Monday, January 30, 2017

Kebahagiaan Saya Temukan di SMK ini


Kebahagiaan Saya Temukan di SMK ini


Sudah sekian kali Tim Red menginterview guru-guru, kali ini mungkin cukup sulit dan agak harap-harap cemas, karena mungkin Tim  Red sedikit salah perhitungan tentang sosok guru yang satu ini, ternyata sosok beliau yang humoris tidak berarti beliau adalah orang yang santai, karena kesibukan beliau Tim Red slalu ter-cancel mengadakan wawancara. Meski cukup pesimis, Tim Red tetep berusaha mengambil sedikit waktu guru yang satu ini karena tidak mau ketinggalan ngewawancara guru yang super ini, super ramah, super supel, super baekk, super sibuk dan super aktif….ugh, komplit!

Mungkin tak hanya jurusan akuntansi saja yang mengenal sosok guru yang jago nge-debet dan nge-kredit ini, tapi Tim Red yakin semua jurusan kenal dengan sosok beliau yang bijak dan kadang juga suka melucu ini. Pak Nyoto, begitu panggilan akrabnya adalah sosok yang selalu mengejutkan, karena meski jarang tersenyum tapi beliau selalu bisa membuat orang tersenyum. Begitulah guru yang suka emping dan kacang ini adanya. Beliau begitu mengerti bagaimana membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, “Pak Nyoto baik banget deh, selalu deket dengan muridnya, tapui kadang juga suka cuek, tapi paling asik becandanya… Akuntansi yang memusingkan bisa agak ditenangkan ma Pak Nyoto ini” begitu pengakuan Bayu .SF, salah satu murid yang sudah 3 taon dibimbing ma Pak Nyoto

Putra Probolinggo yang lahir 4 Juli 1959 ini berdomisili di Perum Sidopekso blok P6 dengan istri tercintanya Ibu Yayuk Sumida, kebahagiaan Pak Nyoto tak sampai disitu, kehadiran Mira Putri Dwijayanti (UNM, Jurusan Kimia), Yusuf Putra Yudianto (SMK N 1 Kraksaan, XII TKJ), dan Ahmad Fauzi (SMK N 1 Kraksaan XI RPL) menyempurnakan statusnya sebagai imam keluarga.

Putra dari Alm. Poto Rejo dan Almh. Sana patut diidolakan sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa.. Sejak lulus dari Sekolah Dasar Kaliacar pada tahun 1972 silam beliau melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (sekarang BCA) di sekolah inilah pertama kalinya beliau berkenalan dengan si Akuntansi yang hingga kini ditekuninya, dan akhirnya setelah lulus dari SMPE tahun 1975 beliau melanjutkan kembali studi akuntansinya di SMEA 1 Kraksaan (sekarang SMKN 1 Kraksaan). Tak cukup sampai di situ, Pak Nyoto memebuktikan cintanya kepada Akuntansi, setelah 1982 Pak Nyoto melenggang ke Ibukota Indonesia untuk menekuni akuntansi di IKIP Jakarta dan setelah menyandang gelar S1 tahun 1985 beliau hadir ditengah-tengah keluarga besar SMEA Solo sebagai pengajar akuntansi  lalu melewati lautan menemui Pulau Sulawesi untuk mengamalkan ilmu akuntansinya di SMEA 1 Ujung Pandang, subhanallah…tak tanggung-tanggung pengembaraan beliau demi si Akuntansi, pengalaman yang sangat mengagumkan bukan? Alhamdulillah kita mempunyai sosok pengajar yang luas pengalamannya seperti Pak Nyoto  ini.

Lalu bagaimana ya kesan Pak nyoto terhadap SMKN 1 Kraksaan sendiri…? “Saya temukan di SMK ini, pelajaran dalam bekerja yang begitu menarik, saya kira siswa di sini tidak senakal penampakannya, …kelihatannya saya menemukan kebahagiaan tersendiri mengajar di sekolah ini”, pernyataan yang membuat agak GR sebenarnya tapi memang begitu pengakuan penyuka warna biru ini membuat orang-orang disekitarnya menjadi lebih hidup dan bersemangat…. Terima kasih guruku!!!

[Atika_Red]

Friday, January 27, 2017

Belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.

Belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.


berikut ini adalah beberapa trik bagaimana agar belajar anda menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.

1. Selingi dengan istirahat
Jika mulai jenuh atau bosan belajar terus menerus, ada baiknya diselingi dengan istirahat. Misalkan setiap belajar 1 jam, istirahatnya sekitar 1 menit. Kita bisa melakukannya sambil keluar dulu dari ruang belajar, ambil minum atau makanan kecil, tapi jangan lupa kembali lagi untuk belajar.

2. Atur ruang belajar
Kenyamanan ruang belajar juga bisa membuat suasana belajar kita menjadi enak. Jangan sampai ruangan tersebut berantakan, rapikan dulu barang yang acak-acakan. Jika sudah rapi akan kelihatan lebih luas dan segar. Ini juga merupakan  bentuk cara belajar efektif yang mempunya faktor besar.

3. Dengarkan musik
Ada yang bilang kalau cara belajar yang menyenangkan sambil mendengarkan musik bisa membantu kita agar dapat berfikir jernih. Hmm, boleh dicoba tuh, tapi jangan sampai musik yang diputar adalah jenis musik hingar bingar, malah hal tersebut bisa membuat anda tidak bisa konsentrasi. Carilah musik yang lembut dan kalau bisa musik instrumental, tapi hati-hati jangan sampai anda malah ketiduran.

4. Belajar dengan praktik
Cara belajar yang tidak membosankan keempat adalah jika belajar hanya dengan membaca (teori) saja bisa menyebabkan jenuh. Cobalah untuk melakukan praktik, misalkan pelajaran IPA, kita bisa belajar sambil mengamati tumbuhan, hewan atau apapun. Dengan demikian kita bisa membuat sebuah acara belajar menjadi mengasyikkan, sekalian membuktikan kebenaran teori tersebut.

5. Belajar dengan rutin
Dengan belajar rutin, otak kita bisa mengingat pelajaran yang dahulu pernah diajarkan oleh guru maupun yang belum pernah diajarkan.

6. Jadilah seorang detektif
Detektif?? Ini kan belajar bukannya memecahkan kasus kejahatan? Maksudnya adalah, di dalam belajar, anggaplah pelajaran itu sebagai teka-teki yang harus dipecahkan atau sebuah kasus yang sulit untuk diselesaikan. Kalau kita berhasil memecahkan kasus tersebut, berarti kita adalah detektif yang hebat.

7. Ubah metode belajar
Jangan belajar dengan cara yang sama dengan terus menerus. Mungkin anda tidak cocok dengan teknik belajar yang sekarang sedang anda terapkan. Ada 3 jenis metode cara belajar efektif yang bisa anda terapkan.
Apapun metode yang anda terapkan,yang terpenting adalah ciptakan suasana yang kondusif. Dalam cara belajar efektif, anda harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Ini merupakan salah satu cara belajar yang baik, karena bagaimanapun jika anda ingin materi yang anda pelajari benar-benar dapat anda rekam, anda harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman dan konsentrasi anda tidak terganggu. Belajar di luar ruangan mungkin adalah solusi yang baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan tidak jenuh dalam belajar.

8. Sering tapi jangan lama
Belajarlah dalam waktu yang tidak terlalu lama namun perseringlah anda belajar. Misalnya pagi 45 menit, siang 15 menit, sore 30 menit, malam 1 jam. Insya Allah cara belajar ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.

9. Mengerti, bukan menghafal
Kalau anda menghafal sesuatu belum tentu anda mengerti. Saat anda mengerti topik yang dipelajari, secara otomatis anda akan faham dan hafal. Pemahaman ini yang membantu anda menganalisa jawaban. Jadi, biarpun soalnya diputar-putar, anda pasti bisa menjawabnya. Memang beberapa pelajaran membutuhkan penghafalan. Misalnya pelajaran seharah atau nama-nama tokoh. Kuncinya adalah baca secara berulang, tanpa anda sadari materi tersebut akan melekat di ingatan anda dengan sendirinya.

Sebenarnya cara belajar yang efektif yang paling mudah adalah cara belajar versi anda sendiri atau cara belajar yang timbul dari dalam hati, bukan karena terpaksa. Yang paling penting adalah jangan main-main dalam belajar, belajarlah dengan serius dan tenang. Karena meski anda serius tapi hati tidak tenang dan nyaman, tidak akan ada materi yang terekam oleh otak anda. Semoga membantu untuk aktivitas belajar anda dan salam sukses…

[kakayakuza: Disadur dari situs aswan67]

Thursday, January 26, 2017

Perjalanan Laser Tiga Provinsi



Perjalanan Laser Tiga Provinsi

Lawatan Sejarah Regional (LASER) tiga provinsi merupakan kegiatan kunjungan ke tempat bersejarah di tiga provinsi yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dan diikuti oleh 25 (dua puluh lima) siswa dan 5 (lima) orang guru dari masing-masing daerah tersebut. Alhamdulillah SMK Negeri 1 Kraksaan mendapat amanah untuk berpartisipasi  dalam acara tersebut dengan mengirimkan dutanya setelah  mengikuti seleksi di Lawatan Sejarah Provinsi Jawa Timur (LASEJAMUR) 2013. Berikut ini liputan Moh. Syarif Hidayatullah (XII APk 2) sebagai duta  Kabupaten Probolinggo saat mengikuti kegiatan tersebut.

Menjelang subuh, 18 Juni 2013 aku sudah sampai di Kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Setelah registrasi dan berkumpul masing-masing duta dari seluruh SLTA se-Jawa Timur, kami langsung bertolak menuju ke Hotel Grasia, Semarang.  Perjalanan ke Semarang ditempuh kurang lebih 11 (sebelas) jam, maklum...cerita klasik yang sering terjadi di Indonesia (atau cuma Jawa Timur ya?), macet karena perbaikan jalan. Setelah check-in dan registrasi  di Hotel Grasia, kami mendapatkan pembekalan dari nara sumber, Dr. Alamsyah, M. Hum. dan Dra. Ufi Saraswati M. Hum., yang merupakan staf pengajar Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, sebelum melanjutkan kunjungan berikutnya. Tujuan LASER Tiga Provinsi yang sebagian besar bertempat di Semarang dan DI Yogyakarta ini adalah mengenalkan sejarah kepada generasi muda baik dari masa Hindu-Budha, kolonialisme hingga bangsa ini mempunyai sebuah nama In-do-ne-sia (pada masa Pasca Kemerdekaan). Dengan demikian diharapkan para generasi muda akan lebih mencintai dan mampu menghargai sekaligus melestarikan  nilai-nilai sejarah beserta peninggalannya.

Hari kedua, 19 Juni 2013, start pukul 06.00-07.00 WIB kami sarapan, sebelum melanjutkan rangkaian perjalanan ke Kotalama, Gereja Blenduk, Lawang Sewu dan Museum Ronggowarsito di Semarang. Setelah istirahat beberapa saat untuk sholat dan makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Klenteng Sam Poo Kong. Kegiatan hari kedua tersebut diakhiri dengan diskusi dan pembuatan karya tulis yang terbagi dalam delapan kelompok dengan anggota masing-masing terdiri dari peserta gabungan tiga provinsi. Bisa dibayangkan serunya diskusi dari anak-anak negeri tiga provinsi...

Hari ke tiga perjalanan di lanjutkan ke Candi Gedong Songo, Borobudur dan ke Yogyakarta. Untuk bermalam, kami pindah  ke Hotel University atau hotelnya Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM)Yogyakarta yang memang terletak di dalam kompleks Kampus  UGM, Sleman, Yogyakarta. Alhamdulillah...akademis banget kesannya, jadi ingin cepat-cepat lulus agar bisa langsung kuliah, he... Perjalanan hari ketiga ini diakhiri dengan pembuatan laporan kunjungan dari masing-masing kelompok .

Tepat hari Jum'at, 21 Juni 2013, adalah hari ke empat petualangan LASER TIGA PROVINSI.  Kali ini agenda kami ke Keraton dan Masjid Agung Yogyakarta, sekaligus break untuk sholat Jum'at di sana. Pasca sholat Jum'at, perjalanan dilanjutkan ke  City Tour di Malioboro sebelum akhirnya kami kembali ke Hotel UNY.

Setibanya di hotel,  lagi-lagi kami dimintai pertanggungjawaban untuk presentasi laporan kunjungan, namun ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya karena petualangan hari ini diakhiri dengan acara pentas seni. Kami unjuk kebolehan dalam menyalurkan bakat dan kreativitas melalui pentas seni di akhir malam dua puluh satu Juni itu. Pentas seni tersebut menunjukkan kesenian daerah atau hasil kreativitas kelompok dari masing-masing provinsi.  Ada yang menyanyi, menari, hingga drama mulai dari gaya kaki lima sampai aksi ala pejabat negara,  semua kami kemas dalam refleksi pada malam penutupan LASER TIGA PROVINSI. Acara berakhir kurang-lebih pukul 01.00 WIB. Sebelum akhirnya kami lepas landas ke alam impian masing-masing setelah menunaikan sholat Isya.

Hari terakhir kebersamaan kami, 22 Juni 2013. Ternyata belum cukup semalam untuk mengadakan acara penutupan. Pada hari kelima itu kami diberikan pengarahan oleh panitia agar selalu mencintai kekayaan budaya bangsa dengan cara melestarikannya karena itulah satu-satunya harta yang murni terlahir dari kreativitas nenek moyang kita.

Berharap ada kelanjutan cerita di LASENAS (Lawatan Sejarah Nasional) pasca LASER Tiga Provinsi ini agar bayangan yang menyeramkan tentang pembuatan karya tulis benar-benar luntur dari benak kita, ehm... Mohon doa dari Bapak-Ibu Guru dan teman-teman semua agar saya lolos ke tingkat Nasional, sehingga kita dapat membuktikan bahwa SMK Bisa!! Dan SMK Negeri 1 Kraksaan harus Bisa!!

[Opecq]

MENGUKIR CATATAN HARIAN DALAM KOMPETISI LASENAS 2013


MENGUKIR CATATAN HARIAN DALAM KOMPETISI LASENAS 2013

Ucapan terimakasih perlu saya sampaikan kepada :

1. Bapak Drs. H. MOH. IDRIS, M. Pd., yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti LASENAS ini,

2. Bapak Moch. Jupri, S. Fil. I  dan Ibu Nurini Agustin, S. Pd.  yang telah membimbing dan mendampingi saya dalam teknis pembuatan Karya Tulis Ilmiah

3. Semua guru dan teman-temanku di SMK Negeri 1 Kraksaan  atas do'a dan dukungannya
Alhamdulillah... akhirnya saya lolos seleksi untuk mengikuti Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) XI Tahun 2013, sehingga dapat berbagi pengalaman dan menyambung cerita LASER Tiga Propinisi beberapa saat yang lalu.

  LASENAS merupakan rangkaian kegiatan perjalanan mengunjungi situs bersejarah yang merupakan bagian dari simpul-simpul perekat yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan dan persatuan untuk memperkokoh integrasi bangsa. Kegiatan ini dilaksankan oleh Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. Kegiatan berlangsung dari tanggal 7-11 September 2013 di Hotel Oval Surabaya (HOS) dengan tema “Menumbuhkan Semangat Perjuangan Di Kalangan Generasi Muda Dalam Rangka Pembangunan Karakter Bangsa.”
LASENAS diikuti oleh 177 orang yang terdiri dari siswa SMA/sederajat terpilih yang ditetapkan dari hasil Lawatan Sejarah Daerah (LASEDA) yang dilaksanakan oleh 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) di seluruh Indonesia, Instansi terkait dan Lembaga Swadaya Masyarakat, Pengampu Kepentingan Di Bidang Sejarah dan Wartawan dari TVRI. Setiap provinsi mengirimkan 2 dutanya (siswa) yang telah mengikuti seleksi terlebih dulu di LASEDA. Namun khusus untuk provinsi Jawa Timur mengirimkan 25 dutanya karena sekaligus bertugas sebagai tuan rumah dalam meUcapan terimakasih perlu saya sampaikan kepada :

1. Bapak Drs. H. MOH. IDRIS, M. Pd., yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti LASENAS ini,

2. Bapak Moch. Jupri, S. Fil. I  dan Ibu Nurini Agustin, S. Pd.  yang telah membimbing dan mendampingi saya dalam teknis pembuatan Karya Tulis Ilmiah

3. Semua guru dan teman-temanku di SMK Negeri 1 Kraksaan  atas do'a dan dukungannya Hari Jum'at pagi tanggal 6 September 2013 saya bersama Ibu Nurini Agustin, S. Pd., berangkat menuju Surabaya. Sesampainya di Surabaya kami langsung menuju ke Hotel Weta.

Setelah chek in hotel dan bertemu dengan teman-teman, Ibu Nurini langsung kembali ke Probolinggo, sementara saya langsung di karantina untuk mengikuti rangkaian kegiatan LASENAS. Menjelang sore kami semua harus berkumpul di ruang pertemuan untuk mengikuti pembekalan dari DISBUDPAR PROV. JATIM serta beberapa dari kami dites untuk mempresentasikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) masing-masing hingga berakhir menjelang maghrib. Setelah melaksanakan shalat mahgrib kami semua dikumpulkan kembali untuk latihan koreografi sebagai persiapan penyambutan tamu (pindah) ke Hotel Oval Surabaya. Kami semua berlatih hingga kurang lebih menjelang pukul 01.30 WIB, setelah itu kami kembali ke kamar masing-masing untuk pergi ke pulau kapuk pasca menunaikan shalat isya'.

Tanggal 07 September 2013 Pukul 6.00 WIB kami siap di ruang makan untuk sarapan sebelum selanjutnya kami berangkat ke HOS sekitar pukul 08.30 WIB. Di sana kami menunggu kedatangan peserta dari seantero Indonesia hingga pukul 12.00  WIB. Setelah Ishoma dan registrasi, sekitar pukul  14.00 WIB kami berkumpul di Ruang Dragon (ruang pertemuan HOS) untuk mengikuti pembekalan yang disampaikan oleh Ibu Umi (Dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta) ,pemaparan  tata tertib, dan perkenalan diri dari masing-masing provinsi serta pembagian kamar. Kami semua dipandu oleh seorang MC bernama Fahmi yang merupakan Komunitas Sejarah dan Budaya. Saya sekamar dengan Niko Rizaldi (SMAN Plus Pekan Baru), dan Iqbal Maulana peserta (SMAN 2 Sumenep).

Sekitar pukul empat sore kami semua menuju ke kamar masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia. Kamar yang luas, dengan fasilitas internasional dilengkapi dengan WIFI yang memuaskan. Setelah istirahat ± 1 jam, kami semua diwajibkan berseragam batik dan berkumpul di Aula HOS untuk segera melakukan perjalanan menuju Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kami terbagi dalam lima bis yang masing-masing dikawal oleh iringan polisi untuk menjaga kelancaran perjalanan kami. Cielaaahhhhh,,,,seperti rombongan presiden saja layaknya. Sesampainya di Grahadi kami semua langsung makan malam sebelum akhirnya memasuki Ruang Utama Gedung Grahadi untuk mengikuti acara inti pembukaan LASENAS XI 2013 yang diawali oleh sambutan Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Jawa Timur, yakni Bapak Drs. Endjat Djaenuderajat dan dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Timur. Setelah itu sambutan dari Direktur Jendral Kebudayaan sekaligus membuka secara resmi Lawatan Sejarah Nasional XI oleh Prof. Dr. Kacung Marijan.

Tak terasa waktu berlalu, jumpa perspun tiba. Waww….. kamera disana sini, seperti artis saja..,,hehe.. setelah jumpa pers selesai. Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Bapak Bambang Sulistomo, Sip,M.Si. Beliau adalah putra dari pemimpin perjuangan Arek Suroboyo, Bung Tomo sekaligus sebagai staf khusus Menkes Bidang Politik Kebijakan Kesehatan. Raut wajah yang tampan dan sosok yang tegas terpancar dari sorot mata yang tajam serta gaya bicaranya. Kami juga menyempatkan diri untuk mengabadikan moment penting malam ini karena ini saat pertama dan terakhir kami sebagai tim LASENAS XI Tahun 2013.

Untuk tahun-tahun mendatang kami “dilarang” untuk mengikutinya kembali agar memberikan kesempatan kepada generasi penerus bangsa yang lain untuk melanjutkannya. Tepat pada pukul 21.30 kami semua kembali ke HOS untuk  istirahat. Ehh,...ternyata khusus untuk perwakilan dari Jawa Timur belum diijinkan untuk beristirahat melainkan  latihan koreografi serta drama teater dalam rangka persiapan Malam Pentas Seni untuk Penutupan LASENAS XI. Baru pada pukul 01.00 WIB. kami benar-benar dipersilakan untuk istirahat, tapi sungguh...bukan lelah yang kami rasakan namun kebersamaan yang begitu menyenangkan, ehmm....

 Minggu 8 September 2013. Start dimulai dari pukul 06.00 untuk sarapan pagi dengan memakai seragam kaos LASENAS berwarna putih, maklumlah kami harus mematuhi tata tertib untuk sebuah latihan kedisiplinan yang baik. Setelah sarapan kami semua mengikuti Dialog bersama Bapak  Bambang Sulistomo Sip,M.Si tentang Sejarah Peristiwa 10 November 1945 dan Pembangunan karakter Generasi Muda oleh Bapak Prof. Dr. Aminudin Kasdi (sejarawan).

Usai dialog, kami mulai melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah dengan menggunakan Bis Pariwisata dan pengawalan ketat oleh pasukan POLRI seperti yang sudah-sudah, he...he.. Objek yang  pertama kami kunjungi adalah keliling Kota Tua Surabaya, meliputi: Darmo-Hotel Yamato-Jembatan Merah. Setelah itu kami menuju ke Tugu Pahlawan dan Museum 10 November 1945 sembari mengikuti paparan sejarah dari guide yang memang ditugaskan untuk memberikan informasi sejarah dan mendampingi kami sepanjang perjalanan tersebut. Kami melihat langsung peninggalan bersejarah arek-arek Suroboyo diantaranya rekaman asli suara Bung Tomo pada saat peristiwa 10 November 1945, senjata rakitan dan Bambu Runcing yang digunakan oleh pejuang Kemerdekaan. Di tempat itu pula kami semua menonton film (Arsip Nasional) Sejarah perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato. Menjelang terik matahari pas di atas kepala berbaur dengan hawa panas khas Surabaya kami melanjutkan perjalanan ke Museum Mpu Tantular sekaligus menghabiskan waktu Ishoma kami di sana.

Lepas dari Museum Mpu Tantular kami menuju Situs Trowulan yang berada di Mojokerto sebelum akhirnya mengunjungi Museum Majapahit, Candi Tikus, Candi Brahu dan Gapura Bajang Ratu. Tak terasa tiga jam berlalu, waktu kami harus kembali ke HOS. Tak kuasa menahan lelah dan kantuk yang semakin berat, kami pun tertidur di dalam bis sepanjang perjalanan Mojokerto-Surabaya. Setibanya di HOS kami langsung Ishoma kembali sebelum akhirnya malam itu acara diakhiri dengan presentasi dari enam penulis KTI terbaik nasional, yakni Iqbal Maulana (SMAN 2 Sumenep), Riska Puspita Sari (SMAN 1 Magetan), Ardhana Reswari (SMAN 1 Kediri), Bayu Aji Sinantria Gunawan (SMA ISLAM DIDAKTIKA Depok), Ratna Cahyaningsih (SMAN 1 Gurah Kab. Kediri), dan Nurkhasanah Eka Riyani (SMAN 1 Blora).

Alhamdulillah...saya tetap bersyukur meskipun belum menjadi yang terbaik. Setidaknya saya telah diberikan kesempatan dalam Ajang Kompetisi Nasional yang mayoritas diikuti oleh siswa SMA yang memang mereka telah mendapatkan Mata Pelajaran Sejarah dalam kesehariannya. Berbeda dengan di sekolah kita atau SMK yang memang tidak ada Mata Pelajaran Sejarah mulai kelas X (sepuluh) hingga XII (dua belas) ini.

 Senin 9 September 2013, Pukul 06.00 WIB kami semua menuju ke Kota Blitar mengunjungi Candi Penataran dan Makam Bung Karno.  Subhanallah,... pengalaman yang berharga bisa berziarah langsung ke makam Sang Proklamator sekaligus dapat membuktikan sendiri dari dekat tentang riwayat kehidupannya seperti yang tertulis dalam KTI -ku. Pukul 11.30 WIB kami menuju ke Ponpes Lirboyo Kediri.  Pasca Ishoma kami melakukan dialog  tentang Konstribusi Agamawan dalam Memperjuangkan NKRI dengan pembicara KH. Anwar Iskandar dari Ponpes Al-Amin. Acara tersebut berakhir pada pukul 15.30 WIB dan dilanjutkan perjalanan menuju ke HOS. Alhamdulillah hari ini acaranya tidak terlalu padat,.. namun seperti biasanya kami semua harus latihan untuk malam penutupan. Ya,... tetap saja istirahat pada pukul 01.00 WIB.

 Selasa 10 September 2013. Dengan berseragam kaos LASENAS warna merah, kami menuju ke Bangkalan. Melewati makam komponis Lagu Kebangsaan kita, W.R. Supartman, kami bergerak mengunjungi Makam-makam Raja di Aermata Bangkalan. Setelah itu kam menuju ke Sentra Batik Madura dan mengenal sejarahnya. Dilanjutkan ke Gedung Serba Guna” Ratoh Ebuh”, di sini kami menonton film Garuda Di Dadaku. Tiba-tiba saja saya teringat perjuangan orang tua yang telah berusaha keras untuk membesarkan dan membiayai saya,  apalagi hampir sepekan saya tak bertemu dengan mereka, uft... semoga kita tetap se-ma-ngat dalam berbakti kepadanya... Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pendopo Bupati Bangkalan dan Ishoma di sana. Setelah acara tersebut selesai, rombongan kembali ke HOS dan langsung berkumpul di Ruang Dragon dengan pakaian khas daerah masing-masing.

Khusus untuk Provinsi Jawa Timur mengemas pertunjukan dalam sebuah drama teater  (ala kerajaan Majapahit) dikolaborasikan dengan seni tari, nyanyian tradisional hingga mars perjuangan. Akhirnya acara tersebut ditutup dengan menyanyikan lagu “Kemesraan”.
Tanggal 11 September 2013, tepatnya pukul 06.00 WIB kami semua berkemas dan check out dari HOS. Selamat tinggal Hotel Oval Surabaya,...saya meluncur menuju terminal Bungurasih dengan mobil pribadi, milik teman saya Singgih Bekti Nugroho. Dan tak lama kemudian saya terlelap dalam persegi panjang antar kota itu sebelum akhirnya tiba di tanah tumpah darah, Gading dan bertemu dengan orang tua tercinta hampir pukul 14.00 WIB.

Mewakili Kabupaten Probolinggo sekaligus Provinsi Jawa Timur adalah hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, tetapi ternyata semboyan “SMK Bisa”  itu bukan omong kosong jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdo'a maka keberhasilan akan lebih mudah untuk kita raih, semoga di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya SMK Negeri 1 Kraksaan dapat ikut serta kembali dalam LAWATAN SEJARAN NASIONAL... Aamiin...

[Syarif H]

Pelantikan OSIS Periode 2013 - 2014


Pelantikan OSIS Periode 2013 - 2014

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kini pelantikan OSIS baru baru di laksanakan kembali.
Pelantikan ini sebagai tanda penyerahan masa bakti OSIS lama kepada OSIS baru. Saat itu menjadi saat – saat yang paling menegangkan bagi pengurus OSIS baru SMK Negeri 1 Kraksaan karena detik – detik resminya menjadi pengurus OSIS SMK Negeri 1 Kraksaan Periode 2013 – 2014.

Huftzzz......... sangat menegangkan waktu itu karena pelantikan akan dilihat oleh semua warga SMK Negeri 1 Kraksaan , betapa malunya jika kita tidak melaksanakan pelantikan semaksimal mungkin karena kita terpandang sebagai Organisasi Siswa tertinggi SMK negeri 1 Kraksaan.

Saya dan teman teman OSIS begitu tegang dan diguyur keringat untuk menghadapi pelantikan tersebut. Tapi semangat kami tetap berkobar tak peduli banyak rintangan yang dihadapi.
Pada hari itu bertepatan pada hari Senin, 25 November 2013 dilaksanakan upacara pelantikan OSIS baru periode 2013 – 2014, tepatnya di lapangan basket SMK Negeri 1 Kraksaan.

Inilah tiba saatnya pelantikan OSIS di mulai. Anggota OSIS baru bersiap – siap memasuki lapangan upacara. Begitu tegangnya, terik matahari sangat menyengat, keringat mengguyur seluruh badan, tubuh mulai gemetar begitu hebat.

Serentak kaki kami melangkah dan berbaris di depan kepala sekolah dan warga SMK lainnya.
Kemudian pembacaan Surat Keputusan dari Bapak Kepala Sekolah yang di bacakan oleh Bapak “Drs. H. Moh. Sahudi selaku Waka Kesiswaaan.

Beberapa detik kemudian tibalah saat pembacaan “ Janji Pengurus OSIS “ yang dipandu oleh ketua umum “Deni Sumarlin” dan serentak diikuti oleh semua pengurus OSIS lainnya.
Pembacaan Janji Pengurus OSIS telah usai dibacakan saat itu pula Ketua Umum lama “Anggun Nutriawati” dengan ketua umum yang baru “Deni Sumarlin” bergantian menandatangi surat kepemimpinan OSIS yang ditandatangi juga oleh Kepala Sekolah baru kita, Bapak “Hariyadi, S. Pd., MM.” dan Pembina OSIS kita, Bapak “Anang Wahyudi, S. Pd.”

Sejenak kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala sekolah yang berisi pesan – pesan untuk pengurus OSIS baru agar menjalankan tugas – tugasnya dengan baik dan juga berharap agar bisa lebih baik dari pengurus OSIS sebelumnya.

Alhamdulillah... leganya kami sudah resmi menjadi pengurus OSIS baru SMK Negeri 1 Kraksaan periode 2013 – 2014, rasa ketegangan kini telah pergi jauh digantikan dengan rasa bahagia yang sedang menyelimuti kita.

Tapi terik matahari lebih menyengat dan keringat tambah mengguyur kita , kepala pusing karena panasnya terik matahari di tambah lagi kita menghadap ketimur wow panas banget pastinya dah. Seperti gosong lama – lama di tempat ini jadi ikan asin lama – lama  gini “keluhku dalam hati karena sudah tidak kuat menahan panasnya terik matahari pagi”.

Kemudian kami besiap – siap untuk kembali ketempat semula. Serentak kaki melangkah meninggalkan tempat itu dan terdengar beribu – ribu tangan bertepuk bertanda bahwa kami telah melaksanakan pelantikan tersebut dengan hasil yang memuaskan.

Hmzzzz tambah bahagianya hati kita semua mendengar ribuan tangan bertepuk tanda kita berhasil. Lega sudah karena hari yang kita tunggu - tunggu kini telah sudah terlaksana dengan baik dan berjalan lancar.

Kami semua berharap agar semua yang kita programkan berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan dan menjadi lebih baik dari OSIS sebelumnya.

Kemudian penutupan diakhiri dengan foto – foto bersama OSIS lama.
Pengurus OSIS periode 2012-2013 dan 2013-1014 bersama Pembina OSIS, Anang Wahyudi, S. Pd. Dan Waka Kesiswaan, Drs. H. M. Sahudi.

[Opecq]

SCOUTING di Pantai Tamporah


SCOUTING di Pantai Tamporah - Probolinggo

Tepat di hari Sabtu pada tanggal 23 Nopember 2013 lalu bersiaplah para anggota 15.015 – 15.016 Ambalan Joko Tole – Putri Koening untuk berkemas dan siap lepas landas menuju bumi perkemahan. Pukul 15.00 WIB kami meluncur menuju lokasi dengan menumpangi kendaraan Full AC yang super luar biasa (TRUK....hehehehe).

Singkat cerita kami pun sampai di kilo meter 0,5 dari lokasi. Barang siap dipikul,semangat siap dibakar, suasana makin menderu hangat penuh kekeluargaan. Kami telusuri si bukit-bukit indah menuju alam lepas pantai penuh ombak semangat bagi anggota kami. Itulah tempat asyik penuh cerita “Pantai Tamporah” Banyuglugur – Situbondo.

Sambil menikmati lepas penat dan usai mendirikan tenda, kami beranjak menyicipi asinnya air laut untuk bersuci (berwudlu') untuk melengkapi sholat 5 waktu. Penat hilang, dan seketika semangat kembali membara kami mengadakan apel pembukaan persami pelantikan anggota baru ambalan SMKN 1 Kraksaan. Dengan dilanjutkan sedikit perbincangan seru yang dikendarai oleh KETOS kita (Kak Deni Sumarlin).

Selesai dinner kami melanjutkan program kami, yakni tradisi orang-orang pramuka pastinya API UNGGUN, beserta suguhan lezat Drama Seri Ala SCOUT yang penuh kocak dan tidak kalah juga dalam beradu akting. Pukul 22.00 WIB bersaut, badan kami pun juga bersaut untuk diistirahatkan. Selamat datang di acara jelajah malam tanpa sadar (tidur nyenyakkkk).

Sampai pukul 03.00 pagi di hari yang baru semua peserta dibangunkan untuk kegiatan selanjutkan yaitu prosesi pengujian kepramukaan serta uji mental untuk calon anggota baru ambalan kami. Rute yang penuh tantangan dan terjal melewati bukit yang penuh kelabu dengan ditemani sinar bulan dan suara-suara aneh dari hutan, gelap pun kami tak takut dingin dan kantuk begitu luar biasa namun semangat kami mengalahkan itu semua, itu adalah sebuah pengalaman baru bagi mereka yang akan menjalaninya. Siap dengan Tim Sukses Penguji kami yang terbagi menjadi empat pos dengan dua pos bayangan sebagai penjaga keamanan kegiatan. Tangis, tawa, nervouse, lucu, semua teraduk dalam kegiatan itu sampai usai di terbitnya matahari.

Kami sambut pagi dengan apel pagi dan sarapan. Muncul sedikit ide dari kami untuk menghilangkan kejenuhan. Saatnya mengarang dan membacakan puisi. Disinilah kami menemukan bakat-bakat baru bagi anggota baru ambalan. Sebuah inspirasi bagi mereka. Ini dia puisi karya mereka...

“ SIKAT GIGI”
“.....terdapat lilin di kamar Dengan gaya khas mereka menyampaikan puisi tersebut, penuh kehangatan dalam bersyair namun itu membuat kami tertawa lepas.
Saatnya penjelajahan pagi (jogging donkkk biar gak jenuh....!!) menaiki Bukit Tamporah sampai ke puncaknya dengan pemandangan yang menyegarkan mata. Melepas penat dengan bukit yang terjal dan disinari pagi yang cerah.

Siang pun menyapa kami, dan tibalah waktunya untuk melantik calon anggota baru. Sesuatu yang baru lagi bagi mereka yakni mengadakan pelantikan dan apel penutupan persami di kedalaman laut tamporah (rendem-rendeman bersama ikan-ikan yang imuttt). Kamera tersorot di laut lepas, siap mengabadikan gaya narsis mereka. Basah dan asin, kakipun kram dan penuh luka karena karang laut yang menghantarkan kami pulang dengan penuh cerita. Tenda terbongkar, suara pun sayup terdengar...sayonara kakak-kakak pramuka, semoga kami tak lelah  di bumi penjelajahan berikutnya.

(Yuni_Scout)

Mengenal Kurikulum 2013


Mengenal Kurikulum 2013

Banyak yang bertanya-tanya, apa itu kurikulum 2013? Mengapa sering dibicarakan banyak orang? SMKN 1 Kraksaan juga akan menerapkan kurikulum 2013. Apa itu kurikulum 2013?
Sebenarnya sekolah kita ini belum benar-benar menerapkan kurikulum 2013. Masih tahap pengenalan. Hal itu disampaikan sendiri oleh Ibu Dra. Dyah Hastuti, Waka Kurikulum saat ditemui di ruang guru.

“Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.” Ucap Ibu Dyah saat diwawancarai.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Jadi kurikulum 2013 tak sama dengan KTSP (2006). Bahkan format nilainya pun untuk Kurikulum 2013 berbeda. Tidak menggunakan angka, tetapi menggunakan huruf, dari skala A-D.

“Salah satu tahap pengenalan yang telah kami persiapkan adalah dengan menambah jam pelajaran. Siswa diharapkan mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.” Jelas Ibu Dyah. Benar saja,sekarang jam pelajaran memang ditambah hingga siswa pulang jam 14.30 WIB. Ibu Dyah juga mengatakan,taklangsung menerapkan kurikulum 2013 agar siswa tidak terlalu terkejut.”Jadi, siswa perlu dibiasakan terlebih dahulu.”

Mengapa KTSP diubah? Berikut ini beberapa kekurangan dari KTSP:

1. Konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia peserta didik.

2. Belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional

3. Belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global

“Dengan demikian, melalui pengenalan kurikulum 2013 diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.”
Amiin, Bu! Semoga siswa SMKN 1 Kraksaan menjadi lebih baik! Semangat!

(Elfangelo)

Yang Tak Terlupakan Tentangmu Surabaya


Yang Tak Terlupakan Tentangmu Surabaya

“Jangan memandang sesuatu sebagaimana adanya, tetapi pandanglah kemungkinan-kemungkinannya. Visualisasi menambah nilai pada segala sesuatu. Pemikir besar selalu memvisualisasikan apa yang dapat dilakukan pada masa datang. Ia tidak puas dengan masa sekarang”

“Kebanyakan dari kegagalan dalam kehidupan adalah karena manusia tidak sadar bahwa mereka nyaris sukses sewaktu putus asa (Thomas Edison)”

Bismillah...akhirnya kesampaian juga berbagi pengalaman dengan pembaca, meskipun sudah terpendam hampir satu tahun...

Cerita tentang perjalanan  ini, diawali pada tanggal 16 Juni 2013. Kami berempat, Khusnul Khotimah(XII APk 1) , Syahron Ramadany (XII APk1), Khairun Nisa'(XII APk 2), Nur Firdausi Wahyu (XII APk 2) mendapat amanah untuk mengikuti Diklat Kompetensi Kejuruan di Surabaya.
Berbekal doa dari orang tua, semangat dan kesiapan untuk menghabiskan waktu selama seminggu di Surabaya, kami diantar oleh Ketua Jurusan Administrasi Perkantoran, Ibu Rini Yuliastuti, S. Pd. Selama perjalanan, kami sudah membayangkan segala kemungkinan selama sepekan di sana, mulai dari persiapan kegiatan hingga pembuatan laporan yang  full memenuhi benak kami serta bagaimana nantinya saat disatukan dengan siswa Administrasi Perkantoran dari berbagai sekolah yang lain. Kawan seperjuangan, teman satu jurusan, satu angkatan, tapi di lain medan, he... Kami juga  menyempatkan diri untuk up-date status: OTW-Surabaya...

Kira-kira pukul 13.00 WIB kami sudah tiba di tempat tujuan, Unit Pelaksana Teknis Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan (UPT- PPPK) Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di sekitar komplek Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setibanya di sana kami langsung melakukan registrasi dan selanjutnya kami terpisah saat di asrama (hanya info saja, kami terbagi dalam 3 (tiga) ruang kamar yang berbeda)

Mengintip pengalaman Syahron di kamar Tulip No.05...
“tersiksa awalnya, karena aku sekamar dengan 3 (tiga) orang teman dari daerah lain, Veri dan April dari Madiun dan Wahyu dari Pacitan, aku galau banget karena ketiga temanku itu memakai Bahasa Jawa halus dan kromo inggil pula, sedangkan aku tidak connect sama sekali, sehingga tampaklah bahwa hanya akulah satu-satunya orang Indonesia asli di kamar itu, he...

Senin, 16 Juni 2013. Hari pertama untuk peserta angkatan ke-13, kami semua berkumpul di aula untuk mengikuti upacara pembukaan pelatihan. Kami berkumpul sesuai dengan jurusan kami masing masing, di sana ada  kurang-lebih 200 peserta diklat dengan 8 (delapan) bidang pelatihan yaitu: Bangunan, Elektronika, Listrik, Mesin Otomotif, Tehnologi Informatika, Manajemen, dan Tata Busana. Setelah selesai upacara pembukaan kami masuk ke bengkel (ruangan diklat) masing masing.
Di kelas Bisnis dan Manajemen (APK) terdapat 20 siswa dari 5 (lima) sekolah yang berbeda, yaitu SMK Islam 1 Durenan -Trenggalek, SMKN 6 Jember, SMKN 4 Jember, SMK PGRI Donorojo -Pacitan, dan SMK kita tercinta, SMKN 1 Kraksaan).

Hari pertama pelatihan, kami langsung disuguhi soal pre-test yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi awal dari setiap peserta. Selanjutnya kami belajar tentang kearsipan. Di sini kami memperdalam wawasan tentang arsip, mulai dari arti penting arsip, mitos yang salah tentang arsip dan pentingnya manajemen arsip. Pendek kata, semua poin-poin penting tentang si 'arsip' dibahas penuh disini, walau tidak sepenuhnya. Hari perdana di medan pelatihan ini membuat kami  mendadak menjadi agak pendiam, kaku, canggung atau entah apalah namanya, hingga kami hampir tak beranjak dari awal tempat berpijak, yah... di situ saja. Mungkin perlu adaptasi, komunikasi dan interogasi atau bahkan dokumentasi untuk mengawali membuka diri,...mungkin!

Dan memang iyya, ...karena di hari kedua, ketika kami sudah mengusir jauh-jauh rasa canggung dan mulai digabungkan menjadi kelompok-kelompok oleh pembimbing kami, yang ditentukan acak sehingga kami benar-benar membaur, maka pengalaman, pengetahuan dan wawasan pun bertambah. Agenda hari kedua adalah adalah membuat notula rapat. Kami diberi tugas untuk mengadakan rapat kecil-kecilan, sekaligus momen  ini juga menjadi media untuk masing-masing peserta menjalin keakraban. Betul, ...di hari kedua ini tawa-tawa kekeluargaan mulai mengakari kelas A-PE-KA.
Memasuki hari ketiga, tugas kami adalah mengindeks surat dan mengarsipkannya sesuai subjek /masalah. Dan hari-hari berikutnya kami mendapat pelajaran baru tentang Daftar Perjalanan Dinas (Itenerary) juga tentang penggunaan E-filling dalam kagiatan kantor  yang menunjang Paperless Office.

Yang tak kalah menariknya, sepekan di Surabaya membuat kami selalu mendapat kan pengalaman-pengalaman unik di luar kelas, mulai dari mengantri makanan saat sarapan pagi maupun selepas dari kelas pasca pembelajaran, semua seolah menjadi budaya yang indah bersamaan dengan bunyi-bunyi sendok yang bergesekan dengan piring dan berlomba dengan suara perut kami, he...terasa sudah menjadi musik tradisional di forum pelatihan ini.

Sepekan di Surabaya dengan kegiatan rutin yang dimulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 16.00, minus istirahat pada pukul 12.00-13.00 (kecuali hari Jum'at, karena diawali dengan senam pagi dan waktu istirahat yang agak panjang karena bersamaan dengan sholat Jum'at)  membuat kami betah melewati kebersamaan dengan suka maupun duka.

Hingga hari terakhirpun tiba, Sabtu 22 Juni 2013, hari penutupan Diklat untuk angkatan ke-13. Kami sempat bimbang karena akan menerima hasil perjuangan selama ini, dan... Alhamdulillah, kriteria penilaian yang kami terima adalah: BAIK SEKALI... namun kegembiraan itu cepat berlalu karena kami merasa sangat BERAT untuk meninggalkan gedung ini. Setelah upacara penutupan, derai airmata pun tak dapat terbendung lagi karena begitu terharu dengan kharisma Surabaya yang sempat menyatukan kami.Maka sebelum menutup buku kisah tentang pengalaman ini, kami sedikit mengabadikan moment dengan keluarga Administrasi Perkantoran Empat Kota yang pernah berkumpul bersama, di hari terakhir Pelatihan Administrasi Perkantoran Angkatan ke 13 di UPT-PPPK Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Sekitar pukul 13.30 WIB kami keluar dari lingkungan UPT-PPPK Provinsi Jawa Timur, Surabaya dan segera OTW terminal BungurAsih. Alhamdulillah, walaupun sempat was-was, tapi kami berempat sukses melewati perjalanan Surabaya-Probolinggo dengan selamat.
Perjumpaan yang manis, sepekan yang indah. Semoga apa-apa yang sempat dan telah dilalui dapat bermanfaat... “..Ingat. Harus dapat ilmu dan hikmah dari perjalanan jauhmu ini..” Aamiin..

(Syahron-Icha)

Kenangan Paskibra 2013


Kenangan Paskibra 2013

Mars Paskibraka

PASKIBRAKA JAYA
candra dimuka nan jaya
tempatnya kami di tempa
bagi kita semua paskibraka jaya

Reff :
berkibarlah benderaku
di Kabupaten Probolinggo

kita bisa di beri nama
Paskibraka Jaya

Diawali dari pemilihan peserta pada tanggal 11 Juni 2013, seleksi PASKIBRA di ikuti kurang lebih 300 peserta dari berbagai sekolah SMA maupun SMK se-kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 09.00 WIB, kami harus berlari mengelilingi Alun-alun Kraksaan dengan menempuh jarak minimal dua kilometer atau empat kali putaran. Setelah itu dilanjutkan dengan tes kesehatan hingga waktu ISHOMA tiba. Lalu kami melanjutkan tes baris-berbaris, mulai dari jalan di tempat, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, balik kiri, serong kanan, serong kiri, penghormatan, hingga kegiatan meninggalkan tempat seperti : langkah biasa dan  langkah tegap maju...

Setelah tes demi tes kami lalui, tibalah saat kami dikumpulkan di tengah lapangan (alun-alun) untuk mengetahui siapa saja yang lolos terpilih sebagai PASKIBRA  KAB. PROBOLINGGO 2013. Dag-dig dug-daarrrr,,,,,jantung ini berdetak begitu cepat tak seperti biasa menunggu saat-saat penentuan dan pengumuman. Satu persatu nama peserta dibacakan dan alhamdulillah dari SMKN 1 Kraksaan ada 12 siswa yang  lolos seleksi. Mereka adalah Agus (XI TKJ), Budi (XI TKJ), Mu'tashim Billah (XI TKJ), Uchi (XII MM), Nurul Ilmiya (XI MM), Elok (XI APk 2), Ridwan (XI Ak 1), Anggi (XI Ak 2), Putri (XI Ak 2), Nikmatul (XI RPL 1), Alfan (XI RPL 2), dan aku, Syarif (XII APk 2).
Latihan dibagi menjadi tiga gelombang, yang pertama dilaksanakan pada 26 Juni hingga  06 Juli 2013. Gelombang kedua dilaksanakan pada 29 Juli hingga 03 Agustus 2013, dan gelombang ketiga dilaksanakan pada 12-15 Agustus 2013. Latihan dimulai dari pukul 08.00 – 12.30 WIB, namun khusus pada gelombang kedua (karena bertepatan dengan bulan puasa) dimulai pada pukul 13.30 – maghrib. Mental dan fisik kami benar-benar digembleng selama hari-hari latihan itu. Para pelatih kami begitu sabar dan telaten mendampingi, namun tetap mengutamakan kedisiplinan. Mereka adalah Pak SUHARA dan Pak SUWANDI dari TNI serta Pak MUDRI dan Pak HUSEN dari POLRES.
Jumlah PASKIBRA KAB. PROBOLINGGO 2013 sebanyak 75 orang dengan 5 siswa sebagai cadangan. Latihan gelombang pertama dilaksanakan di Alun-alun dan Gelora Kraksaan. Hari-hari pertama di bawah komando pelatih kami, 8-12 orang pingsan pada saat latihan, maklumlah belum terbiasa dengan hawa militer di tengah terik Kraksaan yang menyengat pula. Namun alhamdulillah  pada gelombang kedua berkurang drastis hanya 2-4 orang saja yang pingsan, mungkin karena berkah Romadhon pula kami jadi semakin semangat dalam berlatih.

Dan kami semakin bersyukur karena pada saat latihan gelombang ketiga, baik siswa maupun siswi sudah terbiasa sehingga tidak ada lagi yang pingsan.

Latihan demi latihan telah kami lalui, KANPORA (Kantor Pemuda Dan Olahraga) Kab. Probolinggo sebagai panitia penyelenggara PASKIBRA memberikan satu stel training, sepatu dan topi serta satu stel seragam PASKIBRA lengkap kepada masing-masing peserta. Hingga tiba-lan saat gladi bersih yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2013 dengan memakai seragam PASKIBRA lengkap. Awalnya kami merasa sangat kaku memakai seragam tersebut apalagi dengan warna putih yang kita tidak boleh sembarang duduk agar tidak kotor. Ada dua paket latihan saat gladi bersih, yaitu dua kali menaikkan dan dua kali menurunkan bendera latihan yang berwarna biru putih.

Hari semakin dekat dengan peringatan detik-detik HUT RI yang ke 68, dan tak terasa tanggal 17 Agustus 2013 pun tiba. Kami gelisah menunggu saat kapan harus tampil benar-benar sebagai PASKIBRA, bukan latihan lagi. Kami datang jam 07.30 WIB untuk menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari merapikan diri, merias wajah (make up) untuk siswi hingga mengikat tali sepatu. Kami sempat mengabadikan moment-moment persiapan dalam kebersamaan, ehm...karena menjadi PASKIBRA merupakan tugas yang sangat membanggakan dan mulia bagi kami, karena dapat mewakili sekolah dan sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air Indonesia. Kita sebagai generasi muda patut bersyukur karena penjajahan dari negara maju di atas bumi pertiwi ini sudah tiada hanya saja kita masih belum merdeka dari para koruptor, maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus memberantas korupsi dan meneladani sosok Sang Proklamator kita, seperti yang pernah diungkapkannya dalam sebuah kalimat:  janganlah melihat apa yang telah negara berikan kepada kita, tetapi lihatlah apa yang bisa kita berikan untuk negara tercinta ini.,

Tidak berlebihan kiranya motto DISIPLIN NAFASKU, KESETIAN KEBANGGAANKU, PENGHORMATAN SEGALA-GALANYA........PASKIBRAKA JAYA yang selalu didengungkan oleh Pak Suhara di sela-sela latihan kami karena memang perlu dibiasakan untuk disiplin dalam setiap langkah serta Mars Paskibra Kabupaten Probolinggo 2013 yang diciptakan oleh Bpk. Hendarto, setia kepada bangsa Indonesia dan menghormati para pahlawan (termasuk gurumu).

[Syarif H]

XII RPL 1


XII RPL 1

 "Beli masa depan anda dengan ilmu. Dan bekerjalah dalam perusahaan yang bernama ‘belajar’ agar anda mendapat gaji berupa ilmu yang melimpah"


"Mungkin saja 
anda mengalami kesulitan saat belajar, tapi anda akan menerima kemudahan setelah anda memahami dan menerapkan 
apa yang anda telah pelajari tadi"

Halloooo sahabat gema . .
Assalamu'alaikum....
Sahabat gema, pojok kelas kali ini hadir lagi menampilkan kelas yang benar-benar terletak di salah satu pojok bangunan gedung SMK tercinta ini, tepatnya pojok barat paling utara, siapa lagi kalau bukan kelas yang penuh dengan bau – bau teknologi informasi alias kelas XII Rpl 1. Kalau sudah membicarakan RPL ini pasti tidak luput dari perangkat-perangkat beserta punggawanya, yaitu software, coding and program – program gitu guyssss . .  dan tidak lepas pula dari yang namanya Computer or  Lap Top. Hari – hari yang dilewati oleh warga RPL pasti berhubungan dengan lab yang berada tepat di gedung atas sekolah kita tercinta ini . Tahukah kalian, sisi lain kelas yang sering disebut dengan kelas Enginering ini, ternyata juga termasuk kelas gokil dan (agak-sedikit) nakal. .  . .
Pasti kalian semua pada penasaran  sama penghuninya, kan???  Ayooo kita simak uraian cerita berikut…

Kelas kita di bawah bimbingan atau wali kelas satu-satunya Ibu Olahraga yang sangat disiplin, siapa lagi kalo bukan Ibu Dra. L. M. Prayuti E. D atau yang sering dipanggil dengan Bu Lusi. Bu Lusi sangat tanggap dan cepat dalam meanggapi 1001 persoalan maupun keributan yang terjadi di kelas kami hingga berhasil membawa seluruh murid XII RPL 1 ke jalan yang lurus (memang selama ini belok ke mana? ).

Dan kelas ini dipimpin oleh seorang atlet basket SMK kita ini, siapa lagi kalo bukan Rekyan Lukmanto yang ternyata mempunyai cita-cita menjadi seorang model,. .Cieellaahhh . . tinggi bangetz mas cita**nya  tapi bagus juga  siii . .  . . belajar yg rajin  yaa bang . .   Cowok yang akrab dipanggil Reky ini selain menjadi ketua kelas dulunya dia juga mantan anggota OSIS Sie Jasmanian Rohani dan juga pernah menjadi sutradara kelas pada saat praktik teater seni budaya  yang diadakan baru-baru ini… Untuk 'mengelola' rakyatnya, Bang Reky juga dibantu oleh wakilnya , yaitu Hikmah, yang punya kembaran menjabat sebagai bendahara kelas, siapa lagi kalo bukan Si Wahyu, yang mahir tulis puisi gitu, kembar tapi beda....

Tidak sampai di situ saja, tetapi di XII RPL1 ini masih ada aksi yang gag bakalan kalian rugi decchh ngebacanya . . Kelas yang dihuni oleh tiga puluh dua siswa ini benar-benar TOP MARKOTOP  karena siswinya rata- rata narsis, he... Diketuai oleh Neng imut Nindy Claudya yang juga merupakan vokalis sekolah kita berdampingan dengan Yuniar Titis . M. Siswi kelahiran Ganting Kulon Kec. Maron ini selain menjadi vokalis mereka berdua juga mahir dalam masalah Make Up dalam setiap acara sekolah yang berkaitan dengan Make Up , merekalah yang meriasnya, lihat tuh dokumentasinya, he...

Di sisi lain juga ada mereka yang mendambakan boyband Korea lho. . diantaranya Mbak Sri Wahyuningsih, Mbak Nurul Muslimah dan Mbak Santi Indah Yati. Sri Wahyuningsih yang selalu menyabet tiga besar di kelas sejak kelas sepuluh dulu adalah otak dari semua mapel di RPL ini. Ada lagi yang mahir dalam mengotak – atik hijab, siapa lagi kalo bukan Mbak Febby Larasati yang akrab dipanggil Bii . . Kita juga punya cowo' yang otaknya pinter bangetzz sama mapel FISIKA boookkk . . yaitu Mas Alief Rizki Pranata dan juga aktif dalam masalah berdebat dan juga mantan team Majalah Gemasiswa kita tercinta ini. Ada juga pelawak dan penghibur kelas RPL yaitu Ziyad dan Agung, meskipun kadang – kadang nyebelinn. Juga cewe' imut yang biasa dipanggil Iin alias Innany Fitriyah .J. dan Ayu Septyowati yang selalu sigap dan selalu bersikap dewasa, gituu .

Warga RPL juga mempunyai seorang sekretaris atau ahli masalah tulis – menulis, yaitu Devi Welyastutik, yang akrab dipanggil Wely nii kelahiran di Brani Kulon, kalo masalah tulis menulis dia bisa DIANDALKAN .. ada juga yang lumayan pendiam nii anaknya diantaranya ada Mbak Ika dan Mbak Purni, merekalah cewe yang irit berbicara tapi otaknya berjalan baik dan dapat diandalkan. Ada juga 4 cowok semprul di kelas ini yang selalu menghebohkan kelas diantaranya ada Mas Ilyas, Bang Dian, Mas Uzan dan Mas Hori . . Mas Uzan paling lumayan lahh di Bidang Produktif tepatnya Visual Basic, kalo mas Ilyas nii mahir dalam pembuatan Web Desain tak kalah dengan mas Ilyas ada juga Mas Galuh  yang merupakan master dari semua pelajaran produktif RPL dan dia juga perwakilan jurusan RPL untuk mengikuti Lomba Olimpiade Skill atau LKS mewakili sekolah kita ini  . . waahhhh hebattt juga yaa . . dan masih banyak siswa – siswi Rakyat RPL yang bikin kelas kita heboh dengan berbagai skill .. gag bakalan cukup halaman ini kalo harus di deskipsikan satu persatu .
Hembb . . meski sudah hampir mendekati ujian UN warga RPL masih aktif untuk sekedar kebersamaan di kelas untuk mengenang detik – detik terakhir putih abu – abu pada masa – masa sekolah .

Inilah sahabat gema ,  singkat cerita perwakilan dari kelas IT, XII RPL 1 , semoga berkenang dihati kalian semua yaa,. . jangan pernah lupakan kita semua yaa . sahabat
 Wassalamualaikum wr. Wb. . ketemu lagi di episode selanjutnya . .

[HIKMAH ]

XII APK 1, GO REAL Mulai dari Nol


XII APK 1, GO REAL Mulai dari Nol

XII APK 1, GO REAL!! Yap, begitulah motto yang sering dielu-elukan kelas ini setiap ada lomba pada acara Class Meeting. Salah satu kelas yang terletak dekat dengan kantin ini cukup terkenal seantero sekolah. Tapi apakah Gemaholics sudah tau siapa-siapa saja anggota kelas ini?
Welcome to XII APK 1 Kingdom!

Kepala Suku XII APK 1 adalah Lukman Hasim, atau kerap disapa Lukman. 'BapakBerkacamata' ini kelihatannya saja pendiam, diam-diam dia adalah salah satu Trouble Maker  di kelas. Sementara posisi Wakil ditempati oleh Khusnul Khotimah, si kecil yang 'cabe rawit' karena meskipun tubuhnya kecil ini dia adalah pelanggan juara kelas  dengan suara khasnya yang menggelegar. Posisi Sekretaris ditempati oleh dua dara manis yakni Ade Hikmah Romadona dan Lailatus Sa'adah. Dan jabatan rentenir, eh salah,...Bendahara kelas maksud saya,  diduduki oleh Via Fununil Khoiriyah dan Nur Aini. Kebalikan dari kedua Sekretaris kita yang (terkesan) kaleeem dan agak pendiam, dua bendahara kita ini super  cerewet, apalagi kalau ada urusan tunggak-menunggak kekayaan negara, hehehehe....
Begitulah silsilah jabatan kelas XII APK 1. Mengenai tempat kedudukannya, silakan diperinci satu-persatu agar ketahuan siapa sebenarnya yang membuat kelas ini menjadi kian semarak. Ada pasangan Syahron dan Ika yang duduk di bangku terdepan paling dekat pintu. Lalu di belakangnya ada Nur Aini dan Juliatin. Juliatin sering dibully oleh Nur Aini, bukan sering malah tapi setiap hari ckckckck.... Ada Khusnul dan Dini yang juga tak kalah heboh. Eka Septiana si Miss Punk dan Ila yang lebih sering dipanggil Keke daripada nama aslinya.

Lalu deret selanjutnya ada Via sang Bendahara dengan Dian Umi Fitriya yang mantan  Ketua Rohis, jadi sesekali difungsikan juga penceramahnya loh.... Berikutnya ada Dea dan Aiz yang kemana-mana selalu berdua, persis seperti toples dengan tutupnya. Duo fashionable Dian Shofhal dan Anggita. Lalu Dausy dan Linda. Sebagai catatan penting, dua siswi yang namanya disebut paling akhir ini termasuk siswi paling salbut di kelas. Lebih-lebih Si Linda yang mirip dengan Dorami, tau kan? Adiknya Doraemon itu, ...  Lalu di penghujung deretan ini, duduklah Dua Ratu Wiraswasta Sejati, Bawon dan Nur, mulai bisnis pulsa, fashion, aksesoris, semuanya Nur jabanin hehehehe....

Di deret ketiga dari pintu ada Indra, sang ketua F4. Yap, di kelas ini ada F4 (yang pernah lihat drama Meteor Garden atau BBF pasti tahu F4 itu apa ). Tapi sayang, yang ada di kelas ini adalah F4 versi hancurnya -_-  Dan Indra ini duduk dengan Rahman, yang juga anggota F4 yang paling kalem (hoeekk). Lalu di belakangnya ada Tasya sang Ketua Teater yang selalu punya pikiran nyeleneh alias ajaib, bersama Diah Sri Laksono yang merupakan Editor majalah yang sedang kalian pegang saat ini. Hobinya menulis dan jangan coba-coba meledek idolanya yaitu Super Junior kalau tidak mau digaplok. Menyusul ada Fitria Vita Dewi, yang oleh Diah diledek 'Manusia Elastis' karena termasuk salah satu jenius Matematika di kelas ini selain Syahron, ehm.... Kemudian ada Sang Maniak Cermin, Ade Hikmah Romadona yang sedikit geser saja cerminnya harus ikut, (memangnya spion?). Tak ketinggalan, Puji dan Fifi, duo pendiam yang rajin. Dan Yanti yang mantan Sekretaris OSIS tahun lalu dengan Ira yang fotogenik, sepertinya semua kejadian bagi Ira harus diabadikan dalam bentuk foto, ckckck -

Deretan terakhir, ada sang Kepala Suku yaitu Lukman bersama Decky. Dua siswa jahil yang juga anggota F4 bersama Indra dan Rahman (hemeh -_-). Lalu Eka Wahyuni dan Dinda yang juga mantan wakil rakyat alias pengurus OSIS. Dua imut ini suka sekali bergosip dan paling heboh di kelas. Serta yang terakhir, Yenni si 'Miss Kalem' atau 'Pelari Maraton XII APK1' berdampingan dengan Rinddy yang merupakan aktivis PMR.

Begitulah personil lengkap XII APK 1. Selain itu, kelas ini juga kerap menorehkan prestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Terbukti dari keaktifan mereka mendukung segala bentuk program sekolah agar SMKN 1 Kraksaan semakin maju! Ada Mantan Ketua Rohis (Dian Umi Fitriya), Mantan Ketua Teater Tukul (Tasya), Mantan Ketua Adiwiyata (Diyanah Nur Maningtias), Vokalis KAMUS (Diah Sri Laksono), anggota ekskul voli (Via, Rahman, Indra) dan tiga anggota tim redaksi Gema Siswa juga ada di kelas ini, yaitu Syahron, Juliatin dan Diah. Masih diketuai oleh Diyanah Nur Maningtias sebagai dirijen sekaligus Sang Sutradara, personil kelas kami tahun lalu terpilih sebagai tim paduan suara dalam momen Perpisahan Kelas XII, padahal (awalnya) suara kami tidak bagus-bagus amat, tapi alhamdulillah dapat menjadi background  acara mulai jam delapan pagi sampai jam satu siang nonstop minus sambutan, sampai-sampai sekarang pun rasanya kami enggan untuk nonstop cuap-cuapnya, maklumlah di kelas Apeka ini memang harus sesering mungkin praktik komunikasi, meskipun kadang-kadang juga melakukan hal yang absurd, seperti misalnya bermain petak umpet saat jam kosong (sekedar ingin melestarikan permainan rakyat yang merupakan karakter bangsa) ~_⁰.

[Opecq]

Fakta Seputar Donor Darah


Fakta Seputar Donor Darah

Pada edisi kali ini saya akan mendiskripsikan tentang kegiatan DONOR DARAH yang rutin dilakukan 4 bulan sekali yang diadakan oleh PRAJAMIKA (sebutan untuk Ekstrakurikuler PMR SMK Negeri 1 Kraksaan) sebelum itu sudah pada tau kan golongan darahnya kalau belum segera  tes darah hehehe.... mari kita simak, apa sih itu Donor Darah itu? Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian digunakan pada transfusi darah.

Donor darah biasa dilakukan rutin di pusat donor darah lokal, dalam hal ini SMK Negeri 1 Kraksaan. Dan setiap beberapa waktu, ada pula penggalangan donor darah yang diadakan di tempat-tempat keramaian, seperti di pusat perbelanjaan, kantor perusahaan besar, tempat ibadah, serta sekolah dan universitas. Pada acara ini, para calon pendonor dapat menyempatkan datang dan menyumbang tanpa harus mengkhususkan diri mendatangi pusat donor darah. Selain itu, bank darah dapat memiliki mobil donor darah yang digunakan untuk tempat menyumbang. 1 tetes darah nyawa bagi mereka, kita sesama umat islam haruslah tau syariat itu. Nah, tepat banget pada  16 januari 2014 di ruang serba guna SMK Negeri 1 Kraksaan tepatnya di kelas  XII TKJ sebagian warga SMKN 1 Kraksaan antusias mendatangi TKT tersebut.apa tuch TKT??? Tempat kejadian Transfusi , hehee….

Lanjut, mereka yang telah berpengalaman tak enggan  untuk merelakan 250 ml darah mereka kepada  petugas.  Acara dimulai pukul  08.30 wib dan selesai 12.00 wib. Dari sekian jam tersebut petugas mendapatkan 38 kantong darah, artinya  hanya 38 orang saja yang mendonor, wwwah dari sekian banyak siswa, guru, dan karyawan hanya 25% yang berpastisipasi. Juga tercatat 60 orang yang ingin mengetahui jenis golongan darahnya. kita beranggapan positif saja ya,guys. Ada syarat-syarat tertentu sebelum melakukan donor, diantaranya:

1. Calon donor harus berusia 17-60 tahun,
2. Berat badan minimal 50 kg
3. Kadar hemoglobin >12,5 gr%
4. Tekanan darah 100-160 (sistol) dan 70-100 (diastol).
5. Temperatur tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
6. Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
7. Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
8. Kadar hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram
9. Tidak pernah menyumbangkan darah dalam jangka waktu 3 bulan sebelumnya
10. Untuk menjaga kesehatan dan keamanan darah, calon donor tidak boleh pernah atau sedang menderita sakit seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa;  baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui.

Nah, mitos-mitos di bawah ini nih yang menjadi penyebab kenapa sebagian siswa tidak mau mendonor :

1. Donor Darah BikinGemuk
2. Membuat Badan Lemas
3. Wanita Tidak Boleh Mendonorkan Darah
4. Takut Jarum
5. Punya Penyakit Diabetes, Kolesterol, dan Tekanan Darah Tinggi Tidak Boleh Mendonor Darah
 Mungkin masih banyak lagi mitos-mitos lain, tetapi hanya itu yang bisa penulis ulas. Tetapi, di sisi lain sejuta manfaat perlu juga sobat gema harus tahu, 5 diantaranya:

1. Menjaga kesehatan jantung
2. Meningkatkan produksi sel darah merah
3. Membantu penurunan berat tubuh
4. Mendeteksi penyakit serius
5. Mendapatkan kesehatan psikologi

Sebagian dari kita mungkin tidak mengetahui efek samping donor darah yang tidak berbahaya asal kan kita tahu gejala awalnya.

Pingsan
Pengambilan darah dapat menyebabkan penurunan denyut jantung dan penurunan tekanan darah. Hal ini adalah reaksi normal terhadap pengambilan darah. Selama pengambilan darah
Sampaikan kepada petugas, bila Anda merasa nyeri pada saat pengambilan darah.

Waspada sampai 8 jam setelah pengambilan darah
- khusus 1 jam pertama, waspada terhadap kemungkinan pingsan
- minum minuman ekstra untuk pengganti cairan yang hilang
- makan secukupnya
- hindari kegiatan berat
- Hindari alkohol

Bila Anda merasa tidak enak badan
- istirahat dan berbaring
- longgarkan pakaian
- tenangkan diri Anda

Untuk mencegah reaksi donor darah, sebelum donor kita harus
- minum ekstra
- makan sebelum donor
- istirahat cukup

Semua efek samping hanya berlaku untuk sebagian kecil orang. Seringkali efek samping terjadi karena hal-hal yang terjadi sebelum donor, seperti belum makan, kurang istirahat, dan hal lain yang berhubungan dengan daya tahan tubuh.

Jika  sudah yakin, mari donorkan darah Anda untuk membantu sesama. Jangan berpikir bahwa banyak orang lain telah melakukan donor darah, tetapi motivasi diri  sendiri untuk melakukan hal baik untuk orang lain. Dengan diri saja berbuat benar dapat membantu sesama, maka jika dilakukan oleh banyak orang maka kehidupan akan semakin lebih baik.
Nah,info terakhir ni…sekian dulu ya.semoga bermanfaat dan menjadi motivasi untuk terus berbuat kebaikan.. sayonaraaaaa.

Sumber :
http://www.mahardhika.net
http://id.wikipedia.org
http://bacaankeluarga.blogpot.com

suni@:red

ACTION (Aktif, Creatif, Talented, Inspiring, Optimistic, Nice, Excellent)


ACTION (Aktif, Creatif, Talented, Inspiring, Optimistic, Nice, Excellent)

Well, waktu begitu cepat berlalu ya.. perasaan baru kemarin jadi siswa 10 Akuntansi 1, eh sekarang udah 12 Ak 1. Hehe.. nggak selaww banget kan broo! Oke! Kali ini pojok kelas akan membahas tentang ActiOne! ActiOne itu adalah Accounting One, lebih tepatnya XII Akuntansi  1.
ActiOne terdiri dari berbagai macam spesies (?) dari yang kalem, pendiam, kocak, asik, dan lain sebagainya. Hehe.. it's time to kepo about warga ActiOne. Cekidott..

ActiOne punya ketua kelas yang kreatif, dia adalah Nofita  Andriani. Nofita punya pasangan yaitu Lilik Nur Indah Sari, eh! Jangan salah maksud dari pasangan disini adalah Wakil Ketua Kelas. So, Nofita nggak jomblo/single dalam mengatur ActiOne kan dia dibantu sama Indah. Selanjutnya ada Zilfi Nurjannah, sepertinya  Zilfi layak mendapatkan gelar sebagai Bendahara yang tak tergantikan. Bayangin aja dari kelas 10 Zilfi mengabdi sebagai Bendahara ActiOne, setia banget kann.. Zilfi juga nggak jomblo dalam mengatur keuangan kelas, dia dibantu sama Devi Junita Sari, mereka berdua sangat berjasa dalam memberantas Kenakalalan Warga kelas  yang macet membayar uang kas dan sebagainya. Semoga Zilfi dan Devi diberikan kesabaran dalam menjalankan tugasnya… selama Hidup dikelas *ehh  abaikan. Ketua Kelas udah, Bendahara udah berarti sekarang Sekretaris, Jabatan sekretaris di berikan dengan elegan kepada Nur Istiqomatul Firdausiyah dan Nur Laili Masruroh. Nah! Firda selain sekretaris dia  adalah miss galaw >.< . Kenapa bisa gitu? Yaps mungkin karena dia sering galaw..galaww gituu. Soal jepang, anime, komik, dan naruto Nur Laili Masruroh  nih pakarnya hahaha.. keren kann. Oke! Lanzuttt!

Perasaan dari tadi bahas cewek ActiOne terus, oke deh oke kita bahas cowok-cowok ActiOne dulu, Deni Rahman dan Muhammad Yunus, mereka berdua itu semacam soulmate kemana-mana pasti berdua. Ehm.. kalo mereka berdua udah barengan kocaknya cetarr membahana badai halilintar membelah cakrawala. Wuihh.. :D mereka duduk nya berdua? Iyalah kan soulmate hehe.. mereka berdua hobinya nge-gombalin cewek-cewek ActiOne. Bisa dikatakan Rajanya gombalin cewek dikelas Hahaha..peace qaqa

Selain mereka ada Umar Robbi Maulana biasanya pada detik-detik terakhir pelajaran dia hobinya molor alias Bobok dikelas :D Saat terbaek buat dia itu yaitu Saat jam kosong alias free :D . is time to sleep :D Wkwkwk maap qaqa..ehh tapi meskipun begitu dia humoris dan perhatian ciee..Umar duduknya sama Jalaluddin dia sulit ditebak.nah! pada –penasaran kan? Mampir aja ke kelas XII Ak 1! Selain itu ActiOne punya ustadz juga loh dia adalah ustadz Azzam atau Ahmad Abdurrohim si pendiam yang penuh dengan sejuta misteri dibalik histori (?) , dia duduknya sama Fendik Wahyudi, dia asik, kocak, dia juga nggak bisa nahan tawa.. bahayakan kalo ga bisa berhenti. *eh selanjutnya ada Muhammad Afi Rizki katanya sih dia adalah Fans Setia Justin Bieber yahhhh bisa dibilang hanya satu-satunya Populasi Belieberboy dikelas,  disekolah juga kali ye -_- dia juga Directioners seh haha :D  yang kadang suka ngaku-ngaku Suara Nada Tingginya Zayn Malik Dan Falsetto.nya Mirip Si abang Ntin Bieber beda jauh sih wkwk.. dan gaada bosen-bosennya Nyanyi tiap Hari hahaha :D . Di ActiOne juga ada Fans setia pemain bola bundar Si Om Cristiano Ronaldo Si peraih FIFA Balon D'Or 2008 Dan 2013 haaha :D  dia adalah Alam Aliyansyah, selain mereka ada juga Galih Amalusi Hidayatullah, dia tau banget tentang Handphone dan lain-lain, biasanya teman-teman suka nanya-nanya harga handphone, headset dan lain-lain ke dia,Biasa Counter Berjalan Dan Sales Handphone Berjalan Tongkrongan Favorite dia itu di Berniaga.com Sama Tokobagus.com hahaha :D udah Kayak rumah kedua dia gituh -_-,  yang terakhir adalah Rival Dwi Waluyo dia suka banget sama mbak Fatin, Fatin Shidqia Lubis Maksudnya. Yang biasanya fansya teriak fatin..fatinn foyaaa gitu..hehe.. Nyanyinya ajah Tiap hari detik waktu Nyanyi Lagu Fatin :D

Finally, cowok-cowok ActiOne udah dibahas selanjutnya kembali ke cewek-cewek ActiOne (lagi). Saniyah. Saniyah adalah salah satu timred Gema Siswa, dia aktif dan hanya satu-satu.nya siswa dikelas yang selalu Tanya disaat Guru menawarkan sebuah pertanyaan :D  gitu.. hehe.. selanjutnya ada Yuni Lailatul Fitria dia sering heboh kalo udah kehilangan suatu benda padahal nih bendanya ada di dekat dia. Wkwkw.. nah! warga ActiOne yang satu ini nih suka banget sama band Ungu. dia adalah Rubyatul Adawiyah hehe..

ActiOne juga punya pendekar wanita dia adalah Nur Prihati Novia Kurniatillah meskipun cewek dia suka banget sama yang namanya Pencak silat. Hebat kan broo! Selanjutnya ada Fans Chibi-chibi hakk..hakk..hakk! dia adalah Robiatul Adawiyah dan Intan Permata Sari yang selalu up to date masalah cherrybelle ehhhh :D mereka heboh gitu. Wkwkw…selain  chibi-chibi di ActiOne juga ada Smashblast mereka adalah Dyah Ayu Fatmalana, Umi Laili Farida, dan Rina Agustini behh.. mereka udah pasti hebohh kalo ngomongin Si Bisma And The Genk  SM*SH. Reader ada yang smashblast juga? Gabung aja sama mereka hehe… selanjutnya ada Nur Lailatus Sofia dia katanya mirip Syahrini, sesuatu yahh.. :D setelah Nur Lailatus Sofiah ada Siti Komaria dia suka banget foto-foto hehe..  selanjutnya ada Maria Ulfa dia punya hobi yang kece banget dan bisa dibilang Rare (langka)? hobinya adalah membuat Kaligrafi. Kece banget kan.. selanjutnya ada Nining Mustafiah dia suka heboh sendiri apa lagi kalo barengan sama Sri Novi Wahyuni. Behh ketawanya bisa menggelegar broo! Pokoknya kalo nggak ada mereka ActiOne sepi, sunyi, galaw, risau gitu deh.. oh iya ada Jinani Firdausiyah juga dia sering di panggil Jin sama teman-teman hehe..  selanjutnya ada Nihayatus Zulfa dia unyuu bingittss..hehe.. setelah itu ada Fitria Andini dia suka banget nyanyi kalo dikelas. Dan yang terakhir ada Nida Mukhlisin Sulafa dia suka sama United Kingdom (Inggris) dan pastinya Vocal Group  dari Inggris, Yaps! One Direction dia juga suka banget nyanyi-nyanyi kalo lagi badmood. Mungkin, readers  ada yang Directioners juga? Hehe..dia gak rela tuh jika Zayn disebut-sebut  sama teman-teman...hehe alias cemburu...cieee

Kira-kira begitulah diskripsi tentang ActiOne, mungkin cerita diatas hanya sebagian cerita-cerita seru di ActiOne, buat teman-teman ActiOne semangat ya!

Semoga ActiOne dan semua siswa kelas XII lulus UN 2017 Amin!

[Nida.MS]

Perjuanganku untukmu Indonesia



Perjuanganku untukmu

Sekali lagi ayah marah-marah karena aku tidak mau mengikuti pelatihan menjadi relawan mengusir bangsa Belanda itu. Kalau sudah begini bukan relawan lagi, untuk berangkat latihan saja ayah memegang tali tampar. Dengan begitu aku berangkat dengan wajah ditekuk dan hati yang terpaksa. Aku tahu ayah hebat dalam hal seperti itu. Ayah salah satu pelatihnya. Tapi aku beda, aku tidak suka, tidak minat dan tidak berbakat dalam hal berperang. Memegang bambu runcing saja aku malas. Apalagi bangsa Belanda itu memakai senjata modern dan alat tempur modern lainnya. Mana mungkin menang!

“Bayu, kenapa sih kamu selalu tidak semangat?” tanya Muhtar.
“Huft, aku tidak suka latihan ini.” Jawabku.
“Kamu tidak ingin kita terbebas dari bangsa Belanda itu?” tanyanya lagi.
“Jangan kau tanyakan lagi, Tar. Aku tak mau membahasnya.”
“Bangsa ini butuh orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk diselamatkan. Tidak tersentuhkah kau Bayu melihat ratusan orang dibunuh dengan begitu sadis oleh mereka?” Muhtar mulai berceramah.

“Kamu berdiri, dan bertahan hidup di tanah ini, kamu sangat bergantung di tanah dan alam disini. Dan tanah dan alam ini membutuhkan kau untuk dibebaskan. Dan yang lebih menyakitkan kau tidak berusaha untuk membebaskannya? Maaf Jika kata-kataku kasar tapi aku harus mengatakannya. Kamu egois.” Tambahnya panjang lebar. Kalimat terakhirnya ia ucapakan dengan datar.
Aku tahu dia berusaha menyadarkanku. Dia kira ucapannya itu berpengaruh besar terhadap sikapku. Kuakui kata-katanya memang bagus, tetapi sayang itu tidak berpengaruh. Baru saja aku ingin menjawab, tetapi ayah lebih dulu berteriak kepada kami.

“Woy! Lagi apa kalian di situ! Cepat kembali latihan!” teriaknya dari kejauhan.
Kami menuruti perintahnya, tapi aku berjalan malas-malasan.

Hari ini mereka mengajarkan bagaimana cara menggunakan sejata modern. Senjata itu tentu saja tidak membeli. Senjata-senjata itu hasil rampasan saat ayahku dan teman-temannya berperang minggu lalu dengan orang-orang barat itu. Aku tidak tahu bagaimana mereka dapat merampas senjata-senjata itu hanya dengan berbekal bela diri dan bambu runcing sedangkan mereka oranag-orang barat itu menggunakan senjata modern. Dan bagaimana mereka bisa tahu cara mengunakannya? Hemm, tapi masa bodoh! Penting tahu jawabannya?
Saking malasnya latihan aku nekat membuat alasan untuk tidak latihan. Aku akan meminta izin kepada pelatih yang duduk sendiri itu dan kebetulan ayah sedang ke kamar mandi.
“Permisi, hari ini saya tidak enak badan, boleh saya izin dulu hari ini? Perut saya mual.” Kataku tanpa basa-basi.

“Mual?  Mual katamu?” kata pelatih itu.
“Eh, bukan hanya itu.  Saya juga pusing, Pak. Boleh saya izin pak?” ucapku dengan tampang memelas.

Pelatih ini memandangku dengan sinis. Dia tidak segera menjawab dan malah menunduk.
“Baiklah. Kau boleh tidak latihan hari ini.” Katanya dan langsung berdiri.
“Terimakasih,” jawabku dengan senang dan aku pun langsung pergi.
Aku tidak terlalu bohong kok. Aku memang sakit perut tapi itu tidak terlalu berpengaruh. Dan sekarang aku ingin pergi ke warung tempat biasanya aku dan teman sebayaku berkumpul. Kami biasa minum kopi disana dan membicarakan hal-hal yang menurut kita asyik.
“Hei, Yu! Darimana saja kau? Latihan perang itu lagi?” tanya Ilyas dengan gaya bicaranya yang khas setelah aku tiba di warung.

“Ya, tapi aku pura-pura sakit. Jadi, yeah begitulah.” Jawabku.
“Hahaha. Kau memang cerdik, Bung! Orang seperti kita ini memang harusnya tidak usah ikut-ikutan. Itu urusan orang tua. Kita nikmati saja masa-masa muda kita. Tempat kita disini.” Kata Eko bersemangat.

“Ya betul. Tapi sudahlah. Lebih baik kita membicarakan yang lain,” Tanto ikut angkat bicara.
Aku menghabiskan waktu di warung itu sampai masuk waktu Magrib. Dan kembali ke rumah dalam keadaan lelah. Tetapi begitu terkejutnya aku dengan apa yang kulihat di dalam rumah. Ibu tergeletak di lantai dengan darah yang menggenang di sekitar tubuhnya. Dan ayah dalam keadaan bahaya. Dia siap untuk dibunuh oleh salah satu orang Belanda itu. Sedangkan orang kurang ajar yang lain itu membuka-buka lemari.

Panas mata ini melihat ibu seperti itu. Namun tiba-tiba ayah mengerang berusaha membebaskan diri. Rupanya ayah ingin aku melakukan sesuatu. Dia memberiku isyarat. Matanya menunjuk sesuatu di belakang pintu. Aku melangkah lebar. Dan orang kurang ajar itu meneriakiku sambil mengacungkan senjatanya kepadaku. Sekarang sesuatu itu ada di samping kakiku. Ketika 2 orang Belanda itu tidak ada yang melihatku, aku langsung mengambilnya secepat kilat. Aku juga tidak tahu aku bisa mengambil sesuatu secepat itu, mungkin karena aku panik. Dan ternyata sesuatu itu adalah pistol. Ayah ingin aku menembakkan pistol itu pada 2 orang penjahat itu. Tapi aku tidak tahu cara menggunakannya. Ku coba saja memasukkan pelurunya. Tapi peluru itu tak juga masuk dengan sempurna. Sampai suara DUARR keras membuat aku menoleh.
Usahaku sia-sia. Ayah sudah tertembak dan sekarang ia terkapar di lantai. Dan serasa kurang puas, penjahat itu melesatkan peluru lagi ke kepala ayah dan melangkah pergi. Aku hanya menyaksikan, tidak melakukan apa-apa.

Seluruh badanku panas. Aku berlari dan berlutut di samping ayah.
“Ayaaah!!!” teriakku lepas.
Mataku panas, dadaku sesak. Aku menoleh ke belakang. Ibu!

Aku terbangun karena suara orang-orang di luar. Orang mengaji! Aku teringat sesuatu. Lekas aku berlari keluar dan melihat orang-orang mengaji itu. Di tengah ruangan, 2 mayat terbujur kaku.
“Ayah! Ibuuu!” jeritku tak tertahan.
Kakiku lemas dan akhornya aku jatuh terduduk di lantai. Orang mengaji berhenti dan rasanya waktu juga berhenti. Teringat semua kenanganku dengan ayah dan ibu. Teringat semua bentakan dan perkataan ayah tiap kali aku malas latihan. Begitu menusuknya kata-kata itu. Termasuk perkataan Muhtar kemarin membuatku ingin mati saja. Begitu menyakitkan. Seandainya aku tidak mencari-cari alasan dan lebih memilih latihan daripada nongkrong yang tidak jelas itu, mungkin aku bisa menyelamatkan mereka. Karena aku akan ada di rumah dan tidak akan susah payah memasukkan peluru.
“Aaahhgg!”

Sejak  kejadian sebulan yang lalu itu aku jauh lebih semangat mengikuti latihan. Untuk membalas dendamku pada mereka orang-orang jahat itu. Dan untuk negeri ini. Aku berlatih keras, setiap hari, siang dan malam.
“Kamu berubah, Yu.” Muhtar mengatakan keheranannya setelah kami latihan.
“Kamu tahu kenapa, Tar.” Jawabku.

“Aku senang kamu berubah. Tapi niatmu salah, Yu. Ehm, aku hanya mengingatkan. Soalnya nanti perjuanganmu itu tak dapat pahala. Jika kamu mati saat kau bertempur, yeah begitulah. Kurasa kau sudah tahu itu, Bung.” Ungkapnya.

Aku terdiam lama. Memikirkan kata-kata Muhtar. Benar juga yang ia katakan. Dendam itu tidak baik. Aku harus mengubah niatku yang sudah begitu keras ini.

“Hemft. Kamu benar. Aku tidak boleh dendam dan berlatih untuk mengusir bangsa luar itu semampuku untuk negeri ini. Dan untuk mereka yang di masa depan nanti. Bukan begitu?”
“Yeah. Tepat sekali, bung!” senyumnya. “Kita berjanji akan mengusir orang-orang asing itu sampai titik darah penghabisan! Untuk kita dan mereka semua!” Muhtar mengacungkan jari kelingkingnya.
Kubalas acungan kelingkingnya. ”Dan dengan sepenuh hati,”  Tambahku.

Esoknya Pak Yoso, salah satu pelatih kami mendapat kabar dari temannya yang menjadi mata-mata di markas besar Belanda bahwa Belanda akan menguasai salah satu daerah.

Kami berangkat setelah sholat Maghrib dengan berjalan kaki kira-kira 12 km. Karena mereka akan menyerang tengah malam. Kami hanya melewati hutan sekitar 5 jam.
Kami sampai di daerah yang akan Belanda bekuk itu kira-kira pukul 11 malam. Kami bersembunyi di balik semak-semak, menunggu kedatangan mereka.  Tak lama kemudian mereka datang dengan 10 motor yang mengangkut tentara-tentaranya. Aku sempat menciut melihat itu. Tapi Pak Yoso yang kita anggap sebagai kapten menyemangati.

“Jangan melihat jumlahnya, Prajurit!” Dia menganggap kami prajurit. ”Kita memang hanya 40 orang, tapi optimislah! Allah selalu bersama kita. Ingatlah masa depan negeri ini! Ingatlah saat mereka dengan mudahnya membunuh saudara-saudara kita! Kita sudah berbulan-bulan latihan dan sekarang adalah waktunya!” Ucapnya penuh semangat.

Ya. Sekarang waktunya aku korbankan nyawa! Setidaknya  aku membuat mereka kalap. Sebelum mereka datang kami sudah memasang jebakan berupa paku-paku agar ban kendaraan mereka tidak bisa berjalan. Itu bagian dari strategi yang disusun oleh Pak Yoso.

Sekarang aku bersiap dengan 15 orang lainnya untuk menewaskan mereka layaknya mereka menewaskan saudar-saudara kami dari balik semak-semak. Sedangkan yang lain berpencar sesuai rencana yang telah disusun.

Baru saja mereka turun kami yang telah diperintahkan, menembak satu per satu. Suara pistol saling bersahutan. Aku tertuju pada salah satu orang Belanda itu untuk aku tembak. Dia sedang mengarahkan pistolnya ke arah Muhtar.

“DUARRR,” tembakanku mengenai kepalanya.
Aku berjuang sebanyak mungkin membuat tentara mereka tewas. Tak peduli begitu ngilu lenganku sakit karena saking semangatnya aku menembak. Satu per satu tentara Belanda mati terkapar di tanah.

“AAARRHHHG!” teriak seseorang. Aku mencari asal suara itu. Tidak terlalu jauh dari tempatku. Ternyata itu Pak Yoso. Dia masih hidup. Aku berlari menghampirinya. Dia berusaha mengatakan sesuatu padaku.

“Bayu, ttolong teruskan apa yng ssudah kita hheh lakkukan bbersama-sama, Nak!” katanya terbata-bata. “Aakku ta tahu kamu pasti hheh,” dia masih berusaha keras. “Bisa!” tambahnya.
Air mataku jatuh. Jantungku berdegup kencang. Tanganku yang menopang kepala Pak Yoso bergetar. Pak Yoso berusah mengatakan sesuatu lagi. Ternyata ia ingin melafalkan kalimat Syahadat. Ingin aku berkata sesuatu tapi tak ada yang keluar dari mulutku. Aku hanya bisa menangis melihat beliau kesakitan.

Setelah ia mengucapkannya, ia bernafas begitu berat dan berakhirlah hidupnya. Air mataku semakin deras mengalir. Aku berdiri dan nekat keluar dari semak-semak.
 “Untuk semua yang telah mereka lakukan dengan bangsaku! Aku rela mati! Ini nyawa dariku untukmu, bangsaku!” seruku.

Aku tembak semua orang-orang kurang ajar itu. Aku buat mereka tewas dengan air mata tetap mengalir, membuat penglihatanku buram. Tiba-tiba aku tersandung dan jatuh. Aku masih melihat salah satu orang Belanda, seragamya berbeda. Dia kaptennya! Dan dia mengarahkan senjatanya kepadaku. Secepat mungkin aku tembak kepalanya. Berkali-kali. Dia terjatuh. 
Tapi tiba-tiba kepalaku begitu nyeri, panas. Refleks ,aku pegang kepala. Basah, darah! Pandangan mataku kabur, berputar-putar dan PADAM.

[oelfi]

Bupati DPR-RI DOSEN itulah Cita-Citaku


Bupati DPR-RI DOSEN itulah Cita-Citaku

Salam Sobat Gema….
Lain Dea lain pula Syarif, meski satu lumbung di Administrasi Perkantoran ternyata mereka mempunyai biduk yang berbeda dalam melabuhkan cita-citanya. Satu lagi dari A PE KA, tak lengkap rasanya kalau hanya kaum hawa yang diulas prestasinya. Penduduk asli  Kecamatan Gading ini dikupas habis identitas dirinya oleh Tim redaksi GEMASISWA yang mengambil waktu browsing  di perpustakaan sekolah saat istirahat. Siapa dia? Cowok jangkung berkacamata minus ini diberi nama terbaik oleh kedua orang tuanya, Muhammad Syarif Hidayatullah. Simak yuk...perbincangan timred berikut ini!

Putra  bungsu dari dua bersaudara pasangan Bapak Suripto dan Ibu Siti Maryam ini sebenarnya bukan hanya orangtuanya saja yang menjadi bangga tapi juga sekolah. Lalu mengapa kebanggaan?
Dia juara satu di kelas. Berkali-kali lagi. Dan tingginya yang diatas rata-rata menjadikannya layak terpilih sebagai anggota Paskibraka. Bahkan Kak Syarif ini menjadi pengurus Purna Paskibraka Probolinggo sebagai sekretaris. Cocoklah ya sobat Gema dengan jurusannya. Dan kegiatan terakhirnya, dia menjabat sebagai ketua OSIS 2 tahun lalu.  Selain itu, dia mengikuti banyak lomba. Akademik maupun non akademik. Di sekolah maupun di luar sekolah. Saat  kelas sepuluh dia mengikuti lomba Duta Lingkungan di BLH Probolinggo. Pernah juga mengikuti lomba Aksi Jamur atau membuat karya tulis ilmiah di Surabaya. Yang terakhir ia ikuti ialah mewakili jurusan Admistrasi Perkantoran SMKN 1 Kraksaan dalam Olympic Skill se-Jawa Timur. Membawa nama SMKN 1 Kraksaan tingkat provinsi, Sob! Asyik bukan? Di luar sekolah dia dan tim volynya mendapat juara pertama dalam ajang Piala Kecamatan Gading. Di SMK ia mengikuti LKS atau Olympic Skill bidang olahraga voly tetapi tidak masuk Tim inti, karena dalam kesempatan yang sama ia harus mewakili Administrasi Perkantoran.

Dan tak terlupakan nih, juara hafalan kitab Nadamah. Wuizz, benar-benar cair otaknya ya? Kalau prestasi di kelas, Kak Syarif memang tidak diragukan. Berkali-kali dia juara kelas. Tetapi sempat juga dia anjlok. Dari peringkat pertama menjadi peringkat tujuh. Wow, jadi pertanyaan besar bukan? Kok bisa?? “Kurang sering belajar, saya jarang di kelas waktu itu karena kegiatan OSIS, mengikuti lomba-lomba. Begitulah.” Jawabnya. Ntuh, Sobat Gema, jadi pelajaran ya buat kita, bukan berarti saya melarang kegiatan OSIS lho, tapi keahlian membagi waktu itu penting. Anjloknya nilai itu menjadi cambu bagi Kak Syarif untuk bangkit. Disaat seperti inilah orang tuanya yang menjadi motivasinya. “Kalau ingat orangtua mencari nafkah untuk kita sekolah itu, emm gimana gitu. Jadi lebih semangat gitu.” Jawabnya sambil menerawang. Siiip, secara tidak langsung orang tuanya memberi motivasi ya, Sob. Bagaimana dengan kita? Tak salah jika kita meniru siswa yang gemar jus alpukat ini.

Dalam menjalani hidup terutama belajar Alumni MI Diniyatul Islam dan SMPN 1 Gading ini memiliki prinsip agar cita-citanya tercapai. Apa itu prinsipnya?  Apa juga cita-citanya? Dia bilang begini nih, “Jangan menutup mata jika baik, jangan membuka mata jika itu buruk.” Cihuy. Kalau prinsipnya saja mengena gitu lalu apa cita-citanya dong? Dia menjawab dengan cepat bahwa dia ingin menjadi bupati atau anggota DPR-RI. WOW! Jarang bukan yang cita-citanya seperti cowok berhobby membaca dan menulis ini. Tapi bupati atau DPR itu kan ada masanya, 5 tahun. Paling lama 2 periode, 10 tahun. Lantas, setelah itu bagaimana? Begitu pertanyaannya bukan? Dia menjawab dengan mantab, “Saya ingin menjadi Dosen di Univetitas ternama.” Keren… Kita doakan tercapai ya, Sob. Ngomong-ngomong nih, cita-citanya berhubungan dengan dunia politik ya? Kemasyarakatan atau kepemimpinan. Ketika ditanya alasannya, dia memang menyukai kepemimpinan.  “Jadi pemimpin itu mulai dari bawah. Menjadi pribadi yang baik kemudian menularkan kepada yang lain. Terus, ingin menyejahterakan rakyat kecil juga.” Itu mulia, Sobat Gema. Jadi terharu. Nanti kalau Kak Syarif sudah menjadi anggota DPR atau bupati, kita jadi saksinya ya bahwa dia memang ingin bekerja untuk rakyat bukan yang lain. Hehe, lebay dikit.

Untuk dua cita-cita pertamanya ini sudah mulai dilatih sejak bersekolah di sekolah tercinta ini bahkan sejak awal menjadi siswa SMKN 1 Kraksaan ini. Diawali menjadi siswa X APk 2 dia terpilih menjadi ketua kelas. Bagi siswa yang menyukai olahraga voly ini rasanya canggung memimpin orang-orang yang belum dikenal. Benar juga itu ya. Apalagi jika isi kelas tersebut ramai, nggak mau mendengarkan instruksi. Satu dua kali pakai suara biasa. Tapi ketiga kalinya, teriak deh. Begitulah penjelasannya, meningkatkan volume suara jadi solusi. Sabar ya, Kak! Bawa minum yang banyak. Hehe. Pengalaman ini sampai menjadi memori yang tak terlupakan lo, Sob. Kemudian di kelas 11 dia mengikuti organisasi sekolah yang utama yaitu OSIS. Seperti yang kalian tahu organisasi itu erat hubungannya dengan kesibukan, kedisiplinan dan kepemimpinan. Jadi penggemar anime Jepang ini menjadi siswa yang disiplin dan banyak mendapat pengalaman menjadi pemimpin. Guru yang ia idolakan pun identik dengan hal ini. Sebenarnya sih, semua guru dia suka tapi ada yang 'paling' bukan? Dan siapakah beliau? Pembina OSIS sekarang Sobat Gema! Bapak Anang Wahyudi. “Saya suka kepribadiannya. Tegas tapi humoris juga. Kalau mengajar materi yang diberikan mudah dimengerti.” Begitu katanya. Siiip, okelah.

Eits ada yang lupa. Dia kenapa ya memilih Administrasi Perkantoran sebagai jurusannya? “Peluang kerja untuk laki laki lebih besar dan menurut observasi saya sekretaris negara lebih banyak cowok ketimbang cewek serta banyak peluang kerja untuk bisa jadi sekretaris dan direktur.” Oalah, cocok ya dengan cita-citanya. Ternyata sudah direncanakan sejak zaman dahulu. Hehe.
Dan penikmat mie ayam ini mempunyai pesan  untuk kalian, “Jangan pesimis dalam mencoba kebaikan meskipun ilmunya belum didapat.”

Oh iya, Kak Syarif memiliki impian setelah lulus dari SMK ini. Dia ingin kuliah sambil kerja, ia ingin kuliah di universitas ternama yaitu Universitas Indonesia. Doakan tercapai sukses ya, calon pemimpin kita ini. Amin.

Diujung waktu wawancara karena bel masuk berbunyi kami tanyakan pertanyaan terakhir untuk pesan Gemasiswa dimasa mendatang. “ Karya-karya bisa membuat pembaca sadar dan tidak puas untuk berhenti membaca. Dan membuat pembaca merasa masih mau lebih kaya lagi ilmunya walaupun sudah kaya.” Siap!

Oke, sobat. Semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca ya. Amin. Sampai jumpa.

[Warda dan Ulfi]

Untuk-Mu Cintaku dan Indonesia


Untuk-Mu Cintaku dan Indonesia

Edisi kali ini, Gema Siswa mengajak sobat semuanya untuk mengenal lebih dekat tentang salah satu kakak kita yang sedang menggeluti dunia acting dan mungkin akan menjadi seorang Sutradara (Aamiin...doakan, ya...).

Kegokilan, keceriaan, serta kekompakan yang diperlihatkannya saat acting bersama team XII Apk 1 tentunya, membuat Bapak dan Ibu Guru berdecak kagum  ketika hasil kerja kerasnya terpilih sebagai juara pertama saat praktik teater yang diikuti oleh seluruh kelas dua belas di sekolah kita, siapakah dia?

Akrab dipanggil Dea, kalau dipanjangkan Diyanah Nur Maningtias. Idola admin ini lahir dari pasangan Bapak Nuraini dan Ibu Siswati di Probolinggo, 1 Agustus 1996. Mereka membangun istananya di Jl. Raya Krejengan No.124.

Si bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki seorang kakak laki-laki, Moh. Agus Wahyu Abdullah dan seorang kakak perempuan (Almh. Imroatul Mufidah) yang telah meninggal dunia sekitar seratus hari yang lalu karena mengidap kanker otak  (kami turut berduka cita ya, Kak…)

Ia memulai pendidikannya di TK Kusuma Kraksaan, kemudian melanjutkan ke MINU Kraksaan, setelah lulus dari bangku sekolah dasar, ia meneruskan kembali pendidikannya di SMP Negeri 1 Kraksaan sebelum akhirnya memilih untuk melanjutkan ke SMK kita tercinta ini karena menurutnya di SMK Negeri 1 Kraksaan ia bisa lebih mengapresiasikan apa yang menjadi keinginannya selama ini. Dan tepatlah seperti apa yang pernah diprediksikannya, di bangku SMK ini prestasi yang  diraihnya cukup banyak antara lain sebagai juara II (kedua) Teater Pekan Seni pelajar di kelas X (sepuluh) dan juara I (pertama) samroh se-Kabupaten Probolinggo di kelas XI (sebelas).

Berawal dari hobinya bermain teater, Kak Dea telah banyak meraih prestasi di bidangnya, salah satunya sebagai lima penyaji terbaik dengan skor tertinggi dalam lomba Pekan Seni Pelajar yang kebetulan diadakan di sekolah kita tercinta. Saat itu ia berperan memotori seluruh anggota teater sekolah kita alias sebagai sutradara. Kemudian juara I (pertama) lomba musikalisasi dan baca puisi se-Kabupaten Probolinggo  dengan tema Cipta dan Baca Puisi pada tahun 2011 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Probolinggo. Dalam acara class meeting tahun lalu, ia juga tidak mau  ketinggalan dengan menyandang predikat sebagai juara I (pertama) Tilawatil  Quran saat masih duduk di kelas X (sepuluh),  juara I (pertama) sari tilawah, dan juga juara I (pertama) Lomba Kartini saat duduk di kelas XI (sebelas).  Yang lebih penting lagi di bidang akademis, ternyata kakak berwajah manis dan sahaja ini juga meraih juara pertama di kelasnya,  subhanalloh...sepertinya tak ada nomor yang lebih baik lagi bagi Kak Dea, selain menjadi nomor satu! Selamat ya, Kak...

Berbicara tentang Kartini, sepertinya pemenang Lomba Kartini Sekolah tahun lalu ini benar-benar layak dijuluki sebagai kadernya,  ingin tahu kenapa? Saat ditanya siapakah idola kakak dalam kehidupannya selama ini, dengan singkat ia menjawab “IBU”. Menurutnya, ibunya merupakan sosok tangguh yang selalu menemaninya sehari-hari walaupun saat ini beliau sedang sakit dan harus duduk di atas kursi roda karena tulang pahanya yang retak akibat terjatuh sekitar setahun yang lalu, akan tetapi beliau selalu  bangun pagi-pagi untuk memberikan perhatian terhadap keluarga, menyiapkan sarapan sembari bekerja untuk membiayai Kak Dea.

Walaupun berbagai cobaan menimpanya ia tetap tegar dan ikhlas menjalani kehidupan. Layaknya guru yang telah menginspirasinya untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik, Ibu Nurini Agustin, S.Pd., ia terus berpegang teguh pada mottonya bahwa prestasi bukan hanya dari usaha dan doa tapi juga semangat dari sahabat juga orang-orang tedekat yang ada di sekitar kita. Dengan cita-cita yang diimpikannya ia berniat akan memajukan negara Indonesia dengan menjadi seorang pengusaha sukses kelak (Aamiiin...),  sebelum mewujudkan semua itu Kak Dea berminat melanjutkan pendidikannya ke Politeknik Negeri Malang karena menurutnya banyak aplikasi praktik di sana terutama untuk bidang Bisnis dan Manajemen.

Oh ya, kabarnya Mantan Ketua Adiwiyata ini telah jatuh cinta, cie...tapi jangan salah,... cintanya itu adalah cinta untuk lingkungan kita. Ketika ditanya, bagaimana awalnya bisa jatuh cinta kepada lingkungan? Awalnya sih, biasa saja, tetapi setelah terjun langsung dalam seluk beluk serta permasalahannya, ternyata lingkungan dapat mengajari kita untuk bisa lebih menghargainya, lebih bertanggung jawab dan lebih mengasah jiwa kepemimpin kita. Adiwiyata yang saat itu dikomandani oleh Kak Dea juga pernah berpartisipasi dalam Pameran Siswa SMK dan Mahasiswa se-Jawa Timur yang bertempat di Surabaya .

Tentang gambaran dunia kerja, mental yang dibutuhkan saat bekerja dan bagaimana ketika akan terjun ke masyarakat banyak ia dapatkan saat melakukan kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di PT. PJB Paiton. Tips dari Kak Dea untuk memperkuat mental dan percaya diri adalah menanamkan baik-baik dalam hati, bahwa kita ini bisa! (sesuai dengan Motto SMK dong…)
Senior teater yang akan menghadapi UNAS tahun ini sangat menyukai nasi goreng karena menurutnya masakan tersebut simple, yang mencerminkan  kepribadian dan kebiasaan penggemarnya, ehm…

{ Nuraini & Rosyidah}