Thursday, March 9, 2017

KANTIN SEHAT BEBAS 5P



KANTIN SEHAT BEBAS 5P

Salam Adiwiyata...!
Halo Gema Holic… hemm, akhirnya sampai juga nih di Rubrik Adiwiyata. Rubrik yang mengupas habis all about Adiwiyata. Edisi April 2012 lalu kita udah “kenalan” sama makna Adiwiyata.  Pembahasan tentang Biopori, sudah. Daur ulang pun sudah. And so, kali ini kita akan membahas salah satu cabang Adiwiyata yang lain, yaitu Kebersihan dan Kesehatan. Nah, berangkat dari tema tersebut kita akan mengupas suatu kata yang tak asing pastinya, popular malah, apa hayo??? Yaps,  K.A.N.T.I.N. Heemm,,, tanpa tim red jelaskan pastinya Sobat semua sudah pada tau kan apa makna dari KANTIN, hmm pasti sudah hafal toh… kalau kita berbicara tentang KANTIN pasti erat kaitannya sama MaMin (Makanan dan Minuman). Nah, itulah yang akan kita bahas di rubrik adiwiyata kali ini. Sesuai judulnya Sobat “Kantin Sehat Bebas 5 P”, 5 P itu  terdiri dari Penguat rasa, Pemanis, Pengawet, Pewarna, dan Pengental. Mau tau lebih lanjut, yuk kita telisik…

Pertama kita harus memahami bahwa kesehatan adalah nikmat dari Yang Maha Kuasa yang tak ternilai harganya. Terutama bagi kita nih para pelajar yang sedang dalam proses pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan pastinya kita membutuhkan gizi yang mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan juga untuk menjaga daya  tahan tubuh agar tetap fit, plus untuk meningkatkan kualitas otak. Gizi merupakan suatu zat yang dibutuhkan tubuh manusia untuk pertumbuhan, perkembangan dan  kebutuhan tubuh yang lain. Gizi itu harus terpenuhi, jika  tidak seseorang akan terkena penyakit marasmus dan kwashiorkor atau biasa kita sebut dengan gizi buruk. Tetapi kelebihan gizi juga gak baik dink, karena dapat menyebabkan obesitas/kegemukan. Makanan yang bergizi itu tidak harus mahal lho....!! Karena semua itu bisa kita dapatkan di sekitar rumah kita. Bahan tahu dan tempe pun lebih baik dari makanan siap saji yang mahal. Selain gizi yang cukup tentunya makanan itu harus bersih Sobat, agar terbebas dari serangan virus, bakteri, dan kuman yang dapat meracuni tubuh. Eiittss… jangan lupa juga cuci tangan ya sebelum makan, agar terbebas dari kuman-kuman nakal di sela-sela jari kita…

Selain gizi dan kebersihan makanan yang harus diperhatikan tentu kita juga harus paham akan zat adiktif yang ada pada makanan agar kita dapat memilah makanan sehat yang akan masuk ke dalam tubuh kita sebagai asupan energi. Idealnya makanan sehat itu adalah makanan yang gizinya mencukupi, kebersihannya terjaga, tanpa mengandung zat adiktif. By the way, apa sih yang dimaksud zat adiktif makanan, dan apa saja jenisnya??? Makanya, yuuk baca terus...

Zat adiktif adalah bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan. Penambahan tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa, memperpanjang daya simpan makanan, memberi warna yang menarik pada makanan, menambahkan pemanis, dan mengenyalkan makanan tertentu sehingga makanan lebih diminati. Bahan adiktif makanan ada dua, yaitu bahan adiktif makanan alami dan sintetis (buatan). Tapi tidak semua zat adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis yang masih aman. Untuk zat adiktif sintetis, ada batasan kadar yang di izinkan berada dalam produk pangan. Penambahan bahan sintetis melebihi ambang batas yang ditetapkan dapat menjadikan bahan tersebut bersifat toksik (racun). Namun, harga bahan tambahan alami dan sintetis tersebut juga relatif mahal lho... Sehingga produsen pangan, meski tidak seluruhnya, tetapi sebagian besar melirik penggunaan bahan lain, bahkan yang tidak food grade, misal Rodamin B yang merupakan pewarna tekstil. Ini dilakukan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Hiii... seremmm... and so apa saja sih “keluarga” 5 P sintetis  itu??? Baca teruss...

Penyedap Rasa

Penyedap rasa digunakan untuk memperkuat rasa pada makanan. Penyedap rasa buatan yang sering kita temui ialah Monosodium Glutamat (MSG) yang digunakan untuk melezatkan makanan. Contoh lain adalah vetsin, asam cuka, benzaldehida, amil asetat. Penggunaan penyedap rasa yang berlebihan dan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan. Tubuh pun dapat menunjukkan respon langsung setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Responnya berupa sakit kepala, sakit di bagian dada, dan mati rasa. Efek jangka panjangnya adalah penyakit kanker.

Pemanis 

Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis. Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin, siklamat, dulsin, sorbitol dan aspartam. Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes, namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen (penyebab kanker). Penggunaan pemanis sintetis juga berpotensi menyebabkan obesitas (kegemukan), hiperaktif, memicu kerusakan sel otak, lupus dan kelainan sistem syaraf pusat lainnya. Selain itu, konsumsi pemanis yang berlebihan juga dapat menyebabkan karies gigi.

Pewarna

Pewarna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800, yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit, daun pandan, angkak, daun suji, coklat, wortel, dan karamel. Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856, zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. Salah satu contohnya adalah tartrazin, yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Selain tartrazin ada pula pewarna buatan, seperti sunsetyellow FCF (jingga), karmoisin (Merah), brilliant blue FCF (biru).

Pengawet

Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan, karena serangan bakteri, ragi, dan cendawan. Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi, pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya. Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba.  Bahan pengawet sintetis dapat memicu reaksi alergi dan mengganggu fungsi ginjal dan hati. Penggunaan nitrit dan nitrat sebagai pengawet menyebabkan kaker Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat, natrium nitrat, asam sitrat, dan asam sorbat.

Pengental

Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Contoh pengental adalah pati, gelatin, dan gum (agar, alginat, karagenan).
Truzzss,,, selain bahan tambahan tersebut terdapat pula macam-macam bahan tambahan makanan lain, seperti:

v Antioksidan, seperti butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol (vitamin E). 
v Pemutih, seperti hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, Natrium hipoklorit
v Pengatur keasaman, seperti aluminium amonium sulfat, kalium sulfat, natrium sulfat, asam laktat.
v Anti gumpal, seperti aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida.

Perlu Sobat ketahui nih, suatu zat kimia yang masuk ke dalam tubuh kita pasti ada efek samping yang ditimbulkan, termasuk bahan tambahan sintetis pada makanan, apalagi jika penggunaanya berlebihan dan dikonsumsi secara terus-menerus. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan adiktif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan penyakit kronis lainnya. Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan adiktif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan adiktif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, pada Bab II mengenai Keamanan Pangan, pasal 10 tentang Bahan Tambahan Pangan dicantumkan. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampau ambang batas maksimal yang telah ditetapkan. Pemerintah pun menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat 1. Hemm… ternyata makanan juga diatur dalam undang-undang lho Kawand, hal itu dimaksudkan agar kita menyadari arti penting kesehatan. So, Kesehatan Itu Mahal lho…!

Tak terpungkiri Sobat,,, mungkin kita juga agak kesulitan ya memilah makanan yang bebas dari zat-zat adiktif tersebut, apalagi kalau itu makanan favorit yang kita beli di warung atau kantin langganan kita. Misalnya “si Pentol” yang enak dan murah meriah… Hemm, solusi terbaik sih kita lebih baik membuatnya sendiri, dengan begitu kita kan tahu tuh gimana cara, proses, kebersihan, dan bahan pembuatannya. So, lebih aman dink… Lebih bagus lagi kalau makanan sehat bebas 5 P itu kita rekomendasikan kepada warung atau kantin langganan kita. Dengan begitu kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh  kita sendiri, tapi juga menjaga kesehatan orang lain yang membeli di kantin langganan kita. That's Right…! pas donk dengan salah  satu misi dari Adiwiyata  SMKN 1 Kraksaan yaitu merekomendasikan kantin sehat dengan makanan sehat bebas 5 P. Hal tersebut dilakukan agar kesehatan kita terjaga, khususnya semua warga SMK Negeri 1 Kraksaan. Setujuuu….! 
Berikut beberapa syarat yang dituntut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum memberikan piagam bintang atau gelar kantin sehat, antara lain:

1. Tidak menjual jajan yang tidak memenuhi kualifikasi sehat, seperti yang mengandung zat berbahaya atau mikroba.

2. Higienis dan sanitasi. Kantin harus bersih, bisa dilihat secara kasat mata. Bila si pemilik sudah batuk-batuk sebaiknya hati-hati. Peralatanan juga diperhatikan. Makanan yang matang dan mentah harus dipisahkan. Pisau harus bersih, setelah digunakan untuk makanan mentah dicuci terlebih dahalu. Lihat kondisi tempat sampah yang cukup bersih.

3. Tidak memberi keleluasaan pada anak untuk mengambil jajanan sendiri
"Kalau anak boleh ambil sendiri, itu tangannya ada bermacam-macam yang pegang. Kalau es pun yang ada bungkusnya, kan yang pegang ada banyak tangan, terus bungkusnya akhirnya digigit juga. Ada banyak kumannya itu," jelas Drs Halim Nababan, MM, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM, dalam acara Media Gathering di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

4. Ada wastafel atau tempat cuci tangan.
Jangankan tempat khusus untuk cuci tangan si pembeli, kebanyakan kantin bahkan hanya menggunakan 1 ember air untuk mencuci piring seharian. "Ini jelas tidak sehat," tegas Halim.

5. Penjaga kantin harus tahu benar jajan dan produsen yang menitipkan barang dagangan di kantinnya, baik kualitas dagangan dan cara pengolahannya.

6. Botol saus atau kecap yang ditutup rapat.
"Kalau botol kecapnya tidak ditutup, kan jadi banyak lalat. Ya tidak bisa dapat piagam. Sangat sederhana tapi sangat berisiko untuk anak-anak," papar Halim.

Nah, begitulah Sobat kriteria kantin sehat. Jadi harus benar-benar bersih baik cara pembuatan, pengolahan, dan pengemasannya plus makanan tercebut pun bebas dari 5 P. So, akan sangat baik jika syarat kantin sehat tersebut dapat diterapkan di kantin sekolah kita ini. Pasti kebersihan, gizi, dan kehalalannya pun terjamin. Tapi ingat! Semua hal tentang kantin dan makanan sehat ini tidak sebatas penjagaan dalam lingkup Adiwiyata sekolah kita saja, tapi di luar sekolah pun kita harus pandai memilah makanan sehat. Artinya, hal tersebut berbalik pula pada kesadaran kita masing-masing. Kesadaran untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat, bersih, dan bergizi agar tubuh kita sehat dan jauh dari penyakit. Gak pengen sakit toh??? Makanya Jagalah Kesehatan dengan makan makanan bergizi dan bersih, plus olahraga dan istirahat yang cukup. BADAN SEHAT JIWA PUN KUAT!!! Salam Adiwiyata...! (Ulya)
Previous Post
Next Post
Related Posts

5 comments:

  1. lindungi tubuh kita dengan tidak memakan 5P supaya tetap sehat

    ReplyDelete
  2. Hidup sehat bebas 5 P, Penyedap Rasa, Pemanis, Pewarna, Pengawet, Pengental

    ReplyDelete
  3. jagalah tubuh kita dengan tidak terlalu banyak memakan bahan yang mengandung 5p supaya tetap sehat dan awet muda

    ReplyDelete
  4. sekarang memang banyak pedagang atau kantin disekolah menjual makanan atau minuman lebih mementingkan lakunya dagangan dari pada mementingkan kesehatan (dagangan yang menyehatkan) bahkan tidak sedikit ada korban dari anak sekolah yang keracunan atau membuat sakit perut. artikel ini sangat menginspirasi sekolah untuk membuat kantin yang sehat.

    ReplyDelete
  5. makanan yang kita makan jika tidak mengandung yang bebas 5p insyaallah kita akan selalu sehat dan panjang umur

    ReplyDelete