Cara Daftar Distributor Nasa

Thursday, October 17, 2019

The Law Of Attraction" adalah SUNNATULLAH



Berpikir positif adalah berpikir, menduga, dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau tentang seseorang.

Anda tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Anda tidak menggunjingkan desas-desus yang buruk tentang orang lain. Anda tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Anda pun tak akan berprasangka buruk bahkan terhadap diri anda sendiri.

Anda akan selalu merasa sehat, anda akan selalu yakin bahwa anda akan sukses, anda yakin anda disukai banyak.orang.

Akibatnya, anda pun benar-benar akan selalu sehat, kesuksesan akan anda raih sebagai sebuah keniscayaan, & banyak orang akan berkerumun di sekeliling anda karena mereka sangat menyukai pribadi anda.

Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila anda setiap saat terlatih menggunakan pola pikir sedahsyat itu!

Apa yang anda pikirkan setiap saat?
Apakah anda memikirkan sesuatu yang positif dan baik setiap waktu?
Apakah anda mengeluhkan dan meratapi kondisi hidup anda yang buruk?
Apakah anda berpikir bagaimana cara memperbaiki kehidupan?
Apakah anda mencari jalan untuk sukses?
Apakah anda merencanakan kejahatan?
Apakah anda mencari proyek-proyek untuk di korupsi?

Pikiran anda adalah sesuatu yang sangat powerful!

Pikiran anda bisa mengantarkan anda kejalan kesuksesan, atau pun ke tempat yang begitu menyedihkan..
Jika apa yang ada dalam pikiran anda baik, maka anda akan menjadi lebih baik.

Itulah pentingnya kenapa anda harus..
berfikir benar!
berpikir baik!
berpikir jernih!
berpikir optimis!
berpikir positif!
berpikir bahagia!
berpikir besar!
Apa yang anda pikirkan, itulah yang terjadi, itulah yang anda dapat!
Jika anda melihat orang yang memiliki pengaruh besar, maka sudah pasti mereka adalah orang yang berpikir besar..
Jika abda melihat orang baik, maka sudah pasti pula, mereka adalah orang yang sering berfikir baik..
Anda melihat orang sukses? Tidak diragukan lagi yang dipikirkannya adalah soal kesuksesan.

Anda adalah apa yang anda pikirkan!

"Your thoughts create beliefs"'

Kenyataan kehidupan anda, kondisi ekonomi anda, kesibukan anda, penampilan anda, gaya hidup anda, dan apapun yang tampak pada diri anda,
adalah sebuah cermin dari keyakinan anda!

Sayangnya tidak banyak orang yang memperhatikan pikirannya..
Sehungga membiarkan pikirannya untuk fokus pada hal-hal sepele, hal-hal tang tidak penting dan tidak bermanfaat..
Bahkan seringkali dalam benaknya hanya berisi umpatan, ratapan, dan keluhan..
Pikiran semacam ini sangat berbahaya bagi sebuah kesuksesan maupun kebahagiaan.

Coba pikirkan sejenak..
Kapan terakhir anda memberi perhatian pada pikiran?

Apa yang anda pikirkan dalam kehidupan anda sehari hari?

Berikan porsi yang lebih pada hal-hal yang baik dan positif..
Pikiran anda pun perlu dikontrol dan diprogram untuk hal ini..
Membiasakan membuang hal buruk dan berfikir untuk hal hal baik dan dahsyat..
Latih dan perbaiki pikiran anda, maka akan secara otomatis akan memunculkan tindakan-tindakan baru yang berbeda, yang baik, dan bermanfaat..

Jika anda ingin berubah, ingin memperbaiki diri, ingin lebih sukses dan bahagia, coba lakukan hal sederhana ini, yaitu perhatikan PIKIRAN ANDA!

Perlahan buang pikiran negatif dan pesimis yang bisa membawa kehidupan anda pada hal yang tidak anda inginkan..
Pikiran bukanlah sebuah hal yang otomatis begitu saja (Auto Pilot), namun hal yang bisa anda kontrol, bisa anda kendalikan..
Sekali anda bisa mengendalikan ke arah yang POSITIF, maka tindakan anda akan menjadi positif, kehidupan anda akan menjadi positif, sukses dan bahagia..

Apakah anda bersedih?
Ingat! andalah Sopir dari perasaan anda, anda yang harus mengontrol pikiran anda, dan bukan sebaliknya, anda menjadi penumpang yang tidak berdaya dalam kendali pikiran anda..
Apakah anda merasa frustasi?

Anda adalah satu satunya makluk di planet ini yang memiliki hak dan kemampuan untuk merubahnya menjadi penuh harapan..
Anda sendiri yang mengijinkan pikiran dan perasaan negatif, jika anda tidak mengijinkan untuk bersedih, maka anda tidak akan bersedih, jika anda tidak mengijinkan frustasi, maka anda tidak akan frustasi..

Coba sekarang kamu mulai memperhatikan dengan baik, bagaimana kamu berfikir, cara kamu berfikir dan arah kamu berfikir. Beri perhatian yang cukup pada pemikiran kamu, karena pemikiran kamu itulah refleksi diri kamu, dan refleksi masa depan kamu.

Kesadaran kamu adalah hal yang terpenting, bahwa kamu bisa mengontrol pikiran kamu, bisa memprogram pikiran kamu!, maka kamu akan mulai bisa mengeliminasi hal-hal buruk dan menumbuhkan pikiran-pikiran yang positif.

Apakah kamu sekarang sedang merasa bersedih, susah, terpuruk, jengkel atau marah..?

Coba kamu ubah melalui pikiran kamu. Kontrol pikiran kamu dan mulai rubah. Mulailah memikirkan hal-hal baik, situasi yang baik, kesempatan yang baik, sisi sisi yg baik,Keindahan-keindahan kehidupan, & peluang - peluang.

Kontrol pikiran kamu sendiri untuk bersemangat, berfikirlah hal - hal yang mengembirakan.
Kontrolah pikiran kamu jangan sampai hal negatif mengalahkan kamu. Jika pikiran kamu negatif, maka kamu akan memiliki keyakinan yang negatif, kemudian akan ter’refleksi dalam kehidupan kamu.

Berpikir akan menjadi sebuah keyakinan!

Apa yang kamu pikirkan, akan menjadi apa yang kamu yakini. Jika kamu fokus pada hal yang positif, maka keyakinan kamu akan menjadi positif dan perilaku kamu akan positif pula.

Sekali lagi, apa yang kamu pikirkan sekarang..?
Bagaimana pikiran kamu bekerja mengontrol kearah-arah kesuksesan..?

Apakah sehari hari kamu sudah berpikir tentang kesuksesan..?

Jika pikiran kita sudah benar, kemudian terbentuk keyakinan yang benar maka tindakan kita benar, maka
kesuksesan adalah sesuatu yang PASTI!

Mulai detik ini, coba kamu rasakan betapa kekuatan Tuhan (Allah SWT) bekerja melalui pikiranmu. sadari itu semua, dan mulai berhati- hatilah dalam berpikir,
karena hanya melalui kesederhanaan sebuah pikiran , bisa menjadi nyata dan benar-benar terjadi!

Karena begitu pikiran kita bekerja, begitu pikiran kita mengkhayal, entah itu sebuah mimpi, sebuah angan, sebuah cita- cita, s ebuah pikiran positif, sebuah pemikiran baik , pemikiran sosial hingga pemikiran jahat sekalipun benar- benar akan menjadi kenyataan , karena seketika itu juga kekuatan Tuhan (Allah SWT) langsung bekerja dan alam semesta juga langsung datang mendukungmu. Hanya dari sebuah pikiran sederhana saja yang timbul , itu sudah bisa merubah segalanya!


Selanjutnya, selalu ciptakan apa yang kamu inginkan dan kamu dapatkan dikemudian hari. Selalu tuliskan disetiap lembar kertas dalam apa yang ada dipikiranmu, seakan sedang membahas dengan Sang Pencipta, sedang meminta, memohon untuk bisa diwujudkan. Berulang- ulang, tiada bosannya, tiada kejenuhan, sabar menanti sembari berdoa, tetaplah berusaha dan bekerja lebih keras untuk mencapainya.



Karena itu, apapun yang muncul, pernah muncul, sengaja atau tidak sengaja dipikiran kamu, baik atau tidak?
Itu akan segera hadir dalam hidupmu. Ide kreatifmulah yang merancang hidupmu sendiri. Kamu yang menentukan sendiri, seperti apa kehidupan yang mau kamu jalani.

Menurut Bob Proctor ”Kita semua hidup dan bekerja dengan suatu kekuatan yang tak terhingga. Di manapun berada, kita semua hidup dan bekerja dengan satu kekuatan hukum yaitu hukum tarik-menarik
“The Law Of Attraction”. Segala sesuatu yang datang ke dalam hidupanda adalah karena ditarik oleh anda sendiri. Segala sesuatu itu tertarik ke
anda karena gambar-gambar yang anda pelihara dalam benak;
oleh apa yang anda pikirkan. Apapun yang ada dalam benak anda menariknya ke dalam kenyataan hidup anda.

The Law Of Attraction selaras dengan Firman Allah “Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkan.

Serta Firman Allah “Mintalah kepadaku niscaya kuperkenankan bagimu..”.
"Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur" (QS: Al Mukmin).


.“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) & limpahan karunia-Nya.
dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (QS Annisaa:175)

Hukum tarik-menarik adalah SUNNATULLAH, ia tidak memilih orang, siapapun mengalaminya. Ia juga tidak memandang pikiran baik atau buruk, mau atau tidak mau, ia hanya menerima signal dari pikiran anda dan memantulkannya kembali.

Ketika anda focus pada sesuatu sebenarnya anda sedang memanggil sesuatu itu untuk hadir dalam hidup anda. Ini merupakan manivestasi rahmat Allah SWT yang berlaku untuk seluruh makhluknya, tidak melihat apapun agamanya, tabi’atnya, ketakwaannya dan maksiatnya.

” Jadi, MULAI SEKARANG..arahkan,kendalikan dan kuasailah pikiranmu untuk kebaikan hidupmu..!”

The Law of Attraction Hukum Tarik Menarik | Think Positive



Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.
Beliau bersabda,
"Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu".
Orang itu menjawab,
"Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur".
Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda :
‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’.
(HR. Ibnu Majah)
Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw. 
Perhatikan pesan-pesan Rasululloh berikut ini :
"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)
"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)
# Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.
Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.
Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal
Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses. 
Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.
Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat. 
Inilah, The Law of Attraction Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatulloh yang berlaku di alam semesta
You are what you think
(Anda adalah apa yang Anda pikirkan)
Ketika Buat Status di FB, Twitter, Instagram.
Buat Pilihan Kata yg Baik.
Karena Kata- kata adalah juga Doa.
Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita. 
Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.
Tugas kita hanya 2, yaitu : Berusaha optimal dan berdoa.
Sedangkan selanjutnya itu kuasa ALLAH SWT.
Nabi SAW bersabda :
"Ketika seorang hamba berkata, Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah,  maka ALLOH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu".
(HR. Ahmad).
Pikirkan Yg baik-baik, berkata yg baik, Bertindaklah yg Baik- Baik, dan Insyaa Allah yg datang juga Yg Baik- Baik!
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Habit Atau Kebiasaan yang membentuk siapa diri kita dan kesuksesan | The Power of Habit


Kebiasaan mempunyai kekuatan untuk mengontrol hidup kita. Kebiasaanlah yang membentuk siapa diri kita. Apa yang kamu lakukan hari ini baik sadar maupun tidak sadar adalah kebiasaan yang sudah kamu lakukan sehari-hari. Apa yang terjadi pada dirimu hari ini merupakan hasil dari kumpulan kumpulan kebiasaan kecil yang telah kamu lakukan setiap hari.
Jika kamu ingin menjadi orang-orang sukses dan bahagia di dunia ini. Maka kamu juga harus memulainya dengan membentuk habit orang-orang sukses dan bahagia.
Saya mempunyai sebuah cara untuk mengetahui apa-apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mengubah habit buruk. Atau menambah habit yang baik. Cara ini berhasil untuk diri saya. Yang perlu kamu lakukan adalah mencatat kebiasaan kebiasaan apa saja yang telah kamu lakukan yang ada di dalam keseharianmu.
Catatlah dalam sebuah buku atau kertas. Dan bagi ke dalam dua kolom. Kolom satu adalah hal baik yang kamu lakukan hari ini. Kolom kedua adalah hal buruk yang kamu lakukan hari ini.
Kemudian perhatikan hal-hal apa saja yang telah kau lakukan hari ini. Dari hal-hal baik sampai hal-hal buruk. Kemungkinan besar hal-hal yang kamu lakukan hari ini, baik itu hal baik maupun hal buruk telah kamu lakukan sehari hari. Itulah habit. Itulah kebiasaanmu.
Lihatlah hal baik yang sudah kamu lakukan hari ini. Apa habit itu membangunmu? Apakah habit tersebut adalah jalan untuk menggapai kesuksesanmu. Jika iya terus lakukan habit tersebut, karena itu sudah menjadi bagian dari dirimu. Jika tidak maka kau tidak perlu menghilangkannya karena itu habit baik. Melainkan kamu harus tahu habit apa yang menjadi prioritas dirimu.
Di post sebelumnya saya pernah menjelaskan ada habit-habit yang menjadi key stone. Habit keystone artinya habit dasar yang benar-benar mengubah hidupmu. Ini adalah habit dasar yang wajib kamu lakukan, dan membawa perubahan yang besar bagi dirimu.
Habit yang menjadi keystone contohnya:
  1. Exercise
  2. Meditasi
  3. Membaca Buku
  4. Bersosial dan berteman
Jika kamu belum melakukan habit diatas, penulis sarankan untuk menambah kebiasaan diatas sebagai aktifitas harianmu. Karena habit tersebut membawa dampak yang besar bagi dirimu. Itu merupakan habit prioritas utamamu.
Ada beberapa macam prioritas dari habit mulai dari yang wajib kamu lakukan seperti keystone habit, habit yang mendukung tujuanmu, habit netral, dan terakhir habit yang merusak dirimu.

A. Habit Keystone
Habit keystone adalah prioritas utama yang wajib kita lakukan untuk memperoleh kehidupan yang baik. Habit ini disebut keystone karena merupakan pondasi untuk membuat habit habit positif lainnya.
Dengan melakukan exercise kamu jadi fit sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Karena fit, kamu jadi tak ingin merusak tubuhmu dan kemudian mengikuti pola makan sehat. Karena exercise kamu jadi tertantang untuk melakukan aktifitas fisik lainnya sepeti fitnes, lari marathon, bersepeda gunung, dan melakukan sports.
Dengan Meditasi kamu menjadi aware atau sadar atas hal yang kamu lakukan. Sehingga kamu dapat membentuk habit lain dengan sadar. Dan kamu bisa menghilangkan kebiasaan buruk dengan sadar. Seperti yang telah penulis jelaskan di post sebelumnya.
Habit Keystone adalah habit yang life changing. Ia merupakan habit yang mengubah hidupmu 180 derajat jika kamu belum pernah melakukannya. Maka saya sangat menyarankan untuk membentuk kebiasaan Habit Keystone.

B. Habit yang mendukung tujuan hidupmu
Kemudian habit prioritas selanjutnya adalah adalah habit yang mendukungmu untuk menggapai tujuanmu. Misalnya ketika kamu ingin menjadi penulis. Maka kamu bisa memulai dengan membentuk kebiasaan menulis 100 kata pehari. Kemudian membentuk kebiasaan membaca tentang topik yang akan menjadi fokus bahasanmu dalam menulis. Jika kamu ingin menjadi penulis fiksi. Maka kamu harus membentuk kebiasaan membaca fiksi  mulai dari fiksi klasik hingga fiksi terkenal. Kemudian menulis dari hal kecil seperti cerpen.
C. Habit Netral
Kemudian habit berikutnya adalah habit yang netral. Itu adalah habit yang tak memberi manfaat maupun tak merugikanmu sama sekali. Kamu bisa menghilangkan habit tersebut, ataupun membiarkannya. Contoh dari habit netral adalah ketika kamu masuk kamar mandi, kamu menyalakan kran air. Ketika handphonemu berbunyi, kamu mengecek handphone. Itu adalah habit netral.

D. Habit Negatif
Habit berikutnya adalah habit yang buruk. Habit inilah habit yang harus kamu hilangkan. Habit inilah yang harus kamu ganti dengan habit positif. Habit buruk seperti merokok, pola makan tak sehat, menonton TV sepanjang hari, bermain game sepanjang hari. Adalah habit-habit yang harus kamu hilangkan.
Sepert yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya(link) kamu tidak bisa menghilangkan habit buruk yang sudah melekat pada dirimu. Melainkan kamu bisa menggantinya dengan habit yang baik atau habit netral. Yang mempunyai efek yang sama dengan habit lama yang buruk.
Kesimpulan
Jika kamu telah tahu habit-habit apa saja yang telah kamu lakukan dalam hidup ini. Maka saatnya dirimu untuk memaksimalkan habit-habit baik. Terutama habit keystone dan habit yang mendukung tujuanmu. Kemudian meminimalisir dan mengganti habit yang buruk dengan habit yang baik atau netral. Dengan melakukan langkah tersebut kamu bisa mengontrol hidupmu untuk melejitkan potensi dirimu untuk menjadi orang yang hebat, bahagia, dan sukses. Kamu bisa meraih apa yang kamu cita-citakan dengan prinsip habit.

Sunday, September 15, 2019

Dana Unta "Membaca bisa menghasilkan uang"


Membaca bisa menghasilkan uang dari dana Unta, sekali daftar langsung dapat 10.000,- bisa langsung ditukar dengan pulsa,
Caranya klik link Unta kemudian
- Masukkan nomor hp selanjutnya
- Download aplikasi Unta setelah itu
- Buka Aplikasi Unta next
- Verifikasi Nomor hp anda
- Finish
Selamat membaca dan kumpulkan koin Emas untuk mendapatkan hadiah menarik lainnya.
Penarikan dana mulai 20.000,- sudah bisa langsung dicairkan
Selamat mencoba semoga bermanfaat

Saturday, September 14, 2019

Rahasia Kecepatan Para Wali Allah SWT.

Rahasia Kecepatan Para Wali Allah SWT.


Ahmad bin Thaha bertanya, “Bagaimana para wali dapat berjalan cepat, apakah itu bumi yang dilipat bagi mereka, atau bagaimana?
Al Habib Ali Habsyi berkata, “Tidak, itu adalah jasad yang mengikuti ruh. Alam jasmani itu terikat oleh sebab-sebab. Jika kau ingin ke Mekah, kau harus menyiapkan kendaraan, bekal, atau perahu dan lain-lain. Kau tidak akan bisa sampai kesana kecuali dengan susah payah. Namun bila jasmani ringan (dari dosa) maka ia akan mengikuti ruh.
Jika terlintas keinginan di hatimu untuk pergi ke Mekkah, maka, saat itu juga kau akan sampai ke Mekkah: kau akan bertawaf, berziarah ke Nabi Saw dan kembali saat itu juga sebagaimana yang terjadi pada Syeikh Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saggaf.
Suatu hari teman-temannya mendengar suara-suara (aneh). Mereka bertanya: ‘Apa itu?’ Syekh Abu bakar berkata, ‘Shafra binti Khathlin datang dari India bersama 30 wali wanita ke kota ini.
Mereka hendak berziarah makam Nabi Hud As, Anaknya yang ditinggalkan di India menangis. Lalu ia menggoyangkan mainan anaknya yang gemerincing, untuk menenangkan anaknya.
Demikian pula yang terjadi dengan Sya’rani, ia berkata: ‘Datang kepadaku 7 orang dari India mereka berkata: ‘Kami berangkat semalam dari India. Kami umrah, menziarahi Nabi Saw pergi ke Bait al-Maqdis dan pagi ini kami bersamamu.’
Abdul Qadir bin Ahmad bin Thahir bercerita bahwa Habib Abu Bakar berkata; ‘Ketahuilah Nak. (dari Huraidhah) aku pergi ke Syibam ke tempat Habib Ahmad bin Umar bin Smith kemudian ke Masileh, ke rumah syeikh, lalu berziarah kepada Habib Thahir dan Habib Abdullah, kemudian aku kembali lagi ke Huraidhah. Semua ini berlangsung selama bacaan Fatihah.’”
Subhanallah sholu alan nabi….. (Dikisahkan oleh Al Habib Ali Habsyi/Shohibul Maulid Simtuddhuror).
Habib Anis Al Habsyi (Solo jawa tengah)

Sunday, September 8, 2019

Korelasi Usaha dengan Tawakal



بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak orang yang salah memahami dan menempatkan arti tawakal yang sesungguhnya. Sehingga tatkala kita mengingatkan mereka tentang pentingnya tawakal yang benar dalam kehidupan manusia, tidak jarang ada yang menanggapinya dengan ucapan: “Iya, tapi kan bukan cuma tawakal yng harus diperbaiki, usaha yang maksimal juga harus terus dilakukan!”.
Ucapan di atas sepintas tidak salah, akan tetapi kalau kita amati dengan seksama, kita akan dapati bahwa ucapan tersebut menunjukkan kesalahpahaman banyak orang tentang makna dan kedudukan yang sesungguhnya. Karena ucapan di atas terkesan memisahakan antara tawakal dan usaha. Padahal, menurut penjelasan para ulama, tawakal adalah bagian dari usaha, bahkan usaha yang paling utama untuk meraih keberhasilan.
Salah seorang ulama salaf berkata: “Cukuplah bagimu untuk melakukan tawassul (sebab yang disyariatkan untuk mendekatkan diri) kepada Allah adalah dengan Dia mengetahui (adanya) tawakal yang benar kepada-Nya dalam hatimu, berapa banyak hamba-Nya yang memasrahkan urusannya kepada-Nya, maka Diapun mencukupi (semua) keperluan hamba tersebut”1.
{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ}
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq:2-3).
Artinya, barangsiapa yang percaya kepada Allah dalam menyerahkan (semua) urusan kepada-Nya maka Dia akan mencukupi (segala) keperluannya2.
Maka tawakal yang benar, merupakan sebab utama berhasilnya usaha seorang hamba, baik dalam urusan dunia maupun agama, bahkan sebab kemudahan dari Allah Ta’ala bagi hamba tersebut untuk meraih segala kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan.
Coba renungkan kemuliaan besar ini yang terungkap dalam makna sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Barangsiapa yang ketika keluar rumah membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?3.
Artinya, diberi petunjuk kepada jalan yang benar dan lurus, diberi kecukupan dalam semua urusan dunia dan akhirat, serta dijaga dan dilindungi dari segala keburukan dan kejelekan, dari setan atau yang lainnya4.
Imam Ibnul Qayyim berkata: “Tawakkal kepada Allah adalah termasuk sebab yang paling kuat untuk melindungi diri seorang hamba dari gangguan, kezhaliman dan permusuhan orang lain yang tidak mampu dihadapinya sendiri. Allah akan memberikan kecukupan kepada orang yang bertawakkal kepada-Nya. Barangsiapa yang telah diberi kecukupan dan dijaga oleh Allah Ta’ala maka tidak ada harapan bagi musuh-musuhnya untuk bisa mencelakakannya. Bahkan dia tidak akan ditimpa kesusahan kecuali sesuatu yang mesti (dirasakan oleh semua makhluk), seperti panas, dingin, lapar dan dahaga. Adapun gangguan yang diinginkan musuhnya maka selamanya tidak akan menimpanya. Maka (jelas sekali) perbedaan antara gangguan yang secara kasat mata menyakitinya, meskipun pada hakikatnya merupakan kebaikan baginya (untuk menghapuskan dosa-dosanya) dan untuk menundukkan nafsunya, dan gangguan (dari musuh-musuhnya) yang dihilangkan darinya”5.
Tidak terkecuali dalam hal ini, usaha untuk mencari rezki yang halal dan berkah. Seorang hamba yang beriman kepada Allah Ta’ala, dalam usahanya mencari rezki, tentu dia tidak hanya mentargetkan jumlah keuntungan yang besar dan berlipat ganda, tapi lebih dari itu, keberkahan dari rezki tersebut untuk memudahkannya memanfaatkan rezki tersebut di jalan yang benar. Dan semua ini hanya bisa dicapai dengan taufik dan kemudahan dari Allah Ta’ala. Maka tentu ini semua tidak mungkin terwujud tanpa adanya tawakal yang benar dalam hati seorang hamba.
Berdasarkan ini semua, maka merealisasikan tawakal yang hakiki sama sekali tidak bertentangan dengan usaha mencari rezki yang halal, bahkan ketidakmauan melakukan usaha yang halal merupakan pelanggaran terhadap syariat Allah Ta’ala, yang ini justru menyebabkan rusaknya tawakal seseorang kepada Allah.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang6.
Imam al-Munawi ketika menjelaskan makna hadits ini, beliau berkata: “Artinya: burung itu pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali waktu petang dalam keadaan perutnya telah penuh (kenyang). Namun, melakukan usaha (sebab) bukanlah ini yang mendatangkan rezki (dengan sendirinya), karena yang melimpahkan rezki adalah Allah Ta’ala (semata).
Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengisyaratkan bahwa tawakal (yang sebenarnya) bukanlah berarti bermalas-malasan dan enggan melakukan usaha (untuk mendapatkan rezki), bahkan (tawakal yang benar) harus dengan melakukan (berbagai) macam sebab (yang dihalalkan untuk mendapatkan rezki).
Oleh karena itu, Imam Ahmad (ketika mengomentari hadits ini) berkata: “Hadits ini tidak menunjukkan larangan melakukan usaha (sebab), bahkan (sebaliknya) menunjukkan (kewajiban) mencari rezki (yang halal), karena makna hadits ini adalah: kalau manusia bertawakal kepada Allah ketika mereka pergi (untuk mencari rezki), ketika kembali, dan ketika mereka mengerjakan semua aktifitas mereka, dengan mereka meyakini bahwa semua kebaikan ada di tangan-Nya, maka pasti mereka akan kembali dalam keadaan selamat dan mendapatkan limpahan rezki (dari-Nya), sebagaimana keadaan burung”7.
Makna inilah yang diisyaratkan dalam ucapan Sahl bin Abdullah at-Tustari8: “Barangsiapa yang mencela tawakal maka berarti dia telah mencela (konsekwensi) iman, dan barangsiapa yang mencela usaha untuk mencari rezki maka berarti dia telah mencela sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam9.
Maka berusahalah dengan sungguh-sungguh dalam mencari rezki yang halal dan kebaikan-kebaikan lainnya, tapi jangan lupa untuk menyandarkan hati kita kepada Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu, bukan kepada usaha yang kita lakukan.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan rezki yang halal dan berkah bagi kita semua, serta menolong kita untuk selalu istiqamah di atas petunjuk-Nya sampai di akhir hayat kita, Amin.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Catatan kaki:
1 Dinukil oleh imam Ibnu Rajab dalam kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” (2/497).
2 Kitab “Fathul Qadiir” (7/241).
3 HR Abu Dawud (no. 5095) dan at-Tirmidzi (no. 3426), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani.
4 Lihat kitab “Fiqhul asma-il husna” (hal. 235).
5 Kitab “Bada-i’ul fawa-id” (2/464-465).
6 HR Ahmad (1/30), at-Tirmidzi (no. 2344), Ibnu Majah (no. 4164), Ibnu Hibban (no. 730) dan al-Hakim (no. 7894), dinyatakan shahih oleh, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan al-Albani.
7 Dinukil oleh al-Mubarakfuri dalam kitab “Tuhfatul ahwadzi” (7/7-8).
8 Beliau adalah ahli zuhud yang terkenal (wafat 283 H), biografi beliau dalam kitab “Siyaru a’laamin nubalaa’” (13/330).
9 Dinukil oleh Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam kitab “Hilyatul auliyaa’” (10/195).

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al Buthoni, MA.


Artikel https://muslim.or.id/

Wednesday, July 31, 2019

Memahami Allah Maha Pemberi Rizki dan Maha Kaya, Maha Luas dan Maha Agung

Memahami Allah Maha Pemberi Rizki dan Maha Kaya, Maha Luas dan Maha Agung


Kita telah mengetahui bahwa Allah satu-satunya pemberi rizki. Rizki sifatnya umum, yaitu segala sesuatu yang dimiliki hamba, baik berupa makanan dan selain itu. Dengan kehendak-Nya, kita bisa merasakan berbagai nikmat rizki, makan, harta dan lainnya. Namun mengapa sebagian orang sulit menyadari sehingga hatinya pun bergantung pada selain Allah. Lihatlah di masyarakat kita bagaimana sebagian orang mengharap-harap agar warungnya laris dengan memasang berbagai penglaris. Agar bisnis komputernya berjalan mulus, ia datang ke dukun dan minta wangsit, yaitu apa yang mesti ia lakukan untuk memperlancar bisnisnya dan mendatangkan banyak konsumen. Semuanya ini bisa terjadi karena kurang menyadari akan pentingnya aqidah dan tauhid, terutama karena tidak merenungkan dengan baik nama Allah “Ar Rozzaq” (Maha Pemberi Rizki).

Allah Satu-Satunya Pemberi Rizki

Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)
Tidak ada yang berserikat dengan Allah dalam memberi rizki. Oleh karena itu, tidak pantas Allah disekutukan dalam ibadah, tidak pantas Allah disembah dan diduakan dengan selain. Dalam lanjutan surat Fathir, Allah Ta’ala berfirman,
لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ
Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)
Selain Allah sama sekali tidak dapat memberi rizki. Allah Ta’ala berfirman,
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)
Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan  dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut.

Allah Memberi Rizki Tanpa Ada Kesulitan

Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.”
Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »
“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah, tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993)
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.”

Allah Menjadikan Kaya dan Miskin dengan Adil

Allah memiliki berbagai hikmah dalam pemberian rizki. Ada yang Allah jadikan kaya dengan banyaknya rizki dan harta. Ada pula yang dijadikan miskin. Ada hikmah berharga di balik itu semua. Allah Ta’ala berfirman,
وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ
Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki.” (QS. An Nahl: 71)
Dalam ayat lain disebutkan,
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isro’: 30)
Dalam ayat kedua di atas, di akhir ayat Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya”. Ibnu Katsir menjelaskan maksud penggalan ayat terakhir tersebut, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat manakah di antara hamba-Nya yang pantas kaya dan pantas miskin.” Sebelumnya beliau rahimahullah berkata, “Allah menjadikan kaya dan miskin bagi siapa saja yang Allah kehendaki. Di balik itu semua ada hikmah.
Di tempat lain, Ibnu Katsir menerangkan firman Allah,
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27) Beliau rahimahullah lantas menjelaskan,“Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh , tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.”
Selanjutnya Ibnu Katsir menjelaskan lagi, “Akan tetapi Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.”
Dalam sebuah hadits disebutkan,
إن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا بالغنى ولو أفقرته لكفر، وإن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا الفقر ولو أغنيته لكفر
Sesungguhnya di antara hamba-Ku, keimanan barulah menjadi baik jika Allah memberikan kekayaan padanya. Seandainya Allah membuat ia miskin, tentu ia akan kufur. Dan di antara hamba-Ku, keimanan barulah baik jika Allah memberikan kemiskinan padanya. Seandainya Allah membuat ia kaya, tentu ia akan kufur”. Hadits ini dinilai dho’if(lemah), namun maknanya adalah shahih karena memiliki dasarshahih dari surat Asy Syuraa ayat 27.

Kaya Bukan Tanda Mulia, Miskin Bukan Tanda Hina

Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda orang itu mulia dan hina. Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja. Itulah lathif-nya Allah (Maha Lembutnya Allah). Sebagaimana dalam ayat disebutkan,
اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)
Sifat orang-orang yang tidak beriman adalah menjadikan tolak ukur kaya dan miskin sebagai ukuran mulia ataukah tidak. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (35) قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (36) وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آَمِنُونَ (37)
Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi (dalam syurga).” (QS. Saba’: 35-37)
Orang-orang kafir berpikiran bahwa banyaknya harta dan anak adalah tanda cinta Allah pada mereka. Perlu diketahui bahwa jika mereka, yakni orang-orang kafir diberi rizi di dunia, di akherat mereka akan sengsara dan diadzab. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyanggah pemikiran rusak orang kafir tadi dalam firman-Nya,
نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 56)
Bukanlah banyaknya harta dan anak yang mendekatkan diri pada Allah, namun iman dan amalan sholeh. Sebagaiman dalam surat Saba’ di atas disebutkan,
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.” Penjelasan dalam ayat ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim no. 2564, dari Abu Hurairah)
Kaya bisa saja sebagai istidroj dari Allah, yaitu hamba yang suka bermaksiat dibuat terus terlena dengan maksiatnya lantas ia dilapangkan rizki. Miskin pun bisa jadi sebagai adzab atau siksaan. Semoga kita bisa merenungkan hal ini.
Ibnu Katsir rahimahullah ketika menerangkan firman Allah,
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16); beliau rahimahullah berkata, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)
Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.  Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”

Sebab Bertambah dan Barokahnya Rizki

Takwa kepada Allah adalah sebab utama rizki menjadi barokah. Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan mengenai Ahli Kitab,
وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. dan Alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. Al Maidah: 66)
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ القُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al A’rof: 96)
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluark, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).” (QS. Al Jin: 16)
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Sebab Berkurang dan Hilangnya Barokah Rizki

Kebalikan dari di atas, rizki bisa berkurang dan hilang barokahnya karena maksiat dan dosa. Mungkin saja hartanya banyak, namun hilang barokah atau kebaikannya. Karena rizki dari Allah tentu saja diperoleh dengan ketaatan. Allah Ta’ala berfirman,
ظَهَرَ الفَسَادُ فِي البَرِّ وَالبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Rum: 41). Yang dimaksudkan kerusakan di sini—kata sebagian ulama–  adalah kekeringan, paceklik, hilangnya barokah (rizki). Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Yang dimaksudkan kerusakan di sini adalah hilangnya barokah (rizki) karena perbuatan hamba. Ini semua supaya mereka kembali pada Allah dengan bertaubat.” Sedangkan yang dimaksud dengan kerusakan di laut adalah sulitnya mendapat buruan di laut. Kerusakan ini semua bisa terjadi karena dosa-dosa manusia.

Yang Penting Berusaha dan Tawakkal

Keimanan yang benar rizki bukan hanya dinanti-nanti. Kita bukan menunggu ketiban rizki dari langit. Tentu saja harus ada usaha dan tawakkal, yaitu bersandar pada Allah. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً
Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.
Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan, “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman:
Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Jadi, yang dimaksudkan dengan hadits ini –wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki, kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tangan-Nya dan dari sisi-Nya, maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan, tubuh, dan usaha mereka saja, atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal.

Rizki yang Paling Mulia

Sebagian kita menyangka bahwa rizki hanyalah berputar pada harta dan makanan. Setiap meminta dalam do’a mungkin saja kita berpikiran seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa rizki yang paling besar yang Allah berikan pada hamba-Nya adalah surga (jannah). Inilah yang Allah janjikan pada hamba-hamba-Nya yang sholeh. Surga adalah nikmat dan rizki yang tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergambarkan dalam benak pikiran. Setiap rizki yang Allah sebutkan bagi hamba-hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri. Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala,
لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)
وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللهُ لَهُ رِزْقًا
Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)
Jika setiap kita memahami hal ini, yang Allah satu-satunya pemberi rizki dan sungguh Allah benar-benar yang terbaik bagi kita, maka tentu saja kita tidak akan menggantungkan hati pada selain Allah untuk melariskan bisnis. Allah Ta’ala sungguh benar-benar Maha Mencukupi. Allah Maha Mengetahui manakah yang terbaik untuk hamba-Nya, sehingga ada yang Dia jadikan kaya dan miskin. Setiap hamba tidak perlu bersusah payah mencari solusi rizki dengan meminta dan menggantungkan hati pada selain-Nya. Tidak perlu lagi bergantung pada jimat dan penglaris. Gantilah dengan banyak memohon dan meminta kemudahan rizki dari Allah. Wallahu waliyyut taufiq. (*)
Finished on Monday, 2nd Dzulhijjah 1431 H (8/11/2010), in KSU, Riyadh, KSA