Thursday, March 9, 2017

Introspeksi Diri Sebelum Bertindak Self Reflection




Terkadang kita harus memilih pilihan yang begitu tak sesuai dengan keinginan kita ,, bukan karena terpaksa namun karena cinta..hal tersebut sudah menjadi kodrat  dalam setiap insan manusia yang  ingin menggapai semua cita-cita. meilhat sesuatu yang senang tak selamanya akan membuat kita akan bahagia dan sebaliknya apabila kita melihat sesuatu yang bersedih, dalam hati ceria.  itulah yang membuat hati dan fikiran kita harus selalu di gunakan pada waktu yang tepat, apabila hal tersebut dilakukan waktu yang tak sesuai maka akan membuat  jiwa dan nurani kita akan merasa tidak tentram.menuangkan seluruh emosi dalam setiap perkataan dan perbutan itu hanya akan membuat  kasih sayang kita tuk semuanya akan menghilang, teman akan menjauhi kita dan orang terdekatpun perlahan – lahan akan menghilang dari kehidupaan kita. 

Luangkan waktu sejenak tuk berintrospeksi diri, bertanyalah pada diri sendiri” apa yang aku lakukan hari ini ??? baik atau burukkah bagi ku dan orang lain? bermanfaatkah untuk agama dan negara ku??? “janganlah mengingat apa yang telah kita berikan untuk orang lain, tetapi ingatlah apa yang telah di berikan orang lain untuk kita”. sesuatu ( usaha yang baik) yang kecil akan menjadi besar  apabila kita menanggapinya dengan pemikiran yang bersih dan selalu berpedoman  pada Al-Qur'an . Hal ini telah tersebut dalam dalam Firman-Nya “Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu(Muhammad) yang mengandung kebenaran ……..” (Q.S Ali Imran : 3) . 

Al-Qur'an memberikan petunjuk terhadap kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan dan ia memberitahukan pada kita tentang apa yang terjdi di masa lalu dan dimasa depan ( akhirat nanti). Kita akan di minta pertanggung jawaban atas apa yang kita lakukan dulu, sekarang, dan di masa depan nanti. kita hanya bisa berusaha dan berdo'a namun semuanya hanya Dia-lah yang akan merealisasikan apa yang menjadi  keinginan kita. menangis dan tersenyum akan mewarnai impian kita. duka lara kan di kenang jua. Hidup penuh dengan makna, dan tentulah jangan melupakan kedua sosok yang selalu ada untuk kita, yakni malaikat.  

Sikap dan perilaku yang kita lakukan semuanya akan di berikan pada kita berupa balasan yang sesuai dengan perbuatan kita. hal buruk meskipun hanya sebutir pasir Allah pasti membalasnya begitu juga dengan kebaikan. sukses mejadi sebuah tujuan yang selalu ingin di capai, namun kerapkali untuk memperoleh hal itu kita melalaikan kewajiban kita, yakni sebagai khalifah. penciptaan Khalifah ini  sesuai dengan firman Allah SWT “Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu Berfirman kepada malaikat,”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi………………..Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Q.S. Al-Baqarah : 30).  

Khalifah disini mempunyai arti pengganti, pemimpin atau penguasa. Apa jadinya jika seorang pemimpin melakukan segala cara untuk mencapai tujujuannya, meskipun bertentangan dengan agama??? padahal di firman tersebut jelas bahwa Allah Maha Mengetahui ,Misalnya Mengambil Hak Orang  Lain dalam sebuah momentum. Apa artinya sebuah gelar yang kita peroleh jika dalam praktik masih menyimpang (tidak menghiraukan mana yang hak dan mana yang bathil) . seringkali mengingatkan seseorang melakukan kebaikan, namun pernahkah berfikir apakah diri kita sendiri sudah melakukan hal yang kita ucapkan tersebut (perintah kebaikan). 

Mempelajari  ilmu pengetahuan bukan untuk mencari kelemahannya (pandai berucap tapi gagal dalam bertindak) alias omdong (omong doang). Apalah artinya sebuah harta yang berlimpah dan jabatan yang tinggi  jika  hanya menpersulit suatu kaum. Hidup itu perlu adanya orang lain namun jangan memanfaatkan kelebihan kita untuk memberdayakan orang yang tersebut. Ingatlah sang maha pencipta (allah subhanahu wata'ala)-lah yang maha mengetahui apa yang kita sembunyikan.

Di dunia ini kita hanya sementara dan di akhiratlah yang kekal.  Dalam bertindak cobalah mengingat akan maut yang tiba-tiba datang pada kita. Apa yang kita akan bawa??? Mobil, rumah mewah/ uang yang banyak?? Semuanya itu tidak berguna!  yang berguna adalah amal kebaikan kita. Amal yang baik haruslah dilakukan dengan cara yang baik pula. Kita jangan berbuat kebaikan karena semata-mata ingin dilihat orang lain dan ingin dapat sanjungan, berbuatlah karena Allah subhanahu wata'ala.  Kenikmatan yang kita rasakan sekarang ini hanyaalah titipan-Nya dan kita jangan pernah mengubah kodrat (takdir) yang telah ada dalam diri kita .

Setiap insan manusia berharap yang baik akan menimpanya, namun kebanyakan yang dilakukan adalah sesuatu yang mengundang keburukan. Menyalahi aturan yang berlaku sampai membuat aturan sendiri (seenaknya sendiri). “naudubilla himinzdalik”. Kita jangan terlena dengan kemajuan teknologi, hingga kita melupakan ibadah kita. Kesibukan bukanlah menjadi hal pokok alasan untuk meninggalkan perintah-Nya. “Jangan menutup mata jika baik dan  jangan membuka mata jika buruk”. “ saya dan anda akan menjadi kita, kita kan menjadi mereka, mereka akan menjadi dia” dan dia akan menjadi saya dg anda”, Artinya hidup haruslah sesuai dengan pedoman ( Al-Qur'an dan Hadist) karena generasi kehidupan akan lahir dari tindakan kita, hasil yang baik atau buruk tergantung dari usaha kita,....
Previous Post
Next Post
Related Posts

3 comments:

  1. Sebelum melangkah dan memutuskan sesuatu hal alangkah baiknya kita pikirkan sebelum bertindak agar kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik

    ReplyDelete
  2. sebelum memutuskan sesuatu yang besar pikirkan baik buruknya untuk kita dan orang lain

    ReplyDelete
  3. Sebelum melangkah dan memutuskan sesuatu hal alangkah baiknya kita pikirkan sebelum bertindak agar kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik

    Volcano Run 2019 Merapi Sleman Yogyakarta

    Volcano Run

    Volcano-Run Jogja 

    Merapi Volcano Run 

    ReplyDelete