Thursday, May 24, 2018

Menjadi Seorang Best Practice Dalam Dunia Kerja


Menjadi seorang best practice dalam hal apapun merupakan dambaan bagi semua orang terutama dalam bidang pekerjaan dan berkompetensi bersaing dalam dunia kerja modern pada zaman literasi (keterbukaan) merupakan tantangan yang sangat berat bagi seseorang, namun kita akan menjadi seorang best practice yang mampu menciptakan suatu ide atau gagasan jika ada niat dalam diri kita sendiri untuk menjadi seorang best practice yang berprestasi.

Best Practice adalah pengalaman terbaik yang dimiliki seseorang dalam mengembangkan kariernya di saat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang worker di suatu tempat kerja.

Tujuan dari best practice adalah :
  • Meningkatkan motivasi secara berkelanjutan, seorang worker harus selalu termotivasi dalam dirinya sehingga dalam bekerja lebih baik dan berprestasi
  • Mendorong inovasi dan kreativitas, seorang worker harus bisa menciptakan inovasi atau menciptakan suatu ide dan gagasan untuk mempermudah dan mengelola pekerjaannya sehingga mendapatkan hasil yang sempurna
  • Menumbuhkan kebanggaan, dengan berprestasi best practice mempunyai kebanggaan tersendiri dan dapat juga dibanggakan oleh atasannya dan semua orang
  • Mendiseminasikan pengalaman terbaik, memperkenalkan pengalaman terbaiknya dalam menciptakan suatu ide yang dapat diterima oleh orang lain
  • Memberikan penghargaan dan pengakuan, seorang best practice akan mendapat reward dari tempat kerjanya dan sebuah pengakuan dan penghargaan dari tempat kerjanya dan lembaga lainnya
Hal yang harus dicapai untuk menjadi seorang best practice adalah :
  • Dapat membuat laporan tentang pengalaman terbaik dan mempermudah dalam pembuatan laporan pekerjaan
  • Mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah dalam dunia kerja sehingga mendapatkan output yang lebih mudah dikerjakan oleh seorang worker
  • Mampu memberikan sebuah perubahan atau solusi sehingga sering dikatakan hasil luar biasa (out standing result)
  • Mampu mengatasi persoalan tertentu dan dapat memecahkan masalah
  • Mampu menjadi model dan memberikan inspirasi dalam membuat kebijakan serta inspiratif individu maupun dalam team work
  • Menggunakan cara dan metode yang bersifat ekonomis dan efisien sehingga dapat menghemat biaya
Itulah yang harus dilakukan seorang untuk menjadi best practice dalam dunia kerja sehingga dapat menciptakan hal yang baru dan mempermudah dalam pengelolaan pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing dan dapat memecahkan masalah dan berprestasi dan meningkatkan karier ke jenjang yang lebih tinggi sehingga mendapatkan reward dan pengakuan oleh suatu lembaga dan dunia kerja menjadi best practice.

Tuesday, May 22, 2018

Solusi Agar Puasa Kita Penuh Selama Bulan Ramadhan

Solusi Agar Puasa Kita Penuh Selama Bulan Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Bulan Ramadhan adalah bulan suci dan diwajibkan bagi kita umat islam untuk menunaikan ibadah puasa selama bulan ramadhan, namun perlu kita garis bawahi panggilan ini untuk orang-orang beriman saja, jika kita merasa beriman dan bertaqwa kepada Allah dan Rasulnya maka kita akan menunaikan ibadah puasa dengan penuh kegembiraan karena bulan puasa ini memang moment yang paling ditunggu bagi orang-orang beriman, dan ketika ditinggalkan oleh bulan ramadhan orang-orang beriman merasa sedih dan ingin segera dipertemukan lagi pada bulan ramadhan yang akan datang.
Ada beberapa solusi agar puasa kita penuh selama bulan ramadhan, mari kita simak solusi agar kita kuat berpuasa selama bulan ramadhan :

1.Tidak Makan Bubur Saat Sahur

 1

Agar tidak cepat lapar, sebaiknya Anda menghindari makanan yang lembek seperti bubur saat sahur. Disebutkan dr Tirta, pola makan yang baik saat puasa adalah konsumsi makanan rendah glikemik saat sahur, dan tinggi glikemik saat berbuka.
“Mengapa perlu makanan yang mengandung glikemik tinggi saat buka puasa? Asupan makanan ini penting untuk segera menaikkan kadar gula darah. Selama puasa, kuncinya yaitu konsumsilah makanan yang tinggi serat dan kandungan protein yang cukup. Selain protein, tubuh juga membutuhkan asupan lemak baik,” ujar dr Tirta.

2.Jalan-jalan Sejenak di Sore Hari

 1a

Pakar metabolisme mengatakan ketika seseorang membatasi asupan makanannya, maka kadar hormon ghrelin yang berhubungan dengan nafsu makan justru akan terus meningkat. Maka dari itu, ketika puasa orang tetap dianjurkan untuk latihan fisik.
“Kami menemukan bahwa olahraga tidak akan membuat Anda lapar berlebihan atau mendorong Anda untuk makan lebih banyak. Jadi langkah ini cukup dianjurkan jika Anda tak ingin lapar terus-menerus,” tutur pakar metabolisme dari Loughborough.

3.Jangan Makan Mi Instan Saat Sahur

 1b

Mi instan memang menggoda, tapi, kandungan mi seperti natrium, lemak jenuh dan MSG akan membuat Anda memiliki rasa dahaga atau rasa haus yang tinggi, tenggorokan pun akan jadi kering. Selain itu, mi instan juga membuat cepat lapar lho.
“Mi instan itu mengandung kadar glikemik yang tinggi, energi yang kita keluarkan banyak, sehingga cepat lapar,” kata dr Tirta Prawita Sari, MSc, SPGK,

4.Mengonsumsi Madu

 1c

Madu adalah cairan manis yang mengandung gula sampai 70-80 persen. Sisanya, adalah air, mineral, beberapa protein, asam dan partikel lainnya. Madu bagus untuk anti-bakteri, dan baik juga dikonsumsi secara rutin. Nah agar kuat berpuasa, Anda bisa makan 3 butir kurma dan 2 sendok makan madu setelah makan sahur dan begitu juga saat berbuka puasa.

5.Tidur yang Cukup Saat Puasa

 1d

dr Andreas Prasodjo, RPSGT, mengatakan saat puasa di bulan Ramadan jam tidur pasti akan berkurang karena aktivitas makan sahur setiap malam menjelang pagi. Dengan rutinitas ini, jam tidur otomatis akan berkurang, tidak seperti biasanya.
Namun, menurut dr Ade, kurang tidur akan membuat nafsu makan meningkat dan terus berpengaruh sampai saat buka puasa. Maka dari itu, tidurlah yang cukup agar tidak cepat lapar saat puasa.

6.Makan Kacang Merah Saat Sahur

 1e

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang cukup ketika sahur. Sebabnya, karbohidrat kompleks tidak mudah dicerna tubuh dan dapat menimbulkan rasa lebih lama. Contoh makanannya antara lain beras merah, jeruk, kol, lobak, kacang merah dan lain sebagainya. Dengan rasa kenyang yang lebih lama, puasa pun lancar.

7.Minum Sari Buah Saat Berbuka

 1f

Untuk persiapan puasa di hari berikutnya, ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes mengatakan kehilangan elektrolit bisa diganti dengan mengonsumsi buah dan sayur. Jika tidak sempat makan buah dan sayur, Rita menyarankan untuk mengonsumsi sari buah.
“Sebab, ada beberapa penelitian yang mengatakan jika air dengan kandungan elektrolit dikonsumsi, penyerapannya akan lebih baik, lebih cepat menghilangkan rasa haus, sekaligus mengganti elektrolit yang hilang,” tutur Rita, dosen jurusan gizi Politeknik Kesehatan II Jakarta ini.

8.Terapkan Pola Minum 2-4-2

 1g

Pola minum 2-4-2 diartikan dengan minum air dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari hingga menjelang tidur, dan dua gelas lagi di saat makan sahur perlu dilakukan. Setidaknya dengan formasi ini, kebutuhan cairan minimal bagi orang dewasa sudah terpenuhi.
“Saat puasa memang kita mengalami dehidrasi ringan dengan gejala haus, mulut kering. Makanya saat berbuka, segera gantikan air yang keluar dari tubuh selama aktivitas seharian tadi, lalu makan dengan camilan yang tidak terlalu manis, jangan lupa juga konsumsi buah, terutama yang kandungan airnya banyak. Jika makan sayur, pilih yang berkuah,” saran dr Tati.

9.Tidak Makan Berlebih Saat Berbuka

 1h

Cepat lapar tidak hanya saat ibadah puasa, cepat lapar bisa juga terjadi saat sudah berbuka. Hal ini disebabkan makan yang berlebihan. Saat seseorang lapar mata dan kemudian kalap makan berlebihan, maka energinya akan terkonsentrasi ke lambung.
“Metabolisme bekerja dengan lebih keras untuk mencerna makanan yang tiba-tiba saja memenuhi lambung. Efeknya, tubuh jadi cepat lemas,” ungkap dr Ahmad Fuady, M.Sc-HEPL.

10.Ubi Sebagai Sumber Karbo

 1i

Nasi putih memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga cepat terurai dan akhirnya membuat tubuh mudah lapar. Ubi disarankan sebagi penggantinya.
“Agar makanan juga tambah lama memberikan rasa kenyang seseorang bisa memilih menu diet yang tinggi serat dan rendah Indeks Glikemik (IG). Misalnya, ubi,” kata dr Ahmad.

11.Sahur dengan Telur

 1j

Rasa lapar saat puasa bisa membuat seseorang kehilangan fokusnya ketika beraktivitas. Oleh karena itu ahli menyarankan sahur sebaiknya diisi dengan makanan yang lebih lama membuat kenyang.
“Ada anjuran mengonsumsi makanan dan minuman yang lama dicerna sehingga rasa lapar tidak segera muncul. Misalnya minum susu, makan telur, atau makanan lainnya yang lama dicerna,” kata Endang.

12.Konsumsi Air Kelapa Setelah Berbuka

 1k

Tidak hanya saat sahur, untuk menghindari haus, minuman saat berbuka juga harus diperhatikan. Konsumsi air kelapa ternyata cukup membantu menghilangkan rasa haus dan mengganti konsumsi air yang hilang setelah 14 jam lebih berpuasa seharian.
“Mengonsumsi air kelapa adalah salah satunya, terlebih lagi karena air kelapa mengandung komposisi elektrolit atau mineral yang seimbang dan mirip dengan cairan darah manusia,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc.

13.Jangan Minum Jus buah Kemasan

 1l

Jus kemasan banyak dipilih karena menawarkan kepraktisan. Namun, sebaiknya Anda tetap mengonsumsi jus buah segar karena lebih menyehatkan. Jus buah kemasan kemungkinan mengandung gula yang tinggi sehingga membuat tubuh Anda lebih cepat haus.

14.Mengonsumsi Sayur-mayur Saat Sahur

 1m

Sayur tinggi kandungan air dan serat. Hal ini membuat sistem pencernaan lebih sehat dan mengurangi rasa haus saat berpuasa. Cobalah konsumsi sayur saat sahur atau berbuka puasa seperti sayur bayam.

15.Jauhi Makanan Pedas

 1n

Ahli gizi dari Dubai Health Authority, Dr Wafa Ayesh mengatakan konsumsi makanan asin akan meningkatkan kebutuhan tubuh akan air dan membuat kembung. Sementara itu, konsumsi makanan pedas juga membuat kita lebih cepat haus. Sebaiknya, pilih makanan yang dicerna tubuh lebih lama seperti gandum, bayam, dan almond.

16.Perbanyak Konsumsi Vitamin C

 1o

Vitamin C terbukti ampuh untuk menjaga kesegaran tubuh dan menjauhkan Anda dari rasa haus saat berpuasa. Hal ini disebabkan vitamin C dapat menyegarkan tubuh dan mencegah dehidrasi

17.Minum Air Lemon, Madu, dan Daun Mint

 1p

Kandungan baik yang dimiliki air perasan lemon, juga bisa mencegah datangnya haus yang mengganggu saat puasa. Tambahkan madu atau daun mint yang bisa menambah kesegaran dan manfaatnya.

18.Sempatkan Konsumsi Yoghurt

 1q

Yoghurt mengandung probiotik, antioksidan dan elektrolit. Dipercaya, kandungan elektrolit yang terkandung dalam yoghurt ini dapat menjauhkan diri dari rasa haus dan mencegah hidrasi.
Selain elektrolit, yoghurt juga mengandung protein yang membuat tubuh kenyang lebih lama.

19.Minum Jus Timun dengan Buah Melon

 1r

Walaupun timun mengandung zat diuretik, konsumsi timun dalam bentuk jus tidak ada salahnya lho. Hal ini dikarenakan, timun mengandung banyak air. Jika timun digabungkan dengan buah melon, kandungannya akan mencegah keringat berlebih keluar dari tubuh dan akan membuat tubuh Anda lebih segar.

20.Berangkat Kuliah dan Kerja Pagi-pagi

 1s

Bagi anak kuliahan, saat puasa, rutinitas kuliah pagi adalah hal yang paling tidak disukai. Tapi ternyata, kuliah akan membuat rasa lapar tidak terlalu mengganggu lho.
Jika hanya menunggu waktu berbuka tubuh justru akan lebih mudah lapar dan haus. Maka dari itu, dr David mengatakan setelah niat, aktivitas harian sangat membantu mengurangi rasa lapar. Apalagi jika di pagi hingga sore hari dilalui dengan menjalankan aktivitas seperti bekerja dan kuliah.

21.Minum Secukupnya Saat Sahur

 1t

Selain tidak disarankan banyak makan saat sahur, ternyata minum air juga tidak boleh terlalu banyak lho. Hal ini disebabkan, minum banyak justru membuat cairan tubuh lebih banyak keluar.
“Jangan minum sekaligus banyak karena bisa menyebabkan kembung dan cepat keluarnya cairan tubuh,” pungkas dr Ermita.

22.Hindari Telur Asin

 1u

Agar puasa lancar dan tidak mudah haus disarankan mengurangi makanan tinggi kadar garam, seperti telur asin. Karena telur asin bisa membuat air cepat keluar dari sel lho. Sehingga tubuh, cepat sekali kehilangan cairan dan akibatnya dehidrasi.

23.Minum Air Putih Hangat Setelah Sahur

 1v

Setelah selesai makan sahur, cobalah untuk meminum segelas air putih hangat. Lakukan menjelang imsak. Air putih hangat berfungsi untuk melunturkan sisa-sisa makanan yang tertinggal, terlebih sisa makanan manis dan berminyak.
Air hangat akan membersihkan mulut dari sisa makanan sehingga meminimalisasi rasa haus yang dirasa.

24.Tetap Lakukan Pola Makan Gizi Seimbang

 1w

Puasa itu sebenarnya cuma masalah ganti jam makan saja lho. Biasanya tiga kali sehari, sekarang dua kali. Nah supaya tidak lapar, tetap konsumsi karbohidrat dan protein seperti biasa ya.
“3-4 Hari pertama yang sulit. Tapi kalau 3-4 hari pertama sudah dilewati tanpa masalah, dengan niat yang baik, ke sananya akan jadi lebih mudah,” tutur Prof Endang.

25.Cek Niat Saat Puasa

 1x

Niat, adalah yang paling penting saat menjalankan ibadah puasa. Dikatakan dr David bahwa dengan niat maka rasa lapar tidak akan terlalu mengganggu.
‎”Menjaga puasa agar tidak jebol itu kan soal komitmen menjalankan ibadah. Kalau komitmennya tidak kuat ya justru merugikan diri sendiri,” ujarnya dr David.

26.Tidak Minum Kopi Saat Sahur

 1y

Orang Indonesia sangat menggemari minum teh atau kopi di pagi hari. Nyatanya, kopi mengandung zat diuretik (peluruh kencing) yang dapat membuat tubuh menjadi cepat dehidrasi karena selalu ke kamar mandi. Jadi, hindari minuman ini ya.

27.Konsumsi Lemak Sehat Selama Puasa

 1z

Tidak semua lemak buruk untuk tubuh. Dalam jumlah yang cukup, lemak sebenarnya diperlukan oleh tubuh agar organ-organ bisa berfungsi dengan baik. Lemak sehat, atau kata lainnya HDL penting bagi tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan.
Dengan adanya lemak, orang tidak akan mudah lapar karena lemak berperan penting menyediakan cadangan energi. Lemak sehat bisa didapatkan dari ikan, kacang-kacangan, minyak kelapa dan buah berlemak seperti alpukat.

28.Tambah Asupan Protein Saat Sahur

 close up of different food items on table

Protein juga penting sebagai cadangan energi ketika Anda berpuasa. Protein dari ikan, ayam, atau tahu juga lama dicerna oleh tubuh yang membuat perut terasa kenyang lebih lama. Kekurangan konsumsi protein, bisa membuat tubuh terasa lemas dan lesu sehingga ibadah puasa menjadi tidak maksimal.
“Makanan itu sendiri, seberapa banyak kita konsumsi tetap akan habis di lambung dalam 6-8 jam. Jadi tidak banyak pengaruh untuk membuat perut tetap kenyang,” kata dr Ari.

29.Hindari Makanan Kalengan

 2a

Ikan sarden dan makarel merupakan salah satu jenis makanan yang lezat untuk disantap. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa makanan ini mengandung zat garam yang cukup tinggi. Sementara garam sendiri dapat menyerap air di dalam tubuh manusia.
Dampaknya adalah kekurangan cairan akan anda alami dan darah pun jadi lebih mengental. Jika memang ingin mengonsumsi makanan kalengan maka imbangi dengan memperbanyak mengonsumsi air putih.

30.Alihkan Perhatian dari Rasa Lapar dan Haus

2b

Jika ingin alihkan perhatian, coba tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan melalui hidung perlahan-lahan. Bayangkan sesuatu yang membuat perasaan Anda tenang dan nyaman atau lakukanlah sesuatu yang bisa mengusir rasa lapar dan haus, seperti mengerjakan tugas.
Hal ini perlu dilakukan karena saat lapar biasanya otak terfokus pada makanan. Maka dari itu, mengalihkan perhatian dari makanan adalah cara termudah untuk mengusir rasa lapar atau haus saat puasa.
Semoga solusi diatas dapat memberikan manfaat kepada kita semua dan menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam menunaikan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah, ampunan dan magfiroh ini. semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt. Aamiin.

Wednesday, May 16, 2018

Ramadan, Takwa Dan Terorisme



By : Ust Abdullah Haidir, Lc

Takdir Allah, kita di Indonesia menyambut Ramadan tahun ini dengan suasana memprihatinkan akibat berbagai aksi terorisme yang terjadi di beberapa tempat di negeri ini. Boleh jadi hikmahnya adalah agar kita dapat menggali lebih dalam hikmah Ramadan terkait dengan peristiwa ini.

Allah menjanjikan takwa sebagai buah dari puasa yang menjadi inti ibadah di bulan Ramadan. Sedangkan inti dari takwa adalah: Adil. “Bersikaplah adillah, karena dia lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8).

Adil adalah sikap berimbang, namun bukan berarti harus berimbang sama, tapi berimbang dalam arti menempatkan sesuatu pada tempatnya, lebih tepatnya proporsional. Takwa menuntut seorang muslim untuk adil memenuhi tuntutan dunia dan akhirat, antara perkara zahir dan batin, antara ilmu, amal dan dakwah, antara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan, antara amar ma’ruf dan nahi munkar, antara tuntutan spiritual dan sosial, dsb.

Adapun terorisme, terlepas dari berbagai analisa yang melatarbelakanginya, adalah buah dari sikap yang tidak adil, berlebihan, biasanya disebut dengan istilah ekstrim.  Karenanya dalam bahasa Arab lebih sering digunakan kata ‘tatharruf’ (ekstrim) ketimbang ‘irhab’ (teroris). Karena memang pokoknya adalah sikap ekstrim, terorisme adalah buahnya.

Sikap ekstrim, walau dilandasi oleh semangat beragama, tetap tidak dibenarkan, apalagi jika menimbulkan korban nyawa orang lain. Al-Quran dan hadits secara tegas melarang hal ini, disebut dengan istilah ghuluw. Allah memperingaktan ahli kitab untuk tidak ghuluw (QS. An-Nisa: 171) , Rasulullah saw mengabarkan bahwa salah satu sebab kehancuran umat terdahulu adalah akibat ghuluw mereka.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Wahai manusia, jauhilah sikap ghuluw dalam beragama, sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah ghuluw dalam beragama.” (HR. Nasai, Ibnu Majah, dll)

Akan tetapi, jangan lupa, sikap ekstrim yang dilarang bukan hanya eksrim dalam mempraktekkan ajaran agama.

Termasuk ekstrim yang dilarang adalah ekstrim dalam hal ketidakpedulian terhadap agama. Sering hal ini zaman sekarang dibungkus dengan istilah-istilah; Toleransi, moderat, kasih sayang, dll. Kalimat-kalimat yang bagus sebenarnya, namun tak jarang digunakan dalam kontek melemahkan komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya, atau menimbulkan kebencian terhadap mereka yang ingin melaksanakan ajaran agamanya. Inipun sebenarnya tak kalah merusaknya. Karena buah dari hal ini adalah merebaknya kemaksiatan di tengah masyarakat dan dalam jangka panjang pun membahayakan kehidupan bermasyarakat bernegara. Namun oleh sebagian pihak, ekstrim ini lebih disukai karena sesuai dengan agenda-agenda mereka.

Dalam sejarah Islam, dikenal dua aliran yang menggambarkan dua sikap esktrimisme di atas dan selalu akan terwujud gambaran prilakunya sepanjang masa. Yaitu aliran khawarij yang mudah memvonis sauadaranya, mudah mengkafirkan dan berujung ringannya mereka menumpahkan darah orang lain. Sedangkan satunya lagi adalah kaum murji’ah yang menggampangkan masalah seakan-akan iman selalu aman tertanam dalam jiwa, walau serendah apapun komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya. Dua sikap yang harus dijauhi setiap muslim.

Semoga Allah jadikan diri kita orang-orang yang selalu bersikap adil sebagai landasan ketakwaan dan buah nyata dalam amaliah Ramadan.

Marhaban ya Ramadan…. Terorisme

By : Ust Abdullah Haidir, Lc

Takdir Allah, kita di Indonesia menyambut Ramadan tahun ini dengan suasana memprihatinkan akibat berbagai aksi terorisme yang terjadi di beberapa tempat di negeri ini. Boleh jadi hikmahnya adalah agar kita dapat menggali lebih dalam hikmah Ramadan terkait dengan peristiwa ini.

Allah menjanjikan takwa sebagai buah dari puasa yang menjadi inti ibadah di bulan Ramadan. Sedangkan inti dari takwa adalah: Adil. “Bersikaplah adillah, karena dia lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8).

Adil adalah sikap berimbang, namun bukan berarti harus berimbang sama, tapi berimbang dalam arti menempatkan sesuatu pada tempatnya, lebih tepatnya proporsional. Takwa menuntut seorang muslim untuk adil memenuhi tuntutan dunia dan akhirat, antara perkara zahir dan batin, antara ilmu, amal dan dakwah, antara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan, antara amar ma’ruf dan nahi munkar, antara tuntutan spiritual dan sosial, dsb.

Adapun terorisme, terlepas dari berbagai analisa yang melatarbelakanginya, adalah buah dari sikap yang tidak adil, berlebihan, biasanya disebut dengan istilah ekstrim.  Karenanya dalam bahasa Arab lebih sering digunakan kata ‘tatharruf’ (ekstrim) ketimbang ‘irhab’ (teroris). Karena memang pokoknya adalah sikap ekstrim, terorisme adalah buahnya.

Sikap ekstrim, walau dilandasi oleh semangat beragama, tetap tidak dibenarkan, apalagi jika menimbulkan korban nyawa orang lain. Al-Quran dan hadits secara tegas melarang hal ini, disebut dengan istilah ghuluw. Allah memperingaktan ahli kitab untuk tidak ghuluw (QS. An-Nisa: 171) , Rasulullah saw mengabarkan bahwa salah satu sebab kehancuran umat terdahulu adalah akibat ghuluw mereka.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Wahai manusia, jauhilah sikap ghuluw dalam beragama, sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah ghuluw dalam beragama.” (HR. Nasai, Ibnu Majah, dll)

Akan tetapi, jangan lupa, sikap ekstrim yang dilarang bukan hanya eksrim dalam mempraktekkan ajaran agama.

Termasuk ekstrim yang dilarang adalah ekstrim dalam hal ketidakpedulian terhadap agama. Sering hal ini zaman sekarang dibungkus dengan istilah-istilah; Toleransi, moderat, kasih sayang, dll. Kalimat-kalimat yang bagus sebenarnya, namun tak jarang digunakan dalam kontek melemahkan komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya, atau menimbulkan kebencian terhadap mereka yang ingin melaksanakan ajaran agamanya. Inipun sebenarnya tak kalah merusaknya. Karena buah dari hal ini adalah merebaknya kemaksiatan di tengah masyarakat dan dalam jangka panjang pun membahayakan kehidupan bermasyarakat bernegara. Namun oleh sebagian pihak, ekstrim ini lebih disukai karena sesuai dengan agenda-agenda mereka.

Dalam sejarah Islam, dikenal dua aliran yang menggambarkan dua sikap esktrimisme di atas dan selalu akan terwujud gambaran prilakunya sepanjang masa. Yaitu aliran khawarij yang mudah memvonis sauadaranya, mudah mengkafirkan dan berujung ringannya mereka menumpahkan darah orang lain. Sedangkan satunya lagi adalah kaum murji’ah yang menggampangkan masalah seakan-akan iman selalu aman tertanam dalam jiwa, walau serendah apapun komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya. Dua sikap yang harus dijauhi setiap muslim.

Semoga Allah jadikan diri kita orang-orang yang selalu bersikap adil sebagai landasan ketakwaan dan buah nyata dalam amaliah Ramadan.

Marhaban ya Ramadan….

Tuesday, May 15, 2018

Proyeksi Pendidikan Abad 21 | 3 Komponen Yang Harus Dipersiapkan Apa Saja ?


Proyeksi Pendidikan Pada Abad ke 21 kita harus merubah mindset kita, jika pada waktu kita kecil orang tua kita bertanya mau jadi apa setelah besar ? pertanyaan ini sudah tidak cocok di abad ke 21, pertanyaan yang sesuai pada abad ke 21 ini adalah " Mau membuat apa setelah besar ? ".

Kalau sekarang kita diberikan pertanyaan ketika kita belajar sesuai kisi kisi mata pelajaran namun dimasa yang akan datang kita akan diberi kertas kosong tanpa pertanyaan untuk menjawabnya.

3 Komponen yang harus dipersiapkan dalam menyongsong pendidikan abad ke 21 :

1. Karakter (Akhlak)

Karakter (Akhlak) ini sudah diakui dunia bukan hanya di indonesia, karena akhlak inilah yang menjadi komponen utama dari dulu sampai sekarang. Karakter (Akhlak) di bagi menjadi dua :
  • Karakter Moral, Karakter moral menyangkut keimanan dan ketaqwaan, jujur serta disiplin, ini dikenal dengan pembelajaran ESQ
  • Karakter Kinerja, Karakter kinerja menyangkut semangat, tangguh dan tidak mudah menyerah, ketika gagal bangkit lagi, sampai berhasil

2. Kompetensi

Kompetensi juga sangat penting dalam proyeksi pendidikan abad ke 21, kompetensi ini dibagi dalam 4K :
  • Kritis, berfikir secara kritis, masyarakat modern seperti di kota-kota besar cara berfikirnya sudah mulai kritis mereka mengungkapkan apa yang seharusnya dilakukan tidak hanya diam tapi juga memberikan pendapat dan masukan berpartisipasi secara aktif
  • Kreatif, kita harus berfikir secara kreatif menciptakan ide dan gagasan yang baru, kita harus bisa menciptakan hal yang baru agar kita tidak menjadi bangsa yang konsumtif namun bisa memberikan kontribusi kepada negara ini.
  • Komunikatif, kita harus komunikatif kepada siapapun baik di masyarakat maupun dalam pekerjaan dan pemerintahan agar terjalin kerjasama yang harmonis antar sesama.
  • Kolaboratif, kita harus bisa bekerja baik secara individu maupun dalam kelompok, kita harus bisa bekerjasama dalam tim.

3. Literasi (Keterbukaan)

Kita harus terbuka terhadap perubahan agar bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, minimal 5 literasi yang harus dipersiapkan :
  • Literasi Baca, masyarakat Indonesia mempunyai minat baca yang tinggi namun daya bacanya sangat rendah, implikasinya ketika baca Sosial Media bisa bertahan berjam-jam namun ketika baca buku yang cukup tebal maka di skip/next tidak sampai tuntas dalam membaca, maka perlu dibudayakan membaca agar wawasan kita terbuka.
  • Literasi Teknologi, agar kita tidak gaptep maka kita harus melek teknologi agar tidak ketinggalan zaman, kedepan tenaga kerja manusia akan digantikan oleh tenaga mesin. Contohnya ketika kita akan menyetor uang ke bank kita tidak perlu ke teller cukup menggunakan mesin ATM setor tunai.
  • Literasi Budaya, kebudayaan di indonesia perlu dilestarikan dan dikembangkan agar tidak terkikis oleh budaya barat yang cenderung glamor dan merusak moral.
  • Literasi Keuangan, manajemen keuangan sangat penting agar kita bisa mengelola dan memanajemen agar tidak kolaps menjaga stabilitas keungan baik pemerintah maupun swasta.
  • Literasi Ekonomi, agar ekonomi kita tidak terjajah oleh asing maka kita perlu mengembangkan perekonomian kita dengan memperbanyak usaha mikro meningkatkan ekspor.
Itulah tiga komponen yang harus dipersiapkan dalam menyongsong pendidikan abad ke 21, apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak 5, 10, 20 tahun yang akan datang.