Thursday, March 9, 2017

Impor Ilmu Jurnalistik Dari Gresik




Impor Ilmu Jurnalistik Dari Gresik

Untuk memenuhi undangan dari KJM progresif Surabaya dan untuk memperdalam ilmu tentang kejurnalistikan kami mengikuti Pelatihan Dasar Jurnalistik di Gresik pada akhir tahun lalu. Kegiatan ini diadakan oleh KJM (Komunitas Jurnalis Mahasiswa). KJM ialah sekumpulan mahasiswa yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Hampir semua panitia KJM merupakan mahasiswa dari Institut Agama Islam Surabaya (IAIN). KJM melaksanakan kegiatan ini bekerja sama dengan SMK Assa'adah namun kegiatannya dilaksanakan di MTs. Assa'adah. Sekolah Assa'adah merupakan sekolah swasta yang memiliki tingkat pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi dengan berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren Qomarruddin.

Kami berangkat dari sekolah bersama Ibu Dewi, SriRatu Multi Media. Membutuhkan waktu 4 jam menggunakan angkutan umum bus untuk sampai di IAIN, lebih tepatnya masjid IAIN untuk melaksanakan kewajiban. Kami basah kuyup setelah terpaksa menerobos hujan dari kantin, tempat kami mengisi perut setelah sholat karena mendapatkan kabar bahwa panitia akan segera berangkat ke tujuan utama yaitu Gresik. Tapi ternyata kendaraan yang akan mengantarkan kita ke Gresik mogok. Tak apalah, hitung-hitung mandi hujan. Kami baru berangkat pukul 4 sore dengan para mahasiswa dari IAIN sendiri dan tiba di Gresik 2 jam setelahnya. Kami langsung menuju MTs. Assa'adah dan bertemu dengan peserta lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari SMK Assa'adah, SMA Assa'adah, MA Ihyaul Ulum Gresik, MA Muhammadiyah Gresik, MAN Gresik, SMKN 1 Sidayu Gresik dan tentu saja SMKN 1 Kraksaan. Diikuti juga oleh mahasiswa dari IAIN sendiri dan UnIversitas Yudharta Pasuruan.

Acara pembukaan dimulai pukul 8 malam dengan pidato dari Waka Kesiswaan, Pembina OSIS dan ketua OSIS dari SMK Assa'adah. Setelah itu panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Pukul 09.30 kami pergi ke PonPes yang letaknya tak jauh dari SMK Assa'adah untuk tidur yang sebelumya sudah makan terlebih dahulu.

Esok paginya, kegiatan diawali dengan senam pagi. Sedangkan kegiatan pelatihan dimulai pukul 8 dengan materi awal tentang 'berita dan teknik penulisannya'. Materi ini diisi oleh M.C Rizal. 90 menit kemudian berganti materi 'teknik wawancara' yang diisi oleh Kak Alfarabi Ali. Dia salah satu anggota KJM yang pernah mencari berita sampai ke KPK di Jakarta. Tak hanya belajar materinya saja, kami juga terjun ke lapangan untuk wawancara. Setiap kelompok mendapat tema yang berbeda. Kelompok saya mendapat tema Ekonomi dan mewawancari seorang pengusaha peci yang tinggal tak jauh dari MTs. Assa'adah hingga pukul 12 siang. Setelah sejak pagi memeras otak, akhirnya kami diperbolehkan untuk ishoma selama 1 jam. Setelah ishoma, kegiatan dimulai lagi. Memasuki materi selanjutnya yaitu 'non berita dan teknik penulisannya' yang dibina oleh Kak Ni'matul Jannah. Setelah pemberian materi selesai kami diwajibkan untuk membuat karya non berita seperti artikel, puisi, cerpen dan lain-lain yang harus dikumpulkan hari berikutnya. Singkatnya, materi berganti dengan 'lay out' sesi pertama yang didisi oleh Kak Abdullah Kafabih. Pada materi ini kami diajarkan tentang bagaimana menggunakan aplikasi Corel Draw dan Photoshop yang merupakan hal penting untuk mendesign suatu informasi media cetak agar menarik.

“Banyak media cetak diminati oleh masyarakat karena tampilan atau lay outnya menarik. Nah, jika lay out sudah menarik, pembaca akan tertarik dengan isinya.” Kata Kak Fabi.

Selanjutnya kami sholat dan istirahat serta mandi di PonPes setelah 90 menit berkutat dengan Corel Draw dan Photoshop yang akan kembali lagi bertemu dengan Kak Fabi untuk sesi 'Lay Out' kedua.
Pukul 7 malam kami berjalan kaki dari PonPes menuju SMK Assa'adah untuk kembali mengikuti kegiatan. Dimulai dengan bertemu lagi dengan Kak Fabi untuk sesi 'lay out' kedua selama 1 jam. Jadwal yang padat membuat pemateri selanjutnya yaitu Kak A.H Bashori menggantikan Kak Fabi begitu waktunya selesai. Kak Bashori yang merupakan ketua KJM progresif ini mengisi materi 'ke-progresifan'. Dari materi ini, dapat diketahui bahwa KJM Progresif dibentuk karena beberapa mahasiswa yang mempunyai misi yang sama dalam hal kejurnalistikan. Mulanya mereka memberi nama komunitas tersebut dengan Arrisalah Progresif. Setelah beranjak lama, mereka mengganti nama karena merasa nama tersebut kurang cocok dengan mereka. Dengan musyawarah digantilah nama kumpulan tersebut menjadi Komunitas Jurnalis Mahasiswa Progresif. Materi ini berlangsung selama 1 jam.

Tak sampai disitu, kegiatan selanjutnya masih menunggu, yaitu renungan malam yang dilaksanakan di lapangan basket sekolah tersebut. Sebelum renungan dimulai, salah satu mahasiswa yang diketahui bernama Zakariya ingin menampilkan pertunjukan yang unik. Berjalan di atas tali! Pertunjukan ini sedikit berbau mistis. 3 orang siswa dipilih untuk membantunya. Kak Zakariya membacakan ayat-ayat Al-Quran kepada 3 siswa tersebut dan meminta kita untuk membaca Al-Fatihah. Tiba-tiba saja, salah satu siswa jatuh pingsan setelah dibacakan ayat Al-Quran dan diikuti oleh 2 siswa lainnya. Semua yang melihat kaget, terheran-heran dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dibacakan ayat Al-quran lagi untuk membangunkan mereka namun bangun yang tidak sepenuhnya sadar karena effect ayat tadi. Tiba-tiba salah satu diantara mereka berteriak. Jelas ini membuat kami kaget dan berpikir bahwa dia telah kesurupan. Setelah ditangani, dia kembali tenang. Kemudian Kak Zakariya menyuruh salah seorang siswa tersebut untuk berjalan di atas tali sedangkan yang lain memegang talinya. Suasana semakin tegang dengan semakin malam dan dinginnya cuaca. Ketika siswa tersebut berjalan untuk langkah pertama di tali yang tidak sempurna dipengang, dia berkata, “You are beautiful, beautiful !” katanya denga gaya chibi-chibi. Sedetik kami bengong dan kemudian tertawa, ternyata mereka telah bekerja sama. Selanjutnya, setiap kelompok maju untuk menyebutkan nama dan asal sekolah dengan ditemani oleh penanggung jawab kelompok masing-masing yang merupakan panitia dari KJM.

Kemudian renungan pun dimulai dengan Kak Bejat, begitu kami memanggilnya sebagai pembicara. Karena bertepatan dengan hari ibu, Kak Bejat membuat kita menangis karena pengorbanan ibu dan balasan yang kita berikan. Suasana yang tadinya meriah, penuh canda tawa berubah mencekam, hanya suara Kak Bejat dan suara  tangisan tertahan. Dan kami baru mencuci muka  pukul 12 malam. Rasa ngantuk baru terasa.

Hari berikutnya yang merupakan hari terakhir, dimulai dengan kegiatan yang sama dengan kemarin. Materi pelatihan dimulai pukul 8, meleset 30 menit dari yang dijadwalkan. Namun waktu materi tidak berkurang yaitu satu jam. Dimulai dengan materi 'fotografi' yang dibimbing oleh Kak Habibi M.F. Selain materi, kita juga turun ke lapangan untuk mempraktekkan apa yang sudah dijelaskan oleh Kak Habibi. 2 jam berikutnya yaitu waktunya 'penyelesaian buletin'. Setiap kelompok ditugaskan membuat buletin yang isinya berupa hasil wawancara kemarin dan karya non berita dari anggota kelomok itu sendiri. Pembuatan buletin dibantu oleh penaggung jawab masing-masing kelompok. Semua yang telah dipelajari sejak kemarin, dipraktekkan dalam pembuatan buletin ini, terutama melay out buletin agar menarik. Kami bekerja sama, melototi laptop sekitar 150 menit agar hasil maksimal. Pengalaman yang luar biasa.

Kemudian setelah penat, kami makan bersama untuk terakhir kalinya dengan peserta lain. Dilanjutkan dengan acara penutupan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar pukul 01.15 siang. Setiap sekolah menerima cindera mata dari KJM Progresif.

Selesailah acaranya. Kami bersiap-siap untuk pulang. Kami kembali ke Surabaya bersama para mahasiswa pukul 03.30. Di Surabaya kami mencari makan terlebih dahulu sebelum akhirnya menaiki bus kota menuju terminal untuk kembali pulang.

Pengalaman yang sungguh luar biasa. Termasuk bertemu dengan peserta dari luar Kraksaan. Dan berharap bisa mengamalkan apa yang telah kami dapat untuk sekolah tercinta. Salam progresif!
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: