wisata Di Manokwari yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Kota Manokwari, Papua Barat, Indonesia. 

1. Bawah Laut Teluk Doreri


Bawah Laut Teluk Doreri
Di Teluk Doreri terdapat tiga pulau kecil yang indah seperti Pulau Mansinan, Pulau Lemon dan Pulau Raimuti. Pulau-pulau ini memiliki koleksi terumbu karang yang unik dan indah. Di perkirakan ditempat ini terdapat lebih dari 20 bangkai kapal bekas Perang Dunia II. Namun yang dapat dilihat dengan jelas ada sekitar 6 kapal seperti Pasir Putih Wreck, Sejenis kapal patroli Angkatan Laut dengan panjang antara 12-22 meter. Pillbox Wreck, sejenis kapal kargo komersial pembawa amunisi dengan panjang sekitar 9-16 meter, Cross Wreck sejenis kapal patroli, Mupi Wreck dan Shinwa Maru sejenis kapal kargo.

2. Pegunungan Arfak


Pegunungan Arfak
Pegunungan Arfak meruapakan kawasan cagar alam yang dilindungi, Mengunjungi tempat ini Anda pasti akan benar-benar merasa puas. Karena di tempat ini Anda dapat menikmati panorama alam yang sejuk, indah dengan hutan, lembah, sungai dan 320 jenis burung, 110 jenis mamalia serta 323 jenis kupu-kupu berada di dalamnya. Perkampungan tradisioanal dan masyarakatnya yang masih seperti hidup di zaman batu akan membuat Anda betah berlama-lama untuk tinggal di kawasan ini.

3. Pantai Pasir Putih Yen Bebay


Pantai Pasir Putih Yen Bebay
Objek Wisata Pantai Pasir Putih Yen Bebay ini terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Manokwari yang dapat Anda capai dengan kendaraan roda empat atau roda dua dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih bersih dan lembut dengan air lautnya yang jernih berwarna biru kehijauan sehingga Anda dapat melakukan aktivitas berenang, bersantai, berjemur matahari dengan rasa nyaman dan tenang. 

Kawasan pantai ini juga memiliki pulau-pulau yang indah dengan suasana yang tenang dan damai. Masyarakat yang ramah, perkampungan tradisional serta hamparan terumbu karang yang sangat indah dan menakjubkan dengan jenis-jenis biota laut yang sangat beragam menjadikan kawasan Pantai Pasir Putih sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan diving.

4. Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy


Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy
Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy memiliki 147 spesies burung dan berbagai jenis flora dan fauna lainnya. Cagar alam seluas 142.173.94 kilometerpersegi memiliki luas 83.022 hektar ini terletak di sepanjang Jaziriah Wasior, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dari cagar alam ini Anda juga dapat menikmati panorama alam Teluk Cendrawasih dan Teluk Wandamen yang sangat indah dan menakjubkan. 

5. Hutan Wisata Gunung Meja


Hutan Wisata Gunung Meja
Dari kejauhan gunung ini terlihat seperti meja terletak sekitar 2 kilometer kota Manokwari. Tempat Wisata Di Manokwari ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat atau roda dua, Kawasan wisata ini sangat cocok buat olahraga hikking, piknik keluarga serta penelitian. Di Kawasan Hutan Gunung Meja juga telah dibangun Monumen Jepang yang merupakan monumen peringatan pendaratan tentara Jepang divisi 221 dan 222 di Manokwari pada saat Perang Dunia II. Selain itu dari tempat ini Anda juga dapat melihat pemandangan kota Manokwari yang indah dari kejauhan.

6. Pantai Bakaro


Pantai Bakaro
Pantai Bakaro yang terletak di pesisir utara Manokwari ini memiliki tradisi unik dalam pemanggilan ikan. Memanggil ikan biasa dilakukan oleh nelayan sekitar pantai untuk menarik perhatian para wisatawan. Biasanay mereka memanggil ikan-ikan dengan menggunakan pluit yang terbuat dari kulit kerang sambil membawa makanan sehingga dengan sendirinya ikan-ikan akan datang mendekat. 

Karakter pantai yang berbatu juga memungkinkan para pengunjung dapat mendekati tengah pantai di saat air laut surut. Sehingga Anda dapat menyaksikan langsung dasar pantai yang jernih tempat ikan-ikan berkumpul.

7. Bendungan Prafi


Bendungan Prafi
Bendungan Prafi terletak di Distrik Prafi yang merupakan bendungan buatan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Perjalanan ke tempat ini dari kota Manokwari dapat ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan darat menuju ke arah selatan. Di sepanjang perjalanan Anda dapat menikmati keindahan alam berupa pegunungan dan lembah yang sangat indah. 

Di Bendungan Prafi Anda dapat berenang menikmati segarnya air danau, berfoto dengan background alam pegunungan dan sungai yang indah dan sangat menakjubkan. 

8. Pantai Maruni



Pantai Maruni

Pantai Maruni terletak sekitar 20 kilometer dari kota Manokwari  menuju ke arah selatan dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Di pantai ini terhampar pasir kuarsa hitam yang bercampur dengan batuan kerikil. Di temapt ini Anda dapat melakukan aktivitas berenang, berperahu atau memancing.

9. Pantai Amban



Pantai Amban

Pantai Amban terletak sekitar 4 kilometer dari kota Manokwari, Pantai dengan pasir berwarna hitam  serta deburan ombak yang menawan yang bersebelahan dengan Tanjung Batu dengan hantaman ombak yang cukup deras. Di pantai ini Anda dapat menyaksikan keindahan sunset di atas cakrawala. Sunset di pantai ini bagaikan lukisan alam yang sangat indah. Membuat Anda terpesona akan karya Sang Pencipta alam semesta.

10. Danau Anggi


Danau Anggi
Danau Anggi adalah danau nan indah alami seluas 2.000 hektar yang terletak di Kecamatan Anggi atau berjarak 30 menit dari kota Manokwari dengan menggunakan pesawat terbang jenis Cessna dan Twin Otter.Tempat Wisata Di Manokwari ini layak untuk Anda kunjungi saat berlibur ke Manokwari.

Lokasi Penginapan

Bagi Anda yang ingin bermalam di kota Manokwari sudah banyak tersedia tempat penginapan berupa hotel, losmen atau resort dengan harga yang cukup terjangkau seperti Aston Niu Manokwari HotelSwiss-Belhotel Hotel ManokwariMansinan Beach Resort Hotel, Billy Jaya Hotel atau Holiday Park Hotel. 

Selain menikmati keindahan alam kota Manokawari yang sangat indah dan menakjubkan, Anda juga dapat membeli hasil-hasil kerajinan rakyat setempat sebagai oleh-oleh atau cinderamata untuk Anda bawa pulang seperti lukisan, ukiran dan anyaman dibanyak toko yang tersedia atau di Sanggar Kerajinan Rakyat di kota Manokwari.. 


Sumber :

#di ambil dari berbagai sumber