Wednesday, October 31, 2018

Penting!!! Gunakan Modus Penerbangan Saat Di Pesawat

Sekedar Informasi Penting Yang Bisa Kamu Bagikan Ke Semua Teman Kamu Yang Sering Naik Pesawat, yang sering travelling keluar negeri,...



MATIKAN HP DI DALAM PESAWAT!! GUNAKAN MODUS PENERBANGAN

--Rakyat  Indonesia High-Class, Tapi .....
Saya teringat Terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyaka rta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan

Lalu hari ini pesawat Lion air Jt610  tersebar foto dan video saat pesawat dalam keadaan buruk..dan pesawat jatuh menelan korban banyak.

Ada cerita...
Seseirang penumpang terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Penumpang tsb bertanya pada orang jerman tsb. kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya ketulungan. Ada yang tidak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap tidak peduli.. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang Belem memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-ganggua n yang terjadi di pesawat: Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusn ya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis / pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga bermanfaatπŸ™πŸ™πŸ™

Sunday, October 21, 2018

Sekolah Ramah Biaya Di Era Industri 4.0

Catatan CEO SMK N Satu Atap Tuntang.


SMK N Satu Atap Tuntang memang sekolah kecil secara fisik tetapi besar secara visi. Kecilnya anggaran sekolah tidak kemudian kami berhenti untuk bergerak ke arah kemajuan. Pelan tapi pasti kami ingin membangun sekolah masa depan ramah biaya menyongsong Pendidikan 4.0. Di samping pembangunan fisik untuk memenuhi layanan maksimal kepada warga sekolah, kami juga mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia melalui pengiriman diklat untuk guru. Dua orang guru kami kirim ke Jakarta dan Malang untuk belajar Augmented Reality dan Smart School. AR kami kembangkan untuk pembuatan media dan alat bantu belajar sedangkan Smart School untuk pembelajaran Blended Learning.

Selama ini baik ketika menjadi guru maupun memantau anak belajar di rumah, masih banyak guru yang belum menyediakan bahan ajar bagi siswanya. Akibatnya siswa maupun orang tua kesulitan menyiapkan diri dalam belajar. Ketiadaan panduan belajar ini memperparah semangat belajar anak-anak. Ini tentu bukan kondisi yang baik. Menurut hemat saya, guru harus menyediakan semua kebutuhan belajar anak, mulai dari tujuan pembelajaran, materi lengkap satu semester yang akan dipelajari, media untuk memudahkan siswa memahami materi, tugas untuk memandu siswa belajar, soal untuk mengevaluasi siswa dan proyek akhir jika ada untuk memantapkan anak menguasai Kompetensi Dasar.

Konsep penyiapan semua kebutuhan belajar siswa dikenal dengan istilah Flip Classroom atau dalam Bahasa Indonesia disebut Kelas Dibalik. Siswa sebelum masuk kelas bertemu dengan gurunya sudah diminta untuk belajar terlebih dahulu. Pengalaman ketika menjadi guru, Flip Classroom yang saya pakai efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Flip Classroom ini juga mampu mengatasi kekurangan waktu yang banyak dikeluhkan guru.
Bagaimana menerapkan Flip Classroom itu? Model belajar ini lebih mudah diterapkan melalui Kelas Online. Kelas Online berbasis Learning Management System (LMS) menjadi platform untuk menaruh semua kebutuhan siswa. Siswa bisa mengakses Kelas Online darimana saja dan kapan saja. Ini tentu akan memudahkan dan mengefektifkan waktu belajar. Agar peran guru tetap ada, model Blended Learning menjadi pilihan. Blended Learning adalah gabungan pembelajaran secara online dan offline. Online pada penyediaan materi ajar dan offline memperkuat peran guru dalam pembelajaran.

Alhamdulillah pengalaman melaksanakan pembelajaran online sudah bisa jalankan di SMK N Satu Atap Tuntang. Bapak ibu guru yang awalnya asing dengan sistem online mulai bisa beradaptasi. Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester dan Ujian Sekolah sudah menggunakan sistem online. Tidak jauh beda dengan siswa, sosialisasi yang intensif mampu menghilangkan gagap teknologi. Penggunaan handphone untuk ulangan menjadi hal yang biasa. Tidak lupa peran orang tua sangat signifikan. Kesadaran akan kebutuhan anaknya disikapi dengan menyediakan paket data untuk internet.

Bagi teman-teman guru yang berminat menggunakan blended learning dalam pembelajaran atau kepala sekolah yang punya harapan menggunakan Smart School, kami siap berbagi ilmu dan pengalaman. Silahkan bisa kontak ke nomer WA 081390220602. Saatnya mengelola sekolah dengan Pendidikan 4.0 untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0.

Bumi Pucanggading, 21 Oktober 2018

Wednesday, October 10, 2018

Kengerian Musibah Gempa dan Tsunami Silih Berganti | Hancurnya Sebuah Negeri Akhir Zaman


Akhir Zaman, Untukmu, yang tidak pernah melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana gelombang laut bangkit berdiri membentuk dinding maut kemudian menjelma menjadi mesin pembunuh massal...
...mungkin jejak rekam yang berseliweran di linimasamu tak ubahnya hanya cuplikan sinema box office produksi Hollywood.

Untukmu, yang tidak pernah berhamburan lari menyelamatkan nyawa dari guncangan dahsyat yang tiba-tiba membelah bumi di bawah kakimu dan menelan seluruh harta bendamu di depan mata...
...mungkin breaking news di TV Nasional itu terlihat seperti tayangan dengan spesial efek yang berlebihan.
Untukmu, yang tidak pernah dilanda tremor tak terkendali ketika dipaksa mengarungi lautan mayat yang bergelimpangan demi mengenali orang-orang yang kau cintai...
...mungkin gambar-gambar yang silih berganti muncul di layar media sosial kau samakan dengan klimaks serial zombie kegemaranmu.

Untukmu, yang tidak pernah menyaksikan tubuh-tubuh kaku yang tak diacuhkan lagi status jabatan dan aset intan berliannya, disusun bertumpukan dalam liang lahat raksasa yang menganga tanpa sempat disucikan dan dikafani...
...mungkin kepiluan itu terasa hanya sebatas propaganda sadis kiriman dari negeri para zionis.
Untukmu, yang tidak pernah mendadak tercerai berai dengan orang-orang terkasih yang satu menit sebelumnya masih berbagi hangatnya genggaman tangan...

...mungkin pekik jerit para korban terdengar bagaikan rekayasa plot sinetron pukul delapan malam.
Untukmu, yang tidak pernah histeris menuju gila dirajam waktu yang berlalu tanpa mendapat kepastian hidup atau matinya ayah, ibu, anak, adik dan kakakmu...
...mungkin tidak begitu menghargai sisa waktu yang kau miliki bersama keluarga.
Untukmu, yang tidak pernah mengalami betapa sakitnya penyesalan karena tak sempat mengucapkan selamat jalan terakhir kepada manusia-manusia yang sedarah daging denganmu...
...mungkin ucapan belasungkawa sekadarnya kau pikir cukup untuk membalut luka.
Untukmu, yang tidak mampu mencerna bagaimana rasanya menangis tanpa lagi ada sisa air mata...
...mungkin segala kepedihan di atas itu hanya bertahan satu hari saja dalam benakmu.
.
.
Tapi bagi Aceh, 14 tahun berlalu mimpi buruk itu masih bertahta sehebat hari pertama ia ditoreh.
Bagi Nias, 13 tahun berlalu duka itu masih mengikuti walaupun dengan susah payah berusaha ikhlas.
Bagi Jogja, 12 tahun berlalu kenangan itu masih menyisakan gentar tiada tara.
Bagi Padang, 9 tahun berlalu tak jua menghapus kengerian yang membangkitkan gamang.
Bagi Lombok, tak perlu ditanya lagi bagaimana traumatisnya mereka tertohok.
Apatah lagi bagi Palu yang baru mengecap kiamat kecil itu hanya beberapa waktu yang lalu...

Kami sadar sepenuhnya bahwa kepedihan yang disisakan oleh bencana sejatinya hanyalah milik mereka yang terpilih untuk melakoninya. Sadar bahwa bagi mereka yang berada jauh dari episentrum malapetaka, peristiwa ini hanyalah selembar halaman berita yang langsung basi ketika disodorkan halaman berikutnya.
Maka betapa kami jeri ketika mendapatimu, wahai secuil kerikil tak berarti, masih saja fasih menghina namaNya disaat kami meraung-raung menyebut Nama yang sama agar diberikan kesempatan melanjutkan nyawa.

Kami patah arang mendapati jari jemarimu masih saja terampil menghasilkan hujat dan fitnah yang kau hidangkan di linimasamu disaat kami dihadapkan pada hidangan puing-puing kayu, batu, lumpur, darah dan jenazah.

Kau masih saja bangga memperjuangkan hak-hak kaummu yang menyimpang jauh ke arah neraka. Kau masih saja tak punya malu mempertontonkan riba, maksiat dan tipu daya. Jabatan-jabatanmu yang mulia kau coreng dengan kelakuan yang hina dina. Kerajaan-kerajaan bisnismu masih terus gigih menghancurkan generasi emas negeri ini, generasi yang sejatinya dipersiapkan para orangtua sebagai harta jariyah mereka yang tak ternilai harganya.

Maafkan kami yang meminta perhatianmu untuk tidak sesegera itu menganggap kami berita basi.

AKAN DATANG KENGERIAN | Kemarau Pajang 2019

AKAN DATANG KENGERIAN oleh Muhammah Fauzil Adzim




Kemarau yang panjang ini masih akan berlanjut, kegersangan yang membuat tanam-tanaman tak bisa tumbuh dengan sempurna, masih akan terjadi. Hutan-hutan yang menghijau akan enggan menahan air untuk kita. Sementara gempa mungkin akan mengguncang kita, hingga kita lari ketakutan. Tak ada tempat untuk berlindung, sedangkan doa orang-orang shalih tak lagi dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Apa sebabnya? Bukankah Allah Ta’ala perintahkan kita untuk berdo’a dan Ia berjanji akan mengabulkan setiap permintaan kita?

Ya…, Allah Maha Mendengar. Ia kabulkan setiap permintaan selagi tak ada perkara yang menghalangi. Ada beberapa sebab yang menjadikan Allah Ta’ala mengizinkan sebuah negeri hancur, dan sebuah kaum ditimpa kesengsaraan yang berkepanjangan. Mereka hidup di antara musibah demi musibah. Mereka bernafas di antara bencana demi bencana. Sesudah satu kengerian berlalu, datang lagi keguncangan yang lebih mengerikan.

Boleh jadi kengerian itu datang dari tindakan kita yang salah perhitungan. Boleh jadi ketakutan itu mencekam setiap hati karena ganasnya manusia. Atau boleh jadi, kita lari dari satu bencana menuju bencana berikutnya yang lebih besar, sementara langit tak lagi menurunkan hujan. Kalau saja Allah Ta’ala tidak kasihan kepada binatang-binatang yang kehausan, tentu bumi akan terbakar dan sumur-sumur akan mengering seluruhnya.
Teringatlah saya kepada hadis riwayat Ibnu Abdil Barr.

Allah mengutus dua malaikat untuk membinasakan sebuah desa dan semua isinya. Dua malaikat tersebut mendapatkan seorang yang sedang shalat di sebuah masjid. Dua malaikat itu berkata, “Wahai Tuhanku, di desa ini ada seorang hamba-Mu yang sedang shalat.”

Allah berkata, “Hancurkan desa tersebut dan hancurkan ia bersama-sama karena wajahnya tidak merah, marah karena-Ku” (HR. IbnuAbdul Barr).
Kapankah doa orang shalih tak sanggup menghindarkan sebuah negeri dari bencana yang menakutkan? Ummu Salamah bertutur:

Aku mendengar Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kemaksiatan merebak di antara umatku, maka Allah akan menimpakan azab yang mengenai siapa saja.”
Shahabat bertanya, “Wahai Rasul Allah, bukankah di antara mereka ada orang yang shalih?”
Beliau menjawab, “Betul.”

Shahabat berkata, “Apa yang ditimpakan kepada mereka?”
Beliau menjawab, “Mereka juga merasakan apa yang dirasakan oleh orang umumnya. Mereka mendapatkan pengampunan dan ridha Allah.” (HR. Ahmad).

Hari ini, marilah kita berhenti sejenak untuk melihat diri kita sendiri. Ketika kemaksiatan telah dianggap kesenian, apakah yang sudah kita lakukan? Ketika memperlihatkan aurat telah dianggap sebagai hak dan kemerdekaan, apakah yang sudah kita lakukan? Ketika TV berlomba-lomba menayangkan pantat dan pusar sebagai tuntutan pasar, apakah yang sudah kita lakukan? Kalau kita hanya mengucap istighfar di bibir sembari tetap menikmati dan tertawa, maka bersiaplah menyambut ketakutan demi ketakutan di depan kita. Bersiaplah melihat sungai-sungai besar mengering, mata air berhenti mengalir, dan tanah yang kita pijak pecah membentuk retakan-retakan. Bersiaplah menghadapi paceklik panjang, ketika tanah-tanah subur tak lagi menumbuhkan tanaman.

Sedangkan pohon-pohon yang biasanya sepanjang tahun bisa kita petik buahnya, akan berhenti berbunga. Tak berbuah kecuali sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.
Di saat itu, kemiskinan merata di seluruh negeri, kecuali pada sebagian kecil orang saja. Padahal, barang-barang yang membuat hati sangat mengingini, sangat banyak bertebaran. Airmata tumpah di mana-mana. Sementara para pemimpin hilang kasih-sayangnya. Tak ada yang mereka pikirkan kecuali bagaimana menambah kekayaan. Sedangkan bergantinya pemimpin, sesungguhnya hanyalah pergantian kekuasaan yang menindas.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umat ini akan selalu di tangan dan pertolongan Allah selagi para ulamanya tidak diperkaya oleh para pemimpinnya dan selagi orang-orang yang baik tidak menganggap baik orang-orang yang fajir (jahat), dan selagi orang-orang jahat tidak menghinakan orang-orang yang baik. Bila mereka melakukan semua itu, maka Allah akan mengangkat Tangan-Nya dari mereka dan orang-orang yang kejam akan menguasai dan menindas mereka. Kemudian Allah menurunkan paceklik dan kemiskinan.” (Marasil Hasan Bashri).