Sunday, May 28, 2017

CURAHAN HATI DI BALIK LEMBAR


CURAHAN HATI DI BALIK LEMBAR

Salam pembaca setia majalah tercinta
Di kesempatan kali ini, kami akan memberikan sedikit goresan pena kepada kalian tentang curahan hati kami. Sekelompok orang di balik majalah yang kalian pegang.

Sobat, tentunya tak sedikit dari kalian yang peduli terhadap majalah kita ini dan bertanya, “kapan sih, majalah Gema Siswa rutin di terbitkan?”. Iya. Kendala dan kritikan terbesar selama ini adalah hal tersebut. Karena sejujurnya, kami membutuhkan suara kalian dalam melancarkan pembuatan  majalah di setiap penerbitan.

Saat kami bertugas untuk menelusuri sebuah peristiwa, ditengah hiruk-pikuk keramaian baik di dalam maupun di luar sekolah. Bermain dengan peluh dan panasnya mentari,mencoba bertahan walau banyaknya pesanan “eh, fotoin kita dong..”, dan pernah juga salah satu diantara kami ditegur bahkan dimarahi oleh petugas Satpol PP saat hendak memotret sang petinggi Kabupaten Probolinggo dalam berbagai event. Semua telah kami rasakan. Momen mewawancarai orang-orang terpenting di sekolah, berlarian menenteng kamera demi sebuah berita, dan menyusun aksara menjadi rubrik yang bermakna.

Sobat, pernah saat kami bersama bercerita dan disela perbincangan antara kami terlontar kalimat “sudah kirim karya?” karena kami juga sangat antusias di setiap penerbitan. Berusaha menyuguhkan yang terbaik untuk semuanya. Namun apalah daya jika yang berpartisipasi hanyalah kami saja? Itupun jika ada karya yang dapat kami salurkan. Karena nyatanya, kami pun dapat sewaktu-waktu buntu  sehingga tak tau harus menuliskan apa. Saat kami berunding dengan pikiran buntu, masing-masing hanya mampu diam, berusaha menggali kembali pemikiran yang mulai tenggelam.

Pernahkah saat kalian menerima majalah edisi terbaru, membukanya, dan langsung melihat foto per foto yang terpampang dan berharap wajah kalian ada diantaranya? Kami paham. Tapi, apakah kalian tahu, bahwa wajah kami jarang bahkan tak pernah ada di setiap kalimat yang kami buat sendiri? Tapi tak apa. Karena yang kami harapkan adalah senyum dan tawa yang kalian lukis saat membuka lembar demi lembar majalah yang saat ini kalian pegang ini.

Sobat, terimakasih atas waktu yang kalian luangkan untuk membaca buah pikiran kami selama ini. Terimakasih juga untuk Pembina yang selama ini tak hentinya membakar semangat kami untuk dapat menyelesaikan tanggung jawab yang kami emban serta segala pihak yang mendukung setiap terbitan majalah ini. Semoga apa yang kami tulis dalam seluruh lembar di buku ini dapat menjadi penghibur bagi pembaca. Amin.
Salam [Pisces_B]

AWALI SEMUA DENGAN BISMILLAH


AWALI SEMUA DENGAN BISMILLAH

Salam sobat Gema..

Fina Dinda Sari akrab dipanggil Fina. Kakak yang sangat cinta dengan Pramuka ini lahir di Probolinggo 27 Juni 1999. Dia tinggal di Jl. SAHARA 69.4, Dusun Karangdampit, Desa Kebonagung- Kraksaan, bersama dengan kedua orang tuanya dan satu adik laki-lakinya.

Putri sulung dari Bapak Yusmanedi dan Ibu Pangkati ini memiliki adik laki-laki yang bernama Hendri Adi. Kak Fina memulai pendidikannya di TK Bina Anaprasa, kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMPN 2 Kraksaan, lalu melanjutkan ke sekolah kita tercinta ini SMKN 1 Kraksaan, ia diterima di kelas X Akuntansi 1.

Berawal dari kecintaannya dengan Pramuka, Kak Fina ini telah meraih prestasi dibidangnya. Salah satunya juara 1 Sinematografi Pramuka se- Kabupaten Probolinggo, kemudian juara 2 Broadcasting radio se-Kabupaten Probolinggo. 

Ia sangat aktif di Pramuka JT-PK, hingga pada satu saat dimana dia dilarang oleh orangtuanya untuk mengikuti kegiatan Pramuka lagi, karena ada satu masalah yaitu Kak Fina sakit selama satu minggu setelah usai mengikuti jelajah rimba.  

Akan tetapi ia terus berusaha untuk meyakinkan orangtuanya dengan mengikuti event-event yang ada. “ Dan Alhamdulillah saya bisa menjuarai beberapa lomba dan bisa mengikuti event tingkat daerah. Dukungan itupun saya dapatkan hingga sekarang” tuturnya. Kak Fina ini juga pernah terpilih untuk menjadi peserta kegiatan kemah Pendidikan Tingkat Provinsi.

Kak Fina ini juga pernah  menjadi pengurus OSIS lho, saat masih duduk di bangku kelas sepuluh. Selain itu, Kak Fina ini menjabat sebagai Pradana Putri di Ambalan JT-PK dan Ketua Pengurus Koperasi di SMKN 1 Kraksaan ini lho ! Terlepas dari jabatannya sebagai pradana putri dan ketua pengurus koperasi, sekarang ia menjabat sebagai Ketua Dewan Satuan Karya Pramuka Polres Probolinggo. Wah, benar-benar aktif kakak kita yang satu ini. Tidak hanya kegiatan disekolah namun juga di luar sekolah. 

Oh ya, ternyata mantan Pradana Putri ambalan JT-PK ini mempunyai satu impian yang belum bisa ia dapatkan sampai saat ini yaitu mengikuti kemah nasional.” Memang tidak jauh-jauh dari kegiatan pramuka yang saya dicintai. Pramuka JT-PK sudah seperti keluarga kedua bagi saya. Paling males pulang ke rumah kalau sudah berkumpul dengan anak JT-PK”. Begitu yang ia katakan tentang kecintaannya dengan Pramuka khususnya ambalan JT-PK.

Hal yang membuatnya selalu senang berorganisasi adalah membawa perubahan bagi dirinya yaitu menjadi pribadi yang disiplin, mengerti bagaimana harus bertindak, berani dalam menghadapi resiko, dan memiliki target untuk dicapai. Walaupun sedikit sulit untuk mengatur waktu tetapi Kak Fina mempunyai prinsip. Awali semua dengan 'BISMILLAHIROHMANIROHIM' yang insyaallah dapat melancarkan segala sesuatu yang dikerjakannya.

Bapak Anang Wahyudi dan Bapak Samsul Ma'arif adalah dua sosok guru yang paling ia idolakan. Karena kepribadian Pak Anang yang easy going membuat Kak Fina mengidolakan beliau. “Dan karena Pak Samsul merupakan sosok yang tegas, teguh pada pendirian, tidak mudah mengeluh akan pekerjaan dan murah senyum ya walaupun kelihatannya galak” begitu jawabnya saat ditanya mengapa mengidolakan sosok Bapak Samsul Ma'arif.

Berbicara tentang rencana pendidikannya kedepan, Kak Fina ini sudah resmi diterima di Politeknik Negeri Jember lho. Jarak yang lumayan dekat dengan fasilitas-fasilitas melaksanakan praktik memadai, yang membuat Kak Fina tertarik untuk menjadi mahasiswi di Politeknik Negeri Jember. “ Dengan mengikuti seleksi melalui jalur PMDK-PA, Alhamdulillah saya diterima di Politeknik Negeri Jember” begitu yang dikatakan olehnya. Fakultas yang ia pilih adalah Fakultas Pertanian dengan Progam Studi 'Produksi Tanaman Pangan'. Klop dengan cita-citanya yang ingin menjadi pengusaha sukses dalam bidang pertanian. 

“Tetapi dari semua yang saya lakukan tak luput dengan do'a kedua orangtua, khususnya Ibu saya yang selalu mendukung kegiatan saya” begitu ungkapnya. Dengan itu, keinginan utamanya dimasa yang akan dating ialah memberangkatkan haji kedua orang tuanya *subahanallah, sungguh hebat kakak yang satu ini ya. Doakan yah sahabat Gema*. 

Penggemar rendang ini mempunyai pesan untuk kalian sobat Gema, “Berlomba-lombalah dalam hal kebaikan” tuturnya. “Tetap berikan cerita yang bermanfaat yang dapat membangun karakter siswa” pesan dari Kak Fina untuk Gema Siswa.

Oke Sobat, semoga bermanfaat untuk kalian semua ya. [Dian]

P E R N A H J A D I G U E









P E R N A H J A D I G U E


“Coba yang disebelah sana deh.. pliiss..” emis Hanum kepadaku.
Aku hanya merespon dengan anggukan dan senyum paksa. Iya, Hanum. Dia adalah sahabatku sejak dari kami duduk di bangku SD hingga sekarang, SMK.  Aku terus mengikuti arah kemana ia pergi. Terus mencari gaun pilihannya yang kemungkinan besar tak ditemui di toko baju manapun. Tubuhnya yang super duper bigger itulah yang menjadi kesulitan baginya dalam hal pakaian, gaun resmi salah satunya.

Ia memilih sebuah gaun manis berwarna biru tosca berukuran XL yang sepertinya muat, dan langsung mencobanya di sebuah bilik ganti.

“Gak muat nih..” ucapnya melalui celah pintu ruang ganti.
“Ha? Gak muat lagi? Itu kan udah ukuran paling gede, Num..”
“Jangan ditanya! Gue juga gak tahu. Wah gila, beberapa minggu yang lalu ukuran segini masih muat buat gue. Kenapa sekarang jadi berubah gini yak. Dasar!” cibirnya. “Dasar! Lu nya aja kali yang melar.” Godaku pada hanum.

 “Ressa, plis. I don't want to talk about that!” ucapnya sinis.
“Oke oke, sorry. Terus gimana dong?” tanyaku sinis. Aku berharap kesengsaraan ini segera berakhir. Ia senyum-senyum penuh emis dan berkata
“lu tanyain gih ke mbak-mbak nya, yang ukuran lebih gede dari ini ada apa kagak. Dan gue, stay disini tunggu informasi dari lo” Ia meminta sambil nyengir.
 “Lah, nyuruh?”
“Pliisss...” Ia memohon.

 “okedeh” jawabku singkat seraya pergi membawa gaun yang Hanum coba tadi.
 Lelah sebenarnya, tapi demi seorang sahabat, lelah itu tak berarti apapun. Aku terus melangkah melewati beberapa deretan pakaian menuju deretan pakaian dimana Hanum mengambil gaun berwarna biru tosca ini.

“Mbak, buat gaun yang ini ada yang ukurannya lebih besar enggak?” tanyaku pada seorang pramuniaga.

“wah dik, ini udah ukuran yang paling besar” jawabnya.
“yang ukuran XXL juga nggak ada?”
Pramuniaga itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“gaun kayak gini cocoknya buat yang berbadan ramping dik. Kalo gak ada pilihan lain, mending buat sendiri aja dik.” Saran pruminiaga itu kepadaku.

Sebenarnya aku juga berpikiran sama dengan mbak itu, hanya saja aku takut Hanum tersinggung. Sejurus kemudian aku kembali ke tepat Hanum menungguku dengan tangan kosong.
“Yaaahh.. nggak ada ya?” jawab Hanum setelah aku katakan semua.
“Padahal gue suka gaun itu. Warnanya cocok buat gue.” Lanjutnya kecewa.
“Pasti pramuniaga itu nyuruh buat gaun sendiri kan?” aku mengangguk. Wajahnya tak berekspresi, hanya terdengar endusan nafasnya yang kecewa.
♦♦♦
“Gue bosen..” ucap Hanum tiba-tiba sembari memandang keluar jendela cafe. “Bosen? Bosen apaan?” tanyaku penasaran.

“gue bosen Res.. setiap gue beli gaun yang gue suka, selalu aja gue disuruh bikin baju sendiri, desain sendiri. Gue bosen kali!” terangnya kesal.

Aku tak membalas ucapannya barusan. Aku hanya menyeruput cappucino late  yang sudah aku pesan dai cafe ini. Aku tahu bagaimana perasaan Hanum sekarang. Setiap pergi ke toko baju dengan niat untuk membeli gaun, ia selalu mendapat saran yang sama. Jangankan Hanum, akupun ikut bosan.

“Eh Res, gue kemaren gak sengaja nonton TV. Ada iklan yang memperkenalkan produk baru mereka, semacam alat sedot lemak gitu. Harganya juga gak mahal-mahal amat sih” ucapnya memecah keheningan.

“so? Do you want to try it?” responku. Ia tak menjawab, hanya senyum simpul yang terukir diwajahnya.

“Num, sejak kapan lo berpikiran dangkal?” selorohku. Ia hanya menggidikkan bahunya lalu menyeruput kopi pesanannya. “udah deh ya. Gak perlu sedot-sedot lemak gitu. Ngabisin duit aja. Sekarang lu mikir gaun yang tepat buat lo pake di acara reuni SD, 2 minggu Lagi loh..” omel ku pada Hanum.

“Mau cari dimana? Udah hampir seluruh toko kita jelajahi. Lo gak capek apa?” cerocosnya.
“Apa? Capek?” aku tertawa sambil menggelengkan kepala padanya.

“Eh Num, gue pernah denger sih, pusat pakaian dan gaun yang ukuran bajunya emang cocok buat postur kayak lo.” Ucapku padanya dan disambut antusias oleh Hanum.
“Oh ya? Dimana? Ayo ke sana.” Dengan semangatnya yang berapi-api. 
“Kalo gak salah itu produk dari beauty and a big.” Ekspresi wajahnya langsung berubah. Ia merengut. 

“Gue udah tau itu Res, dan gue gak tertarik. Model nya jadul.” Lirihnya.
Hening.
♦♦♦

Sore ini acara yang aku tunggu akan segera berlangsung. Bernostalgia dengan teman-teman semasa SD. Jantung ku berdegup kencang saat tiba di depan aula SD. Langkahku mantap menginjak red carpet yang disediakan oleh panitia reuni. Aku semakin PD dengan gaun yang aku kenakan. Terusan manis berwarna putih dengan rambut di ikat menyerupai konde dengan jepit-jepit manis disekitarnya. Semakin lengkap dengan hills yang tak terlalu tinggi. Mantep, mam sepertinya telah berhasil menyulapku menjadi bak seorang putri. Namun di fikiran ku kini hanya ada wajah Hanum. Hanum? Kemana dia? Atau mungkin ia belum datang.

“Hay Ressa.. ya ampun. Lo makin cantik aja ya..” sapa Desi, salah satu teman ku saat masih SD. 
“Haloo.. hehe, makasih. Lo juga tambah seksi aja.” Aku balik menggoda. 
“Eh, si Hanum mana? Biasanya dia sama lo mulu”. 
“iya nih, gue aja belum sempet ketemu dia. Akhir-akhir ini gue sibuk, dan dia juga susah di hubungi.” Jawabku pada Desi.

Acara di mulai. Hanum tak kunjung terlihat batang hidungnya. Acara dimulai tanpa kehadirannya. Tak ada sosok tubuh gempal yang selalu ceria. Acara di mulai berlangsung dengan sangat meriah, namun perasaanku hambar.
♦♦♦

Semakin hari aku semakin penasaran dengan keberadaan Hanum. Aku khawatir pada sosoknya. Tak ada kabar apapun mengenai dirinya. Sepulang praktik kerja nanti aku akan pergi  ke tempat dimana Hanum menyalurkan bakatnya.

'NUANSA FM'
Ini dia tempat praktik kerja Hanum. Ia praktik kerja paginya dan sorenya ia terhitung kerja. Sejak kelas 10 ia memang sudah kerja sepulang sekolah. Ia bekerja untuk  menyalurkan hobinya. 
Aku memasuki gedung berukuran mini tersebut. Kucari sosok yang selalu menghantui pikiranku akhir-akhir ini. Namun, tak kudapati Ia di ruang manapun.

“Maaf dik, ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah satu crew Nuansa FM kepadaku. “Maaf mbak, saya mau cari Hanum. Dia masih kerja disini kan?” ungkap ku. “oohh.. temannya Hanum ya? Sudah satu minggu yang lalu dia absen kerja karena sakit.” “sakit? Kalau boleh saya tau, dia sakit apa ya mbak?” “wah, saya kurang tau juga. Yang jelas dia sekarang lagi di rawat di rumah sakit.”
Separah apa sakit Hanum? Sampai-sampai dia dirawat di Rumah sakit?
Aku langsung bergegas ke rumah sakit tempat Hanum di rawat. Aku gelisah, pikiranku kacau. Firasat buruk yang selama ini tak kuhiraukan akhirnya terungkap.

Hanum terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan tubuh yang tetap gempal itu. Pandangannya lurus menatap langit-langit kamar yang ia tempati saat ini. Ia tidak menyadari, lebih tepatnya berpura-pura tidak tahu aku datang menjenguknya.

“Ya ampun Num, lo kenapa?” seraya mendekat ke arah Hanum. 
“Dia keracunan jamu pelangsing. Maag akut juga. Sok-sok-an diet sih.” Sepupu Hanum mencibir. Hanum tak merespon. Ia tetap pada posisi nya yang tadi. 
“Num.” aku coba menyapanya namun tak Ia hiraukan. 
“Ya udah Res, lo temenin Hanum dulu ya, gue mau ke kantin cari makan. Bilangin juga ke dia, kalo niat diet itu yang bener. Jangan sampek gak makan berhari-hari gitu.” Sepupu Hanum keluar dari kamar rawat Hanum.

“Lo beneran diet?” Tanyaku sambari duduk disebelah Hanum berbaring. Ia tetap tak membuka suara.
“Ngapain sih pake diet-diet segala?” tetap tak ada respon darinya. 

“Num, lo harusnya gak usah repot-repot diet. Bukannya lo fine-fine aja dengan tubuh lo kayak gini?”
“Lo gak ngerti Res.” Ia menatap kearah luar jendela kamar rawatnya. 
“Lo gak pernah rasain yang gue rasain.” Suaranya mulai bergetar. 

“Lo gak pernah punya badan yang beratnya nyaris seratus kilo! Lo gak pernah dapet ledekan gembrot dari orang. Gue muak jadi orang gendut Res, gue muak!” terang Hanum dengan nada tinggi seraya meneteskan air mata. 
“Num..”

“Gue pengen kayak lu Res.” Potongnya. 
“gue pengen kurus kayak lo. Yang selalu di puja, gak di ledek.” Hening. 
Memang dari SD hingga sekarang Ia selalu menjadi bahan ledekan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia pun dijuluki 'HAROT' ketika SMP yang artinya Hamun Gembrot. Oleh keluarganya pun ia dipanggil dengan sebutan 'bunder'. Hanum juga berprestasi dalam dunia acting di sekolah. Ia selalu di ikutkan pementasan teater di setiap pentas seni. Namun perannya tak selalu ia inginkan. Nenek gempal, dosen galak dan banyak lagi. 

Tetapi Hanum yang aku kenal tak pernah keberatan dengan segala peran itu. Ia selalu menikmati semua hal yang Ia dapatkan. Namun kini semua telah berbalik. Hanum benar-benar muak dengan semuanya, atau mungkin ia selama ini membohongi dirinya sendiri? Entah.

“Num, gue ngerti yang lo rasain. Tapi gak perlu se-ekstrim gini juga kan? Lo harus bisa bersyukur.” Aku terus mencoba untuk menyadarkannya. 

“Lo ngerti Res? Lo gak pernah jadi gue! Sekarang gini deh. Apa lo masih bisa bersyukur dengan keadaan yang tidak pernah berpihak kepada kita? Ha? Enggak Res? Keadaan emang gak pernah berpihak sama gue!” nadanya semakin tinggi dan ketus.

Aku terperanjat dengan pertanyaan yang Hanum berikan. Ia menangis, semakin menjadi. Aku menatapnya lama. Terlihat jelas, ada kepahitan di matanya. Dan kebosanan disana.
Terpikir oleh ku, dunia memang tidak adil bagi Hanum.
[Krism]

Saturday, May 27, 2017

O U T B O U N D T R A I N I N G 2 0 1 7


O U T B O U N D T R A I N I N G 2 0 1 7


Menjelang penetupan akhir semester ganjil, tepatnya 15 Desember 2016 Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo mengadakan Outbound dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan peserta didik.

SMKN 1 KRAKSAAN pun turut diundang yang bergabung dengan SMKN 1 SUMBER ASIH. Kami yang sudah niat lillah hita'ala berangkat sekolah sebelum pukul 06.00 wib, karena informasinya begitu, “kalian harus sudah berada disekolah sebelum pukul 6 pagi” sahut pembimbing. Ternyata pukul 7 lebih kita baru berangkat, karena masih menunggu para sopir yang akan mengantar pangeran dan putri SMK ini.

Kami layaknya orang – orang yang telambat datang sekolah berdiri di depan pintu gerbang dan mungkin terlihat aneh karena kami mengenakan seragam kaos olahraga sedang siswa yang lain mengenakan busana muslim, yah menjadi tontonan deh. Setelah mobil datang dengan rapi, kita pun dibagi kelompok antara laki – laki dan perempuan.

Dalam perjalanan banyak cerita yang kami keluarkan dari mulut kami, tentang sesuatu yang viral pada saat ini alias trending topic atau hanya sekedar gossip dan ada yang tidur dalam perjalanan serta ada yang bengong gak jelas memandangi pemandangan pegunungan sekitar, “sungguh nikmat yang luar biasa”, batinku. Tujuan kami adalah desa Segaran, Tiris tepatnya di markas tiris adventure.

Setelah sampai tujuan dengan selamat, satu persatu turun dari kereta kencana masing masing dan sang sopir memarkirkan keretanya (mobil). Setelah melewati jalan yang bergelombang dan berlubang, banyak dari kami yang merasa pusing, mual dan sakit perut. Kami pun bergegas mencari kamar mandi, sarapan, tempat teduh dan tempat selfie.

Acarapun dimulai setelah kami menunggu berjam - jam, kami berlarian menuju lapangan mengikuti pembukaan oleh panita. Selanjutnya dalam LDK ( Latihan Dasar Kepemimpinan) ini, kami dididik bagaimana cara menjadi pemimpin yang baikm cara makan – minum yang baik, dll. Tawa dan tegang menjadi satu. Setelah itu kami mempraktikan dengan PBB (Pelatihan Baris – Berbaris), dan tak lupa makan siang. Kondisi hujan deras dan kami kira akan berhenti acaranya, ternyata tidak. Kami yang berlarian menuju lapangan yang basah dan sempat terkejut karena petir, tak ada rasa takut dalam diri kami, karena kami menyukai tantangan dan SMK BISA ! SMK HEBAT !. itulah yel – yel kami.
Senam ditengah hujan itu sangat menyenangkan, tak ada keringat, banyak tawa dan keseruan di balik petir yang terdengar gaduh. 5 putaran lagu kami berjoget ria. Setelah itu kita menuju acara inti yaitu, OUTBOUND.

Sobat,  ada yang tau apa itu OUTBOUND ? yups permainan di alam bebas. Acara ini diselenggarakan oleh DISPENDIK yang bekerja sama dengan Ridho Indonesia Outbound (RIO). Forum ini didirikan pada bulan April 2008.

Tujuannya adalah sebagai wadah pengembangan kemampuan SDM melalui permainan yang memiliki nilai-nilai khusus dalam setiap permainannyanya. Ahmad Ridhoi adalah pencetus utama berdirinya RIO, bersama beberapa teman dekatnya dia mulai merintis terbentuknya RIO. Kegiatan outdoor ini sekarang banyak dijadikan alternatif liburan. Saat ini di tempat-tempat wisata sudah disediakan arena outbound.

Namun ada pula outbound yang dibawakan oleh provider (penyedia jasa) yang sasarannya biasanya anak sekolah dan instansi. Khusus outbuond yang dibawakan provider memiliki keunggulan yaitu kegiatan bisa ditempatkan di tempat sesuai keinginan member / peserta. Selain itu karena bersifat kolekting (jamaah) biasanya harganyapun bisa dinegosiasikan. dan yang lebih penting outbund dari provider lebih banyak pilihan kegiatannya sesuai dengan apa yang diingnkan member.

Kegiatan outbound itu sendiri bisa berupa fun game dan tantangan. Dalam fun game kita diajak untuk bermain permainan yang sederhana namun tetap memiliki tujuan edukasi. Contoh sederhana adalah permainan lempar mic, dimana peserta membuat lingkaran penuh dengan  satu orang traineer(pelatih) di tengah memegang sebuah mic. Traineer akan melemparkan mic dan menangkapnya lagi.

Saat mic dilempar ke udara peserta harus bertepuk tangan dan berhenti ketika mic kembali tertangkap traineer. Peserta yang masih bertepuk tangan setelah mic tertangkap akan dikenai hukuman. Disini peserta dituntut fokus pada mic yang dipegang traineer karena terkadang trainer hanya berpura-pura akan melempar mic untuk mengecoh peserta. Dari permainan ini diharapkan peserta dapat memahami pentingnya konsentrasi dan fokus pada suatu masalah yang dihadapi.

Selain fun game outbound bisa berupa arena tantangan. Tantangan tersebut dimaksudkan untuk memacu adrenalin peserta dan melatih mental serta kemampuan individual peserta namun tetap tidak menghilangkan unsur "fun-nya". Tantangan ini bisa dilakukan di darat dan di air. Contoh arena tantangan dalam outbound antara lain flying fox, meniti tambang, rafting, memanjat jaring yang pada intinya melewati halang rintang.

Tantangan di air contohnya pada permainan rafting. Tentunya semua ini memiliki resiko yang lebih besar dari pada fun game. Untuk itu peserta diwajibkan mengikuti instruksi traineer dan tentunya harus mengunakan alat keselamatan (safety) yang disediakan.  Yang jelas outbound ini bisa dilaksanakan untuk usia dari 3 tahun hingga dewasa.

Banyak permainan, tak hanya menangkap mic, ada lomba joget, suit, kata simon dan banyak lagi. Tak peduli pakaian yang kita kenakan kotor, kami berani tiarap di tanah yang masih basah dan terkena siram air kotor akibat hukuman dari fun game. Tak peduli suara habis karena terkuras oleh teriakan pemimpin yang sangat lantang serta tawa. Terima kasih sekolah yang telah mengirim kami untuk ikut serta dalam acara ini, terima kasih atas didikan dan kecerian yang sangat bermanfaat dari trainer ridho outbound. Sampai jumpa !! salam. [AZH ]

Persimpangan Rasa


Persimpangan Rasa

Ketika kehilangan menjadi alasan untuk mengungkapkan sesuatu
Maka belajarlah tentang memiliki
Sebelum kehilangan yang menjelaskan

Bapak…
Akhir nafas lelaki gagah itu mengajarkan banyak hal. Menuliskan ingatan-ingatan tentang perjuangannya. Menghadirkan bayangan saat aku mengantarkan minuman dalam hausnya bekerja di sawah, saat ku membantunya memikul beberapa karung gabah. Aku menangis melihat kucuran keringat lelahnya yang sungguh upahnya tak sesuai dengan keringat itu. Keringat perjuangan yang mewakilkan besarnya cinta pada keluarga.

Di akhir usianya yang ditutup dengan senyuman, membuatku bahagia karena itu menandakan akhir kehidupan yang baik. Senyum itu menandakan keindahan hidupnya. Beliau seorang laki-laki pejuang. Aku menyaksikan sendiri kerasnya perjuangannya yang harus berangkat setelah subuh dan pulang ketika matahari hampir terbenam. Hebatnya, di tengah lelahnya ia tetap menjaga shalatnya.  Beliau mengajarkanku akan kerasnya kehidupan yang harus dihadapi dengan kerja keras dan kekuatan hati. Beliau mengajarkanku bahwa kemiskinan yang dijalani dengan perjuangan dan rasa syukur, akan cepat mendewasakan jiwa. Beliau penyabar. Tak hanya pada keluarga, bahkan  sekelilingnya tak merasakan amarahnya. Beliau pandai menjaga lisan. Tak bicara bila tak baik. Pantas saja jika senyum yang mengakhiri usianya karena ia bahagia melihat hasil kebaikannya.

Takdir, seandainya kau bisa kuubah. Tak kan kuijinkan kau mengambil bapak. Bukanku tak menerima datangmu, bukan pula tak mengikhlaskan bapak. Tapi jauh di kedalaman hatiku, ada penyesalan besar karena tak bisa menemaninya ketika sakitnya berbulan-bulan, bahkan ketika ia tak kuat mengatur nafas di akhir usianya. Aku hanya menemaninya sebentar.
Dan inilah awal penyesalan itu, ketika dering telpon dari ibu berbunyi.

“ assalamualaikum, Hamdan. Gimana kabarmu nak?”
“ Alhamdulillah. Ibu apa kabar? Keadaan bapak gimana bu?”
“Bapak sudah mendingan kok. Doakan bapak selalu ya! Oh ya, Leli sering kesini bantu ibu nak. Dia sering bawa  buah kesukaan bapak. Dia perhatian nak.”
“Iya bu. Bu, dua minggu lagi Hamdan ikut lomba debat marketing se-Jatim. Doakan semoga menang ya bu. Titip salam juga ke Leli bu”

Lega rasanya mendengar kabar bapak baik. Senang juga ada sahabat lamaku yang ikhlas perhatian pada keluargaku, si Leli. Berarti saat ini aku bisa fokus pada perlombaan ini. Hadiahnya lumayan, 2,5juta. Akhir-akhir ini aku memang semangat mengikuti lomba. Bukan mengejar pialanya, tapi hadiah uangnya.  Maklum saja. Aku kuliah melalui beasiswa. Hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tua. Sejak bapak sakit  aku menbantu menafkahi orang tua. Aku hanya anak tunggal. Di kesibukan kuliahku, aku harus bekerja sampingan. Sungguh berat memang. Tapi tak apa. Jalani saja. Ibu pernah berpesan “Nak Kamu tidak akan menangis terus.

Suatu saat kau akan sukses”
Aku sudah semester akhir. Tinggal 4 bulan lagi aku lulus. Layaknya bang toyyib, aku jarang pulang. Bahkan di saat bapak sakit. Sehari saja pulang menjenguk bapak, kemudian harus kembali lagi ke Jember. Saat melihat keadaan bapak, ingin rasanya kaya mendadak agar bisa membawanya ke rumah sakit. Tapi beginilah orang tak punya. Hanya berangan saja. Tapi kemiskinan ini memotivasiku untuk sukses semuda mungkin.

Lomba akan dimulai 3 hari lagi. Aku menelpon ibu untuk minta doa dan memastikan bapak dalam keadaan baik.

Ibu selalu memberi kabar baik. Tuk kali ini hatiku tak tenang. Nada bicara ibu tak seperti biasanya. Aku ingin memastikannya melalui Leli
“Assalamualaikum. Leli apa kabar”
“Alhamdulillah. Semoga sukses ya lombanya”
“Lho..kok tahu”
“Tau dari ibu. Semangat ya!”
“Iya. Makasih ya sudah membantu ibu. Keadaan bapak gimana?”
“Seminggu ini bapak kurang baik”
Keadaan bapak kurang baik?

“Ya Allah..Bapak Ya Allah. Untuk kali ini, sehatkan Bapak ya Allah biar hamba tenang. Menangkan hamba di lomba ini. Sudah lama hamba tak berprestasi. Untuk kali ini, hamba ingin membanggakan bapak agar terasa ringan sakitnya”. Doa sederhanaku.

Uhh. Perjuangan memenangkan lomba dimulai. Tepuk tangan penonton membakar semangat. Hadir pula ingatan tentang bapak ketika ia tepuk tangan melihatku memegang piala saaat menjadi juara di SMP.

“Ya Allah sang pengendali hidup. Yang menundukkan jin pada Nabi Sulaiman. Tundukan musuhku. Kalahkan mereka. Menangkan hamba. Demi bapak Ya Allah”

Alhamdulillah 7 sesi berlalu di hari pertama. Menyisihkan 5 peserta yang akan merebut juara 1,2 dan 3. Senang…puas..bisa mengalahkan beberapa universitas.

Di hari kedua, saat lomba berlangsung. Ada pesan masuk dari Leli
“Hamdan masih lomba? Kapan selesai?Kapan pulang? Bapak nyebut namamu terus”
Bapak nyebut namaku terus? Ada apa? Rindukah? Kayaknya gak mungkin. Pasti penyakit bapak semakin parah. Duh Ya Allah. Tolong hamba.

Takdir seolah menghadirkan labirin dengan penuh persimpangan tanpa memberi tahu persimpangan mana yang akan kujalani. Entahlah, mana yang harus kupilih. Melanjutkan lomba, atau segera pulang.

Bismillah. Akan tetap kulanjutkan lomba ini dengan niat “membanggakan bapak.”
Meski tergesa-gesa, aku tetap tampil maksimal. Dan Alhamdulillah memperoleh juara 2 dan mendapat penghargaan Top 10 the best speaker. Dan piala itu,,,uang itu,,,harus segera kubawa ke bapak.

Dalam perjalanan pulangku, dipenuhi rasa senang dan khawatir.
Dan setiba di rumah, keadaan sungguh memberatkan. Ada banyak saudara bapak yang berkumpul. Ada Leli di luar. Ada ibu sendiri menemani bapak
“Hamdan…Hamdan…” suara pertama yang ku dengar
“Enggeh pak”
“Shalat dulu nak. Ngaji dulu'
“Engggeh pak”

Seusai shalat dan ngaji, kugenggam tangan beliau. Ku elus rambut beliau. Kulihat di kedalaman matanya, ada rasa penderitaan yang mendalam, menahan sakit yang telah menahun.
“Dan, hari apa sekarang”
“Rabu pak”
“Duh, bapak pengen mati hari jumat. Bapak wes gak kuat Dan'
“Bapak masih kuat. Pasti sehat pak”, seruku dalam tangis
“Bapak wes gak bisa diharapkan. Jaga agamamu nak. Jaga shalatmu. Bapak titip ibu ya Dan.

Seperti apapun ibumu, disabari ya. Disayangi ya. Bapak gak pernah ketemu wanita secerewet dia, tapi bapak gak pernah ketemu wanita yang perhatiannya seperti dia, yang penyayangnya seperti dia. Hormati dia. Cintai dia. Jaga dia. Utamakan dia dibandingkan dengan wanita manapun. Sungguh salah besar kalau kamu lebih mengutamakan wanita lain. Segera nikah ya nak. Leli itu gadis baik. Kesuksesanmu akan Allah susun setelah menikah. Allah..Allah…Allah”. Tak ada suara lagi. Tak ada denyut jantung lagi.

Apa gunanya piala itu. Apa gunanya uang itu. Apa gunanya penghargaan itu. Semuanya tak sempat kuberikan pada bapak. Dan tak ada gunanya memang. Semuanya tak akan mampu mengembalikan nafas bapak. Semuanya tak akan mampu memutar waktu untuk memberikan kesempatan padaku menemani bapak lebih lama.

Sungguh ku menyesal. Seandainya ku tak melanjutkan lomba. Seandainya ku bisa pulang segera. Seandainya kutemani bapak berhari-hari, seandainya….ahh…sudah lah..semua telah berlalu.
Ibu…ibu..

Ibu histeris. Jiwa ibu pasti tergoncang. 10 tahun lalu, saat kakakku meninggal di usia muda, beliau depresi berbulan-bulan. Kali ini beliau akan merasakan kesedihan yang sama.

“Tuhan beginikah cara-Mu mengujiku. Di hari yang sama kau hadirkan dua labirin yang penuh persimpangan. Tadi Engkau hanya memberiku dua pilihan. Lomba atau Bapak. Sekarang Kau memberiku dua pilihan lagi. Menangisi bapak atau menguatkan ibu.”

Tak bisa ku menangisi bapak terus hanya karena penyesalan besar ini. “Ya Allah. Kau sediakan muara air mata. Bantu aku untuk tidak menangis. Kau luaskan hati dengan kasih sayang, sungguh aku hanya bisa memeluk ibu. Selebihnya, kuyakin Kau yang akan menguatkan jiwanya agar tak merasakan kesedihan yang berlarut-larut”

Berhari-hari aku dalam kekecewaan, dalam kesedihan besar.  Aku telah mengecewakan bapak. Di sisi lain aku harus menjaga ibu agar tak depresi. Aku dipaksa mendewasa. Menggantikan perjuangan dan kasih sayang seorang bapak. Sungguh berat bagiku. Takdir tak memberikan pilihan banyak untukku menjalani episode kehidupan selanjutnya.

Yang ku yakin, Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk hambaMu…

Lahirnya Generasi Baru


Lahirnya Generasi Baru


Kiranya kalimat itulah yang bisa mewujudkan gambaran para redaktor Gema Siswa. Tepat pada tanggal 4 Februari 2017 lalu, kepengurusan Gema Siswa telah berpindah tangan dari senior ke junior. Hal tersebut lumrah dilakukan oleh setiap organisasi yang ada di sekolah karena siswa kelas XII tidak diperbolehkan mendua di semester akhir mereka di SMK ini. Mereka hanya boleh fokus pada berbagai ujian dan penilaian. Oleh karena itu, perubahan struktur organisasi diperlukan.

Sobat, perlu kalian ketahui, untuk menjadi bagian dari tim redaksi Gema Siswa, sama halnya seperti mengikuti OSIS maupun Ekstrakurikuler. Hanya berbekal kemauan dan minat langsung saja daftar  kepada pimpinan redaksi maupun langsung kepada pembina. Setelah melalui proses pendaftaran, mereka diharuskan mengikuti beberapa prosedur test. Dalam Gema Siswa, test yang di ujikan bukanlah test yang sulit dan memeras otak, mereka hanya di beri waktu untuk menuliskan sebuah karya dalam selembar kertas. Karya yang mereka buat pun beragam. Mulai dari puisi, cerpen, laporan peristiwa, bahkan sebuah gambar.Dari sinilah kemampuan mereka terlihat.

Gema Siswa sendiri tidak mengambil siswa yang harus bisa menulis sebuah karya, yang penting mereka  mau dan berusaha untuk tahu, itu saja. Setelah karya-karya tersebut terkumpul, para calon tim redaksi tinggal menunggu hasil untuk test berikutnya. Selang 1 minggu, mereka yang di anggap mampu dan mau bergabung bersama tim Gema Siswa di panggil kembali untuk di wawancara. Uwaahh.. pake wawancara segala ya hehe. Perlu kalian tahu, test wawancara di Gema Siswa ini tidak semenakutkan seperti yang kalian kira. Mereka hanya di beri pertanyaan menyangkut alasan mengapa mereka ingin bergabung bersama tim redaksi Gema Siswa.

Setelah adanya pengumuman siapa saja yang terpilih untuk menjadi tim redaksi baru, mereka harus mengikuti peresmian anggota baru. Sama seperti oraganisasi Pramuka dan PMR, istilahnya semacam 'Pelantikan' tapi menurut versi Gema Siswa sendiri, hehe. Tepat pukul 13.00 WIB tanggal 4 Februari 2017, para tim redaksi senior bersama dengan tim redaksi junior berkumpul di lapangan SMKN 1 Kraksaan untuk melaksanakan kegiatan rekruitmen/pelantikan. Kegiatan di buka langsung oleh pembina Gema Siswa yaitu ibu Rizki Kurniasari, setelah itu kegiatan diambil alih oleh para senior.

Para tim redaksi baru diberi beberapa permainan dan berbagi ilmu mengenai jurnalistik (kepenulisan). Salah satu permainan intinya adalah mereka harus menjalani misi yang telah disiapkan oleh para senior. Mereka harus menemukan gulungan kertas emas yang telah tersebar di seluruh lantai-2 SMKN 1 Kraksaan. Kertas emas tersebut berisi kata dan kalimat pendek, lalu mereka harus membuat karya tulis dengan kata/kalimat tersebut dengan waktu hanya 15 menit.

Setelah selesai membuat karya, mereka berkumpul melingkar ditengah lapangan dan bergantian membacakan karya mereka satu persatu. Walau cuaca mendung diiringi beberapa tetes air langit yang jatuh ke tanah, semangat mereka tak bisa luntur untuk mengikuti kegiatan hingga selesai. hingga tibalah puncak acara yaitu peresmian pengurus baru yang disaksikan langsung oleh pembina Gema Siswa yaitu ibu Nurini Agustin dan ibu Rizki Kurniasari. Dari peresmian pengurus Gema Siswa tahun 2017 terpilihlah mereka dengan pimpinan redaksi baru Agus Zaenal Hasan.

Kira-kira begitulah para pembaca proses pelantikan anggota Gema Siswa yang pastinya beda dari organisasi lain. Selamat untuk pengurus yang baru terpilih semoga bisa menjadikan majalah Gema Siswa kebanggan SMKN 1 Kraksaan semakin lebih baik dan baik lagi. Dan juga terimakasih atas kepengurusan tim redaksi tahun 2016 yang telah memberikan jasa serta telah mencetak generasi-generasi baru yang lebih kreatif dan inovatif. Sekian dulu yang bisa penulis sampaikan dalam rubrik kali ini, maaf bila adanya kesalahan kepenulisan, karena manusia tidak ada yang sempurna  . jangan lupa membaca rubruk lainnya, see ya~~ [pisces_B]

Thursday, May 25, 2017

Menangkal HOAX di Tengah Arus Informasi




Menangkal HOAX di Tengah Arus Informasi


Salam pembaca keren. Tambah keren lagi apabila membaca sampai bagian paling akhir, karena laporan yang satu ini paling berbeda.  (22/1) adalah angka yang sangat berkesan bagi kami untuk mewakili Team Redaksi mengikuti Seminar Jurnalistik di Aula INZAH, Kraksaan dengan tema “Berfikir Jernih, Selektif Memilih, Kritis Menerima, Perangi Sindikat Hoax”.

Acara ini diselenggarakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dengan tujuan menverifikasi media sosial yang sangat viral pada akhir tahun 2016 sampai saat ini. Di narasumberi oleh 2 pemuda keren, yang pertama Abdur Rahim Mawardi yang sering di panggil Mas Eem yang berasal dari Desa Karanggeger, sekarang ia bekerja di Koran Pantura sebagai wartawan sekaligus editor. Pemuda kelahiran tahun 1985 ini memiliki motto “Jangan tanggung – tanggung”. Yang kedua yakni A. Yusrianto Elga, berdomisili di Sorowajan Banguntapan, Yogyakarta. Kakak yang satu ini biasa di sapa kak Yusri. Ia pernah bekerja di Koran sindo sebagai wartawan dan saat ini ia mengikuti organisasi/pers Diva Press Yogyakarta. Pemuda kelahiran 4 mei 1987 ini memiliki motto “Aku menulis, maka aku abadi”, wow keren.

Medsos (media sosisal) menjadi salah satu media untuk berbagi informasi baik formal ataupun non formal, seperti facebook, twitter, instagram dll. Tak hanya anak muda saja yang menggunakan medsos sebagai media masa kini, mereka yang masih sangat belia atau dibawah umur sampai mereka yang sudah memiliki banyak cucu tak mau ketinggalan jaman. Tak hanya berdampak baik, medsos juga digunakan sebagai ajang untuk mencari sensasi, menjadi artis terkenal, serta penyebaran berita hoax (penipuan). 

Tak banyak masyarakat yang mengoceh layaknya paling benar, beradu kata, kalimat serta bulian. Seperti berita yang sangat viral pada akhir tahun 2016 lalu, “Om Telolet Om” tiga kata tersebut menjadi pertanyaan bagi mereka yang tak mengerti. Apakah hanya suara klakson truk/bus atau memiliki arti lain. Setelah beberapa lama viral, kata om telolet om ada yang mengartikan “Aku Yahudi” di salah satu blogger. Bagi mereka yang tak berfikir jernih, berita hoax ini dapat di percaya bahkan di share sampai ribuan kali. Bagi mereka yang dapat berfikir jernih dan selektif memilih akan membernarkan berita ini dengan cara menyaring darimana berita ini bersumber.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa berita di medsos sangatlah benar. Media informasi yang sangat instan ini, dengan satu sentuhan jempol, beresiko sangat besar bagi mereka yang hanya tertarik pada gambar dan judul saja tanpa di cerna dengan akal yang sehat. Dibandingkan dengan media cetak yang kalian baca ini, perlu berjam – jam bahkan hari demi hari untuk sampai di tangan kalian, karena kami harus menelusuri kebenarannya di setiap kata yang tertulis. “Media cetak pada era online ini sudah mulai berkurang, bahkan banyak yang beranggapan akan mati, tetapi saya yakin media cetak masih sangat dibutuhkan” tutur kak Eem.

Tentang jurnalistik, “ah.. pasti kerjaanya hanya nulis, nulis, nulis” kata teman saya. Satu kata yang sangat membosankan bagi mereka yang tak pernah membaca buku, karena saat ini buku kalah dengan status alay di media online. Kak Yusri pernah mendengar kutipan dari seniornya yakni Zainal Abidi Toha berkata “Aku menulis, maka aku ada” jadi ia  percaya bahwa  menulis adalah jalan keabadian. Menulis ada dua kategori, yakni  sebagai jalan aktivitas personal (tidak  ideologis )dan yang kedua sebagai sikap politik ( ideologis ).

Pada dasarnya orang yang ingin pintar dalam menulis perbanyaklah membaca buku dan seringlah berinteraksi dengan orang – orang yang berilmu. “ Kalau ingin mengenal dunia perbanyaklah membaca, kalau ingin dikenal dunia perbanyaknya menulis” tutur kak Yusri.  Karena kalian telah membaca sampai ending, semoga bermanfaat dan hindari hoax, gunakan sosmed sebagai hal yang positif dan wassalamualaikum pembaca keren.

Abu Bakar Ash-Siddiq Cinta Tak Bersyarat


Abu Bakar Ash-Siddiq Cinta Tak Bersyarat


Kerumun penduduk di sekitar Masjidil Haram belum benar-benar genap, saat lelaki bertubuh kurus, berkulit putih dengan rambut yang lebat itu menyibak perbincangan di antara mereka.
Semalam itu Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam baru sampai dari Baitul Maqdis hingga ke Sidratul Muntaha. Benar. Beliau diperjalankan di malam hari oleh Malaikat Jibril atas perintah Alloh Subhanahu Wata'ala yang kita kenal dengan peristiwa Isra' Mi'raj.
Namun tak sesederhana itu beritanya.

Para kaum Qurays yang memenuhi hampir seluruh halaman Masjidil Haram merasa mendengar berita yang lucu dan tidak masuk akal. Mereka tertawa terbahak-bahak, mengejek, mencibir, mengumpat bahkan sebagian ada yang murtad. Di antara  mereka memang terbiasa melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis. Dengan kendaraan unta tercepat sekalipun, perjalanan berangkat saja memakan waktu satu bulan dan pulangnya pun memakan waktu yang sama. Lalu, mungkinkah Muhammad menuju tempat yang sama hanya dalam waktu semalam?

“Demi Latta dan Uzza! Sungguh aku tak akan membenarkanmu dan segala yang kau katakan, sedikit pun” salah seorang di antara mereka menyumpahinya.

Namun sekali lagi, lelaki yang menyibak perdebatan sengit di antara mereka angkat bicara,
“Aku percaya bahwa dia semalam berangkat ke Baitul Maqdis dan telah kembali sebelum fajar. Bahkan aku percaya apapun yang disampaikannya, meskipun lebih (tidak masuk akal) dari pada hal itu.”

Itulah kalimat yang telah diucapkannya. Kalimat seorang Abdul Ka'bah, atau Abu Quhafah. Atau kalimat sahabat yang paling disayang oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan diberikan gelar Ash Shiddiq. Ya. Dia lah Abu Bakar Ash Shiddiq, yang pengabdiannya untuk Rasulullah menjadi teladan terindah sepanjang jaman. Cintanya kepada beliau menjadi inspirasi tiada henti. Dan pengorbanannya menjadi keistiqomahan amal yang mengobarkan semangat para sahabat Nabi yang lain. Maa Syaa Alloh… indahnya ungkapan cinta Abu Bakar yang disampaikan untuk Nabi ketika orang lain sedang mendustakan beliau.

Suatu hari ia gelisah. Kekasihnya berada dalam ancaman maut. Namun tak surut langkahnya setapakpun untuk mendampingi. Sesekali ia berada di depan Nabi sambil melihat ke atas bukit yang mengelilingi perjalanan hijrahnya mendampingi beliau. Lalu berpindah ke samping sambil tetap mengawasi kalau-kalau ada sesuatu yang 'meluncur' dari atas bukit itu. Kemudian berpindah pengawasannya di belakang punggung Nabi. Namun tatapan tajam ke arah kemungkinan datangnya musuh nyaris tak berkedip. Begitu ia ungkapkan cinta, yang seolah-olah 'melapiskan' nyawanya sebelum Nabi.

Hingga sampailah di sebuah gua tempat mereka berdua melepas lelah. Satu-satunya kain yang membalut rapat tubuhnya pun dibuatnya menjadi terkoyak beberapa bagian demi untuk alas tidur Sang tercinta. Lalu terbaringlah Baginda Nabi dalam lelap tidur seketika.

Sementara langkah musuh semakin mendekat untuk mendapatkan sasarannya. Suasanapun hening, karena ia benar-benar ingin Sang Nabi pulas dan puas dalam tidurnya. Selang beberapa lama musuhpun pergi karena mendapati gua yang tertutup oleh sarang laba-laba sehingga tampak telah lama tak berpenghuni. Masih dalam pulas tidur dan waktu bergulir begitu saja, Abu Bakar menepiskan 'seonggok batu' dengan kakinya. Dan…Clapp!!! Tiba-tiba seekor 'ular serupa batu' itu mematuk kakinya. Namun Abu Bakr tak peduli. Ia tetap menjaga  dan berjaga-jaga untuk kekasihnya agar tetap nyaman dalam tidurnya. Sembari menahan rasa sakit yang menggigit karena bisa ular yang mulai menjalari sekujur tubuhnya, Abu Bakar tak kuasa menahan derai air mata yang tetumpah hingga menetes di kening Rasulullah dalam pangkuannya. Beliau pun terbangun dan menanyakan kegelisahan sahabat itu,

“Mengapa engkau menangis, wahai Abu Bakar?”
“Aku digigit ular, ya Rasul…”

Belum sempat Abu Bakar melajutkan kalimatnya, Rasulullah pun bangkit untuk melihat luka akibat gigitan ular berbisa itu kemudian mengusapnya dengan ludah sambil mendoakannya. Dan seketika  itu pula sembuhlah 'jejak gigitan' ular berbisa itu tanpa meninggalkan jejak lagi.
Cukup sebuah kalimat yang dapat kita teladani dari sosok seorang pendamping yang selalu menyertai orang yang didampingi hingga mengakar sebentuk keyakinan dan keimanan yang terbawa hingga ajal memisahkan mereka…

“Aku pandangi Nabi dari ujung rambut hingga ujung kaki,
  aku ulangi dan ulangi lagi, dan tahukah kalian tentang apa yang kurasa?
  Seluruh jiwaku dipenuhi dengan cinta…” begitu sosok sahabat mulia itu mengungkapkannya.
Dari semua yang telah terucap dan dilakukan oleh Sahabat Abu Bakar kepada beliau sepenuh cinta, tak berlebih kiranya bila Rasulullah pun selalu berkisah indah tentang sahabat yang paling dicintainya itu sesuai dengan pengorbanannya yang tak lagi dapat terhitung dengan jari dan angka-angka maupun oleh akal sehat manusia. Wahai Sahabat Abu Bakar, ajarilah kami mencintai Nabi sebagaimana engkau mencintainya. Ajarilah kami mencintai ajaran mulia yang dibawanya sebagaimana engkau mencintai dan menjalani semua yang terucap dari lisannya. 

“Aku dan Abu Bakar semisal sepasang sandal. 
 Aku melangkah dan Abu Bakar menyusulnya, hanya saja aku mendahuluinya dengan kenabian.
“Abu Bakar lebih afdhal dari kalian semua bukan karena banyaknya shalat maupun puasa, tetapi karena sesuatu yang menetap kokoh di hatinya” 

Dan apakah yang dimaksud oleh Nabi dengan “sesuatu”, itu?
Mungkin adalah keimanan, ketaqwaan atau beningnya hati. Bisa jadi karena ketulusan cinta yang terlahir dari jiwa pengabdiannya yang suci. Hingga tak heran pula bila ketulusan  cinta ini menjadi bersambut dari Sang Nabi. 

“Orang yang paling kucinta adalah Aisyah dan dari golongan laki-laki adalah ayahnya”
Namun bukan cinta namanya jika tak ter-uji. Karena Allah Sang Pencipta Rasa pasti ingin mengetahui seberapa dalam kesungguhan seorang hamba saat mengabdi. 

Maka di tengah kegigihan dan kegembiraannya mengabdi pada sang kekasih hati, Allah pun menguji dengan perpisahan yang tak pernah terbayangkan. 

Isyarat itu telah dikenalinya ketika Nabi membacakan firman Allah surat Al Maaidah ayat 3 pada khutbah saat haji wada di depan ummat dan para sahabat yang lain, 
“Pada hari ini telah Ku sempurnakan agama ini untukmu dan Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu…” 
Di antara kelegaan hati para sahabat mendengar suara beliau, senyum syukur dan kebahagiaan yang mengharu-biru itu, Abu Bakar tergetar hati sambil bermuram durja, terlebih saat Nabi melanjutkan kalimatnya …

“ Janganlah kalian sepeninggalku nanti kembali pada kekafiran, 
   yang menyebabkan sebagian kalian mempermainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain…
Wahai ummatku, bukankah aku telah menyampaikan?”
Yang ada di benak Abu Bakar saat itu hanyalah, apabila Islam telah sempurna dan tugas Nabi menyampaikan risalah telah selesai pula, apakah lagi yang akan tersisa?...
Dan benarlah kiranya, di Senin kedua bulan Rabiul Awwal tahun ke sebelas hijriyah itulah berita kewafatan Nabi benar adanya. 

Bumi Madinah pecah oleh tangis membuncah. Para sahabat seolah tak percaya adanya musibah. 
Bahkan Umar bin Khaththab sempat kehilangan akal sehatnya. Sambil membawa sebilah pedang, ia mengatakan kepada setiap orang yang dijumpainya,

“Siapa yang berani mengatakan Nabi telah mati, aku akan membunuhnya dengan pedangku ini…”
Namun tidak demikian halnya dengan sahabat Abu Bakar, cintanya kepada Nabi yang terlahir dari ketulusan dan bening hati mampu mengendalikan dirinya sendiri sekaligus para sahabat dan seluruh ummat yang hampir kehilangan kendali.

Didekatinya jenazah Nabi di antara kerumun para sahabat. Ditahannya tangis yang membuat lidahnya kelu sesaat. Namun ia sempat beucap lirih..
“Engkau indah, rupawan… engkau mempesona setiap insan… 
hidup dan matimu, wahai Rasulullah…”
Dan diusapnya air mata  yang tak kuasa ditahannya itu. Sambil berdiri menjauhi jasad Nabi, ia pun berjalan menuju mimbar dan berkata…

“Siapa yang menyembah Nabi Muhammad, maka ketahuilah bahwa beliau telah wafat. 
Namun siapa yang menyembah Allah, ketahuilah Allah selalu hidup dan tidak pernah mati…”

Begitulah sahabat Nabi yang satu ini mewujudkan cintanya yang sejati. Cinta kokoh yang utuh, tulus, suci tak tertandingi. Cinta yang melahirkan kekuatan ruh dan hati. Cinta yang menyemangati dan melahirkan inspirasi. Adakah cinta sejati seindah kisah cinta beliau berdua ini? Semoga Allah mengaruniakan cinta atas kita kepada saudara-saudara kita  dan sahabat-kerabat kita seperti cinta yang ada di hati Rasulullah kepada para sahabatnya, ummatnya dan seperti cinta sahabat Abu Bakar kepada kekasihnya, kekasih Allah Aza Wa Jalla.[noerin1]

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi 2017


Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi 2017 


Assalamu'alaikum sobat Gema, ada sedikit pengalaman nihh, tapi sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa isi diary tulisan ini gak seperti yang kalian kira lohhh. oke langsung saja.. seperti yang kita ketahui bahwa setiap perbuatan pasti harus ada pertanggung jawaban, seperti halnya kehidupan koperasi juga harus membuat laporan pertanggung jawaban atas kerja mereka selama setahun lohhh… contohnya nih Koperasi Krida Siswa yang ada di sekolah kita tercinta ini, tiap tahunnya harus ada laporan atas keuangan yang mereka tangani selama setahun, karena ini merupakan rapat keanggotaan koperasi yang diadakan selama setahun sekali, maka muncullah nama RAT (Rapat Anggota Tahunan) seperti yang baru-baru ini diadakan pada tanggal 01 Maret 2017 tepatnya pada pukul 10.00-selesai yang bertempat  di aula darurat lantai dua sekolah atau yang biasa kita sebut kelas X APK, karena untuk aula utamanya masih dipakai untuk acara lain.

memang tidak banyak yang tahu kegiatan ini karena rapatnya saja hanya mengundang perwakilan tiap kelas, jadi tidak semua siswa tahu melainkan hanya pengurus kelas yang terlibat saja, tapi kemarin ketika rapat Bpk. H. Syamsul Ma'arif selaku pembina koperasi sempat menuturkan bahwa rapat seperti ini seharusnya melibatkan seluruh anggota koperasi, mengingat semua siswa SMK merupakan anggota koperasi jadi sebaiknya kita mengundang seluruh warga sekolah… wow bisa-bisa gak muat aulanya Pak.

Karena faktor itulah jadi setiap ada RAT, pihak koperasi hanya mengundang perwakilan kelas saja dengan harapan perwakilan kelas tersebut akan menjelaskan isi rapat tersebut kepada teman-teman di kelasnya.. yaaa.. walaupun sesungguhnya mereka tidak benar-benar menceritakannya, betul tidak?, oleh sebab itu kami ingin berbagi sedikit tentang rapat tersebut, seperti yang kita ketahui bahwa dalam rapat tersebut membahas tentang koperasi, ya iya lahhh namanya juga RAT masak mau membahas tentang Volly, ada-ada saja ya kann? Jadi rapat tersebut membahas tentang keuangan koperasi selama setahun, laporan ini sangat penting agar semakin kuat rasa percaya anggota terhadap badan koperasi yang ada di sekolah ini, jadi mereka membahas tentang pemasukan, pengeluaran dan proses kedepannya maupun evaluasi kepengurusan yang lalu.

Dan ada hal yang menarik bagi saya nihh.. yaitu ketika sampai pada sesi tanya jawab, seru gitu lahh… jadi pertanyaannya“apa maksudnya kita sebagai pengurus koperasi harus berjalan sendiri-sendiri?” Tahu jawabannya? Baik, saya beritahu ya. Maksud dari berjalan sendiri-sendiri itu setiap pengurus koperasi harus bekerja pada bidangnya masing-masing, gak boleh ikut campur pada pekerjaan yang bukan bidangnya, misalnya ada masalah kekeliruan dalam masalah keuangan, jadi yang menangani adalah pengurus keuangan itu sendiri, pengurus lain yang bukan bidangnya sangat dilarang untuk ikut campur. Kurang lebih seperti itulah pernyataan dari Kak Fina Dinda sari selaku Ketua Koperasi pada waktu itu dan Bpk. H. Syamsul Ma'arif selaku Pembina koperasi.

Selain itu sekolah juga mendatangkan salah satu perwakilan badan koperasi Probolinggo, dalam sambutannya beliau menegaskan arti dari koperasi sesungguhnya, beliau menuturkan bahwa hanya anggota koperasi lahh yang boleh melakukan simpan-pinjam di koperasi. Selama ini masyarakat juga menilai “untuk apa ikut koperasi? Nanti uang kita dikemanain?”, selama ini pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang muncul di benak masyarakat mengenai koperasi, maka dari itu beliau menegaskan bahwa simpanan pokok koperasi bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha atau dagang bagi anggotanya. selain itu beliau juga menegaskan bahwa jika ada anggota koperasi yang berhenti, mereka bisa memperoleh uang simpanan pokok yang telah mereka bayarkan kembali, jadi tidak perlu khawatir uang kita akan hilang ya.

Dalam rapat tersebut juga dilaksanakan pelantikan anggota baru koperasi nihh, perubahan ketua dari kak Fina menjadi kak Yovi. Jadi dalam pelantikan tersebut, para anggota koperasi pada baris di depan sambil pegang selebaran kertas, kayak paduan suara gitu, dan ternyata mereka bukan mau nyanyi lohh , mereka akan membacakan ikrar suci anggota koperasi, dan proses pembacaannyapun para hadirin harus berdiri semua untuk menghormati, wihhh janji suci… kepadamu dewiku…, welehhh malah nyanyi, sorry gann.. terbawa suasana.

Setelah mereka membacakan satu persatu dengan microphone pastinya, dan setelah dinyatakan resmi, mereka langsung bubar. Kira-kira acaranya berakhir sekitar jam dua belas. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada anggota pensiunan koperasi yang sudah rela menyumbangkan raganya untuk mengabdi kepada Koperasi Krida SMKN 1 Kraksaan dan kami ucapkan selamat kepada anggota baru, semoga kalian dapat menjalankan tugas dengan baik dan amanah. Mungkin kurang lebih demikian yang dapat saya ceritakan kepada kalian,  walaupun sedikit saya harap bacaan ini dapat memberikan wawasan bagi kalian seputar dunia koperasi.

Wednesday, May 24, 2017

Ketika Jomblo bertasbih



Ketika Jomblo bertasbih 


Kuberdo'a disujud malamku…
Semoga dia bahagia dengan siapapun…

Begitulah syair untuk para jomblo. Yang ikut seminar pasti tau ya tentunya. Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada sabtu, 25 Maret 2017 diadakan seminar “Ketika Jomblo Bertasbih” di Aula SMA NEGERI 1 KRAKSAAN. Ini seminar cocok untuk kaum adam dan hawa jaman sekarang tentunya. Ya, meskipun yang hadir gak terlalu banyak tapi lumayan lah. Narasumbernya adalah ustadz Yosi Al Muzanni penulis novel nikah phobia. Tau kan novel nikah phobia? Pasti gak tau ya? sama saya juga. 

moderatornya adalah Kak Bay. Kegiatannya berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
*focus on ketika jomblo bertasbih

Belajar memperbaiki. Menggapai keberkahan cinta sejati. Gak punya pacar bukan berarti gak laku. Oke,untuk yang punya pacar jangan tersinggung ya. ikuti saja alur ceritanya. 

Jomblo itu gak bisa dihindari. Ketika kita lahir status kita adalah jomblo. Jomblo itu fitrah. Jomblo membuat kita happy, jadi kalau jomblo happy aja jangan kebanyakan galau. Seperti yang dikatakan ustadz yosi “menunggu cinta dengan rindu, menjemput cinta dengan syukur”. Bersyukurlah anda yang jomblo, karena jomblo adalah hal yang menjauhkan kita dari maksiat

Masalah jatuh, lelah, kecewa, sakit hati kita hadapi saja jangan putus asa karena cinta. Pemuda adalah kekuatan diantara dua kelemahan. Kekuatan itu pemuda, kelemahannya adalah jangan sampai ingin mencintai orang tetapi tidak mencintai diri sendiri. Yang menentukan suatu kesuksesan bukanlah financial dunia, tetapi Allah yang dapat menentukan kesuksesan kita. Pandangan kita terhadap cinta harus diubah. Mencintai itu tidak dilarang.

Definisi pacaran tidak perlu malam mingguaan, boncengan berduaan, gelap-gelapan. Untuk yang jomblo juga jangan keseringan baper. Tahu kan rasanya baper. Belum jadian sudah menderita, ada neraka sebelum neraka. Kalau kita tahu tujuan hidup kita, maka kita tidak akan goyah dan akan berfokus pada tujuan. Kalau niat kita jomblo fiisabilillah, fokuslah pada niat kita. Istiqomah! InsyaAllah, Allah akan meridhoinya. Karena jomblo menyelamatkan kita dari kemaksiatan duniawi. “Jomblo itu akan berakhir kalau tidak ke pelaminan ya ke pemakaman” kata ustadz yosi.

Jadi jomblo itu gak bisa dihindari, sejak lahirpun status kita sudah jomblo. Namun, seiring berjalannya waktu status kita dari jomblo bisa saja berubah jadi pacaran. Tapi pasti orang pacaran ujung-ujungnya akan jomblo juga. Jomblo tidak perlu ditakuti. kenapa juga takut jomblo. Jomblo itu berkah, kita patut bersyukur karena terjauhi dari kemaksiatan duniawi.

Oh ya satu lagi, status jomblo itu diakui negara lho! Kita lihat status di KTP yang ada kawin dan belum kawin. Belum kawin itu artinya jomblo kan? Hayo mana ada status pacaran di KTP. I think nothing, right?

Kalau kalian perlu motivasi, kata-kata para jomblo silahkan gabung ig : @save_jomblo dijamin akan baper sama quotesnya. Hehe…

Sampai disini dulu sobat gema. Semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. 

Kisah Penduduk Langit Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Kisah Penduduk Langit Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Assalamu'alaikum para pembaca… How are you? Semoga tetap sehat ya, amiin. Kali ini Timred akan mengulas kegiatan kemarin tentang peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Ingin tau kelanjutannya? Keep calm and still here, oke?

Isra' Mi'raj. Siapa yang masih tidak kenal dengan kata ini. Kata yang familiar dan semua pasti sudah mengerti khususnya umat islam. Hari dimana peristiwa luar biasa terjadi kepada insan termulia yang dapat mengubah peradaban hingga saat ini. Ya, tanggal 27 Rajab dikenal sebagai peringatan hari besar agama islam yakni isra' mi'raj. By the way, sudah pada tau belum apa arti isra' mi'raj itu? Yups, Isra' adalah perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsa',sedangkan , mi'raj adalah perjalanan naik keatas dari masjidil aqsa' ke sidratul muntaha menembus langit ketujuh atau disebut alam ghaib. Siapa yang diperjalankan? So pasti Khatamul anbiya'-Rasulullah shallallahu'alaihi wasalam.

Nah, pada tanggal 22 April 2017 kita semua, warga SMKN1 Kraksaan telah memperingati hari isra' mi'raj yang bertajuk “Dengan memperingati isra' mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H, kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan dalam ibadah”. Acara dimulai tepat pada jam 07.00 WIB dengan pembacaan asmaul husna oleh tim hadrah smk1. Langsung disambung pembacaan yasin dan istigasah serta shalawat nabi yang dipimpin oleh Pak Bukhori. Suara merdu nan syahdu terdengar dari tilawah yang dibacakan Rofiqi(X APK1) dan Fattah Khoirun(XI TKJ1).

Setelah itu, sambutan oleh ketua pelaksana(Nabila) yang mengucapkan terima kasih kepada teman-teman karena sudah berpartisipasi dalam acara tersebut, serta sambutan kepala sekolah yang mengatakan bahwa kita harus benar-benar meningkatkan ketakwaan dan keimanan dalam ibadah sesuai dengan judul peringatan ini. Wah, terima kasih pak atas pesannya, semoga kita dapat melakukannya, amin. Oh ya, tidak lupa juga pembagian hadiah pemenang lomba biografi guru dan nasi pecel. Kebetulan kemarin(21 April) juga memperingati hari kartini. Selamat untuk para pemenang..

Lanjut ya, “Rasulullah, sebelum di-isra'-mi'raj-kan, dada beliau dibelah dan disucikan menggunakan air zam-zam”(kata Pak Moh. Barzan M.Pd I selaku penceramah ketika acara berlangsung). Subhanallah, padahal hati beliau sudah suci, ditambah lagi dengan basuhan air zam-zam itu, maka bertambah lagi kesuciannya.

Peristiwa isra' mi'raj dilatarbelakangi oleh beberapa kejadian sedih. Karena orang2 yang dicintai Nabi meninggal dunia. Pertama kakek beliau, Abdul Muthalib. Kakek yang selalu membelanya saat berdakwah. Yang menjaga serta merawatnya saat orang tua tiada. Pernah suatu ketika saat kafir quraisy menyuruh Abdul Muthalib untuk menghentikan dakwah Rasulullah, tetapi ia menjawab,”aku tidak akan menghentikan dakwah Muhammad..” masyaa Allah, sungguh besar rasa sayang kepada cucunya itu. Yang kedua yaitu istri tercinta-Siti Khadijah. Istri yang selalu mendukungnya, merelakan harta bendanya demi dakwah Rasulullah. Istri yang menenangkannya saat Rasulullah kembali dari gua hira' dalam keadaan menggigil dan kedingingan karena telah menerima wahyu pertama dari sang Ilahi. Tak bisa dibayangkan  betapa sedihnya beliau kala itu saat ditinggal 2 orang penyemangat dakawahnya. Belum lagi dengan peristiwa pemboikotan yang terjadi. Sehingga tahun itu disebut sebagai 'amul huzni (tahun kesedihan).

Untuk menghibur, maka Allah memperjalankan Rasulullah dengan isra' mi'raj ini, yang berlangsung dalam satu malam. Terdapat kejadian luar biasa yang Allah perlihatkan kepada Rasulullah saat diperjalankan. Pernah juga Rasulullah menjadi imam shalat yang dimakmumi oleh semua para nabi dan rasul Allah. Oleh karena itu, Rasulullah disebut sebagai imamul anbiya' wal mursalin. Coba tebak, oleh-oleh apa yang dibawa Rasulullah sepulang isra' mi'raj? Yup! Benar.. tidak lain lagi adalah SHALAT. Awalnya 50 rakaat loh shalat yang Allah perintahkan. Tetapi, karena kemurahan-Nya dan kecintaan Rasulullah kepada kita, akhirnya menjadi 5 rakaat shalat fardhu dalam sehari. Wah, bisa kita bayangkan jika shalat 50 rakaat perhari. Mari koreksi diri sendiri, bagaimana dengan shalat kita? Akankah kita masih mengabaikannya? perlulah kita mencoba untuk shalat diawal waktu.

“Kita harus tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, patuhi orang tua, dan siap siap untuk bersusah terlebih dahulu, pasti nanti akan merasakan nikmatnya kebahaagiaan” begitulah pesan yang Pak Barzan sampaikan sekaligus sebagai penutup dari tausiyahnya.

Singkat cerita, tak terasa waktu berputar begitu cepat. Acara ditutup dengan do'a dan hadrah. Sekian dari goresan pena timred terkait tentang peringatan hari isra' mi'raj. Semoga bermanfaat. Salam..  [CHA]

Membentuk Jiwa Yang Tangguh


Membentuk Jiwa Yang Tangguh



KARTINI? Apa sih yang ada dalam benak kalian tentang Ibu kita Kartini? Pasti pahlawan wanita kan? Tapi lebih dari itu Ibu Kartini ini adalah sosok wanita yang cerdas dan tangguh. 

Lihat saja, karena usaha dan kerja kerasnya itu, kita dapat merasakan keindahan di Negara kita ini. Sayangnya pada era yang modern ini, kita sangat sulit menemukan kartini-kartini muda yang diharapkan oleh Negara kita. Yaa..mungkin ada, tapi 95% tidak ditemukan *Hehehe*. 

Tepat pada tanggal 21 April 2017 kemarin, SMK Negeri 1 Kraksaan bahkan seluruh Indonesia mengadakan hari lahirnya pahlawan wanita ini. OSIS SMK Negeri 1 Kraksaan mengadakan berbagai lomba untuk merayakan dan mempartisipasi hari Kartini. Lomba yang diadakan yaitu, biografi guru wanita dan membuat nasi pecel. Lomba-lomba tersebut dominan dilakukan oleh wanita ya?.”Pasti dong, kan ini perayaan hari Kartini. 

Dengan lomba ini kita bisa mendorong perempuan-perempuan zaman sekarang untuk lebih menyadari pentingnya Kartini bagi Negara kita ini, tapi bukan berarti laki-laki tidak berperan dalam hal ini” ujar Lely Nur Indah Sari selaku Ketua Pelaksana Hari Kartini. Tapi lebih dari yang dijelaskan oleh Ketua Pelaksana tersebut, Hari Kartini juga bertujuan untuk merubah wanita-wanita Indonesia, khususnya siswa-siswi zaman sekarang untuk menghargai perjuangan pahlawan. 

Sebenarnya kita adalah orang yang sangat beruntung. Kenapa tidak? Pemuda-pemuda zaman sekarang hanya menikmati hasil jerih payah pahlawan. Tapi apa? Hasil jerih payah tersebut dimanfaatkan dengan semena-mena oleh pemuda zaman sekarang *sama seperti peribahasa yang satu ini, AIR SUSU DIBALAS DENGAN AIR TUBA*. 

Kartini adalah pahlawan yang dapat mengangkat derajat seorang wanita hingga saat ini. Jika tidak ada Kartini, mungkin seorang wanita hanya bisa duduk diam di dapur. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Wanita dianggap sosok yang kuat dan berjasa bagi bangsa ini. Jangan sampai karena sikap yang dilakukan oleh pemuda-pemuda saat ini membuat sosok wanita tangguh tersebut tidak dihargai. Ingat ! Karena usaha dan kerja kerasnya kita dapat menikmati manisnya kehidupan.

Tuesday, May 23, 2017

K O T A K K E N A N G A N


K O T A K  K E N A N G A N

“Setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Cepat atau lambat hal tersebut tak bisa dihindari. Namun, kenangan tetap abadi dalam memori”

Begitulah kiranya masa-masa SMK berlalu. Seperti kami, kelas yang terkenal rajin di kalangan guru dan juga terkenal dengan siswinya yang cantik-cantik (kecuali 4 pangeran kelas tentunya), iya, kami adalah 12 APK 1 di angkatan 2017 ini. Kami membawa beberapa memori yang pernah kami ukir selama di SMK tercinta ini, semoga para sobat Gema Siswa mau membaca serpihan memori kami ini, yuk..

Disekitar tahun 2014, kami berkumpul dalam ruang kelas yang asing dengan bimbingan beberapa kakak pengurus OSIS. Suasana asing karena belum mengenal satu dengan yang lain. Masih dengan tampang lugu dan polos kami mengikuti serangkaian kegiatan MOS pada saat itu. 

Tiba saat lomba, kami mulai akrab dan mulai membangun rasa kekeluargaan dan kekompakan dengan tujuan satu, yaitu menjadi yang terbaik. Hal tersebut ternyata berdampak pada kemenangan kami saat itu, dan dari situlah kami terpacu untuk selalu memberikan yang terbaik dalam berbagai perlombaan yang diaadakan oleh sekolah. 

Pernah suatu waktu sekolah mengadakan lomba gerak jalan dalam memperingati HUT RI ke-69, kelas kami ikut berpasrtisipasi. Saat itu kami masih duduk di kelas 10 dengan wali kelas bapak Isa Syahrizal Aidid. Dan alhamdulillah kelas kami berhasil masuk babak final dengan lawan kelas 12 saat itu. Walau kelas kami tidak menyabet gelar juara, setidaknya kami bangga karena diantara seluruh finalis, hanya kelas kami yang paling junior karena finalis lainnya adalah kelas 12. Setelah perlombaan tersebut kelas kami menang dalam berbagai kegiatan yang ada walau tidak setiap waktu mendapat juara, setidaknya berada di posisi sebagai finalis, hehe..

Beranjak satu tingkat lebih tinggi, menambah banyak sekali kenangan yang telah kami lalui. Kekompakan sebuah kelompok pasti terbentuk karena adanya berbagai perselisihan, iya benar sekali. Kami pun telah merasakan hal tersebut. Kesalahpahaman antar teman, perbedaan pendapat, bahkan rasa kecemburuan telah kami lewati, namun kami sadar, hal tersebut merupakan perekat sebuah hubungan kelurga yang harmonis. Saat kelas XI, mungkin keluguan kami sedikit berkurang. Keluguan dalam hal apa? Tentunya sudah saling akrab dengan seluruh warga kelas dan juga terhadap para guru, maksudnya sudah tidak malu-malu lagi untuk menampakkan diri, hehe..

Berbicara mengenai kelas XI, kami mendapatkan wali kelas yang luarbiasa baik. Beliau adalah ibu Rizka Vidia Rahma yang senantiasa sabar dalam mengahadapi dan membimbing kami. Hingga suatu hari kelas kami kembali mendapat penghargaan sebagai juara 1 kelas Peraih Green Award yang diadakan oleh organisasi Adiwiyata sekolah. Selain itu, kelas kami juga masih sering menjuarai berbagai perlombaan dalam kegiatan akhir semester atau biasa di sebut Classmeeting. 

Sobat Gema Siswa, perlu kalian ketahui, kelas kami hanya memiliki 4 orang siswa yang selalu saja mengalah demi kaum siswi. Mereka adalah Fiki Sultanin sang ketua kelas 12 APK 1 sekaligus ustad bagi kami. Disamping Fiki, ada Irvan Eka Aristiono yang senantiasa menemani kemanapun sang ustad pergi, ada juga Abdurrahman Alex yang sangat terkenal di kalangan adik kelas wanita karena dia merupakan anggota PMR dan yang terakhir ada Al Furqon Galih Mehrahino sang DJ yang biasa mengatur lagu classmeeting saat dia masih aktif di OSIS dahulu. Ke-empat pangeran ini sangat sabar loh, sobat Gema. 

Mereka selalu mengalah di berbagai situasi demi mendahulukan para siswi, hehe. Setiap akan mulai pelajaran olahraga maupun selesai pelajaran olahraga, mereka akan merelakan kelas untuk para siswi berganti baju terlebih dahulu. Hingga seringkali mereka telat datang ke lapangan dan dihukum oleh bapak Rudi (guru olahraga kelas 12) karena mengalah demi kami para kaum hawa, hehe. 

Segala kenangan tentang kami akan terangkum menjadi satu secara apik dari awal sampai akhir dalam memori kami sendiri. Yang kami tulis diatas hanyalah beberapa potong kenangan saja. Kini kami telah ada di penghujung waktu. Setelah ini kami akan berpencar mencari jati diri kami sendiri tanpa bimbingan bapak/ibu guru lagi. Terimakasih kepada seluruh guru SMK Negeri 1 Kraksaan yang telah sabar dan ikhlas membagi ilmunya bersama kami, juga mohon maaf yang tak terhingga kami sampaikan mungkin karena ulah kami yang sering membuat bapak/ibu guru mengelus dada. Salam khusus kepada ibu kami, ibu Nurini Agustin selaku wali kelas 12 APK 1 yang selalu sabar, ikhlas dan setia mengajarkan banyak ilmu terhadap kami, bukan hanya ilmu di dunia namun juga ilmu akhirat.

Untuk teman-teman sekalian, berjuanglah kawan untuk menggapai cita-cita dan jangan lupakan kenangan yang telah kita ukir bersama selama di SMK Negeri 1 Kraksaan ini. Mari kelak kita berkumpul kembali dengan membawa kebahagiaan dan berbagi kesuksesan bersama. Salam hangat 12 APK 1 generasi 2k17! See yaa… (Pisces_B)

Apasih LSP itu ? Menuju Sekolah Ber-LSP


Apasih LSP itu ? Menuju Sekolah Ber-LSP


“Taukah kalian, apabila lulusan siswa SMK langsung bekerja/menciptakan lapangan pekerjaan, maka kepala sekolah akan bangga, dan negara menciptakan SMK tidak sia – sia”, begitulah nukilan ungkapan tegas Bapak Kepala Sekolah kita, Drs. Abdul Rofi pada saat memasuki kelas kami sepulang dari Prakerin awal bulan April 2017 yang lalu.

Dan tahukah kalian, apakah LSP itu? Kepanjangan dari Lembaga Sertifikasi Profesi yang merupakan lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi
LSP dipersiapkan pembentukannya oleh sebuah tim kerja yang dibentuk oleh atau dengan dukungan asosiasi industri terkait. Susunan tim kerja terdiri dari ketua bersama sekretaris, dibantu beberapa anggota. 

Personal panitia mencakup unsur industri, asosiasi profesi, instansi teknis terkait dan pakar. Tugas panitia kerja adalah menyiapkan badan hukum  secara resmi, menyusun organisasi maupun personel, mencari dukungan industri maupun instansi terkait. Setelah semua proses untuk menuju LSP dipersiapkan dengan matang, maka panitia kerja sebagai tim awal pembentukan LSP mengirimkan surat permohonan untuk memperoleh lisensi yang ditujukan kepada BNSP. Kinerja LSP dipantau secara periodik melalui laporan kegiatan surveilen dan monitoring LSP. Bagi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan BNSP dikenakan sanksi sampai pada pencabutan lisensi kinerja, sedangkan pemegang sertifikat dipantau melalui laporan pengguna jasa (industri). 

Sertifikat yang diperoleh melalui LSP tidak wajib bagi siswa, hanya untuk yang MAU atau direkomendasikan oleh guru yang selama ini mendampinginya saat proses belajar mengajar berlangsung saja, jadi keputusan untuk mengikuti uji kompetensi melalui LSP tetap tergantung  kepada siswa sendiri. 

Ditemui di ruang LSP SMKN 1 Kraksaan, Bapak Fawaid Effendi, ST. sebagai salah seorang dewan pengurus sekaligus yang turut mengawal proses pembentukan mulai awal hingga pengiriman dokumen sampai ke Jakarta secara langsung menyatakan bahwa kelebihan siswa lulusan SMK yang memiliki sertifikat LSP P-1 selain mendapatkan  sertifikat prakerin, dan ijazah adalah dapat mengajukan diri untuk bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan lebih dihargai karena sertifikat yang diperoleh berstandar nasional. 

Cara pelaksanaan untuk mendapatkan sertifikat hampir sama dengan UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) tetapi tergantung materi yang akan di uji. 
Apakah LSP wajib bagi setiap SMK? “Sebenarnya sih tidak, tetapi kalau memang mampu harus bisa mengikutinya karena itu adalah kewenangan dari pusat. Selain itu, untuk mempersiapkan lulusan SMK bersaing dengan tenaga kerja luar negeri karena saat ini era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).”  beliau menambahkan. 

Di sekolah kita sejak tahun 2016 lalu sudah ada beberapa guru yang mengikuti diklat Asesor dari BNSP untuk LSP, untuk jurusan MM diwakili oleh bapak Syarifuddin, S.Kom, RPL diwakili oleh bapak Harkafin Mahawira, ST., TKJ diwakili oleh Ibu Etik Widartik, S.Kom dan Bapak A. Zamroni S.Kom, APK diwakili oleh ibu Rini Yuliastuti, S.Pd dan Ibu Nurini Agustin, S.Pd dan AK diwakili oleh Bapak Amiruddin Abdussalam, SE. dan ibu Dra. Slamet Siti Rahayu. Serta beberapa perwakilan siswa dari masing-masing jurusan sebagai asesi pembelajar.

Ternyata masih terdapat beberapa kendala juga dalam proses pengajuan  lisensi dan uji praktik, seperti adanya perubahan dokumen, peralatan praktik kurang memadai, dan masalah non teknis lainnya. Jadi sudah siapkah kita? Sudah kompentenkah kita? Ayo, masa depan bukan main – main dan selalu bergerak untuk maju serta berkeinginan untuk bisa… Satu lagi, pastinya  selalu berdo'a!   [Azh]