Monday, May 20, 2019

Ingat 26 Mei 2019 Turunnya Malam Lailatul Qadar | Ahad, 21 Ramadhan 1440 H.



Bulan Puasa Tahun 2019 sudah ditetapkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019 atau Senin, 1 Ramadhan 1440 H, dan bagi kita yang ingin memburu malam kemuliaan 1000 bulan tsb bisa melihat rumus di bawah ini :

Menurut Imam Al Ghazali  Cara Untuk mengetahui  Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan/hari pertama bulan Ramadhan :
1. Jika hari pertama jatuh pada hari ahad atau hari rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 29 Ramadhan
2. Jika hari pertama jatuh pada hari Senin  maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan
3.Jika hari pertama jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 25 Ramadhan
4.Jika hari pertama jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 23 Ramadhan
5.Jika hari pertama jatuh pada Selasa atau Jumat  maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan
( Sulaiman Al Kurdi juz hal 188 )
Menapak Hidup Baru Oleh KH. HM.Yusuf Chudlori ha.92

Sesuai perhitungan diatas Insya Allah turunnya malam lailatul qodar jatuh pada malam Ahad, 21 Ramadhan 1440 H. atau pada hari Minggu, 26 Mei 2019.

Tapi lebih afdholnya di malam 10 hari terakhir ramadhan di sunnahkan untuk beri'ktikaf di masjid, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ahli tafsir terkemuka di negara kita, Muhammad Quraish Shihab mengulas tentang Lailatu Qadar di buku Membumikan Al-Qur’an (penerbit Mizan), 1999. Dia menjelasan arti dan makna kata qadar secara terperinci. Kata qadar ternyata memiliki tiga arti, yaitu.

1. Qadar berarti penetapan atau pengaturan 
Jadi lailatul qadar merupakan malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Landasan yang menguatkan pengertian ini adalah Firman Allah pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Beberapa ulama menganggap penetapan itu dalam batas setahun.
Al-Qur’an yang diwahyukan pada malam lailatul qadar memiliki arti bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

2. Qadar berati kemuliaan 
Jadi Lailatul Qadar adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Mulia karena telah dipilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.
Qadar artinya mulia terdapat di ayat ke-91 Surat Al-An’am yang mengulas tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

3. Qadar artinya sempit 
Jadi Lailatul qadar adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi. Pengertian tersebut dijelaskan oleh Firman Allah dalam Surat Al-Qadar: "pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."
Selain itu, Kata qadar juga memiliki arti sempit, yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: “Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru” (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).
Berikut ini QS Al-Qadr dari ayat 1 sampai 5:

 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
(1) Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.

 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
(2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(3) kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
(4) malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

 سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
(5) itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. []

Friday, May 3, 2019

Jasa Sablon Kraksaan Probolinggo (8 eight sablon)


8 eight sablon

Kami menerima jasa khusus pembuatan sablon kaos untuk keperluan kaos promosi, event, komunitas , souvenir dan lain-lainnya baik satuan dan partai (banyak), dengan harga murah dan kualitas bagus. Kami sudah berpengalaman dalam mengerjakan kaos-kaos promosi dari perusahaan-perusahaan ternama. Janganlah ragu biarkan kami yang menangani pembuatan Kaos Promosi perusahaan Anda.

Berikut cara order kaos promosi pada kami :


1.  Minimal Order kaos promosi  1 desain 1 warna bahan kaos minimal 1 pcs

2. Kirimkan desain kaos promosi Anda dalam bentuk file CorelDraw (CDR), Photoshop (PSD)  atau lainnya, Harap sertakan juga File JPEG atau GIF, kirim ke email: opecq88@gmail.com

3 Kirimkan juga jumlah kaos yang akan diproduksi beserta jumlah ukuran yang di minta ke email: opecq88@gmail.com

4. Selanjutnya kami akan mengkalkulasi harga kaos dan memberitahukannya pada Anda.

5. Lakukan pembayaran uang muka sebesar 50% dari total nilai order, pembayaran sisa dilakukan setelah barang diambil/diantar

6. Masa pengerjaan produksi kaos tergantung jumlah banyaknya order, minimal 1 minggu tercatat setelah melakukan pembayaran uang muka.

untuk order silakan Hubungi Wa ke Hp.085258891160 atau Fanspage https://www.facebook.com/8-eight-Sablon-2328759374079852/ 

No. rek. BCA 2010445917
an. Muhammad Taufiq

Thursday, May 2, 2019

RUMUS LAILATUL QADAR IMAM AL GHAZALI


Menurut Imam Al Ghazali  Cara Untuk mengetahui  Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan/hari pertama bulan Ramadhan :
1. Jika hari pertama jatuh pada hari ahad atau hari rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 29 Ramadhan
2. Jika hari pertama jatuh pada hari Senin  maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan
3.Jika hari pertama jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 25 Ramadhan
4.Jika hari pertama jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 23 Ramadhan
5.Jika hari pertama jatuh pada Selasa atau Jumat  maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan
( Sulaiman Al Kurdi juz hal 188 )
Menapak Hidup Baru Oleh KH. HM.Yusuf Chudlori ha.92

Lailatul qadar adalah malam yang diburu oleh kaum muslimin. Sebab, malam itu lebih baik dari seribu bulan. Ibadah di malam itu, dengan demikian, lebih baik dari ibadah selama 83 tahun.
Lalu, bagaimana cara memburu lailatul qadar agar mendapatkannya? Tersebab tanggalnya yang tidak dapat dipastikan, lailatul qadar menjadi misteri tersendiri. Namun, ada tiga cara terbaik yang insya Allah memudahkan mendapatkan lailatul qadar.

Menghidupkan malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah

Ini merupakan cara terbaik ketiga. Didasarkan pada pendapat mayoritas para ulama bahwa lailatul qadar turun pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Yakni malam 21, 23, 25, 27 atau 29.
Para ulama tidak menyepakati satu tanggal tertentu meskipun ada hadits yang menyebutkan bahwa lailatul qadar (pernah) terjadi pada malam 27. Sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat lailatul qadar jatuh pada malam ke-21. Namun mayoritas ulama berpendapat lailatul qadar bisa jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ

“Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil” (Muttafaq alaih)
Oleh karena itu, untuk mendapatkan lailatul qadar, seorang muslim harus menghidupkan malam-malam ganjil pada 10 hari terahir dengan ibadah. Lebih utama lagi jika melakukan i’tikaf.

Menghidupkan 10 hari malam terakhir Ramadhan dengan ibadah

Meskipun para ulama sepakat lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, sering kali di zaman sekarang terjadi perbedaan awal Ramadhan. Karena ada perbedaan awal Ramadhan, maka malam ganjilnya pun menjadi berbeda. Di saat sebagaian umat meyakini malam itu malam ganjil, sebagian umat yang lain meyakini malam itu adalah malam genap. Maka mengambil keseluruhan malam ganjil dan malam genap pada 10 hari terakhir berpeluang lebih besar mendapatkan lailatul qadar.
Rasulullah, istri beliau dan para sahabat beliau mencontohkan melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir. Bukan hanya pada malam-malam ganjil.
Cara terbaik kedua ini, sesuai dengan nasehat Syaikh Yusuf Qaradhawi: “Jika masuknya Ramadhan berbeda-beda di berbagai negara sebagaimana yang kita saksikan saat ini, maka malam-malam ganjil di sebagian wilayah adalah malam genap di wilayah lain. Sehingga untuk hati-hati, carilah lailatul qadar ini di seluruh 10 malam terakhir Ramadhan.”

Menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah

Kendati mayoritas ulama berpendapat bahwa lailatul qadar turun pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, ada juga yang berpendapat kemungkinan turunnya lailatul qadar di malam lain di bulan Ramadhan. Jika demikian halnya, maka cara terbaik adalah menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah.
Bagaimana caranya? Pada 20 malam pertama, hidupkanlah malam Ramadhan dengan ibadah, minimal pada sepertiga malam terakhirnya. Setelah itu, pada 10 hari terakhir beriktikaf sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
Mengapa untuk awal Ramadhan “cukup” di sepertiga malam terakhir? Sebab seperti dijelaskan di surat Al Qadr, lailatul qadar terbentang hingga terbitnya fajar. Kapan mulainya kita tidak tahu, tetapi kapan akhirnya kita tahu: terbitnya fajar. Maka jika pun tak mendapat dari awal, kita tidak ketinggalan dari bagian akhirnya.
Cara terbaik inilah yang dipraktikkan oleh para ulama seperti Imam Syafi’i dan Imam Bukhari yang menghidupkan seluruh malam pada bulan Ramadhan hingga beliau bisa mengkhatamkan Al Qur’an setiap malam.
Sedangkan Rasulullah, beliau tidak pernah melewatkan satu malam pun kecuali menghidupkannya dengan qiyamullail. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan betapa lamanya beliau shalat malam hingga kaki beliau bengkak. Dalam hadits yang lain dijelaskan bahwa shalat malamnya Rasulullah, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’ dalam satu rakaat. Masya Allah…
Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]
*Pembahasan selengkapnya tentang lailatul qadar mulai dari keutamaan, tanggal, doa dan ciri orang yang mendapatkannya bisa dibaca di artikel Lailatul Qadar