Wednesday, January 25, 2017

Liburan ke Bromo yuk ,...




Liburan ke Bromo yuk ,...Probolinggo



“Siapa bilang  liburan  di kawasan gunung berapi  menakutkan dan mahal?” Ayo buang jauh-jauh pikiran semacam itu, keindahan alam Indonesia  ternyata memberikan sentuhan unik dan khas.Salah satu gunung Gunung berapi yang “wajib” dikunjungi yaitu Gunung Bromo  yang terletak di dusun  Cemorolawang,Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kab.Probolinggo.

Menjelang akhir liburan semester kemarin team Connex menyempatkan diri meninggalkan rutinitas dengan mengunjungi dan menikmati keindahan panorama alam  Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Berikut sepenggal cerita seru sepanjang perjalanan kami. Sabtu pagi  07 Januari 2012 kami masih masuk kerja seperti biasa, Kira – kira jam 09.00 WIB selesai  bersih2 skull Qta tercinta, kami mempersiapkan peralatan Camping sebentar lantas   team berangkat ………..sampe di Klaseman,sepertinya ada yang ketinggalan stelah berhenti semua eehhh ternyata kak Hilman  masih bersibuk-sibuk ria dengan pekerjaanya di kantor setelah di hubungi katanya sich mau xusul ke Bromo, Okelah kami berangkat dulu,sampek di Proling team terpecah menjadi beberapa bagian,hal ini rupanya agak menghambat perjalanan Qta, Akhirnya kami memutuskan untuk kumpul di perempatan Wonoasih agak lama juga sich nunggu kumpulnya karena Komandan Connex yakni Mr Hannan tersesat entah kemana. Setelah kumpul semua perjalanan kami lanjutkan menuju ke Kecamatan Sumber tepatnya kerumah Ayou vika siswa XII Rpl, Jalan berliku di sertai hujan menemani perjalanan kami.

Baca Juga
Snorkling di Pantai Gili Ketapang
Scouting di Pantai Tamporah

Hal ini menambah seru touring Qta kali ini. “kayak maen game moto Gp” kata mz Mukti yang menggantikan sementara  Mr.Hannan sebagai Leader  cz dia satu-satunya yang ngerti jalan menuju rumah Vika.  sesampainya disana qita istirahat sejenak sambil bercanda ria, Ngga haruz nunggu lama hidangan dari tuan rumah  telah siap bisa ditebak acara selanjutnya yakni “maem”dengan menu spesial Ala pegunungan yakni nasi jagung disertai “cek peccek” Kemudian seqitar pukul 14:00 WIB qita pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Bromo Mountain.

Dalam perjalanan ke bromo cukup menantang karena jalan yang terus menanjak dan tikungan tajam maka perlu extra hati-hati dalam perjalanan,akan tetapi komandan hanan hanya sampe di Sukapura ikut touring kali ini karena pak Hannan haruz piket malem di SMKN 1, Tapi g apa-apa sebagai Karyawan yang baik harus selalu mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Begitu sampe di cemoro lawang Kak Hilman ma saudaranya  udah Stand By menunggu kedatangan kami di temani penduduk lokal yang menawarkan penginapan pada kami dengan  harga yang ditawarkan 450 Ribu smalem,berdasarkan hasil rembuk akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda  “biar menyatu dengan Alam”kata Mz Taufiq.

Yuk qita berangkat ke lokasi ,..pertama qita survei lokasi untuk mendirikan tenda sebelum malam tiba dan hujan turun,..Akhirnya tendapun selesai didirikan Hari sudah malam dan hujanpun turun,..qita semua bergegas masuk dalam tenda dan makan-makan, cerita-cerita tentang perjalanan tadi,..seqitar pukul 20:00 nggak terasa air menetes dari atap tenda membasahi alas karpet maklumlah tenda kecil dan tipis bukan tenda posko pengungsian jadinya bocor,,waduh awalnya yang enak-enak dan duduk-duduk sambil nyantai menikmati makanan akhirnya qita berdiri karena basah dan kedinginan,…di tambah perjalanan yang sangat melelahkan lengkaplah sudah penderitaan qita heeee,..Temen-temen kedinginan menggigil, apalagi Mz Ariez yang “katanya” sich sakit gara-gara kondisi tubuh yang tidak terbiasa dengan udara dingin. Seqitar pukul 21:00 qita memutuskan untuk mencari penginapan,.dan berangkatlah paman hilman, mz amin dan mz herman, kabar baik datang mereka sudah dapat penginapan dengan harga relatif lebih murah dari yang ditawarkan pas Qta masuk tadi yakni 200 ribu (lumayan dari pada nanti beku kedinginan) dan qita pun bergegas dan berkemas menuju penginapan,..Alhamdulillah qita dapat istirahat dengan sempurna meskipun satu ranjang diisi 4 orang heee,.. gk papa tidur berdesak-desakan biar anget.

Pagi menjelang,tapi hujan masih lum reda akan tetapi Mz taufiq haruz cepat2 berangkat ke Malang karena ada ujian di kampusnya sedangkan yang lain masih enak tidur.Setelah hujan agak reda kami bergegas menuju Seruni Point yang merupakan alternatif baru untuk menyaksikan panorama sunrise,lokasinya lebih dekat dari cemorolawang sehingga kita ga' perlu  melintasi lautan pasir seperti  kalau kita mau ke puncak penanjakan. Namun rencana qta u' menyaksikan sunrise di seruni point gagal total karena ada tanah longsor dan cuaca yang ga bersahabat sehingga kami “terpaksa” turun menuju cemorolawang.

Seusai menikmati semangkok bakso,kita mengarungi lautan pasir dengan latar belakang pura Poten yang merupakan tempat suci bagi umat Hindu suku tengger lokasi dilaksanakannya upacara Kasada saat bulan purnama. Pura ini berada di antara kaki gunung batok (2.470 M  dpl) dan Bromo (2.392 M dpl) karena cuaca yang mendung kami memutuskan untuk tidak pergi ke kawah bromo,akan tetapi petualangan kami ga berhenti sampe' disini perjalanan kami lanjutkan menuju eksotika perbukitan kecil yang populer dengan nama bukit “teletubbies” penyebutan ini bukan tanpa alasan, jika kita memandang ke perbukitan hijau yang terletak sekitar 8 kilometer dari cemorolawang ini,  maka kita pazti akan teringat “tingky-wingky-lala dan po”bagaimana tidak gundukan sejumlah bukit berbentuk kubah berselimut rerumputan hijau memang mirip dengan bukit di film boneka “teletubbies” letaknya memang agak tersembunyi akan tetapi jika kita udah sampe di sana di jamin dapat menyegarkan mata.

Hujan  yang turun “memaksa”kita untuk segera memacu motor-motor kami  bergegas meninggalkan bukit ini,satu hal yang agak lucu menutup perjalanan kami, ketika asyik poto-poto di tengah padang pasir tiba2... ada uang kertas 5rb rupiah datang dari sebelah kiri kami tertiup angin kenceng yang  merayap dan berguling di atas pasir dan kebetulan lewat disamping mz amin namun ketika hendak diambil... uangnya semakin kencang tertiup angin hingga beberapa puluh meter, mz amin akhirnya menyerah mengejar uang tersebut setelah berulang kali teman-teman di belakang menyemangatinya. Karena penasaran, akhirnya dikejar pake motor dan alhamdulillah “tertangkap” juga meskipun  nominalnya ga seberapa. Puas menikmati lautan pasir kami bergegas  meninggalkan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menuju rumah Ibu Dian untuk bersilaturrahmi.

Nah….tunggu apa lagi, segera buat rencana liburanmu ke kawasan  Gunung Bromo. Namun satu hal yang jadi pesan team Connex, persiapkan semuanya dengan matang sebelum berangkat berlibur seperti  jaket ataupun sejenisnya hal ini “wajib” hukumnya mengingat temperatur pada malam hari  suuaaaaaaaaangat  dingin. Sebab, tanpa perencanaan dan persiapan yang matang terkadang kegiatan rekreasi sangat tidak menyenangkan dan tidak membawa kenangan indah untuk diceritakan melainkan   menimbulkan depresi bagi yang melakukannya. Semoga semua itu tidak menimpa pada X-an. [4zzury].
Previous Post
Next Post
Related Posts

1 comment: