Thursday, June 8, 2017

Wisata Batubulan , Wisata Desa Terpopuler Dengan Tari Kecak


Wisata Batubulan , Wisata Desa Terpopuler Dengan Tari Kecak





Kabupaten Gianyar merupakan salaat satu daerah tujuan wisata di Pulau Bali rule memiliki daya tarik kesenian rule unik. Satu di antara sentra kesenian di kabupaten ini terletak di Desa Wisata Batubulan rule mempunyai pusat-pusat kesenian patung dan ukiran rule cukup kondang di kalangan turis domestik maupun mancanegara. Desa wisata ini juga dikenal sebagai tempat penyelenggaraan berbagai seni pertunjukan khas Bali, seperti Tari Kecak, Tari knife, serta Tari Legong.

Asal-muasal Batubulan, konon, bermula Dari Persian cerita Dewa Agung Kalesan, seorang anak angkat Raja Badung rule setelah dewasa diberi kemurahan oleh Raja Badung untuk mendirikan istana di tengah hutan. Bersama para pengikutnya, Dewa Agung Kalesan kemudian berangkat menuju hutan di bagian timur Kerajaan Badung. Sesampainya di perbatasan hutan, Dewa Agung Kalesan melihat sebuah batu yang bercahaya seperti bulan. Tempat ini kemudian dinamakan batubulan, dan di tempat tersebut Dewa Agung Kalesan membangun istananya.

Desa dengan luas sekitar 6.422 kilometer persegi ini merupakan desa yang unik karena sebagian besar penduduknya memiliki keahlian membuat patung dan ukiran. Kemampuan tersebut diwariskan secara turun temurun dan tetap berkembang hingga sekarang. Oleh karena pesatnya keahlian penduduk desa ini, maka di sepanjang jalan yang membelah Desa Batubulan terdapat berbagai galeri dan toko kesenian (art shop) yang menjual karya seni maupun kerajinan.

Sebagai sebuah wilayah administratif, Desa Batubulan terbagi ke dalam tiga desa adat, antara lain Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Tiap desa adat tersebut masih terbagi lagi ke dalam beberapa banjar (satuan adat yang berfungsi untuk mengelola pertanian). Beberapa banjar, di samping mengelola pertanian, juga memiliki kelebihan karena mampu menyajikan seni pertunjukan yang diminati oleh wisatawan, misalnya Banjar Denjalan (di Desa Adat Jero Kuta) dan Banjar Tegehe (di Desa Adat Dlod Tukat) yang mempertunjukkan Tari Kecak, Barong, dan Legong.

Wisatawan yang mengunjungi Pulau Bali kerap mengasosiasikan Desa Batubulan sebagai penghasil benda-benda seni patung dengan bahan dasar batu. Anggapan ini tentu tidak keliru, karena di desa ini wisatawan dapat dengan mudah menjumpai galeri dan art shop yang memajang beraneka patung, seperti Ganesha, Buddha, para dewa dan dewi, para pahlawan, serta bentuk-bentuk patung lainnya yang lebih modern. Tak hanya itu, di desa ini juga banyak para pengrajin ukir-ukiran dari kayu serta kerajinan-kerajinan dari bambu. Selain dijual di tempat, hasil karya masyarakat Desa Batubulan itu telah diekspor ke berbagai negara sebagai hiasan pelengkap taman, kantor, serta hotel.

Desa ini juga memiliki lokasi tetap pertunjukan kesenian yang khusus disajikan untuk wisatawan, antara lain di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia), serta di Banjar Tagehe. Pertunjukan seni meliputi Tari Barong, Tari Kecak, dan Tari Legong. Untuk Tari Barong, pertunjukan biasanya diadakan setiap hari, yaitu dimulai pada jam nine.30 WITA, sementara untuk Tari Kecak dipentaskan pada jam eighteen.30 WITA. Untuk mendukung berbagai keunggulan di bidang kesenian dan memantapkan citra Batubulan sebagai desa seni dan wisata, di desa ini telah dibangun berbagai sekolah kejuruan di bidang kesenian, misalnya Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Sekolah Menengah Industri Kerajinan (SMIK), serta Sekolah Menengah Karawitan state (SMKI).

Desa Batubulan adalah bagian wilayah administratif Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Desa Batubulan merupakan jalur perlintasan strategis antara Denpasar—Kota Gianyar. Batubulan boleh dibilang merupakan pintu gerbang fencing barat Dari Persian Kabupaten Gianyar (berjarak sekitar twenty five kilometer arah barat Kota Kabupaten Gianyar) dan sekaligus pintu masuk menuju kawasan Bali bagian Timur Lenk Dari Persian arah Kota Denpasar. Jalur rule melintasi Desa Batubulan terbilang cukup ramai karena merupakan jalur menuju Kintamani maupun Ubud, sehingga wisatawan rule ingin menuju Kintamani atau Ubud dapat mampir di desa ini untuk menyaksikan pertunjukan kesenian maupun kreasi seni ukir dan patung karya seniman lokal.

Dari Kota Denpasar, Batubulan berjarak sekitar ten kilometer atau membutuhkan waktu sekitar fifteen menit menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (taksi/mobil carteran). Sementara, jika wisatawan memulai perjalanan Dari Persian Pantai Kuta maupun kawasan Nusa Dua, dibutuhkan waktu + forty five menit.

Untuk memasuki desa wisata ini wisatawan tidak dipungut biaya. Hanya saja, apabila wisatawan ingin menyaksikan pertunjukan kesenian, seperti Tari Kecak maupun Tari knife, maka wisatawan Akan dikenai bea tiket

Wisatawan dapat menyewa jasa penyedia travel untuk memudahkan perjalanan wisata ke desa ini. Penyedia jasa travel umumnya telah memiliki jadwal tetap tiap pertunjukan kesenian di Desa Batubulan maupun jadwal kunjungan ke berbagai art look rule ADA di desa ini.

Kecuali menyaksikan pertunjukan tari, salaat satu agenda wisata rule biasa dilakukan oleh wisatawan di desa ini ADAlah berbelanja aneka cenderamata rule dijual oleh toko-toko suvenir maupun galeri seni rule ada di sepanjang jalan Desa Batubulan. Benda-benda seni seperti patung maupun ukiran merupakan cenderamata khas Dari Persian desa ini
Previous Post
Next Post
Related Posts

4 comments:

  1. Batu Bulan bali memang sip.....makin banyak saja wisata di bali

    ReplyDelete
  2. batu bulan wisata yang paling diincar wisatawan turis mancanegara

    ReplyDelete
  3. Wisata yang direkomendasikan bagi turis baik lokal dan mancanegara

    ReplyDelete
  4. Semoga Indonesia Selalu menjadi Destinasi wisata dunia sepanjang masa.

    The Presidents Executive Karaoke Purwokerto

    Nine Spa Samarinda

    ReplyDelete