Monday, February 20, 2017

Satu Rasa Satu Semangat Lets go kawan ..



Satu Rasa Satu Semangat Lets go kawan ..

Yuhuu cetar membahana lagu yang tak asing lagi terdengar ketika classmeeting tiba. Yups, itu lagu kami, XII APK 2. Lagu “kebangsaan” Combocand'z (Communitas Bocah Administrasi Perkantorand'z XII APK 2).

Mungkin terdengar unik dan aneh ya nama kelas kita bagi teman-teman, so agar tidak penasaran dengan senang hati kita akan mengajak kalian tuk lepas landas menuju Combocand'z Island, heheee..

AWASss...!!! PASANG SABUK PENGAMAN!! HATI-HATI AREA KOCAK!!! Kwekwekss,,,

Tuk yang pertama kita perkenalkan Sang Kepala Suku kita, XII APK 2, yaitu Mbak Septia Ega Wahyudianti, yang diwakili oleh asisten setianya yaitu si “makelar” sweater, Yuliasmi Indrassaleh. So, kalo di ti-pi ada Duo Maia, di kelas kita ada Duo Lemmer (Leny dan Merinda) yang memegang jabatan sebagai juru tulis, hihiy… dan satu lagi yang tak bisa dihindari tiap pagi dengan seruannya yang menggelegar “KAS…!!!” siapa lagi kalo bukan sang jenderal pajak Bu “KAS” Nur Karlina. Tak ketinggalan sang petugas tilang yang siaga 8 jam nonstop menarik denda pelanggaran Undang-Undang Combocand'z, yaitu Mbak Ira Rohmawati yang siap dengan aneka “menu sanksi” tersedia, hehehe….

Selanjutnya yuk kita intip personil XII APK 2 yang lain…
Kelas dengan jumlah siswa 5 orang dan siswi 36 orang tidak membuat kami mengabaikan kaum minoritas siswa (putera) sebagai yang terdepan di garda depan. Mau tau siapa mereka? Lanjuuutt…
Kaum pandhowo limo tersebut terdiri dari Abaz Emo (Ahmad Bashori), si Yok (Ahmad Nur Khatim), Masbro Distro (Andik), Ustadz Huda, dan si atlet futsal, Imam Nawawi.

Bukan kelas XII APK 2 namanya kalo gak ada tim kocak yang suka bikin terbahak plus suka bikin kelas kayak studio, so siapakah mereka??? Yup's, mereka yaitu Pipit Cicikcuiiek (Idayatul Fitriah), si artis “kondangan” (Yuli), Mbak Lee Min Ho (Sinta), dan si Barbie Facial (Dwi Meylani). Uppss… di penjuru depan juga ada si ringtone kelas kita, Rina Anggraeni yang dengan suaranya mampu “mengguncang” dunia Combocand'z doank,,, hehe. Eh ya, di medan belakang ada si “patriot” Madura putri Pak Sakerah yang hebohnya “OK punya” (Ayu Dian). Kwekwekkss…

Sobat tahu gak kalo XII APK 2 juga punya sanggar kecantikan lho yang dipelopori oleh Miss Ilona (Nadifah) yang didatangkan langsung dari Patokan Arabia, hehe. Miss Ilona beranggotakan Shelly, Nining, dan pastinya Miss SyuSyi (Susi) yang pada lihai untuk urusan Rekayasa Perangkat Bedak, hehe… di deretan tengah ada Duo Riska super rame Riska “Atikeh” dan Riska “Gothic”, Ada juga nih para cendekia, Itatun, Ita PS, Hanif, dan Fitria Puji. Wuuiiisss... tak lupa juga nih si Ibu Catering kita, Master of “Lumpia” Fitria Ningsih yang meng-handle urusan bisnis jajanan favorit rakyat Combocand'z, he...

Oh ya Sobat, kelas kita nih juga bisa disebut kelasnya para aktivis lho (eitss…gak sombong nih Cin…). Terbukti hampir di setiap ekskul dan organisasi di sekolah kita kawan-kawan Combocand'z aktif jadi aktivisnya. Selain kawan-kawan yang disebutkan di atas, di antaranya ada para atlet nih, Umrotun n' Tias (Voli), Ita PS (Basket), Imam (Futsal), Duo master Pencak Silat (Rafika n' Desi) plus ada para Pramuka Setia si Mbak yang No Basa-basi (Agustin) dan si imut Eni, lengkap juga dengan beberapa aktivis OSIS, ROHIS, PMR, EEC, Gema Siswa, Koperasi,  Teater, Tari, Qosidah, and de-es-te-de-es-te daah… Meski udah pada pensiun tapi pengembangan potensi TAK ADA KATA HENTI!!! It's Never Die! Terus belajar dan belajar! Semangat!

Tak lupa pula ada kaum yang adem ayem yaitu para pelukis (Sumi n' Mutim), si “misterius” Khusnul, si agen cerpen Wulan, Rini, Nuri, dan Siska yang membuat keadaan always calm down…
Perlu diketahui juga nich b.a.h.w.a. kelas kita menegakkan HAM yang memberlakukan kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum bagi semua rakyat Combocand'z tanpa kecuali (pasal 28 UUD 1945), sehingga  perpecahan, diskriminasi, dan KDRC (Kekeraan Dalam Rumah Combocad'z, hehe) dapat dihindari. Betul…Betul…Betul?? So, bagi kita SEMUA SAMA, TIDAK ADA diskriminasi antara yang pintar dan yang kurang pintar, antara yang mampu dan yang kurang mampu. Semua SAMA RATA, SAMA RASA!!!! Sama-sama ingin belajar tuk menjadi manusia yang bermanfaat dan lebih baik dalam setiap langkah menimba ilmu tuk mengarungi hidup. Ada masalah kita selesaikan bersama, ada makanan kita habiskan bersama, hehegss…, dengan begitu kerukunan, kekompakan, solidaritas, dan ukhuwah kita tetap terjaga.

Hal menyenangkan yang sulit lekang dari ingatan adalah tentang semua kebersamaan kita, terlebih acara “nobar” (nonton bareng) foto-foto kebersamaaan kita yang ceria tuk melepas penat dalam dada dan pastinya hanya diputar di bioskop Combocand'z saja, kelas XII APK 2, yang tiketnya limited edition.

Truzss kisah menyedihkan kita yaitu ketika terjadi tragedi bom Combocand'z I, yaitu peristiwa jatuhnya “bom atom” (petasan) di Negara Combocand'z yang didalangi oleh warganya sendiri, yaitu terdakwa Abaz Emo dan si Yok hingga mereka dijatuhi hukuman “jemur ala ikan asin” di bawah teriknya matahari, karena dianggap mengganggu ketenangan masyarakat Combocand'z meski tak “menelan” korban jiwa… (hehe, emangnya kanibal).

Meski kita terkenal ceriwis, kita tetap aktif, kreatif,dan inovatif, cieee… Terbukti deh setiap Bapak atau Ibu guru yang mengajar di kelas kita selalu tersenyum tulus, truzss bawaanya jadi segar dan... Semangat! Karena eh karena meski kita gak pintar-pintar amat tapi kita tetap semangat dan antusias untuk belajar dan berprestasi. Yaahh, terakreditasi “lumayan”  begitu, hihiy…

Semangat belajar dan berprestasi tidak hanya kita wujudkan dalam kegiatan belajar mengajar saja tapi juga aksi ketika Classmeeting tiba. Terbukti dari kejuaraan yang pernah kita raih yaitu Juara I Lomba Debat, Juara I Lomba Kebersihan Kelas, Juara I Lomba Musik Kreatif hari Ibu, Juara I Lomba Graffiti, Juara III Lomba Paduan Suara, Juara III Lomba Yel-yel, Juara II Lomba Fragmentasi, Juara III Lomba Musik Kreatif, dan...yang tidak mungkin dijabarkan dalam kaleidoskop kita kali ini, he... Semangat, kekompakan, do'a, dan antusiasme adalah modal tuk meraihnya, dengan  satu keyakinan There is will, there is a way. So, we can do that! Right...???
Tak terpungkiri bahwa suatu kisah menjadi semakin indah ketika perpisahan itu akan tiba, karena kita akan sadar bahwa kisah itu begitu berharga. Hiikkss…

Tuk yang terakhir salam santun kami ucapkan untuk semua Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri 1 Kraksaan. Tak ada kata yang mampu terucap kecuali maaf dan terima kasih yang terdalam kepada semua Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing kami dan bersabar atas ulah-ulah nakal kami. Kepada Ibu Puji Utami, S.Pd. selaku wali kelas kami, kami ucapkan banyak terima kasih, matur nuwun, atas bimbingan dan nasehat Ibu, dan tak terlupa kami minta maaf atas segala hal dari kami yang pernah membuat Ibu kecewa. Jazakumullah Khairan Jaza'. Semoga Allah SWT. membalas kebaikan Bapak dan Ibu Guru dengan yang lebih baik.

Mohon sertakan kami dalam do'a Bapak dan Ibu Guru agar ilmu kami bermanfaat, dan semoga kemudahan senantiasa menghampiri kami dalam meraih impian indah di sepanjang usia. Aamiin.
Salam Combocand'z…!!! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh…  [Ulya]

MENGENANG CINTA DI BALIK GUA





MENGENANG CINTA DI BALIK GUA

Mereka berjalan beriringan, berdua...ehm!  Lelaki itu sungguh tegar dalam langkah kaki menyusuri jalan menuju Yatsrib ke Utara. Rasa was-was akan intaian musuh tak jua sirna, namun jelas tergambar pengabdian dan cinta yang selalu teriring dalam tiap desah nafasnya. Sesekali ia berpindah di depan sang tercinta, khawatir kalau-kalau anak panah mengarah membelah dada. Sesekali ia berpindah di sisi kiri atau kanannya, khawatir tangan terkasih menjadi sasarannya, atau...sejenak kemudian ia menutup punggung mulianya sambil melangkah mundur dan menatap tajam pada tiap sudut senja yang mulai merayapi bumi.

“Ada apa, ya Abu Bakar?” suara terkasih memecah keheningan dalam perjalanan mereka.
“Aku teringat  akan mata-mata, yang siaga selalu dalam tiap gerak buruannya. Maka sesekali aku di depanmu, sesekali di belakangmu, di kanan atau di sisi kirimu. “ jawab jujur Abu Bakar membuat teduh pandangan mata terkasih sembari menyunggingkan senyum tulusnya.
Mereka  lalu kembali terdiam dan terus berjalan membelah senja menuju Gua Tsur. Lelah, payah dan melemah telah sempurna menemani mereka menempuh jauhnya perjalanan menapaki lautan padang pasir. Sunyi malam mulai mencekam, merekapun berniat untuk  istirahat. Tak ada pilihan tempat lain yang paling aman dari intaian musuh kecuali di dalam gua.

Paling aman? Ah,...Tidak! Bisa jadi di gua itu mungkin musuh tak akan pernah menduga bila ada sekelompok orang di dalamnya, apalagi hanya ada dua orang seperti saat itu, Abu Bakar RA dan insan terkasihnya, Muhammad Rasulullah SAW. Karena selain terkenal  berbahaya dengan banyak binatang buas di dalamnya, tak seorang pun akan rela menyerahkan nyawa dengan percuma tercabik tubuh oleh ular berbisa. Tetapi tak demikian halnya dengan mereka berdua yang begitu memerlukan tempat untuk berteduh dari dingin malam dan kejaran musuh. Bahaya pun bahkan tak terhiraukan lagi.

Abu Bakar memeriksa dan membersihkan sekeliling gua, khawatir kalau-kalau ada sesuatu yang membuat Sang Tercinta tak merasa nyaman dalam melepas penat dan istirahatnya. Padahal siapapun hampir dipastikan tak mungkin dapat membedakan seonggok batu atau ular yang sedang bertapa dalam gulita gua dan pekat malam yang menyatu. “Kraaakkk”, Abu Bakar mengoyak kain yang sedang dikenakannya untuk membersihkan sisi dalam gua agar siap ditempati Sang Tercinta. “Kraaakkk”, sekali lagi terdengar Abu Bakar mengoyak kain pakaiannya sebagai alas tidur beliau, sebuah ungkapan cinta yang nyata tanpa kata-kata. Menyisihkan kembali serakan batu yang tersisa, dan ah...belum kelar sampai pada sebuah batu besar, tiba-tiba ujung  jari kaki Abu Bakar terpatuk ular berbisa. Sejenak kemudian lebam kakinya hampir merata. Darah dan racun berbisa itu tercampur mengalir ke seluruh tubuhnya.

Namun Abu Bakar tetap mempersilakan Rasulullah untuk masuk dan segera beristirahat di dalam gua. Subhanallah...sungguh cinta mampu mengalahkan segalanya. Dan benarlah, begitu merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepala di atas pangkuan Abu Bakar, Rasulullah pun terlelap dalam tidurnya, melepas lelah dan kantuk yang tak terelakkan lagi.

Detik demi detik berjalan, dan menit pun berlalu, Abu Bakar bertahan dalam rasa sakit melawan racun yang mematikan itu. Jangankan bergerak, merintih pun ia tak mau, demi menjaga agar Rasulullah tak terusik dalam tidur lelapnya. Urat nadinya membiru dan kaku, detak jantungnya kian cepat membuat nafas terengah-engah hebat. Sesekali ia menahan nafas di antara memar dan sakitnya, perih merambat hingga ke ulu hati, ...tanpa terasa tiba-tiba air matanya menetes karena tak tertahankan lagi. Lalu terlinangkan hingga mengaliri pipinya...dan kemudian terpercikan pada raut wajah Baginda Nabi di pangkuannya. Perlahan beliau pun terbangun dan mendengar isak tangis Abu Bakar yang sempat tertahankan.

“Mengapa engkau menangis, wahai Abu Bakar?” tanya Rasulullah keheranan
“Aku...digigit ular, ya...Rasulullah!”
“Mengapa engkau tidak menceritakannya padaku?” tanya beliau sekali lagi
Abu Bakar terdiam dan menghela nafas

Di balik senyum dan ketegasan Sang Penjaga Pintu




Di balik senyum dan ketegasan  Sang Penjaga Pintu

Hari itu tak seperti biasanya, di dalam sekolah masih begitu sepi lalu lalang siswa tak begitu padat namun terlihat dari senyum mereka suatu kebebasan bahwa mereka lolos dari suatu operasi kerapian, mulai dari atas kebawah tak luput dari pemeriksaan. Satu persatu siswa diperiksa dan jangan harap ada pelanggaran yang lolos, semua akan berhadapan dengan Si Penjaga Pintu Sekolah kita, siapa dia? Abdul Hanan. Ya sosok kelahiran 28 Maret 1968 ini adalah security di sekolah kita yang anak-anak biasa memanggilnya Pak Hanan.

Perjalanan panjang telah dilaluinya sejak 28 Agustus 1995 beliau sudah berkerja di SMK ini, sudah tak terhitung lagi berapa banyak beliau menemukan pelanggaran di sekolah kita ini seperti halnya siswa merokok, minum-minuman keras, pencurian helm dan paling sering dijumpai adalah siswa terlambat. Sungguh tugas yang tak mudah yang harus dijalaninya setiap hari. Bapak yang sekarang tinggal di Bremi kecamatan Krucil ini ternyata sangat mengidolakan Nabi Muhammad loh! Kenapa? Karena menurutnya Nabi Muhammad SAWadalah contoh yang baik yang harus diikuti jejaknya seperti sifatnya yang penyabar, baik hati dan tidak sombong. Oke pak siap…!

Beliau memulai pendidikan di MI Kraksaan. Lanjut ke SMP Wisnu-Kraksaan dan masih semangat menimba ilmu di IKIP dan melanjutkan ke Universitas Panca Marga. Dan tahukah sobat Gema? Bulan Juni ini beliau akan wisuda. Jadi ayo yang mau lihat Pak Hanan memakai toga hitam dengan topi khas wisudawan, datang saja ke aula Universitas Panca Marga, Probolinggo

Seperti pepatah mengatakan “Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan”, suami dari Ibu Mistiana yang tidak lain adalah ayahanda dari Rahmat Hidayat dan Nur Rahmat Agesta ini sedikit mengingatkan kita tentang perpisahan seperti yang sebentar lagi oleh kakak –kakak kita kelas XII. Beliau menambahkan lagi bahwa SMK ini dan seluruh kenangan yang pernah ada akan terpatri dengan tinta emas “Kepada temanku, sahabatku, saudaraku bekerjalah kalian dengan sepenuh hati yang didasari keikhlasan dan semangat juang, dan bagi yang belum menikah, kerja kalian demi masa depan dan juga karir kalian. Cintailah perkerjaan kalian, anggaplah SMK ini rumah kedua bagi kalian, semoga sukses selalu menyertai kalian, juga bagi bapak dan ibu guru yang saya hormati semoga jasa bapak dan ibu dicatat sebagai amal ibadah, dan terima kasih banyak atas kerja sama, dukungan, serta bimbingan yang selama ini bapak dan ibu berikan kepada kami dan saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekhilafan yang saya perbuat selama ini”. Beliau juga berharap pada semuanya untuk:

· Jadikan kedisiplinan itu sebagai urat nadimu
· Jadikan kerapian itu sebagai detak jantungmu
· Jadikan kebersihan itu sebagai penglihatanmu
· Jadikan ketertiban itu sebagai langkah kakimu dan
· Jadikan kejujuran itu sebagai pakaianmu.

Bapak yang suka menu nasi goreng dan hobby olah raga tennis meja ini  mengatakan bahwa “Sebuah keberhasilan itu ditentukan dari berbagai aspek yang salah satunya kita harus pandai membaca peluang usaha, kaitannya dengan bisnis manajemen. Kita diharapkan mampu membuka peluang usaha sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain”

Sebelum kita berpisah izinkan kita untuk mengucapkan banyak terima kasih kita kepada bapak karena selama ini bapak telah mengabdi dengan ikhlas, penuh rasa tanggung jawab dan kami juga memohon maaf apabila kita selama ini mempunyai salah dan khilaf kepada bapak. Tak banyak yang bisa kita perbuat hanya terima kasih dan permohonan maaf dari kami, kami tidak akan melupakan jasa-jasa bapak selama ini, semoga kesuksesan selalu mengiringi karir bapak, Aamiin…

Inspirasiku, Inpirasimu,...Inspirasi Kita



Inspirasiku, Inpirasimu,...Inspirasi Kita

Salam....
Bersikaplah kepada orang lain sesuai bagaimana orang lain memperlakukan kita, itu adalah motto sosok kelahiran 19 Juni 1995 yang sekarang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah kita. Yap bener banget siapa lagi kalau bukan Anggun Nutriawati Sudradjad. Cewek cantik yang punya hobi membaca, jalan-jalan plus mendengarkan musik ini ingin menjadikan OSIS sekolah kita sebagai teladan yang baik dan bisa memajukan SMK supaya lebih produktif dan berprestasi lagi. Wow mulia banget ya sobat. Namun tak sesuai harapan karena banyak masalah yang harus dihadapi seperti halnya proposal yang lama untuk di ACC karena berbagai kendala, SPJ belum lengkap dan sejenisnya. Nah, itu beberapa hambatan yang sering ditemui dalam kepengurusan OSIS kita.
Cewek asli Tulungagung yang sekarang tinggal bersama budhe tercinta di Perumahan Sidopekso Blok S2-3 ini, lahir dari pasangan Bapak Arik Sudrajad dan Ibu Timur Bintarawati S.N, ia anak pertama dari tiga bersaudara yang bercita-cita menjadi wanita karir.

Kakak cantik ini pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Kampung Dalem, Tulung Agung yang kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tulung Agung dengan membawa prestasi pernah menjadi tim Paduan Suara di acara PGRI Nasional. Nah setelah lulus dari bangku SMP dia melanjutkan pendidikannya di SMKN 1 Kraksaan tercinta ini. Dan dia memilih jurusan Multimedia (MM) karena dia sangat menyukai Broad Casting yang sejalur dengan Multimedia.

Kakak yang nge-fans dengan Kevin Aprilio dan Lunatarashyngu ini berharap jika sudah pergantian jabatan ia akan di gantikan oleh penerus yang berjiwa pemimpin, mempunyai kesadaran dan keberanian untuk menyampaikan aspirasi siswa untuk  kemajuan sekolah kedepannya. Kakak yang mengidolakan Pak Samsul, Pak Anang dan Ibu Nurini ini juga menyukai Ekstra Kurikuler PMR lho... karena menurutnya prinsip-prinsip di PMR itu menyentuh hati nuraninya untuk bisa membantu sesama. Wow, keren!!!

Nah cewek yang baru-baru ini menyelesaikan prakerinnya mengaku mendapatkan banyak banget pengalaman lho, contohnya dia lebih mengenal dunia kerja yang sesungguhnya, dan sangat menghargai waktu.

Saat ini dia mempunyai mimpi untuk melanjutkan pendidikannya di UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta) dan ia ingin mengambil jurusan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) semoga keinginannya terwujud ya kak..... Amin. Dan satu lagi nih, pesan dari Kak Anggun, siapapun yang merasa ingin mengkritik atau mempunyai saran buat OSIS, bisa menghubunginya di nomer ini yha 085645890430 atau bisa langsung menghubungi Facebook kak Anggun di Anggun Nutria.
[Nuraini-Vera, Red]

Gurit Langkah Annisa



Gurit Langkah Annisa
Annisa adalah satu- satunya harapan keluarga kita. Mengertilah nak, hanya dua hal yang harus Annisa pilih. Menerima panggilan untuk bekerja di perusahaan itu atau menindaklanjuti panggilan beasiswa kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Keinginan Annisa untuk belajar di pesantren belum bisa menjadi pilihan ketiga, Annisa masih bisa belajar ilmu agama meski bukan di pesantren. Annisa harus memilih, bukan hanya berdasarkan pertimbangan Annisa sendiri, melainkan  dengan mempertimbangkan masa depan Annisa dan keluarga, juga kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi kedepannya”.
Kalimat terakhir Ibu siang tadi terus berputar-putar dalam benakku. Aku membungkukkan badan. Dua tanganku menyatu pada betis yang kini menempel di dada. Aku termenung. Semilir angin membuatku semakin sulit mengambil keputusan. Ya Alloh, kepadaMulah hamba ini mengadu. Berilah hambaMu ini petunjuk. Akhirnya kuputusakan untuk sholat istikhoroh malam nanti. Insya Alloh.
Pukul 22.00, malam telah larut. Langit perlahan seakan diliputi kegelisahan yang sama dengan hatiku. Tapi rasanya begitu sulit bagiku untuk bergegas memperbaharui wudhu' untuk sholat istikhoroh. Tanganku masih asyik dengan nashroh (teks/ handout) kajian bulan lalu. “Menjemput kemuliaan dengan dakwah” judul kajian itu yang kini begitu menyihirku.
Alhamdulillah, dalam usia remajaku. Aku berusaha belajar untuk mengenal islam lebih dalam, dengan mengikuti berbagai kegiatan kerohanian sekolah, aktif di berbagai forum pemuda dan pelajar muslim, halqoh dalam berbagai harokah dakwah, juga berusaha untuk mengikuti taklim rutin tiap minggunya. Hingga hari ini. Meski kadang kesibukan- kesibukan itu sedikit harus kuperjuangkan izinnya dari Ayah dan Ibu.
Begitupula kali ini, jujur aku memang sangat ingin melanjutkan kuliah keperguruan tinggi, kuliah dengan disiplin ilmu Bahasa Inggris yang sangat ku suka. Tapi akhir- akhir ini kecenderunganku berubah. Aku tertarik pada sebuah brosur yang baru kudapatkan ketika  mengikuti kajian bulan lalu. Ada dorongan yang begitu kuat untuk aku belajar di tempat itu. Sebuah nama yang mungkin asing untuk disebut sebagai pesantren. Ialah Ma'had Pengembangan dan Dakwah.
Ku langkahkan kaki untuk berwudhu'. Sholat istikhoroh ku tunaikan, lalu kupanjatkan pinta padaNya. “Ya Alloh, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan saya tidak berkuasa, Engkau Maha Mengerti dan aku tak mengerti sesuatu apapun yang ghaib bagiku. Maka jika menurut Engkau sesungguhnya menjalani kuliah di universits Gajah Mada adalah baik bagiku, maka takdirkanlah aku untuk menjalankannya. Dan jika ada sesuatu yang lain yang lebih baik bagiku untuk agamakau, akhiratku, dan duniaku maka takdirkan untukku. Aamiin...” Pintaku dengan tangan tertengadah.
Malam kian bertambah larut, tubuhku terkulai dalam hamparan sajadah. Hingga ku tersadar ketika mendengar suara Ibu membangunkanku untuk sholat Lail. “Maasya Alloh, Alloh...” lirihku.
 “...Mengertilah nak, hanya dua hal yang harus segera Annisa pilih. Tentang masa depan Annisa, juga keluarga kita nantinya...” kata- kata itu terngiang kembali , kali ini lebih tegas dan serius. Sinar dhuha menambah pencerahan bagiku untuk mengambil sebuah keputusan, tentu juga mimpiku semalam. Kulangkahkan kaki untuk menghadap Ibu dan bapak.
 “Alhamdulillah, Insya Alloh Annisa sudah punya keputusan Ibu. Keputusan yang tidak hanya berdasarkan pertimbangan Annisa saja, tapi juga dari petunjuk Alloh lewat istikhoroh Annisa. Bismillah,Insya Alloh Annisa akan melanjutkan study Annisa, dan merelakan panggilan kerja itu untuk orang lain yang sudah lebih siap bekerja dibanding Annisa. Annisa akan melanjutkan proses beasiswa Annisa di UGM, Insya Alloh jika beasiswa Annisa lulus. Dan pada hari Sabtu-Ahad Annisa juga akan terus mencari ilmu di pesantren itu, di Ma'had Pengembangan dan Dakwah Daarul Robbaniyyun dengan mengambil disiplin Ilmu Pendidikan Anak. Semoga Alloh dan Ibu meridhoi keputusan Annisa ini. Insya Alloh Annisa akan berusaha untuk mendapat prestasi yang terbaik pada dua disiplin ilmu yang berbeda”. Diplomasi ku berjalan dengan penuh keyakinan. Kurasakan kesejukan hati karena sebagian jendela telah terbuka. Kini tugasku adalah mewujudkan mimpi-mimpi itu. Pekikku dalam hati. Insya Alloh.
***
Kesunyian... inilah yang beberapa hari ini tampak dari sikap Ayah. Beliau memang lebih cenderung mengharapkan ku untuk memilih menerima panggilan kerja itu. Sedih sebenarnya melihat guratan kekecewaan dalam wajah beliau. Tapi, insya Alloh aku memilih jalan terbaik. Aku memilih untuk didoakan seluruh makhluk ketika akan memulai hariku. Betapa aku merasa ilmu yang ku miliki masih teramat sangat sedikit. Kelak dengan ilmuku, aku ingin menjadi perantara Alloh membahagikan Ayah dan ibu, menjadi perantara Alloh untuk bersama menuju SurgaNya yang dibawahnya mengalir sungai- sungai. Bila ku pandang wajah ibu, hijau warna surga itu kian makin tampak indahnya. Ibu, betapa ia selalu mendukung keputusan yang akan aku perjuangkan.
***
 “Bagaimana keputusanmu nak? Tanya Bunda selepas acara halqoh suatu sore. (Bunda adalah murobbiyahku yang sudah ku anggap  orangtua ku sendiri, tentunya setelah ibu”).
 “Bunda, insya Alloh rangkaian perjuangan telah Annisa persiapkan. Annisa akan hidup dalam bingkai dakwah dan syariat islam yang lurus, Annisa akan belajar di pesantren itu, dan juga akan memperjuangkan beasiswa kuliah di UGM. Insya Alloh Annisa akan berusaha maksimal untuk mencapai cumlaude pada dua disiplin ilmu yang berbeda. Jarak tak menjadi halangan kan bunda, yang penting masih sama- sama wilayah Yogykarta. Bunda, Annisa mohon ridho, do'a dan dukungannya ya?” Senyum mewakili semangatku yang begitu menggebu.
 “ Insya Alloh, semoga Alloh meridhoi usahamu, dan memberikan maslahat atas semua pilihan dan jejak langkahmu. Anakku, hiduplah dalam dakwah. Yang kelak karena dakwah itu kau bisa membuat sebuah perubahan.Untuk dirimu sendiri, keluarga,dan masyarakat luas. Yang kelak dengan ilmumu itu engkaupun bisa menjadi seorang Da'iyah. Mencetak generasi ribbiyyun seperti cita-cita Ma'had Daarul Robbaniyun yang akan kau tempati. Bukankah tak ada pekerjaan yang lebih mulia dari berdakwah dan mengajar? Karena ia adalah pekerjaan para Nabi dan Rasul. Yang kelak dengan dakwah itu, pahalamu akan terus menganak sumber tiada batas. Ya, dakwah adalah hak-wajib setiap manusia. Maka jadikanlah langkah- langkahmu di kampus sebagi bagian dari dakwah itu pula, yang kelak dengan ilmu itu kau juga bisa mendapat ilmu lebih banyak dari waktu dua harimu di pesantren. Meski seakan tak seimbang antra 4 banding 2, yakinlah akan bimbingan Alloh. Karena Dia Maha mencukupi dan Menggenapi apa yang kurang menurut manusia. Insya Alloh.”
Kata- kata bunda membuatku semakin tergugah. Ya,dakwah. Kata baru yang begitu menyihirku. Aku ingin berdakwah! Yang dengan dakwah itu aku bisa bermanfaat untuk orang lain. Akupun berkata pada diriku sendiri, “Kelak dengan dakwah aku akan mengelola lembaga Pendidikan . Amin Ya Robb

Saturday, February 18, 2017

Happy birthday to you, Barokalloh


Happy birthday to you, Barokalloh
Akupun Cuma manggut-manggut menanggapi keseriusannya
“Baiklah aku harus segera ke masjid, dan jangan lupa tampil  yang terbaik untuk sekolahmu” ucap Filo akhirnya
Hem,,, sempat sich ku berpikir hampir tak pernah benar jika aku bersama dia, memang aqidahku tidak sama dengannya. Beberapa menit lomba berlangsung dan selesai hingga sore hari. Dari informasi yang aku terima keesokan harinya, ternyata aku bisa mendapatkan juara. Tapi rasa sedih yang muncul di hatiku karena selama 1 minggu ini aku menunggu komunikasi dari Filo yang tidak ada respon sama sekali. Ketika itu tanggal 02 Januari aku mendapat kabar , aku mencoba untuk melupakannya karena aku mengira dia bukan sahabat yang cocok untukku. Beberapa hari setelahnya, aku mendapatkan kiriman kado dari pos yang tertera tulisan “Happy birthday to you, Barokalloh…”, aku baru ingat jika hari itu adalah Ultahku yang ke 19 tahun, di dalamnya terdapat gaun jilbab (gamis) beserta hijab cantik, berwarna hijau, sebelumya aku tak tahu siapa yang mengirim kado itu. Pesan singkat yang muncul di Hpku yang berisi:
“Aku akan bahagia jika kau mau memakai gaun itu, dan berlaku layaknya gadis yang aku ceritakan padamu kemarin. Percayalah padaku, jilbab merupakan tanda keimanan, kemuliaan, ketakwaan,  kesucian, dan melindungi wanita. Janganlah ragu, hijrah menuju kebaikan itu hal yang diutamakan. (Salam Ukhwah, Filo).
Hari demi hari aku terus berusaha supaya bisa menjadi wanita muslimah dan meninggalkan sifat ke-tomboi-anku ini, entah bagaimana caranya?” ungkap hati mencari-cari. Suatu ketika aku bertekat menghubungi dia lagi, walau awalnya aku pernah berjanji tidak akan ganggu dia lagi… melalui pesan singkat aku kirim padanya:
“Assalamu'alaikum, Filo aku bingung. Aku ingin berubah menjadi lebih baik, tapi bagaimana???”
Husna.
Aku tak menyangka kalau dia akan menjawab pesan singkatku, dengan kata-kata:
“Wa'alaikum salam ukhti, kenalkan temanku, Najwa”
Tok..tok..tok.. terdengar pintu rumah ku terketuk, Subhanallah…anggun nian penampilannya dengan gaun panjang yang hampir menutup seluruh tubuhnya.
“Salam, apakah Anda Husna?”
“Salam, eh,…ya…aku Husna, siapakah gerangan?
“Kenalkan aku Najwa, shohabat karib Filo.
“Owww…?aku melongo melihat malaikat ayu itu, dan seketika aku faham bahwa Filo mengirimkannya padaku untuk bisa membuatku lebih baik…”
Setahun aku belajar bersama Najwa, dia yang selalu membimbingku hingga aku menjadi seperti ini. Tak lupa ucapan syukur kepada Tuhanku yang telah mempertemukan aku dengan “Ummi” sebutan guru (tutor) ku sebagai pendiri Pesantren tempat aku menimba ilmu.
Ketika Pesantren mengadakan acara HARLA atau yang biasa dikenal dengan Hari Lahir Pesantren, kebetulan Ummi mengundang semua alumni akhwat maupun ikhwan. Sehingga tak menutup kemungkinan saling bertemu antara laki-laki dan perempuan seperti halnya Najwa, Filo dan termasuk aku juga. Timbul dialog:
“Salam, Najwa. Bersama siapakah kau?”
“Salam, ternyata kau Filo. Bagaimana kabarmu?”
“Alhamdulillah, sehat. Kemana Husna?
“Ada apa Anda mencari saya?”tegasku tanpa tahu sebelumnya, bahwa yang memanggilku adalah Filo
“Subhanalloh… benarkah ini kau Husna? Masih ingatkah kau padaku?”
“Ya, aku Husna. Dan aku masih ingat kenangan ketika ku menjadi rivalmu kemarin” Jawabku polos menghapus penasarannya.
“Oya Naj kita harus segera pulang! Tidak baik berlama-lama disini, lagi pula acaranya telah usai” Pintaku membisik pada Najwa
“Sebentar Hus, aku masih belum ingin pulang”
Seketika muncul keherananku, apa yang terjadi dengan  Najwa? Tak biasanya dia seperti ini?
Apakah mungkin dia ada sesuatu dengan Filo?  Ah…, cepat-cepat kutepiskan suudzonku, dan…memang itu tak penting bagiku mempertanyakannya. Akhirnya aku kembali ke rumah kost-an tanpa basa-basi melanjutkan komunikasi dengan dia karena aku maklum akan perhatian Najwa pada Filo.
Beberapa hari setelahnya, sejak Filo selalu datang menemui Husna aku merasakan perasaan aneh dalam hati ini, kenapa tiba-tiba dia datang dalam mimpiku? apa mungkin ini pertanda aku pun ada sesuatu juga  padanya?
Ya Allah, bagaimana ini? Mungkinkah Kau meridhoi aku tuk melupakan “rasa” ini padanya? Tak mungkin aku berharap seseorang yang juga diharapkan oleh sahabatku. Dan tak boleh aku teperdaya akan adanya cinta ini. Atau kalau tidak aku akan merasa rugi karena tidak dapat menerapkan ilmu yang aku peroleh terutama tentang pergaulan antara laki-laki dan perempuan.. Aku harus yakin rasa cinta itu memang fitrah yang diberikan oleh Allah kepada setiap insan, namun akan menjadi sangat spesial jika aku bisa memporsikan dengan keadaanku sekarang  dan tidak menjadikan setan tertawa akan keputusan yang ku ambil nantinya.
Mungkin itu yang dapat kujadikan dasar bahwa cinta tak harus memiliki karena cinta sejati adalah bagaimana kita berkorban dalam format garis Ilahi. Ah,...terima kasih Tuhan, telah Kau berikan aku waktu untuk mengenalnya tanpa harus melupakanMu dan terima kasih atas kekuatan yang telah Kau berikan untuk sebuah keputusan, ijinkan aku untuk melupakannya…
[SHIECZA's 96:Red]

TUHAN… IJINKAN AKU MELUPAKANNYA…


TUHAN… IJINKAN AKU MELUPAKANNYA…

Bruaaaccckkk.... ku banting pintu kamarku, pertanda suasana gerah kini terus tergoreskan kepahitan hidup yang selalu membelenggu hatiku. Begitu suram, begitu pahit  rasanya hidup ini... bosan dan sangat bosan terus beranjak tegang dalam jiwa, yang ku pikir rumah hanyalah tempat aku melampiaskan kesedihan dan selalu menyesakkan pikiran mengenai hal yang tak dapat mengontrol emosiku, sungguh jauh dengan persepsi yang selama ini aku ilustrasikan. Banyak orang mengangagap rumah bagai surga dunia namun bagi ku tidak. Betapa ingin rasanya aku hidup cukup dan tak perlu kaya tapi orang tua s'lalu menemani dengan kasih sayang penuh  terhadap ku, hamper tak pernah aku rasakan manisnya suatu kebahagiaan  walau kebutuhan yang begitu mewah namun seringkali terbengkalai, walaupun dapat mengukir prestasi di sekolah,,, kesenangan itu hanyalah sementara, seolah-olah duka selalu menemaniku. Ricuh, sibuk, dan, ah… kata-kata apa lagi yang cocok untuk mengometari kegiatan orang tuaku???

Terhanyut mimpi indah di suatu malam ketika tertidur di pinggir kolam, laksana kehidupan nyata yang baru terwujud dalam kebahagian yang mampu mengubah kesedihan yang berlarut lama selama ini dengan motivasi sahabat khayal ku... mimpi itu bercerita aku kan bahagia di alam luar dan hanya sebuah pesantren terkenal yang ku ingat dalam mimpi itu. Ahhh… masa bodoh, begitu naif harapan ini, mungkin karena aku sangat mengaharapkan kedatangan kebahagian itu hingga terbawa mimpi. “Bukankah manusia hanya bisa berusaha sedangkan Alloh yang menentukan? Dan apakah Alloh telah menggariskan  jalan hidupku untuk terus bersusah hati? Tanpa meraih kebahagian???”

“Tidak!!! Begitu salah pertanyaanku ini...” perkataan hati yang terus berdebat. Kini mulai reda ketika aku memikirkan rencana masa depanku kelak. Pasca UNAS aku harus berhasil lulus dengan nilai memuaskan, ku harus bertekat tuk melanjutkan sekolah dan tinggal di asrama dengan biaya ku sendiri... lebih-lebih mendapatkan bea siswa dari sekolah.  Di satu sisi aku merasa pilu dengan keputusanku ini ketika datang hari dimana aku harus memutuskan meninggalkan tanah kelahiran atau mencari ilmu kendati pun jauh dari rumah...  namun orang tua tidak mengijinkan kepergianku. Aku tidak menyangka sebelumnya jika aku akan mendapatkan penghargaan masuk ke sekolah impian dan  bisa tinggal di asrama yang famous itu…. Rahasia Tuhan semoga dapat ku ambil hikmahnya.

Suasana sepi saat ku berada di dekat kolam Hp bergetar dengan tiba-tiba dan menandakan sebuah pesan singkat yang memberikan  kabar gembira padaku bahwa besok aku kan diberangkatkan untuk mengenyam pendidikan di luar sana, sehingga tepat pada malam itu juga orang tuaku datang dari luar kota, jadi kesempatan ini aku manfaatkan untuk membicarakan berita ini secepatnya pada mereka, yang tiba-tiba tak terasa air mataku menetes dan mengatakan “besok aku  berangkat ke bandara, aku akan meninggalkan rumah, selama 3 tahun, mungkin dengan begini ayah dan bunda bisa bekerja dengan serius tanpa memikirkan kehidupanku lagi ataupun lebih serius dari hari- hari kemarin. Mereka tidak melontarkan satu katapun terhadapku.  “Apakah ini tandanya kalau orang tua tidak sayang pada anaknya?” filingku berkata. Dan aku berangkat dengan             sahabatku Reno.

Dia berjanji akan menjagaku di sana, aku merasakan kehidupan baru setelah 1 tahun aku berada di negeri orang yang sebelumnya aku tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaanku ketika berada di rumah. Aku selalu sendiri, Reno (sahabatku) jarang menemani bahkan tak pernah menemuiku di asrama karena ia selalu sibuk dengan kegiatan organisasi di asramanya, 3 semester lamanya aku tak bertemu dengannya sehingga hubunganku dengan Reno semakin tidak terkontrol, aku bersyukur masih mempunyai teman selain Reno yang sangat akrab denganku, Filo namanya.  Aku sangat terkesan mengenalnya ketika di sekolah mengadakan pertandingan pencak silat yang pada saat itu dia yang menjadi perguruan rivalku ternyata aku kalah, sejak itu aku ingin lebih banyak lagi belajar tentang pencak silat yang ia milliki tapi… rasa aneh muncul di benakku ketika megetahaui dia adalah salah satu santri pondok pesantren terkenal di samping asramaku, “sangat aneh” menurutku. Dan aku sangat gengsi bergaul dengannya karena keadaanku sekarang yang tidak bisa berperilaku layaknya gadis feminim lainnya di asrama.

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa aku telah melangkahkan kaki menuju kelas yang lebih tinggi dimana aku akan menghadapi ujian yang nantinya akan menentukan lulus atau tidaknya diriku. Saat itu aku mengikuti lomba keterampilan siswa (LKS) dimana dengan begitu aku harus menjadi siswi teladan di asrama. Ia pun demikian, lagi-lagi Filo yang jadi rivalku, aku senang bisa bertemu langsung dengannya karena pertemananku dengannya sebalum ini hanya sebatas komunikasi melalui dunia maya (Hp dan Facebook). Sorotan matanya juga terlihat perasaan senang ketika bertemu denganku sehingga aku melangkahkan kaki dan menyodorkan tangan untuk berjabat tangan sebagai tanda kegembiraan bertemu dengannya, tapi dia tak mau memberikan tangannya padaku, hemm… hanya menyampaikan komunikasi non verbal untuk tidak berjabat tangan denganku, aku tahu maksudnya “maklumlah dia anak pesantren mungkin karena aku bukan mahrom baginya yach... jadi malu dech“ ungkap hatiku. Meskipun dia dari lembaga lain, dia tak henti – hentinya untuk memberi motivasi padaku dalam lomba itu.

“Assalamu'alaikum Husna?”
“Wa'alaikum salam, hai Filo, mau kemana kau?” (sambil menepuk pundaknya)
Melihatnya tanpa reaksi dan ekspresi, aku pun tersadar akan kejahilanku
“Jangan biasakan!” jawabnya singkat

Yang Menjadi Kenangan

Yang Menjadi Kenangan

Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun lewat penuh arti.
Entah apa makna dari waktu bagi perjalanan ini. Dan kini apa yang selama tiga tahun kita jalani semuanya telah berakhir. Betapa adilnya Allah menciptakan pertemuan dan perpisahan.
Sepi mulai menghampiri menyeruak dalam pekat pagi
Lari menyongsong helaian kabut yang tersembunyi di pucuk-pucuk mimpi
Hari ini dan esok
Tak ada lagi langkah kaki itu
Tak ada lagi kedisiplinan itu
Tak ada lagi kata-kata bijak yang selalu membuat kita terinspirasi
Tak ada lagi kebaikan dan ketulusan bagi yang rela berbagi ilmu
Tak ada lagi senyum dan candaan para sahabat
Tak ada lagi kebersamaan kita untuk berjuang meraih mimpi
Tak ada lagi keramaian dikantin yang selalu diserbu saat jam istirahat
Tak ada lagi candaan saat upacara
Tak ada lagi tamparan/pukulan yang melayang dari guru-guru yang menghentikan kelakuan nakal kita
Tak ada lagi hukuman ketika telat datang kesekolah
Tak ada lagi kisah cinta yang kadang menyakitkan dan menggelegar
Tak ada lagi kepanikan karna belum mengerjakan tugas
Tak ada lagi kepulan asap yang terlontar dari mulut sang penghisap tembakau
Tak ada lagi suasana konsentrasi belajar yang tegang
Tak ada lagi bolos saat pelajaran
Tak ada lagi razia rambut hingga kabur-kaburan seperti buronan
Dan tak dapat kembali kami merapikan baju yang belum rapi
Kini hanya tinggal sepi yang merasuk kita.
bersama  lembaran kenangan cerita masa lalu yang terbawa di masa tua
tak bisa lagi kita mendengar suara teman-teman yang selalu membuat ricuh dan gaduh
Tak bisa lagi kita melihat tingkah lucu teman-teman yang selalu membuat kita tertawa ataupun kesal
Sobat….kenanglah hari ini, hari yang takkan bisa terulang lagi
Ucapkan apa yang ingin kalian ucapkan
Maafkan jika terdapat kesalahan
Ungkapkan jika ada cinta terpendam
Bukan dendam yang berkepanjangan
Kejarlah seluruh cita-citamu dan jangan pernah menyerah
Untuk mendapatkan apa yang kalian mau
Berikan senyuman terbaikmu
Demi jiwa yang tenang
Demi masa depan yang cemerlang
Demi kelas kita yang tersayang
Dan demi guru kita yang penyayang
Satukan tekad kita untuk meraih mimpi
Dan katakan pada dunia bahwa ..
K I T A    B I S A!!!

Daddy Doesn't Know


Daddy Doesn't Know

Harus berapa kali aku menahan getir seperti ini. Dan pernahkah aku mengatakannya pada orang lain? Semua ini aku rasakan sendiri. Aku tak habis pikir dengan pola pikir ayahku. Kalau ini yang beliau maksudkan untuk merubahku menjadi sosok yg mandiri, ayah salah. SALAH!
Aku hanya bisa memandang mobil ayah yang melaju melewatiku dangan pandangan getir. Setidaknya ia membunyikan klakson lah untuk menyadari keberadaanku. Aku jelas-jelas berdiri di dekat mobilnya yang terparkir, pura-pura hendak menyeberang. Aku bahkan berkali-kali melirik pada ayah dan ibu tiriku yang masuk ke dalam mobil dengan wajah ceria. Namun reaksi ayahku sungguh di luar dugaan. Beliau malah melengos, dan melewatiku seolah-olah aku tak ada. Apa ini hidup yang harus aku jalani?
Ini contoh lain lagi.

“Apa maksudmu tinggal di rumah ayah? Bukannya di rumah nenek lebih enak? Lebih dekat pula dari sekolah. Tidak usah yang aneh-aneh lah.” Kata ayahku saat aku pernah meminta untuk kembali tinggal di rumah ayah. Saat ini aku memang tinggal dengan nenekku. Yah, memang sih alasan ayah cukup logis. Tapi nada bicara dan ekspresi wajah ayah membuatku gusar. Seakan-akan beliau sma sekali tak ingin dekat-dekat denganku. Seakan berusaha sekeras mungkin supaya aku tak sering-sering bertemu dengan beliau. Waktu itu saking marahnya aku menangis, ya aku menangis. Padahal aku bisa dibilang bukan anak yang cengeng dan mudah menangis. Aku benar-benar tak tahan lagi. Mengapa ayahku begitu membenciku? Apa memang permintaanku kah yang muluk-muluk?
“Wajar kok seorang anak ingin tinggal dengan orang tuanya, bahkan wajib lho Sera! Benar-benar keterlaluan.” Begitu komentar sahabatku, Widya saat aku menceritakan kejadian itu. Menurutnya, pendapat ayahku lah yang tidak masuk akal. Aku hanya tersenyum dan menepis anggapannya itu. Mungkin saja ayahku memang ingin aku lebih mudah ke sekolah. Dan lagi pula, ayah bekerja di luar kota, tepatnya di Jakarta. Itupun kadang-kadang beliau harus pergi ke luar negeri.

Tapi... tetap saja aku hanya ingin ayahku. Aku tidak butuh apapun kalau aku bisa dekat dengan ayahku. Dan kini…seolah-olah beliau bukan ayahku, melainkan ayah orang lain. Ini salah siapa sih? Salah ibu tiriku, begitu? Ini bukan kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Ini kisahku dan AKU mengalaminya sendiri. Puncak kekesalanku terjadi saat ibu tiriku memarahiku hanya karena aku diam-diam pergi ke rumah ayahku. Bukan benar-benar pergi ke rumah ayah, aku hanya mengunjungi tetanggaku di sana. Dan tetanggaku itu menceritakan semuanya yang terjadi di rumah ayahku.
“Apa jadi masalah buatmu kalau kamu tidak diizinkan tinggal di rumah kami? Apa kamu sebegitu serakahnya sampai-sampai kau harus memiliki semuanya? Jangan pernah mencampuri urusan kami lagi.”

Apa? Apa itu benar-benar perkataan yang keluar dari mulut ibu tiriku? Apa ini perkataan yang ia ucapkan pada anaknya? Hah, bahkan ia sama sekali tak menganggapku anaknya.
Aku benar-benar telah jauh dengan ayahku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ingin membencinya, ingin sekali. Aku ingin lenyap dan melupakan semuanya. Ya Rabb, inikah takdirku? Mengapa aku tak bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah dengan sewajarnya? Kenapa pula Engkau harus mengambil ibu yang amat sangat kucintai? Aku tak punya pelindung yang bisa memelukku di saat-saat seperti ini. Ayahku tidak akan pernah tahu, beliau tidak akan pernah mengerti semua yang kurasakan. Aku memang durhaka, Allah pasti sedang murka padaku saat ini. Begitu terucap sumpah serapah dari bibir ibu tiriku dan berkata bahwa ayahku selama ini membenciku, duniaku terasa rapuh. Aku tidak tahu apa yang harus aku pertahankan sekarang. Aku tidak tahu lagi mana yang benar. Kenapa, kenapa ayahku sendiri tega membenciku? Apa salahku? Apa ayah masih belum memaafkanku karena kepergian ibuku? Aku hanya bisa menangis dalam sujudku, memohon belaian kasih dari Sang Pencipta.

Esoknya, aku tersentak begitu melihat kalender. Hari ini hari ulang tahun ayahku. Apakah kami bisa melewatkannya bersama-sama dengan memancing bersama seperti dulu? Aku tersenyum getir. Mungkin kami tidak akan pernah bisa melewati momen mengesankan seprti itu, walaupun diam-diam aku berharap. Jadi kuputuskan untuk membeli kado saja. Aku tidak mau dianggap sebagai anak durhaka. Aku sangat mencintai ayahku. Walaupun ayahku sendiri membenciku, aku tetap akan menunjukkan baktiku. Sepulang sekolah, aku berhasil mendapatkan sebuah hadiah yang kubeli di sebuah pusat perbelanjaan dekat sekolahku. Harapan berbuncah di hatiku, firasat mengatakan ini mungkin adalah hadiah terakhir yang bisa kuberikan. Hadiah berupa sebuah figura dengan foto keluargaku. Aku, ayah, dan ibu. Foto masa kecilku dulu. Aku tersenyum menatap hadiah yang sudah terbungkus indah di tanganku. Tak ada yang bisa kupikirkan. Aku hanya ingin ayahku bahagia di hari ulang tahunnya. Aku ingin ayahku memedulikanku, walaupun sedikit. Tak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Segala harapanku melayang, seperti jiwaku yang melayang menembus langit biru. Hatiku sehancur hadiahku yang teronggok di trotoar. Melihat tubuhku berbaring di jalan dengan terbalut darah dan dikerumuni orang-orang, membuat hatiku pilu. Dad doesn't know how much I love him. I always love him. Aku tidak akan pernah bisa membencinya, aku tahu itu. Sampai kapanpun, aku selalu berharap ayahku berhenti membenciku... [Diah: XI APk1]

HARI BARU TELAH TIBA


Rembulan tenggelam
Berganti mentari bersinar
Hari baru tlah datang menjemput
Secerah mentari, semanis embun pagi, ku sambut..
Sebuah angkasa luas
Dimana jiwa mengepak bebas
Hati lepas menembus batas
Bawalah imajinasi terbang
Bawalah angan melayang
Jajaran pohon menyambutku
Namun masa itu tak kan pernah tenggelam
Sebuah cerita yang tak kan tertelan waktu
Sepenggal kenangan yang slalu terukir
Mengukir kisah demi kisah
Yang terkotak dalam kenangan seragam ini
Slalu setia diesok hari
Senin hingga sabtu hari
Kenangan hayat tak terlupakan
Meski sedikit kebahagiaan ku kini
Rasanya hambar tanpa masa itu
Entah bagaimana mengungkapkannya
Hmmm..
Aku tak sanggup dengan semua ini
Aku takut berpisah dengan kalian
Ku ingin mengulang masa itu
Merangkul erat tangan kalian
Ku genggam dan tak ingin ku lepaskan
Hanya saja semua itu tak mungkin
Semua ini kan terobati
Jika aku, kau, kita, kalian dan mereka telah tahu arti hidup yang sebenarnya
I will be missing this moment

[HELA]

Semua Tentang Kita

Semua Tentang Kita

“Kita mengenal bukan untuk saling melupakan,
tapi kita mengenal untuk di kenang, untuk selalu di ingat”.

Aku akan rindu senyum itu, aku akan rindu tawa itu, aku akn rindu wajah itu, aku akan rindu sosok itu. Saat dimana kita bersama, tertawa, menangis, merana, marah dan semua rasa yang beraduk menjadi satu. Tak akan lagi ku dengar suara riuh saat pena tercoret di atas kertas, tak ada ada lagi canda tawa saat jam kosong. Tak ada lagi perselisihan antara kau, dia dan aku, kita semua terpisah di sini, dan terkumpul di sini. Masa-masa yang indah tentang “PUTIH ABU-ABU” yang tersirat di benak ini. 

Waktu yang bergulir begitu cepat, membuat kita harus berpisah, ya…. dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan, dimana ada canda tawa di sana pasti ada tangis yang memilukan. Masa itu, masa yang memilukan masa akan kehilangan, masa yang jauh tak kan bertemu. Pertengkaran-pertengkaran kecil selalu melengkapi hari-hari kita, cerita-cerita lucu yang dapat menggembangkan senyum. Kenakalan bagaikan anak kecil yang suka berkejar-kejaran. Masa yang indah adalah saat dimana kita menjadi kompak antara satu dengan yang lain. Saat –saat kehilanagan adalah saat satu-persatu teman kelas kita menghilang, meninggalkan bangku mereka yang akan menjadi kosong dan tak berpenghuni itulah seleksi alam. Kebersamaan ini tak ternilai harganya. Tak akan berakhir pula saat Putih Abu-Abu berakhir. kita akan bertemu kembali di lain waktu, dilain cerita dan lain kesempatan. cerita masih panjang kawan. 

Sekarang saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa menakhlukkannya. Ingat saat kita terinspirasi dan begitu bangganya bercerita keinginan kita. Hayalan yang tersuusun rapi bagaikan telah terlewati keinginan yang menggebu-gebu. Bahkan terkesan amat nyata dan bukan hayalan atau mimpi. Saat kau hamper putus asa mengejar mimpimu, ingatlah kami, ingatlah ceritamu kepada kami, ke optimisanmu pada kami. Kenangan kita, kenangan yang akan melengkapi hidup. berceritalah kembali pada dirimu agar keinginan itu hidup kembali. Bagai api yang membara. “kita mengenal bukan untuk saling melupakan,tapi kita mengenal untuk di kenang, untuk selalu di ingat”. Bayangan kehilangan saat terlepas dar “PUTIH ABU-ABU”. Datanglah pada kita saat kau membutuhkan kita dalam suka maupun duka, karena kita selalu ada di sini untukmu. Kita tak kan pernah mati karna kita tetap bersemayam di hatimu.

Lagu ini untuk semua yang akn terlepas dari “PUTIH ABU-ABU” (untuk kita semua) Waktu terasa semakin kelabu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
*
ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Bangunlah saat kau terjatuh, dan bangkitlah kami di sini ada untukmu, menopangmu saat kau tak dapat berdiri tegak, menuntunmu saat kau tak bisa berjalan, menghiburmu di saat kesedihan melandamu. Tersenyumlah, karena senyummu dan senyum kita semua adalah masa depan yang indah, masa depan yang dinanti- setiap orang dan masa depan yang membanggakan. [Rieza]

Marhaban Yaa Ramadhan



Marhaban Yaa Ramadhan

Subhanallah...
Allahumma  bariklana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna Ramadhan
Terucap syukur akan rahmatMu yang membawa kami bersua kembali dengan bulan jaminan syurga. Masih Engkau ijinkan nafas ini untuk  berhembus hingga kami dapat berjumpa dengan Ramadhan. Kesempatan yang tak'kan bayar dengan rupiah, bahkan dengan ibadah yang kami lakukan. Subhanallah... hanya Engakaulah Yang Maha Berkehendak....

Alhamdulillah... Sobat Gema, saat ini kita memasuki gerbang Ramadhan. Yups, Marhaban ya Ramadhan, Welcome to Ramadhan, Herzlich Willcomen Ramadhan...

Gimana Sobat Gema senang ya dapat bertemu kembali dengan Ramadhan,bulan penuh berkah dan ampunan, bulan yang mengantar kita pada kemenangan nan fitri nanti, bulan yang mendidik kita untuk disiplin, bulan untuk repairing jiwa dan hati kita sebagai hambaNya.
Maha suci Allah yang selalu memberikan hamba-Nya kesempatan untuk meraih ridho  dan ampunannya. Dialah Ar-Rahman Ar-Rahim. Sang pencipta yang tak pernah lelah membimbing hambaNya untuk senantiasa berada dijalan lurus. Subhanallah...

Sobat Gema, ketika kita akan menyambut moment yang kita tunggu-tunggu, moment istimewa apa saja pasti Sobat mempersiapkan segala sesuatunya sedetail mungkin, sesempurna mungkin agar semua berjalan sesuai rencana, iyya khan...?

Laksana seorang climber yang membutuh-kan perbekalan untuk menaklukkan sebuah puncak. Kita pun sebagai ummat islam membutuhkan perbekalan untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang akan mengantar kita pada kemenangan nan fitri nantinya. So, what is that ? Yuuuk...
1. Bekal Ruhiyah. Perbaikan ruh dan hati. Manajemen qalbu. Pebersihan hati dari penyakit-penyakit hati yang akan melemahkan iman, dengan membiasakan diri untuk berdzikir menyebut asma-Nya. Beristighfar, memohon ampunan-Nya

"Barangsiapa yang banyak beristighfar, maka Allah akan menghilangkan kegalauannya dan memberikan jalan keluar atas himpitan hidunya" (HR. Ahmad).

(Nah, tuh khan istighfar dapat mengobati hati yang GALAU... Huuu...) Menjaga shalat 5 waktu, dan mendirikan Qiyamul Lail.Mendirikan Qiyamul Lail secara istiqomah dapat mengokohkan jiwa dan meneguhkan iman, dimudahkan ketika melintasi jembatan sirath serta dimudahkan ketika penghisaban amal di Yaumul Hisab kelak. Subhanallah... So jangan malas untuk mendirikan Qiyamul Lail ya... Jangan malas juga untuk bangun pagi..^_*

2. Bekal Ilmu. Sobat,,, rajin-rajin yaa mengikuti kajian-kajian Islam, siraman qalbu, dan membaca buku-buku yang mencerahkan ruhani. Karena ilmu dapat mencerahkan hati yang kelabu, menegaskan hati yang ragu, dan menggerakkan jiwa-jiwa yang malas. Ilmu yang dapat menuntun kita, mengarahkan hati kita, serta meluruskan pemikiran-pemikiran yang selalu menentang karena sifat yang malas, sehingga dengan ilmu kita dapat mengetahui, memahami, dan mengamalkannya sesuai tutunan Al Qur'an dan Al Hadits. So, don't stop to learn and learn....

3. Bekal Fisik. Sobat,,, seringkali kita meremehkan point ke 3 ini? Iyya kan...? Padahal sebagai ummat Rasulullah SAW menjaga kesehatan adalah hal yang penting agar tetap fit dalam beribadah dan lancar dalam beraktivitas. "Sumber dari segala obat adalah menjaga makanan" (Hadits). Ingat...! 1/3 perut untuk makanan, 1/3 lagi untuk minuman, 1/3 sisanya untuk udara. Eitzz... Jangan malas untuk olahraga ya... Menjaga kebersihan & kerapian penampilan jangan dilupakan juga, Kawaand....!
4. Bekal Harta. Sobat jangan bernegatif thinking sama harta ya. Bukan matrealistis, tapi harta itu tergantung bagaimana kita mengelolanya. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW harta itu digunakan untuk ibadah : bersedekah, beramal, berinfak, zakat, apalagi di bulan suci Ramadhan,,, and harta digunakan untuk mencari rezeki (sebagai modal) untul memenuhi kebutuhan hidup kita.

Namun, antara beribadah dan mencari rezeki haruslah seimbang, tidak timbang sebelah. Kekayaan dan harta jangan selalu diidentikkan dengan hal yang negatif ya, Sobat... Ingat kata Ippho Santosa, penulis 7 Keajaiban Rejeki "Orang miskin mampu berobat, tapi orang kaya bisa berobat, bisa mengobati (menjadi dokter), dan bisa membangun rumah sakitnya. Orang miskin mampu sekolah, tapi orang kaya bisa sekolah, bisa menyekolahkan orang lain, dan bisa mendirikan sekolahnya." So, enak mana? Rasulullah SAW pun orang kaya tapi beliau sederhana. Sebagian harta yang dimiliki beliau dermakan untuk orang miskin dan anak yatim.

Nah, Sobat itulah bekal-bekal untuk menyambut bulan Ramadhan. Bulan yang penuh Rahmat & Ampunan. Semoga bulan Ramadhan kali ini lebih bermakna, beribadah menjadi lebih nikmat, mendobrak hati yang malas, membersihkan jiwa-jiwa yang kotor serta menjadikan kita insan yang lebih baik menuju kemenangan nan fitri. Amin. Wallahu'alam... [@Syifa]

Catatan Akhir Sekolah BAIT-BAIT RINDU UNTUKMU, GURU…


Catatan Akhir Sekolah BAIT-BAIT RINDU UNTUKMU, GURU…

Bu, Yah, mungkin baru kami sadari. Baru kami rasa ketika masa depan tlah sampai didepan mata kami. Setapak lagi kami sudah tak disini, tak bersamamu lagi, tak mengganggumu lagi, tak menggelisahkanmu lagi, tak membuatmu marah lagi, bahkan tak ka nada air matamu lagi, karena kami….

Kadang masih ada rasa tak rela, saat kami dihadapkan pada 1 jenjang yang menciptakan kesenjangan kita, meski masih dalam kurun yang tetap terkenang.
Yah,…kami harus melangkah menuju kedewasaan, meninggalkan saat-saat terindah dalam pangkuan-pelukmu, dulu…
Tentu tak mudah,

Sesuatu yang sudah kita jalani bersama selama lebih dari seribu hari. Merangkai kehidupan dalam  sejuta kebaikan yang telah kau ajarkan, berbalut doa-doa yang tak pernah lupa kau panjatkan….
Tak urung kami membuatmu sakit. Melukaimu ketika 36 siswa tidak ada yang mengerjakan PR. Lebih sering lagi membuatmu marah, saat seminggu berturut-turut nama kami  menghias dinding absensi tanpa izin. Saat kegaduhan kami berpadu di dalam kelas, saat kami lebih asyik NGOBROL SENDIRI di tengah merdunya suaramu ketika menyampaikan materi.
Mungkin kami terlalu bodoh saat tak mampu meghafal sin 30º, atau apa yang dimaksud dengan polusi air, bahkan kami tampak sangat bodoh ketika memasukkan koding insert into bla bla bla saja masih debug.

Namun mungkin, banyak hal yang tak mampu kami ucapkan, selain ingin berlama lama denganmu, bercerita, mendengar nasehat atau sekadar bermain-main dengan kalian. Benar benar terasa saat kami mulai berjalan tanpamu. Kami rindu saat diskusi IPA, memecahkan rumus MATEMATIKA dan FISIKA, mengarang puisi BAHASA INDONESIA, bernyanyi simple past perfect continous, atau berdebat masalah ideology terbuka, bahkan sholat berjamaah saat pelajaran PAI. Serta banyak hal lain serta banyak hal lain yang belum bisa kami bayangkan ketika tak ada waktu lagi untuk kami meminta maaf, pergi tanpa restumu.
Tiga tahun itu terasa singkat.

Guru, …jika boleh kami bicara, ingin kami luapkan semua yang pernah kami rasakan. Sangat bahagia ketika kami bertemu orang tua terbaik sepertimu. Berbagi masalah sekalipun kami bersalah, menyimpan duka meskipun mungkin kau terluka karena kami, namun selalu kau berikan yang terbaik yang kami butuhkan.

Semoga masih ada waktu dan kesempatan bagi kami untuk bercerita kepada semua orang akan indahnya pengalaman terbaik yang membaggakan ini saat menjadi anak didik dari seorang ibu dan ayah yang perkasa nan tangguh sepertimu.

Hanya kata maaf yang dapat kami haturkan, maaf untuk semua tingkah kami yang selalu melukaimu, maaf untuk hari-hari yang selalu membuatmu mengelus dada, maaf untuk segala sikap kami yang kurang berkenan, maaf untuk bening air mata yang pernah kau linangkan.
Dan terima kasih untuk beribu hal terbaik yang kerap kau berikan.
Restui kami, Guru… melangkah dalam emban amanah mengikuti jejakmu. Tanggalkan masa putih abu-abu terindah selama hidup kami. Semoga Allah pertemukan kita lagi dalam pertemuan yang lebih indah dari hari ini. Sekali lagi terima kasih, Guru…
Salam cinta dan rindu kami selalu. [Sherly]

Madu, Semanis Khasiatnya

Madu, Semanis Khasiatnya


Bismillahirrahmanirrahim
Hai!! Sobat Gema…….Mungkin madu sudah tak asing lagi bagi kalian. Dari rasanya yang manis ini tak hanya orang dewasa yang dapat mengelan rasanya manisnya….ngga' ada kan!!! Hampir semua orang suka rasanya . Sumber makanan lebah ialah sari bunga (nektar). Lebah menyimpan madu jauh lebih banyak daripada  yang sebenarnya mereka butuhkan. Lebih menghasilkan madu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana  makhluk lain dialam, lebah juga mengabdikan diri untuk manusia. Seperti halnya sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Kehidupan lebah disarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Rancangan segienam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang , yakni lilin dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-25 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah,” Buatlah sarang – sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan ditempat –tempat yang dibikin manusia “ Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkannya. (QS. An Nahl:68-69) .

Taukah kalian, bahwa madu tak cuma enak dinikmati . Namun juga didalamnya terkandung berbagai jenis enzim, diantaranya adalah diatase, invertase, katalase, peroksidase dan lipase. Madu juga termasuk makanan yang paling Tinggi kadar enzimnya. Enzim- enzim  katalase berperan memecahkan peroksida yaitu suatu  ransom limbah metabolisme ( Radikal bebas) yang mempercepat proses kesatuan.

Maka dari itu tak salah jika dikatakan “ Madu adalah obat dari segala penyakit” Seperti Firman Allah.
“Sesungguhnya ,perumpamaan orang mukmin seperti lebah , ia makan  hal-hal yang baik (sari bunga) ,memberikan madu dengan cara yang baik dan hinggap dengan cara yang baik , maka ia tidak menyebabkan patah dan tidak pula merusak” ( HR. Ahmad)
Dan diperkuat juga dengan Sabda Rasulullah  yang menyatakan bahwa madu sebagai obat  : “ Hendaklah kalian melakukan  penyembuhan yaitu dengan madu dan Al-Qur'an” (HR. Ibnu Majah)

Diantaranya penyakit yang dapat disembuhkan  dengan madu ialah :
1. Penyakit Luka-luka  (al-juruh)
2. Penyakit saluran Pernafasan bagian atas
3. Pilen
4. Penyakit – penyakit usus  ( al-ri'ah)
5. Penyakit- penyakit hati
6. Penyakit lambung
7. Penyakit jantung ( Al- kabidi)
8. Penyakit kulit dan mata
9. Penyakit sariawan ( al-hassaiyah)
10. Menormalkan Tekanan arah
11. Penyakit Ginjal
12. Mencegah penua'an
13. Kolesterol
14. Kerontokan Rambut
15. Kencing batu
16. Rematik
17. Obat jerawat
18. Serta dapat membunuh kuman


Adapun Manfaat atau khasiat :
1. Mudah diserap (diabsorpi) oleh usus
2. memberikan kekuatan (energi), yang dalam satu kilogram madu dapat memberikan 3.250 kalori.
3. Tidak merobek dinding-dinding bagian dalam dari alat-alat pencernaan.
4. Bahkan dari berbagai Negara yang paling gemar mengkonsumsi madu  adalah masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dan terbukti kedua Negara memiliki rata-rata umur penduduk yang paling tinggi.

Nah sudah tahukan teman-teman dari khasiat madu itu tandanya Allah Swt  Cinta n' Sayang kepada kita, yang telah menciptkan segala sesuatu dari alam yang sangat berguna bagi kehidupan manusia . Jadi , mana nihh kesadaran dari kita untuk melestarikan Alam . Dan yang pasti kita harus tunjukkan rasa syukur kita lewat bermunajah kepada sang Rohim. OK!! Sobat teruslah bekarya seperti motto Gema siswa Belajar, Bekerja dan Berdoa.

Wassalamualaikum Wr.Wb…………..
[Zaky-Red: All Source]

Senandung Doa dan Harapan

Senandung Doa dan Harapan


Ketika mentari datang menyinari kehidupan
Kala burung-burung berkicau sambil  beterbangan nian kesana-kemari
Melampiaskan kegirangannya dipagi hari
Tersadarlah aku dalam rinai salah dan ketakutan
Aku ingin  berubah walau aku selalu ragu
Secercah harapan dalam relung hati membisik
Keberanian diri tuk melepaskan segala keraguan akan perubahan ini
Aku sadar… Selama ini aku terperdaya akan takut gagal dan salah,
Namun, seakan-akan aku tak yakin dengan kelebihanku
Sebagai makhluk yang telah tuhan beri kemampuan pada setiap insan
Ya Robb, apa aku bersalah?.....
Selama ini aku tak pernah sadar akan diriku sendiri
Lidahku kaku dan kelu tuk menyampaikan apa yang ada dalam pikiranku,
Entah apa penyebabnya? Sungguh aku merasa  bersalah…
Sama sekali aku tak ingin menuntut keadilan-Mu
Namun apalah dayaku ini yang teus terbelenggu dengan ketakutan
Bahkan aku ragu kemampuanku sendiri, aku tak ingin mundur begitu saja
Aku harus bisa menumpas rasa ketakutan yang aku alami selama ini
Apakah ini awal dai kegagalanku? Aku ingin maju Ya Robb…
Bukankah engkau telah menegaskan dalam Kesucian dan Keagunganmu
Apakah aku akan menjadi seperti ini selamanya? Lalu kapan aku meraih keberanian diri?
Ingin rasanya diri ini menggapai mimpi…
Aku ingin berubah… aku ingin seperti dia Ya Robb…
Orang yang aku kagumi yang telah kau beri kemampuan lebih untuknya
Aku tak ingin melangkah dalam kehidupan yang sungguh tak menghasilkan nilai positif
Banyak harapanku, aku ingin Kau menjawab harapan dan do'aku Tuhan
Wujudkan impianku… Ya Alloh Ya Robb…
Permudahlah aku tuk menggapai keberanian hidup dan senyum ketika hari kesuksesan datang
Amin…    [SHIECZA's 96 : Red]

Rakyat Multimerz_Mea


Rakyat Multimerz_Mea

Siapa yang tak kenal penghuni XII Multimedia yang pada cakep, keren dan imut? Kelas yang selalu ramai dengan keunikan dan keaxisan yang tak tertandingi, dan berada di wilayah utara condong ke barat sedikit kompleks skolah tercinta kita.

Kepemimpinan tertinggi di kelas kami dipegang teguh oleh”JAKA WIJAYA dan diasisteni oleh IRFAN FATULLAH. Juru catat mencatat dan master MM siapa lagi kalau bukan SITI AISYAH, dan yang ini nich bebe' oser MM alias bendahara yang cantik, baik hati, tidak sombong serta rajin menabung (wuihhhh.....lengkap amat yach) mereka adalah SITI QOMARIYAH dan BARIRAH, bendahara suupeerrrr sabaar dan pemalu (gak kayag di kelas yang lainnya pada malu-maluin semua hehehehe). Kami juga memiliki Fotografer yang populer di SMKN 1 KRAKSAAN (yang gak tau jaduuulll buangetz)dia sering di sebut dengan kak FUDAEL, gak hanya itu ajah yang kami punya, kami juga memilki pelukis dia adalah KAMELIA, juga ada FUJI seorang wirausaha sejati yang“TAHU KEHIDUPAN” hehehehehe.....

Ada juga pelawak kami yang selalu menjaga keseimbangan keilmuannya dengan canda yang membuat kami selalu tersenyum dalam keseriusan, mereka adalah AA', DIDIK,  ARIEF, PANCA dan MULYADI, CS. Selain menjadi pelawak mereka juga menjadi motivator temen-temen yang lagi galau...truz truz ada juga usaha salon gratizzz yang dimanajeri oleh cik QIVVI (yang mau potong rambut garatis silakan saja datang ke kelas kami, dijamin mantap.....daripada blondes dicukur Pak Hanan, ea towwww???) Ada juga yang selalu menyadarkan kami dari kekhilafan dan kesesatan (meskipun pengaruhnya hanya beberapa jam tapi itu bermanfaat) mereka adalah RAHMAN dan SOULIHIN. Tak ketinggalan pula Master WINDOWS dengan julukan akrab PAK RISKY - RENGGA (dua sejoli yang tak bisa terpisahkan hehehehe pice Cuma bercanda pak...) ada juga Sang Profesor SALEHUDDIN (CAK O') hehehe. Kemudian kameramen yang T.O.P, dialah MAHFUH EFENDI. Ada juga HAKAM yang paling hoby mengukur panjang lebarnya sekolah agar tetap dalam kondisi yang UP TO DATE, trus ada pula DIMAS yang diam-diam menghanyuntkan tapi berbahaya (yang sering dibilang Kelinci MM yang romantis dan super” gombal) hehehe.....

Di group FASHION MANIA ada HILDA, NIA, JUWITA dan KIKI yang 100% cinta produk Indonesia. Ada lagi yang tiba-tiba jadi pemarah, tiba-tiba suka senyum sendiri, tiba-tiba tertawa, tiba-tiba menangis, tiba-tiba bersedih, tiba-tiba teriak-teriak, he….siapa lagi kalau bukan si jago akting, WIWIK WIDIAWATI. Ada juga si tukang Molor alias Tidur FAIZ, ANDI dan YUYUN. Dan yang terakhir satu ini nich, si Netral yang gak kering kalo dijemur dan gak basah kalo di ceburin laut…juga suka tiba-tiba brubah bak power ranger yang kadang rame, kadang diem, kadang ada, kadang ngilang, ya…kadang–kadang gitu dech he he he…

Tapi kami tetap saling menghargai dan selalu belajar mempererat tali persaaudaraan serta solidaritas karena dibimbing dan didampingi langsung oleh satu-satunya dewi fotografer professional di sekolah kita yang tidak hanya suka memotret tapi juga suka dipotret, siapa lagi kalau bukan ibunda tercinta SANG DEWI WAHYUNING HIKMAH, S. PD Sang Pecinta Damai (love peace),  yang selalu meluruskan jalan kami yang memang rada-rada sesat, he.. maklum ya bu dengan karakter putra-putrinya. Dengan segenap cinta kami hanya bisa mengucapkan maaf dan terima kasih atas air mata yang pernah bunda teteskan karena kenakalan kami. Meskipun kami bandel dan susah di atur tapi bunda kami tak pernah lelah menceramahi kami dengan nasehat-nasehat yang memotivasi kami untuk maju dan untuk membuktikan bahwa kami pasti bisa menjalani semua rintangan dalam mencari ilmu di sekolah tercinta ini.

Yang paling akhir dari yang terakhir…… Kami segenap keluarga besar MULTIMERZ_MEA mengucapkan terimakasih dan maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu dan Bapak Guru semuanya, Semoga ALLAH SWT membalas lebih baik dari jerih payah yang telah tercurahkan buat kami.
Untuk adik-adikku jadilah yang jauhhhh lebih baik dari kami, khususnya adik kelas MM teruslah berkreasi dengan imaginasi mu. Salam. [Rieza]

Untitled Edition


Untitled Edition

“Assalamu'alaikum”
Kelas pemilik motto 'KEBIASAAN BELUM TENTU BAIK, TAPI YANG BAIK PERLU DIBIASAKAN'  yang kali ini akan memajangkan diri di rubrik pojok kelas.
XII APK 2... XII APK 2... XII APK 2.
Uuuuppzz.... sampai 3 kali gitu ! Iya, agar kalian never forget us !
Us? Kita? Kami?! Yaps, tak kenal maka tak sayang. Teliti ya baca nama-nama penghuni kelas XII APK 2 yang UNIK di bawah ini, siapa tahu kalian kenal atau yang belum kenal, soc atuh entar kenalan sendiri.. ;)
Ketua kelas+artis teater (Elita Febriana), Wakil Ketua Kelas+artis teater pula (Indria Firdausi Lana), Sekretaris yang tidak hanya lihai meliukkan pena di jurnal atau spidol di blackboard, tapi juga menjadi bintang kelas (Yuni Rahmawati & Mohammad Shofi), Si Penagih Kas pluz Bank Kelas (Mohammad Safari & Siti Rohimah).
Anggotanya ada siapa aja niw?
Ada Penyanyi kita  (Nurul Imaniah & Endang Sri Astutik), Si Bawel (Winda Holwati, Nurul Harnila Wati, Ayu Maria Liliefna, Reni Wahyu Susanti, Linda Laurentika, Ririn Wulandari & Yuli Wahyuningsih), Si Glamour (Fika Lismasari, Dewi Prasetya N.  Noita Anggraeni), Si Rajin Memperindah Kelas (Dewi Purwati, Siti Aisyah, Riza Novita), Ustdzah yang khas dengan pidato Maduranya (Misnati), Penggila Fashion & alat-alat kosmetik (Ika Ratnawati), Si Boygirl Gokiel (Nandia Ria Lestari)dan yang lainnya ada saya, Benita Risky Artika, Dwi Ria Fatma S., Junaidah Susilowati, Laili Arofa, Puteri Febri Wulandari, Santi Oktavia Ningsih, Siti A'isyah. Loch, para kaum Adamnya kemana?? He....tenang, tak akan pernah lupa dengan Para Pengawal yang telah berjasa melindungi kami Si Kaum Hawa selama ini (Ahmad Yani, Risky Syafiuddin, dan Ryan Andre Wahyudi)
Walau tak di pungkiri selama 3 tahun, ada saja perubahan emosi dan deskripsi karakter serta pertentangan politisi dan peperangan kompetisi di antara kami. Tapi XII APK 2 juga punya beberapa prestasi kelas lho, diantaranya Juara 1 Lomba Class-Meeting Kategori Seni tari Modern, Juara III Lomba kebersihan dan keindahan kelas, terbaik Drama Teater di antara kelas lain (Saat Ujian Seni Budaya nya Pak Farid Zaenal).
Nah, kelas yang cukup kompak ini dipresideni, diketuai, diratui, dipimpin, dibina, dibimbing dan di.. di.. lainnya oleh Ibu PUJI UTAMI. Guru imut dan disiplin ini selalu mampu menguasai dan meluruskan tingkah-tingkah kami yang kadang tidak toleran dan mem-bengkok. Terima kasih ya Ibu untuk penjagaan dan bimbingannya…
SEKARANG….
Sesi Konsentrasi, Motivasi, Imajinasi, dan Evolusi :
Sebelum perpisahan di gelar
Buka pintu kelasmu !
Jelajahi tiap sudut ruang dengan pandanganmu
Ingat baik – baik apa yang telah terekam disana
Lihat dibagian depan itu !
Sebuah meja kursi terletak sendiri
Tempat 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' menatap penuh kasih
Bersedia menyeru berjuta kata dan angka tanpa lelah
Mengawasi dan mengarahkanmu dari hal yang bathil
Dan maka, sudahkah kau berterima kasih serta memohon maaf?
Lalu lihat dibagian tengah hingga ke belakang itu !
Berjejer rapi 38 bangku
Tempat kau dan teman – temanmu berpetualang menelusuri pikiran masing – masing
Mengikat diri dalam tawa dan duka
Berlari ke sana kemari penuh cita
Meraih prestasi yang menguji rasa persatuan
Semua tercipta karena kebersamaan
Dan maka, sudahkah kau berterima kasih serta memohon maaf?
Terakhir, tutup pintu kelasmu perlahan !
Biarkan kenangan itu tetap ada
Ada dalam kelas itu dan ada dalam memory kecilmu
Dan saat kau melangkah ke Pintu Utama ( Pintu Gerbang )
Katakanlah dengan mantap,
“Aku cinta sekolahku, guruku, temanku, dan diriku sendiri. SMK BISA !”
Terus langkahkan kakimu dan jangan mundur saat didepanmu terdapat hambatan..
Sesungguhnya selain usahamu, Allah juga selalu bersamamu..  [Ana MU]

Tips Menurunkan Minus pada Mata


Tips Menurunkan Minus pada Mata

Salah satu in dera yang sangat istimewa dan memiliki bentuk yang unik ini ternyata memerlukan 'perhatian' khusus meskipun tidak harus rumit. Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama, tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata bila mau 'sedikit' tekun untuk menjaga salah satu indera istimewa ini, dengan cara melatih matanya, hanya saja perlu rutinitas yang sedikit”special” untuk hasil yang memadai atas anugrah termahal ini.
Meski menghilangkan minus mata tanpa operasi masih jadi kontroversi, tapi terbukti banyak pengikut Dr Bates yang berhasil menurunkan minusnya.
Panduan menurunkan minus yang dicatat dalam bukunya berjudul 'Better Eyesight Without Glasses', tentu saja bertentangan dengan praktik dokter mata saat ini. Mata minus saat ini hanya bisa turun atau hilang hanya dengan operasi mata seperti lasik.
Dr Bates menemukan teknik ini setelah melakukan percobaan selama bertahun-tahun. Dr Bates mengembangkan latihan untuk meningkatkan kemampuan mata agar bisa melihat normal dan menghilangkan ketegangan yang ada akibat kebiasaan melihat dengan buruk yang menjadi penyebab masalah penglihatan.
Bukunya yang dipublikasikan pada tahun 1920, terus dijual hingga hari ini. Metode Bates tetap bermanfaat dan diikuti oleh ribuan orang di seluruh dunia.
Latihan-latihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa secara alami mata bisa melihat dengan jelas. Setiap orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar untuk melihat secara lebih baik lagi tanpa menggunakan kacamata.
Latihan penglihatan ini bertujuan untuk mendidik mata sehingga bisa mengatur fokus agar lebih efisien atau disebut dengan 'fiksasi sentral'. Otot-otot mata harus dapat bergerak bebas dan membuat penyesuaian kecil yang diperlukan untuk memusatkan obyek yang dilihat.
Mata menjadi tegang karena dalam posisi tetap 'menatap' objek daripada melakukan gerakan konstan. Latihan ini mengajarkan seseorang untuk mengendurkan otot-otot mata dan saraf optik serta menggunakan memori dan imajinasi untuk meningkatkan koordinasi antara mata dan otak.
Latihan ini juga membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Beberapa Metode Bates yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Bersembunyi
Latihan penglihatan ini membantu mata untuk rileks dan beristirahat. Cobalah duduk dengan nyaman di depan meja kemudian taruh beberapa bantal hingga tingginya sejejer mata. Letakkan siku tangan di atas bantal tersebut kemudian tutup mata dengan dua telapak tangan hingga tidak ada cahanya yang masuk. Bernapaslah perlahan, santai dan membayangkan dalam kegelapan. Mulailah melakukan hal ini selama 10 menit sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
2. Menggoyangkan bola mata
Cobalah berdiri dan fokus pada titik yang jauh, lalu goyangkan bola mata dari kiri dan kanan atau sebaliknya sambil berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Berkedip berguna untuk membersihkan dan melumasi mata.
3. Memilih satu warna dalam satu hari
Pilihlah satu warna berbeda tiap hari dan melihat keluar dengan objek warna yang dipilih sepanjang hari. Ketika melihatnya seseorang akan lebih menyadari warna daripada bentuknya.
4. Berjemur
Cobalah untuk melakukan hal ini sekali dalam sehari. Kegiatan ini membutuhkan hari yang cerah atau cahaya lampu yang bagus.
Caranya tutup mata lalu lihat langsung ke matahari melalui mata tertutup. Sambil melihat matahari, perlahan-lahan gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sampai sejauh yang Anda bisa hingga hampir menyentuh pundak. Hal ini membantu membawa lebih banyak sirkulasi darah ke leher. Lakukan hal ini selama 3-5 menit.
5. Menggeser penglihatan
Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menatap layar komputer di depan wajahnya. Cobalah untuk menggeser penglihatan Anda pada tenunan kain di lengan baju, poster di dinding atau pohon di seberang jalan. Hal ini dapat membantu meningkatkan penglihatan periferal dan dapat membantu rabun jauh, rabun dekat dan masalah penglihatan lainnya. Bahkan pada beberapa kasus bisa menghilangkan katarak.
Dr William Bates memberikan tips agar saat melakukan senam mata melepaskan kacamata atau kontak lensa agar merasa lebih nyaman dan santai. Ketika melakukan latihan ini cobalah untuk sangat berkonsentrasi pada mata sehingga hasilnya lebih maksimal.

Semoga bermanfaat gan.

Sosialisasi Penempatan TKI

Sosialisasi Penempatan TKI

T K I.
Tatap kata itu ! (gaya Ojan Sketsa. Hihi)
Pasti pemikiran Anda sedikit miring saat membaca kata 'TKI'. Di aniaya sana sinilah, dipancunglah, tinggal dikolong  jembatan karena tidak bisa pulkam. STOP ! Sesuatu yang  buruk, terjadi karena awalnya buruk pula. Yapz... peristiwa di atas memang kerap terjadi pada seorang TKI, TAPI itu bagi TKI ILEGAL alias tidak resmi. Yang mana main nyelonong aja ke negeri orang dengan iming-iming menjanjikan dari tekong-tekong, dan kenyataannya? So bad !
Nah... maka daripada itu, pada Sabtu tanggal 21 April 2012 di Aula Serbaguna SMKN 1 Kraksaan di adakan sosialisasi Penempatan TKI di luar negeri maupun dalam negeri sekaligus sebagai bentuk kerjasama.

Langsung dijelaskan sendiri oleh Ibu Nurul Indah Susanti (Pemilik/Dirut PT. Sinergi Jaya & PT. Media Hati, Surabaya serta merupakan seorang Dosen disebuah universitas) tentang kegiatan PPTKI (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia) di beberapa PT-nya tersebut. Mulai dari persiapan para calon TKI, seperti cara-cara penggunaan alat elektronik canggih, mempelajari bahasa, dan lainnya. Jadi para calon tenaga kerja ini tidak langsung berangkat, akan tetapi di PPTKI di training terlebih dahulu selama 3 bulan. Setelah skill mereka benar-benar matang baru dikirim. Inilah yang membedakan TKI LEGAL dan ILEGAL, bahwasanya yang Legal tentu sudah mendapat training/pelatihan & pendidikan dahulu, serta jaminan perlindungan juga.

Sementara di P3 TKI S (Prosedur Pelaksana Penempatan TKI Swasta) ada Ibu Muryatini yang memaparkan syarat-syarat calon TKI, dokumen yang harus dimiliki TKI, dan sebagainya. Untuk lebih komplitnya, Anda bisa menghubungi beliau langsung di 031-8415858 atau 0813 570 81960.
Anda juga bisa training di BLK tepatnya di jalan Imam Bonjol Kraksaan. Disana terdapat beberapa bidang yang bisa Anda pelajari, yakni menjahit, bordir, tata boga, tehnik komputer, tehnik listrik, otomotif, dll. Bisa kan dijadikan sebagai bekal awal kita untuk berwirausaha?
Eiitz.... tapi kita perlu garisbawahi dulu niw kata-kata Pak Idris (saat sambutan) dan camkan juga ya....

“Ilmu dan iman itu adalah satu-kesatuan. Berilmu tapi tidak beriman, tidak akan jadi 'orang'. Dan jika ingin bahagia dunia akhirat, carilah ilmu !”
Seperti ayat di bawah ini :
Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Qur'an Al mujadalah 11)
Walaupun SMK sudah siap paket dalam hal pendidikan dan keterampilan untuk terjun ke dunia kerja, tidak menutup kemungkinan bahwa diluar sana akan lebih banyak saingan yang paketnya lebih lengkap mengingat sekarang jamannya globalisasi, yang mana produktifitas dan kualitas dibutuhkan.
Jadi ingatlah bahwa ilmu itu sangat penting. Walaupun saat lulus nanti, beberapa belum bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, jangan patah semangat ! Bukankah untuk mencari ilmu tidak ada batas usia serta kita bisa mencari ilmu dimana saja dan kapan saja.  [Ana MU]

Menangislah The Power of “Air Mata”


Menangislah The Power of “Air Mata”

Sobat,,, Pernah mendengar buku yang berjudul The Power of Air Mata? Subhanallah...
Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Bahkan, Allah sangat senang dengan taubatnya seorang hamba. Dia mengampuni banyak kesalahan dan menghapuskannya. Allah Maha Pengasih melebihi segala yang mengasihi, Dialah Sang Afwu yang Maha pemaaf dari yang pemaaf. Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Dia tidak pernah merasa kerepotan beralih dari satu pendengaran ke pendengaran yang lain, dan Dia tidak pernah keliru dalam memberi. Sobat... Pernahkah suatu ketika Sobat duduk dengan khusyuk, bermuhasabah, merenung di tempat yang hening hingga tak terasa air mata membasahi pipi....

Menangis adalah simbol kepekaan jiwa, simbol kelunakan hati yang merupakan rahmat dari Allah SWT. Tangis adalah bahasa hati yang tak terungkap oleh riasan kata. Tangis adalah pengungkapan rasa yang sarat akan makna. Tangis adalah pengaduan seorang hamba kepada Tuhannya. Ia bukan rangkaian kata, bukan pula keindahan sajak. Air mata yang mencairkan kerasnya hati dan meluluhkan jiwa yang selalu menentang. Penentangan, kelalaian, kemalasan yang menghijab hati kita, hingga kita amat sukar untuk menangis karena Allah…

Bersyukurlah kita yang tanpa kesulitan meneteskan air mata dengan hati yang mudah tersentuh. Bukanlah ia cengeng, tapi ia adalah kepekaan hati yang merupakan rahmat dari-Nya. Menagis karena Allah merupakan sumber kekuatan hati  dan jiwa yang suci. Justru yang patut kita pertanyakan adalah mengapa diantara kita ada yang sulit untuk menangis? Sulit untuk tersentuh hatinya? Bahkan seharusnya kita menangisi diri kita yang sulit menangis,,, sekeras apakah hati kita hingga tak mudah tersentuh? Beristighfarlah menyebut asma-Nya.

Allah mencintai hamba yang mengiba di dalam do'anya. Lalu tangis yang bagaimanakah yang dicintai Allah? Empat tangis yang dicintai Allah yaitu, 1. Menangis karena Cinta kepada Allah, 2. Menagis karena Cinta kepada Rasulullah, 3. Menangis karena Rindu kepada Allah, 4. Menangis karena merasa banyak dosa dan menyesal atas maksiat yang dilakukan. Subhanallah... tangis dapat menumbuhkan empati, tangis pula yang menandakan bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan hanya Allahlah Sang Maha Sempurna. Lalu apakah ada yang bisa kita sombongkan?

Tidak pernah ada sesuatu yang dilakukan seorang muslim sia-sia. Begitu jua menangis memiliki keutamaan, yaitu 1. Berada di bawah naungan Allah di hari Kiamat, 2. Terbebas dari Adzab Allah, 3. Berada dalam limpahan cinta kasih Ilahi, 3. Berada dalam Ampunan dan Maghfiroh-Nya. Semakin sering kita menangis karena Allah, semakin banyak dosa-dosa kita berguguran seperti bergugurnya daun-daun kering. [@Syifa]

SOSIALISASI PROMO JABATAN


SOSIALISASI PROMO JABATAN 


Sabtu, 28 April 2012.

Semua siswa kelas XII SMKN 1 Kraksaan di undang dalam acara sosialisasi yang bertema Promo Jabatan, bertempat di ISLAMIC CENTER KRAKSAAN. Wah….kok sosialisasi terus ya kakak kelas yang hampir mau keluar ini? He… maklumlah, kudu banyak-banyak bekal ceramah/amanat untuk menghadapi kehidupan selanjutnya.

Dalam acara itu, tidak hanya siswa SMKN 1 Kraksaan yang datang, tapi juga SMAN 1 Kraksaan, SMK SAQA, SMK DARMA SISWA, dan beberapa sekolah menengah di sekitar Kraksaan lainnya. Selain Ketua Umum PKK, yakni Ibu Hj. Tantriana Aminuddin, hadir pula beberapa Pemegang Wewenang penting, seperti Kepala Disnakertrans, Camat Kraksaan, serta  Kh. H. Mahfudz.
Lalu apa yang dibicarakan di sana?

PROMO JABATAN. Semacam pempublikasian tentang kedudukan-kedudukan social yang akan dan mungkin di perankan oleh siswa kelas XII (setelah lulus pastinya). Dituturkan sendiri oleh Ibu Tantri bahwa setelah menginjak dunia yang lebih luas dan sulit nanti, sebaiknya mencari ilmu terlebih dahulu. Jangan terlalu memikirkan 'Oh..saya harus mencari uang agar bias membeli kebutuhan saya sendiri !', keinginan tersebut memang tidak salah, bagus untuk sebuah kemandirian. Akan tetapi, apakah uang (harta) akan abadi? TIDAK.Sementara ILMU, akan kita bawa sampai mati dan juga akan berperan penting dalam setiap unsur  hidupmu nanti. Beliau juga menjelaskan tentang hadist yang mengutamakan tentang ilmu, yakni :
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”
Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
Dengan semangat pula, beliau menanyakan kepada kami siapa yang akan melanjutkan diri ke KUA. Semuanya bersorak dan menuding ke sana-sini, beliau pun hanya geleng-geleng dan tertawa kecil. Tak dipungkiri memang beberapa mungkin akan segera menjabat sebagai seorang ibu rumah tangga ketika keluar dari sekolah menengah atas. Rugikah karena harus menghabiskan masa muda di masa putih abu-abu saja? Atau untungkah karena tidak akan lagi ada beban kerja ataupun pelajaran (mahasiswa)? Entahlah… mereka yang telah memutuskan kehidupannya yang bias menjawab dan merasakan nantinya.

Tapi bagaimanapun kehidupan dan jabatanmu nanti, jangan berhenti atau lelah mencari ilmu. Karena betapa vitalnya sebuah ilmu untuk masa sekarang, esok, dan selamanya. Para kaum hawa juga jangan patah semangat saat mendengar 'Perempuan itu tetap saja nanti akan berada di dapur, jadi buat apa sekolah tingi-tinggi !'. Sebuah pemikiran yang realistis memang, tapi tidak idealis. Menghambat kesuksesan dunia akhirat (Qur'an Al mujadalah 11).
Disambung pula oleh Kh. Mahfudz. Dimana perjuangan hidupnya begitu sangat menginspirasi kami. Mau tahu?

Selama sekitar 24 tahun, beliau tidak pernah tahu atau bertemu dengan ayahnya. Karena masalah keluarga yang berbeda pandangan. Maka daripada itu, dari SD sampai perguruan tinggi, beliau membiayai pendidikannya sendiri dengan kerja ini-itu. Demi 'BISA SEKOLAH'! Sampai akhirnya, sekolahnya mengamanahkan beliau untuk mengikuti lomba pidato agama. Dan menjadi juaralah KH. Mahmudz. Semenjak itu, beliau juga jadi sering menjadi penceramah. Singkat cerita,di angkatlah beliau menjadi asisten KH. Zainuddin MZ (Almarhum) dan sampai sekarang tetap loyal dengan jabatannya, walaupun Sang Suri tauladannya sudah pergi untuk selamanya.
Begitulah kehidupan beliau, bukan bermaksud 'pamer penderitaan' katanya, tapi sebagai motivasi untuk kita.

Dan berikut ada beberapa hadist lain tentang ILMU dari beberapa sumber :
v Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim).
v Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)
v Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Alloh sampai dia kembali  (Shahih Tirmidzi)
v Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan yang mengajarkannya (HR bukhari )
v Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )
v Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR. Ad-Dailami)
v Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain. (Shahih Muslim No.1352)
v Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Qur'an dan ahlinya, serta penguasa yang adil. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)
v Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan aka dilipat gandakan sepuluh, saya tidak mengatakan ,”Alif,lam,mim” satu huruf , tetapi alif satu huruf , lam satu huruf , dan mim satu huruf,(HR Bukhori)
v Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadits riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)

Bagaimana, Gemaholic? Sudah sedikit tersentuhkah nuranimu tentang keutamaan ILMU? Semoga…..
Raihlah mimpimu dengan USAHA dan DO'A, serta dengan bekal ILMU dan IMAN !
Good Luck !  [Ana MU]