Monday, February 19, 2018

Mengintip Kejayaan Kerajaan Hindu Kediri di 3 Situs Sejarah Berikut Ini

Kediri merupakan salah satu kota di Indonesia yang lekat dengan ragam budaya dan kekayaan sejarahnya. Dulu, kota yang terkenal dengan aneka olahan tahunya ini menjadi wilayah penting pada masa kejayaan Kerajaan Singosari. Bahkan pada masa perebutan kemerdekaan Indonesia, Kediri menjadi salah satu titik rute pergerakan gerilya yang dipimpin Jenderal Sudirman.
(sumber : idsejarah.net)


Hingga saat ini, sisa-sisa kejayaan dan perjuangan masa lampau masih dapat ditemukan di seluruh penjuru Kediri. Hal ini tentunya tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh para pencinta sejarah yang berkesempatan mengunjungi Kediri. Pokoknya, jangan sampai melewatkan 3 destinasi wisata sejarah berikut saat bertandang ke Kota Tahu Kediri.

1. Candi Surawana

Situs bersejarah pertama yang wajib dimasukkan ke dalam daftar kunjungan Anda adalah Candi Surawana. Bernama asli Wishnubhawanaputra, candi satu ini menyimpan kisah-kisah kepahlawanan yang terdapat pada setiap ukiran reliefnya. Meski ukurannya relatif kecil, yakni 8x8 meter persegi, Candi Surawana tetap menarik untuk dikunjungi. Pasalnya, bangunan candi yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare ini memiliki relief yang menggambarkan kisah epos Sri Tanjung, Arjunawiwaha, dan Tantri. Jadi, buat Anda yang menyukai kisah-kisah para raja terdahulu, Candi Surawana bisa memperkaya pengetahuan Anda tentang sejarah kerajaan Hindu masa silam.

2. Museum Airlangga

Museum Airlangga merupakan tempat yang tepat bagi Anda yang ingin melihat berbagai koleksi sejarah peninggalan Kerajaan Kediri. Awalnya, museum satu ini berdiri di kawasan Pemandian Tirtoyoso yang lokasinya tidak jauh dengan Stadion Brawijaya. Akhirnya, pada tahun 1990, Museum Airlangga dipindahkan ke wilayah Gua Selomangleng.

Jika dilihat dari luar, bangunan Museum Airlangga tampak mungil dan sederhana. Namun, di dalamnya tersimpan ratusan koleksi arca Kerajaan Mataram Hindu. Salah satu koleksi utama Museum Airlangga adalah arca Dewa Siwa yang ditempatkan di ruang utama candi. Kalamakara, tembikar, guci kuno, hingga fragmen relief dapat Anda lihat di ruang pameran Museum Airlangga.

Museum Airlangga dibuka setiap hari, kecuali Jumat mulai pukul 08:00-14:00. Harga tiket masuknya murah meriah. Pengunjung dewasa hanya diwajibkan membayar Rp1.000 dan Rp500 untuk pengunjung anak-anak.

3. Situs Setono Gedong

Setono Gedong merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kediri abad ke-12 yang terletak di Jalan Doho, Kediri. Situs ini juga merupakan makam guru Sri Maharaja Mapanji atau yang lebih dikenal dengan nama Joyoboyo. Situs sejarah seluas tiga hektare ini memiliki pendopo besar yang memiliki pondasi batu yang konon dulunya merupakan candi. Di sekitar pendopo tersebut juga dapat ditemukan gapura batu raksasa yang dianggap sebagai gerbang menuju candi pada masa lampau.

Sisa batu candi dan relief juga banyak ditemukan di seluruh kompleks Setono Gedong. Bahkan, di dekat kompleks situs bersejarah ini juga terdapat sumur tua yang dulu digunakan sebagai tempat bersuci oleh orang-orang yang hendak memasuki candi.

Bagaimana, tertarik mengunjungi tiga situs bersejarah di atas? Segera rencanakan perjalanan wisata Anda ke Kediri sekarang juga. Satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam merencanakan perjalanan wisata adalah penginapan.

Jangan khawatir, Anda dapat memilih Airy sebagai alternatif hotel murah di Kediri yang tidak hanya menawarkan tarif terjangkau, tapi juga memiliki jaminan fasilitas lengkap untuk memanjakan para pengunjung.



Apa saja sih yang akan Anda nikmati saat bermalam di penginapan dengan jaringan hotel terbesar di Indonesia ini? Ada setidaknya tujuh jaminan fasilitas yang meliputi tempat tidur bersih yang super nyaman, air mineral gratis, penyejuk ruangan, internet nirkabel, TV layar datar, perlengkapan mandi, hingga kamar mandi dengan pancuran air hangat.

Langsung saja kunjungi website atau aplikasinya untuk melakukan booking kamar. Pembayarannya pun mudah dan praktis, cukup dengan transfer uang lewat ATM atau kartu kredit, Anda sudah bisa langsung check-in di hotel pilihan.


Jadi, tunggu apa lagi? Ajak teman-teman Anda menjelajahi sejarah Kediri sekarang juga.

Wednesday, February 7, 2018

Rezeki Yang Tidak Disangka-Sangka | Menunggu Diangkat PNS

Rezeki Yang Tidak Disangka-Sangka | Menunggu Diangkat PNS



Mirisnya Kehidupan PTT dan GTT


Banyak PTT dan GTT mengharapkan diangkat menjadi cpns/pns setelah mengabdi / sukwan sekian tahun lamanya dan ini harapan semua PTT dan GTT agar secepatnya diangkat karena kehidupannya sangat miris dan jauh dari hidup layak, kenapa dibilang hidupnya tidak layak karena gaji atau honor mereka hanya berkisar 750 ribu rupiah di tingkat SD/SMP sedangkan untuk layak hidup (UMK) di daerah berkisar 2 jt di daerah kami tinggal.

Bagaimana bisa hidup layak gaji sekian ratus hanya cukup untuk beberapa hari saja apalagi sudah berkeluarga sangat jauh dari layak hidup dan harus mencari usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sangat miris mendengar derita seorang PTT dan GTT karena waktunya tersita untuk mengabdi mengorbankan kebahagiaan keluarga anak dan istrinya demi memperjuangkan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

Setiap hari hidupnya penuh kesusahan karena memikirkan apa yang mau dimakan? sedangkan waktunya sudah tidak bisa untuk berusaha untuk pekerjaan yang lainnya dan mengorbankan kebahagiaan dirinya, istri dan anaknya, semoga amal baiknya mendapat balasan dari Allah Swt pemberi rezeki yang tidak disangka sangka.

Semoga pemerintah peduli akan nasib para PTT dan GTT yang sudah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan demi mencerdaskan anak bangsa, semoga pemerintah segera mengangkat mereka untuk jadi CPNS/PNS agar bisa menghidupi keluarganya dengan layak.

Rezeki Yang Tidak Disangka Sangka

Allah akan memberikan rezeki yang tidak disangka sangka bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya, untuk itu mari tingkatkan kwalitas iman dan ketaqwaan kita kepada-Nya, Menjalankan perintahnya dan Selalu Sholat Malam berdoa dan benar benar memohon agar diberi jalan keluar untuk usaha dan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Memperbanyak baca Al-Quran, meningkatkan ibadah dengan Saum puasa sunnah senin kamis, puasa daud, Sholat tahajud, sholat hajat, sholat fajar, sholat dhuha dan sholat sunnah lainnya dan memperbanyak shodoqoh jariyah insya Allah ada jalan keluar untuk usaha kita. Amin

Tuesday, February 6, 2018

Apa Yang Akan Terjadi Di Tahun 2018 | Ramalan Tahun 2018 Indonesia

Apa Yang Akan Terjadi Di Tahun 2018 | Ramalan Tahun 2018 Indonesia


Setiap pergantian tahun pasti ada beberapa orang yang akan meramalkan yang akan terjadi di tahun 2018 dan hal ini menjadi pemicunya penasaran netizen yang sedang mencari dan mereka-reka hal yang akan terjadi di tahun 2018 ini.

Setiap ramalan belum tentu pasti terjadi dan kita semua harus berusaha dan ikhtiar agar ramalan buruk itu tidak terjadi apabila ada ramalan baik sebaiknya kita tingkatkan kwalitas iman dan takwa kita agar ramalan baik itu menjadi lebih berarti.

Berikut ramalan yang akan terjadi di tahun 2018 baik dari penelitian dan supranatural :

Bencana Alam

Memasuki tahun 2018 Indonesia memasuki puncaknya musim hujan di berbagai wilayah, hal ini akan berakibat bencana banjir, longsor dan puting beliung, apabila hujan deras turun dan terus menerus seperti yang sudah terjadi di berbagai daerah baik di ibukota maupun di daerah lain yang rawan banjir dan longsor.

Kita harus waspada terhadap bencana yang akan terjadi dan harus antisipasi dengan turut serta menjaga lingkungan kita misal : tidak membuang sampah di sungai atau selokan yang akan membuat banjir hal yang sedikit ini akan berdampak kepada hal yang besar tanpa kita sadari.

Mari kita jaga lingkungan sekitar ikut berpartisipasi dan mengajak keluarga masyarakat untuk peduli lingkungan, jika masyarakat peduli terhadap lingkungannya sendiri insyaallah musibah tidak akan terjadi akan tetapi jika abai terhadap lingkungan sendiri maka musibah akan datang tanpa kita sadari.

Konflik

Mengingat tahun 2018 adalah tahun politik maka konflik di dalam masyarakat akan terjadi jika ada kampanye hitam yang jelas ini bertentangan dengan aturan yang ada, untuk menghindari konflik kita harus refleksi diri agar tidak terbawa oleh konflik yang akan terjadi.

Tiap masyarakat harus bertanggung jawab pada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat agar selalu menjaga kerukunan antar sesama, saling toleransi dan moderat mengambil jalan tengah jika ada permasalahan dihadapi dengan pikiran yang dingin hati yang dingin berusaha memecahkan masalah dengan tidak emosi yang dapat merugikan semua pihak.

Itulah ramalan yang akan terjadi di tahun 2018 semoga ramalan tersebut tidak terjadi dan semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya.

Monday, February 5, 2018

Muridku Jangan Bunuh Aku | Derita Seorang Guru Jaman Now

Muridku Jangan Bunuh Aku | Derita Seorang Guru Jaman Now


-- Jika anak berprestasi, orangtua biasanya menepuk dada dengan bangga bahwa itu adalah hasil didikannya. Kalau anak bandel, orangtua menyalahkan para guru. Menuduhnya tidak becus dalam mendidik anak. Ortu lupa kalau pendidikan itu bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah.

-- Jika ada tindakan pendisiplinan dari guru kepada murid, meskipun hanya menjewer, ortu lapor polisi. Ini ortu cemen. Kasus guru dipenjara di Sidoarjo menjadi bukti bahwa HAM hanyalah karet yang berlaku bagi anak, bukan guru yang rawan dikriminalisasi.

-- Kalau ada siswa sok jago lalu menantang guru berkelahi, yang repot ya gurunya. Meski guru punya keahlian bela diri, meladeni bocah ingusan itu: menang tidak kondang, kalah malu-maluin. Memang, selain kesabaran dan ketangguhan mental, guru harus punya faktor "penggentar", khususnya bagi guru yang mengajar siswa level SMP-SMA.

-- Di Indonesia, pendidikan sudah menjadi industri. Relasi guru, ortu dan siswa tak ubahnya mekanisme industrial kapitalistik. Sebagaimana mesin, waktu dan kemampuan sebagian besar guru dihabiskan untuk mengurusi hal-hal yang bersifat teknis dan mekanis. Akhirnya, guru bukan diGUgu lan ditiRU, tapi diGUyu lan ditinggal tuRU. Sentuhan manusiawinya mulai hilang. Ada dehumanisasi dalam  pendidikan kita. Sebagaimana industri, siswa hanyalah "produk" yang disiapkan menjadi A, B, C yang menjadi bagian mesin besar bernama kapitalisme.

-- Dehumanisasi pendidikan Indonesia bermula pada saat pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dijadikan fosil, hanya didengung-dengungkan mottonya, foto beliau hanya menjadi penghias uang Rp 20.000 dan pajangan dinding kelas, tapi gagasan-gagasannya mengenai peran guru dan siswa tidak pernah dipraktekkan dalam kenyataan. Padahal ijtihad beliau dalam mengupayakan pendidikan yang khas dengan karakter (anak) Indonesia sangat bagus. Wadah Taman Siswa (nah, namanya saja keren: Raudlatut Thalibin) yang menjadi pilot-project beliau pada akhirnya malah "dimatisurikan" saat Orde Baru.

-- Yang paling kasihan dalam dunia pendidikan kita itu ya guru dan murid. Setiap kali menteri pendidikan ganti, saat itu pula kurikulum berganti. Sejak era CBSA, kemudian KTSP, lalu K13, kini entah apalagi. Pola semacam ini tumbuh di hulu, pusat. Seringkali para perumus kebijakan bukanlah praktisi yang pernah menjadi guru, melainkan hanya teoritisi-akademisi saja. Sehingga ketika diterapkan di lapangan, segala konsepsi-idealis bertabrakan dengann realitas yang ada.

-- Gugurnya Pak Guru Budi di Sampang hanyalah puncak dari fenomena gunung es betapa rawannya posisi dan perlindungan seorang guru. Saat ini banyak orangtua yang hanya melihat guru sebagai jasa penitipan anak, bukan pemahat jiwa. Kalau anaknya bermasalah dan rewel, ortu kerap protes. Apalagi kalau ada tindakan fisik. Ortu belum menyadari apabila faktor kenakalan siswa bisa bermula di dalam lingkungan keluarga maupun pergaulan di luar sekolah.

-- Kalau anda orangtua, pertama-tama ajaklah anak-anakmu sowan kepada gurumu. Perkenalkanlah mereka kepada para gurumu agar mereka tahu orangtuanya punya pendidik. Secara kasat mata anakmu akan melihat interaksimu, gaya duduk dan bicaramu, dan caramu memperlakukan gurumu. Ini adalah pendidikan karakter. Tak perlu banyak bicara, anakmu akan belajar adab melalui dirimu. Dia akan bersikap sepertimu ketika dia berhadapan dengan gurunya.

-- Saya pernah mengkaji pemikiran Paulo Freire dan Ivan Illich. Dua teori kritis dalam pendidikan. Saya menggunakannya sebagai kacamata analisis melihat semrawutnya dunia pendidikan di Indonesia secara makro. Tapi secara mikro dan personal, saya tetap menggunakan Ta'limul Muta'allim karya Syekh Az-Zarnuji maupun Adabul Alim wal Muta'allim karya KH. M. Hasyim Asy'ari. Saya tidak peduli tuduhan kalau dua kitab ini melazimkan hegemoni guru terhadap murid, feodalistik, kuno dan sebagainya. Sebab, bagi saya, yang paling penting dalam menuntut ilmu itu adalah keberkahan.

Wallahu A'lam Bisshawab

Friday, February 2, 2018

Mati Urip NU Saklawase | Mengapa Saya Perlu Fanatik NU?

Mati Urip NU Saklawase | Mengapa Saya Perlu Fanatik NU?



Orang boleh bilang, NU hanya organisasi, kenapa harus Fanatik NU?


Boleh saja orang bilang begitu, jika dia tidak sadar sejarah, tidak sadar  khazanah keilmuan Islam di Nusantara, jika tidak tahu kearifan muslim Nusantara, jika tidak memahami "partarungan" yg nyaris merobohkan Indonesia...

*Pertama Sejarah:*

*A*

Pada tahun 1924-1925 keluarga Saud menaklukkan Hijaz. Mereka melarang selain mazhab Hambali berlaku di Makah dan Madinah. Ini terjadi intoleransi  yg akut.
Komite Hijaz (cikal bakal NU) meminta raja Saud agar mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i dibolehkan di Haromain.

Dalam rangka "pemurnian Islam" wahabi membongkar situs-situs Islam, seperti makam para Sohabat, para wali. Bahkan kubah makam Rasululloh SAW pun hendak mereka bongkar, namun tidak jadi karena perjuangan NU.

*B*

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari mobilitas masa yg menjadi milisi dan pejuang kemerdekaan, oleh kiyai kiyai Pesantren NU.
Sudah jadi rahasia umum: *Siapa penggerak resolusi jihad yg menimbulkan perang akbar melawan sekutu di Surabaya 10 November?* Bung Tomo itu santri NU.

*C*

Pada tahun 1960 Bung Karno mengakomodasi PKI dalam politik NASAKOM  (Nasionalisme, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili PNI, Komunis diwakili PKI dan agama diwakili NU.
Semua organisasi agama saat itu tidak mau gabung Nasakom. Alasannya: Politik sesat dan membahayakan.
NU tahu itu. Tapi kalau dibiarkan komunis menempel bung Karno, siapa yg akan menghalangi dan meminimalisir??

Maka NU walau pun waktu itu KH Syaekhu *difitnah penjilat pantat Soekarno.* Terus menempel Soekarno. Alasannya sangat ushuli:

 ارتكاب أخف الضررين
"Memilih kemadaratan yg minim dari dua madarat."

Ternyata cukup berhasil.

*D*

Di era ORBA, NU awalnya bernafas lega bisa join dg regim Soeharto, setelah bersama ABRI menghabisi PKI. Tapi ternyata pahit. Soeharto banyak menghabisi NU. Mencurigai NU yg jadi lumbung partai PPP, dan anti GOLKAR partai pemerintah. Banyak muballig NU yg ditangkap karena kritis pada pemerintah.
Baru pada tahu 90-an Soeharto mendekati NU karena ditinggalkan Amerika, paska bubarnya Uni Sovyet.
Dan di awal tahun 80-an saat deparpolisasi, NU lah yg pertama menerima asas tunggal PANCASILA.

*E*

Ketika reformasi bergulir, Indonesia oleh Barat nyaris dikatakan *bubar.* Kepemimpinan BJ Habibi membuat desintegrasi; lepasnya Timor Leste.

Gus Dur jadi presiden dg jurus jurus "dewa mabuk" sulit dipahami rakyat. Tapi ia menyelamatkan Indonesia tetap menjadi Indonesia. Sekarang terasa ketika Gus Dur tiada: Syi'ah sulit dikendalikan, radikalisme merangkak membengkak, kristenisasi semakin marak. Gus Dur menghentikan syi'ah dengan kata-kata: "Syi'ah itu NU plus imamah, NU itu syi'ah minus imamah". (hingga orang syi'ah tertipu dg tdk mau dakwah syi'ah). Kristenisasi dibendung dg tipuan Gus Dur: semua agama benar (para misionaris kendur dlm misi kristenisasinya). Itulah Gus Dur...

*Era Jokowi*

Radikalisme mengancam NKRI semakin terasa dan memfakta. Pemerintah berlindung kepada NU. Dan NU kembali dirasakan kehadirannya.

*Hari Ini*

Hari ini berbondong bondong dari berbagai negara datang: ingin belajar berislam alaa NU. Karena Islam di Timur Tengah rentan dengan konflik. Gampang *dibikin jadi pemberontak terhadap pemerintahnya yg sah* contoh: Suriah, Irah, Libya, Yaman, dan yg "hanet hanet jahe" di Saudi, Mesir dll...
Pulang: mereka mendirikan NU. Sudah lebih 46 cabang NU di luar negeri. Bahkan Singapura pun datang bertanya menelisik ttg Islam alaa NU.

*Khazanah Keilmuan NU*

Di manakah pusat NU?
Di semua Pesantren NU!!!
Di sana diajarkan kitab-kitab keislaman berstandar Sunni Internasional:
Jurumiyah, Kailani, Alfiyah, Jauhar Maknun, Mugni Labib, Sulam Munauroq. Waroqot, Jam'ul Jawami. Ihya Ulumidin, Hikam, Jalalain dll sudah jadi khas kitab kitab Pesantren NU.
*Dan kitab-kitab tersebut jadi pegangan pula di Universitas al Azhar Mesir.*
Oleh karena itu, maka ketika mutamar NU, datanglah mbah mbah ulama Timur Tengah: Syeikh Wahbah Zuhaili imam Nawawinya jaman now pun datang, dan juga syeikh syiekh lainnya.
Apa Anda meragukan keilmuan orang NU dalam keilmuan Islam??? Cari ormas selain NU di Indonesia yg mengajarkan dan cakap baca kitab *Jam'ul Jawami imam Subki?*

Kiyai-kiyai kita pada cakap ilmu ilmu nahwu, sorof, balaghoh, ushul fiqih, mantiq, fiqih dan tafsir: ilmu syari'at. Lalu mereka mengamalkan dengan ilmu hakikat, thoriqoh, ilmu tasawwuf... Mereka orang NU. Dan saya sadar jika harus mempertahankan dan membela NU...

NU adalah perahu besar. Kata santri Jombang: KH Hasyim Asy'ari sebelum mendirikan NU, solat istikhoroh 3 tahun!!!