Tuesday, July 17, 2018

5 Perkara Ceramah Ustad Abdul Somad, Lc., MA Pada Acara Haul KH. Hasyim Mino

Memperingati Haul KH. Hasyim Mino yang ke-31 Pondok Pesantren Nurul Qodim mengundang ustad Abdul Somad, Lc., MA, beliau menyampaikan lima perkara yang dapat di ambil hikmahnya dan memetik pelajaran dari 5 hal tersebut diantaranya yaitu :


1. Menyambung Silaturrohim

Salah satu tujuan acara haul ini adalah menyambung tali silaturrohim barang siapa yang menjalin atau menyambung silaturrohim maka Allah SWT di panjangkan umurnya menjadi umur yang barokah dan ditambah rezekinya menjadi belipat lipat bahkan dari arah yang tidak disangka sangka.

2. Mengambil Pelajaran Dari Haul KH. Hasyim Mino Yang Ke 31

Riwayat beliau ketika masih mondok atau nyantri kepada KH. Hasan Sepuh Genggong KH. Hasyim Mino merupakan santri yang sangat ta'dim kepada gurunya, pada suatu hari cincin Bu Nyai Hafsawati jatuh ke "Sapiting" tempat pembuangan air besar tanpa di suruh KH. Hasyim Mino mencari sampai ketemu dan setelah itu beliau disuruh pulang oleh KH. Hasan Sepuh Genggong seraya berkata "Ilmuku sudah kamu ambil semua maka pulanglah dan amalkan ilmu tsb". 

Kemudian KH. Hasyim Mino pulang ke kalikajar paiton probolinggo dan mendirikan masjid memakmurkannya dan mendirikan Pondok Pesantren Nurul Qodim dan membangun masjid di desa sekitar yang berjumlah 150 an dan membuka cabang-cabang pendidikan sekolah diniyah.


3. Mengingat Mati

Semua yang bernyawa pasti akan mati maka jangan pernah menjadi orang yang sombong karena raja fir'oun dengan kesombongannya yang mengaku tuhan juga mati dengan ditenggelamkan di laut merah oleh Allah SWT.

Kita harus menjadi manusia yang selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah Kepada-Nya sehingga kita menjadi umat yang dibanggakan oleh Allah SWT kepada para Malaikat-malaikat-Nya.

4. Do'a Sampai Kepada Orang Yang Telah Meninggal

Setiap do'a yang kita khususkan kepada orang yang telah meninggal baik itu tahlilan, baca Al-Qur'an, Shodoqoh bahkan haji yang dihadiahkan kepada orang yang mati atau meninggal dunia akan sampai kepada orang yang mati.

5. Pondok Pesantren 

Pondok pesantren merupakan solusi pendidikan bagi anak-anak kita di tengah globalisasi dan era industri 4.0 dimana Karakter Akhlak dan Ilmu pengetahuan menjadi pondasi utama tegaknya NKRI dan menjadi solusi di dunia kerja.

Karena di pondok pesantren selain diajarkan ilmu umum disana juga diajarkan ilmu agama sehingga menjadi anak yang berakhlakul karimah, berkarakter, beriman, bertaqwa dan berkompetensi sehingga bisa menjawab tantangan di era globalisasi, bahkan kementerian agama telah mengakui sekolah diniyah di pondok pesantren dan bisa melanjutkan kuliah.

Pada acara tersebut Rektor UNISMA juga hadir dan mengajak santri yang sudah lulus untuk kuliah di UNISMA bahkan ada beasiswa dan diskon khusus santri PP Nurul Qodim.

Semoga bermanfaat apa yang telah di sampaikan oleh guru besar kita Ustad Abdul Ustad Abdul Somad, Lc., MA. Aamiin.

Tuesday, July 10, 2018

Safari Dakwah Ustad Abdul Somad Di PP. Nurul Qodim Kalikajar Paiton Probolinggo


Yuk Hadiri dan Ramaikanlah
Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA

Di Probolinggo Jawa Timur Indonesia


Jadwal safari dakwah ustad Abdul Somad di probolinggo:


1.sabtu tgl 14 juli jam 14.00 Pertemuan alumni putra putri Nurul qadim Sabtu tema (merajut ukhuwah Memperkuat aqidah) tapi acara ini waktunya msh kondisional (alumni dan umum)

2.sabtu tgl 14 juli jam 20.00 Tabligh Akbar Houl KH Hasyim Mino ke 39 dilapangan ma’had aly Pon Pes Nurul Qadim untuk umum

3.Minggu tgl 15 jam 4 pagi acara DARI PJB UNTUK UMMAT “MENJEMPUT BERKAH SHOLAT SHUBUH BERJAMAAH”di Masjid Perumahan PT PJB paiton (pembangkit listrik jawa bali) untuk umum

4.Minggu 15 juli 2018 jam 9.00 pagi pertemuan dengan santri putra putri nurul qadim di halaman pon pes nurul qadim (Husus santri NQ)

Semoga kehadiran beliau bermanfaat dan dapat menambah ilmu bagi kaum muslimin khususnya di kabupaten probolinggo jawa timur. Aamiin ya rabbal aalamiin
Panduan Orang Tua Terbaru untuk Memproteksi Anak Anda pada Internet 2018

Panduan Orang Tua Terbaru untuk Memproteksi Anak Anda pada Internet 2018


Kata pengantar

Kita melihat isi berita mengenai dampak teknologi pada kehidupan sehari-hari kita setiap saat di masa ini. Banyak dari kita mulai memikirkan tentang bagaimana teknologi memengaruhi kita secara pribadi. Tetapi berapa banyak dari kita berhenti sejenak untuk berpikir tentang bagaimana ini memengaruhi anak-anak kita?
85% dari para ibu mengatakan menggunakan teknologi untuk membuat anak-anak mereka sibuk.
Anak-anak menerima perangkat pertama berkemampuan internet mereka semakin lebih awal. Studi yang sama juga menunjukkan 83% rumah tangga Amerika memiliki tablet, dan 77% memiliki ponsel cerdas.
Bahkan di sekolah, teknologi berlimpah-limpah. Para guru menentukan PR yang memerlukan riset dan peralatan online dan menggunakan aplikasi untuk mengelola PR tersebut.
Teknologi selalu beradaptasi dan selalu siap tersedia, tetapi banyak orang tidak berpikir tentang risiko keamanan berkaitan dengan keamanan siber. Studi baru-baru ini mengungkapkan angka mengejutkan: 68% dari orang tua tidak pernah memeriksa aktivitas online anak-anak mereka. Dan aktivitas online tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bagi kebanyakan anak-anak, dunia online lebih riil daripada dunia yang nyata. Penting sekali untuk kesejahteraan anak-anak kita kalau kita memahami apa yang mereka lihat secara online, apa yang ada di luar sana, baik yang baik atau buruk, dan bagaimana itu berdampak pada kesehatan jasmani dan emosional mereka.
Masalahnya, masih banyak di antara kita akan mengakui bahwa kita tidak benar-benar paham dunia online. Instagram, Snapchat, dan Twitter cukup membuat bingung, bahkan tanpa perlu menyinggung 4chan dan TOR. Lagi pula, kita tidak merasa yakin memiliki kecakapan teknik untuk menjelajahi medan yang kompleks ini.
Kabar baiknya adalah ternyata tidak begitu sulit untuk mencanangkan kontrol teknis tertentu untuk memproteksi anak-anak Anda selama online/daring. Jauh lebih penting lagi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memproteksi anak-anak Anda adalah berbicara langsung dengan mereka; tentukan batasan-batasan yang jelas tentang apa dan kapan mereka mengakses online, tetapi juga berada di sana untuk anak-anak Anda ketika mereka melakukan kesalahan, atau kala mereka sudah melangkah terlalu jauh. Bukankah itu pada dasarnya adalah tugas sebagai orang tua?
Dalam panduan komprehensif ini, kami menyorot delapan bidang yang sebaiknya Anda berikan perhatian selama Anda menjelajahi dunia online yang kompleks ini. Tergantung pada usia dari anak-anak Anda, tidak semuanya akan berlaku untuk Anda. Anggap ini tidak cuma sebagai pedoman atas apa yang sebaiknya Anda lakukan sekarang tetapi apa yang seharusnya Anda berikan perhatian selama pertumbuhan anak-anak Anda.

1. Telepon seluler dan aplikasi

Berdasarkan riset konsumen oleh Influence Central, usia rata-rata anak mendapatkan ponsel pertama mereka adalah usia 10 tahun. Memberikan anak Anda sebuah ponsel disertai dengan banyak keuntungan. Ponsel adalah alat keamanan yang baik sekali; anak Anda dapat menggunakannya untuk memberitahukan Anda mereka sudah mencapai tujuan dengan aman, meminta Anda untuk menjemput, atau menelepon sekiranya dalam keadaan darurat. Anda juga bisa menggunakan GPS pada ponsel mereka untuk melacak lokasinya. Mengetahui kalau Anda selalu bisa menghubungi anak Anda merupakan penenang hati yang dahsyat bagi orang tua.
Namun demikian, ponsel juga bisa disalahgunakan, dan dalam beberapa situasi membuat anak-anak Anda rentan. Oleh karena ponsel adalah perangkat personal, kita sering tidak mengetahui apa yang dilakukan anak-anak kita dengannya, atau bagaimana mereka menggunakannya.
Bila Anda mempertimbangkan untuk memberikan anak Anda ponsel, akan membantu untuk menentukan beberapa pedoman yang jelas sebelumnya, jadi semua pihak sama-sama paham. Apabila anak Anda sudah memiliki ponsel, belum terlambat untuk meninjau aturan-aturan dalam keluarga. Tunjukkan kepada mereka bahwa memiliki ponsel adalah tanggung jawab besar.
Berlakukan peraturan penggunaan smartphone dengan anak Anda. Memastikan anak-anak Anda melibatkan Anda dalam aktivitas ponsel mereka akan membantu menjaga keamanan mereka.
Ada banyak tindakan pencegahan yang bisa Anda ambil untuk menerapkan keamanan telepon:
  • Minta anak Anda menandatangani kontrak ponsel sebelum Anda memberikan kepada mereka. Cetak aturan-aturan ponsel dan tempelkan di tempat umum dalam rumah Anda.
  • Unduh kontrol orang tua. Aplikasi kontrol orang tua untuk anak-anak usia belia memungkinkan Anda untuk membatasi pemakaian anak Anda, menentukan lokasi mereka, dan memantau panggilan dan pesan mereka. Aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk mematikan fungsi-fungsi tertentu pada waktu yang berlainan. Sebagai contoh, mematikan pesan teks ketika menyetir.
  • Mengatur batas kapan anak Anda dapat menggunakan ponsel dan berapa lama setiap harinya.
  • Berikan contoh pribadi untuk anak Anda. Jangan membawa telepon Anda ke meja makan, jangan berkirim pesan saat berkendara.
  • Persiapkan pusat pengisian baterai di satu lokasi terpusat di rumah Anda. Telepon sebaiknya dijauhkan dari kamar tidur anak Anda dan tidak akan digunakan sampai larut malam.

2. Konten streaming dan smart TV

Kami suka mengenang kembali ke masa saat seluruh keluarga berkumpul di depan TV untuk menonton sesuatu yang bermanfaat bersama-sama. (Dalam kenyataannya, banyak dari kita mungkin mempunyai TV dalam kamar masing-masing, dan menghabiskan banyak waktu menonton TV tanpa banyak bimbingan dari orang tua kita.
Kendati demikian, konten streaming telah melambung popularitasnya, dan semakin banyak acara TV dan film tersedia di ujung jari kita dibandingkan sebelumnya, banyak di antaranya tidak pantas terutama sekali untuk anak-anak.
Namun, ada banyak keuntungan dari layanan streaming. Banyak fitur hebat, program dan dokumenter pendidikan anak-anak. Kebanyakan tidak menampilkan iklan apa pun, dalam arti bahwa anak-anak Anda tidak akan dibombardir dengan pesan komersial dari semua sisi seperti saat mereka menonton TV reguler. Anda bisa membuka gerbang seluruh dunia untuk anak-anak Anda dengan konten streaming – kuncinya adalah bagaimana Anda menggunakannya.
Kebanyakan penyedia konten streaming besar mempunyai kontrol orang tua, beberapa lebih kuat daripada yang lainnya. Netflix memungkinkan Anda mengatur profil terpisah untuk Anda dan untuk anak-anak Anda.
Menggunakan peralatan tersebut, Anda dapat memastikan jika anak-anak Anda hanya memiliki akses ke konten yang sesuai dengan usianya. Karena menu anak-anak pada Netflix berfasilitas skema warna berbeda dari menu reguler, dengan mudah Anda dapat melihat apakah anak-anak Anda mengakses konten yang diizinkan untuk mereka atau tidak. Namun, ini tidak menghentikan anak beralih ke profil Anda, jadi Anda masih harus tetap waspada.
iTunes dan Apple TV memungkinkan orang tua untuk menentukan level peringkat untuk konten yang ditonton anak-anak mereka. Sebagai pembanding, Prime Amazone yang tidak memiliki fasilitas kontrol orang tua, jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah log keluar dari akun Anda dan tidak berbagi kata sandi.
Bagaimanapun, semua peralatan ini tidak dapat menggantikan seringnya berbincang dengan anak-anak Anda tentang apa yang mereka tonton.
Monitor TV time infographic
Pantau waktu menonton TV dengan membatasi berapa jam anak Anda dapat menonton TV dalam sehari, mengaktifkan pengaturan pengawasan orang tua, berbicara kepada anak Anda tentang konten yang ditontonnya, dan menonton TV bersama-sama sebagai satu keluarga.

3. Konsolasi game dan game online

Menurut grup NPD, 91% anak-anak Amerika berusia mulai dua tahun hingga 17 tahun bermain game video. Konsolasi game sudah sejak lama menjadi fokus ketakutan dan kekhawatiran banyak orang tua. Dengan begitu banyaknya game yang menonjolkan konten kekerasan atau seksual, sangat penting untuk berhati-hati mengenai jenis game yang dimainkan anak-anak Anda.
Di samping itu, konsolasi game yang mempunyai komponen multipemain, atau game yang sepenuhnya berbasis online, terbuka untuk menyalahgunakan dari pemain lain. Banyak game memungkinkan pemain dari seluruh dunia mengobrol satu sama lain, berpotensi mengekspos anak-anak terhadap pelecehan dan penindasan ciber. Anak-anak mungkin juga membentuk pertemanan dengan pemain lain dan memberikan informasi pribadi mereka.
Game juga merupakan cara hebat untuk anak-anak mengembangkan bermacam-macam keahlian. Mereka membantu anak-anak mengembangkan keahlian pemecahan masalah, belajar bagaimana berencana untuk tujuan jangka panjang, dan bagaimana bekerja sebagai bagian dari tim Game juga bisa menjadi peluang besar untuk ikatan kekeluargaan. Untungnya, sebagian besar konsolasi game menyediakan kontrol orang tua yang kuat, sehingga orang tua bisa memonitor permainan game anak-anak mereka.
Monitor and encourage safe play infographic
Mendorong anak-anak Anda untuk mendiskusikan game yang mereka mainkan. Pastikan profil anak Anda diatur untuk pribadi. Pertimbangkan menempatkan konsolasi game dalam ruang berbagi pakai dan sosial. Pelajari peringkat usia dari game. Gunakan kontrol orang tua untuk mempersiapkan profil. Batasi tipe orang yang boleh anak Anda ajak berbicara secara online.

4. Media Sosial

Meskipun formatnya sudah berubah, orang tua mempunyai kekhawatiran mengenai acara TV dan game video anak-anak mereka selama bertahun-tahun. Media sosial, pada sisi lain, adalah tambahan kekhawatiran baru dalam kehidupan Anda.
Penggunaan media sosial sekarang lumrah di antara remaja Amerika Serikat; 71% menggunakan lebih dari satu platform sosial. Anak-anak zaman sekarang juga menghabiskan sangat banyak waktu pada media sosial. Sebuah survei oleh grup nirlaba Common Sense Media menunjukkan bahwa usia 8 sampai 12 tahun online selama enam jam per hari, sebagian besarnya pada platform sosial, dan yang mengejutkan usia 13 sampai 18 tahun selama sembilan jam!
Menurut sebuah studi Harvard baru-baru ini, walaupun kebanyakan platform media sosial mengharuskan pengguna berusia 13 tahun untuk mendaftar, 68% orang tua yang disurvei telah membantu anak-anak yang lebih muda mempersiapkan akun.
Media sosial bisa jadi benar-benar adiktif untuk pra remaja dan remaja. Media sosial juga membuka pintu untuk berbagai macam masalah, seperti penindasan siber, berbagi yang tidak pantas, berbicara pada orang asing (lebih banyak di bawahnya lagi).
Akses ke media sosial juga pusat untuk mengembangkan identitas sosial remaja. Ini adalah cara mereka berhubungan dengan teman mereka, dan bisa menjadi cara sehat untuk bergaul. Kuncinya adalah memikirkan batasan-batasan sehingga ini tetap jadi pengalaman positif.
Safe rules for social media infographic
Menjalankan lingkungan aman. Jangan biarkan anak-anak Anda pada media sosial hingga mereka cukup usia. Tempatkan komputer pada lokasi publik. Batasi jumlah waktu yang digunakan pada media sosial. Blokir akses lokasi pada semua aplikasi. Sesuaikan pengaturan privasi. Monitor aktivitas online anak Anda.

5. Penindasan siber

Hidup anak-anak kita telah berpindah ke online. Sayangnya, kekerasan/bully mereka berpindah ke jalur online juga.
Penindasan siber sering ada dalam berita, dengan laporan remaja bunuh diri karena pelecehan online.
Penindasan siber terjadi di seluruh platform yang telah kami uraikan di atas, dan ini hadir dalam banyak bentuk: menyebarkan rumor dan mengirim pesan ancaman via media sosial, pesan teks, atau email, berpura-pura menjadi anak lain dan memposting materi memalukan atas nama mereka, mengirim berantai foto pribadi tanpa izin, dan biasanya kiriman online tentang anak lain dengan tujuan untuk memalukan atau menghina mereka.
Penindasan siber terutama sangat berbahaya karena ini tersebar luas. Di masa lalu, jika seorang anak diganggu di tempat bermain, mungkin beberapa rekannya melihat. Sekarang, informasi paling pribadi seorang anak bisa disebarkan di seluruh internet dan di sana secara permanen kecuali jika dilaporkan dan dihapus.
Penindasan siber bisa berpengaruh negatif pada reputasi online tidak cuma korbannya, tetapi juga pelaku, dan memiliki pengaruh besar pada masa depan anak, termasuk memasuki perguruan tinggi dan pekerjaan.
Ini juga sangat laten. Jika seorang anak menjadi sasaran penindasan/bully tradisional, rumah mereka lebih sering daripada tidak menjadi tempat mengungsi. Karena platform digital tersedia secara konstan, korban penindasan siber berjuang mencari pertolongan.
Sering kali sangat sulit untuk mengetahui jika anak Anda mengalami penindasan online. Ini terjadi secara online, jadi kecil kemungkinannya orang tua dan guru mendengar atau mengetahuinya. Kurang dari setengah anak-anak yang ditindas (bully) secara online memberitahu orang tua mereka atau orang dewasa lainnya tentang apa yang telah mereka alami, menurut organisasi keamanan internet i-SAFE. Kenyataannya, menurut survei pemerintah Amerika Serikat, 21% anak-anak berusia 12 sampai 18 tahun telah mengalami penindasan, dan sekitar 16% mengalami penindasan online.
Cara terbaik untuk mencegah penindasan siber atau untuk menghentikannya terus berlanjut adalah mengetahui kebiasaan anak Anda. Sejumlah tanda peringatan bisa menunjukkan diri.
Anak yang mengalami penindasan mungkin menutup akun media sosial mereka dan membuka yang baru. Mereka mungkin mulai menghindari interaksi sosial, bahkan jika mereka menikmati menjadi sosial dahulunya. Korban (dan pelaku) penindasan siber sering menyembunyikan layar atau perangkat mereka saat orang lain mendekat di sekitarnya dan menjadi waspada mengenai apa yang mereka lakukan secara online. Mereka secara emosional merasa menderita atau menarik diri dari pergaulan.
Cyberbullying infographic
Bicara pada anak Anda mengenai penindasan siber.

6. Keamanan privasi dan informasi

Sebagai orang tua, kami sangat prihatin mengenai efek dari dunia online pada kesehatan emosional dan fisik anak kita. Anak-anak rentan pada ancaman keamanan informasi yang bisa menyebabkan kerugian finansial. Ancaman itu juga persis sama dengan yang dihadapi orang dewasa: malware dan virus, penipuan dengan mengelabui/phishing, dan pencurian identitas.
Masalahnya adalah anak-anak sangat kurang pengalaman dan pada umumnya jauh lebih mudah percaya daripada kita orang dewasa yang sinis. Bagi anak-anak, membagikan informasi pribadi mereka, seperti nama lengkap mereka atau di mana mereka tinggal, mungkin kelihatannya bukan masalah besar. Mereka bahkan mungkin ditipu oleh pihak ketiga yang jahat untuk memberikan detail informasi kartu kredit Anda.
Ada sejumlah cara para peretas dan pencuri mendapatkan informasi dari anak-anak kita. Game yang bisa diunduh gratis, film, atau bahkan nada dering yang memasarkan dirinya pada anak-anak dapat menempatkan virus ke dalam komputer Anda dan mencuri informasi Anda.
Peretas berlagak sebagai perusahaan syah seperti Google mengirimkan yang pada intinya meminta kata sandi anak Anda. Atau, mereka mungkin berpura-pura sebagai salah satu teman anak-anak Anda.
Apakah yang sebaiknya dibicarakan dengan anak Anda?
  • Diskusikan dengan anak-anak Anda tentang bahaya besar dunia online saat ini. Pastikan mereka tahu apa serangan phising dan bagaimana tampaknya situs web game bereputasi buruk, jadi mereka tidak menjadi korban penipu tersebut.
  • Pastikan mereka menyimpan semua informasi mereka secara rahasia dan mereka tidak akan pernah menyebarluaskan nama lengkap, nomor telepon, alamat, atau sekolah mereka di tempat umum.
  • Berbicara kepada anak-anak Anda tentang kata sandi. Memiliki kata sandi kuat adalah yang pertama dan upaya terbaik untuk mencegah peretasan dan pencurian identitas. Menggunakan generator kata sandi aman seperti salah satu yang sudah kami buat sangat bagus untuk keadaan ini, dan mencoba-coba kata sandi bersama-sama merupakan cara mengasyikkan untuk memastikan kata sandi anak Anda sekuat mungkin.
  • Beritahukan anak-anak Anda untuk menghindari memakai wifi publik – ini adalah jalan yang mudah bagi peretas untuk masuk ke dalam perangkat mereka.
Apa yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman:
  • Pasang program antivirus tangguh pada komputer untuk rumah Anda dan perangkat-perangkat dari semua anggota keluarga.
  • Pertimbangkan untuk memasang VPN pada komputer Anda. Sebuah VPN, atau jaringan privat virtual/maya, mengenkripsi koneksi Anda dan menganonimkan jelajah web Anda. Ini membuatnya jauh lebih sulit bagi peretas untuk mengakses dan mencuri informasi pribadi Anda.
  • Bila Anda dan anak Anda menggunakan banyak macam perangkat di rumah, pertimbangkan memasang VPN pada router Anda. Dengan cara itu, semua lalu lintas data internet yang melewati router akan terproteksi, tanpa harus memasang VPN pada setiap perangkat.
  • Pasang sebuah blokir iklan jadi anak-anak Anda tidak akan terpaksa menghadapi iklan yang mengelabui dan mendorong mereka untuk mengunduh program-program jahat ke dalam komputer Anda.
  • Apabila anak-anak Anda memiliki ponsel pintar, pastikan kalau pengaturan keamananmereka diatur maksimum.

7. Menampilkan konten online yang tidak sepantasnya

Oleh karena internet itu begitu terbuka dan umum, ini juga menjadi tempat di mana anak-anak tak terduga menemukan kontan yang dimaksudkan untuk orang dewasa, konten yang mereka temui bisa jadi bisa membingungkan, menyinggung atau membuat susah. “Konten tidak pantas” bisa berarti banyak hal bagi aneka macam orang, mulai dari caci maki hingga bersifat seksual.
Ini tidak mudah, tetapi pada akhirnya Anda akan perlu melakukan perbincangan dengan anak-anak Anda tentang apa yang mungkin mereka saksikan secara online. Banyak anak-anak tidak mengadu ke orang tua mereka ketika mereka melihat sesuatu yang semestinya tidak mereka lihat, karena takut orang tua mereka akan marah pada mereka, dan mengambil perangkat atau akses internet mereka.
Bila anak Anda datang menemui Anda dengan masalah jenis ini, hal paling bagus untuk dilakukan adalah menanggapi dengan tenang dan siap untuk berdiskusi. Bila konten dalam diskusi adalah seksual, anak Anda kemungkinan besar akan malu lebih dulu, terutama ketika berbicara dengan orang tua mereka tentang masalah jenis ini. Beritahukan mereka Anda siap selalu untuk mereka dan siap menjawab segala pertanyaan tanpa menghakimi.
Anak-anak muda mungkin melihat konten seksual online dengan berbagai macam alasan. Mereka mungkin melihatnya dengan tidak sengaja, seorang teman mungkin sudah mengirimi mereka, atau mereka memang sengaja mencarinya sendiri dikarenakan rasa keingintahuan mereka.
Akan sangat membantu sekali untuk berbicara pada anak-anak Anda secara jujur dan terbuka tentang seks, dan mendiskusikan tentang pornografi online adalah bagian paling pentingnya. Banyak sekali riset telah menunjukkan kalau pornografi bisa membawa pengaruh merusak pada kaum muda, memberikan mereka pandangan menyimpang dan tidak sehat tentang seks. Pornografi juga bisa mengarahkan seseorang berpikir orang lain sebagai obyek, bukannya orang dengan pikiran dan hati. Pada saat yang sama, sepenuhnya normal keingintahuan tentang seks dan hubungan. Percakapan ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan arah anak Anda pada sumber positif tentang seksualitas.
Ada juga sejumlah langkah yang dapat Anda ambil untuk mencoba mencegah anak-anak Anda terpapar pada konten yang mereka tidak siap untuk itu, seperti mempersiapkan kontrol orang tua pada koneksi internet Anda. Namun ingat, perbaikan secara teknik tidak dapat menggantikan komunikasi terbuka dengan anak Anda.
Komunikasi dengan anak Anda:
  • Biarkan anak Anda tahu bahwa mereka bisa selalu menemui Anda jika sesuatu mengganggu pikiran mereka, atau bila mereka mempunyai pertanyaan tantang apa pun yang telah mereka lihat secara online.
  • Biarkan mereka tahu bahwa keingintahuan tentang seks itu sepenuhnya normal. Arahkan mereka ke sumber online yang positif seperti Brook dan Thinkuknow. Thinkunow bagus terutama untuk anak-anak yang lebih belia, dan juga mencakup bermacam-macam situs, sesuai usia untuk berbagi kelompok usia. Anda mungkin berpikir akan sangat berguna untuk melihat situs ini bersama-sama dan mendiskusikan beberapa masalah.
langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk memblokir konten tidak pantas:
  • Atur filter untuk memblokir konten tidak pantas seperti pornografi. ISP (penyedia layanan internet) Anda semestinya menyediakan kontrol orang tua gratis, seperti juga sebagian besar konsolasi game. Biasanya ini cukup mudah untuk dipersiapkan.
  • Atur Google pada mode “aman” sehingga menghindari anak-anak Anda dari tak sengaja melihat konten yang tidak pantas dalam hasil pencarian.
  • Pasang sebuah pemblokir iklan untuk mencegah virus yang mungkin dimiliki konten tak pantas.

8. Predator online

Dalam seksi terakhir, kami meninjau ancaman online paling gelap dan paling menakutkan dari semuanya: pemangsa (predator) anak online. Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 13% kaum muda dengan akses internet telah menjadi korban rayuan seksual yang tidak diinginkan, dan satu dari 25 anak-anak telah diminta untuk kontak luring (offline).
Predator dalam praktiknya menggunakan yang disebut “memiara”. Dengan kata lain, mereka berusaha untuk membentuk pertemanan dengan anak dengan tujuan pada akhir menyiksa mereka.
Internet telah membuat kehidupan predator anak jauh lebih mudah. Predator menyasar korbannya melalui salah satu dan semua medium online: media sosial, email, pesan teks, dan masih banyak lagi. Namun, sejauh ini metode yang paling umum, adalah melalui ruang obrolan/chatroom online: 76% dari pertemuan online dengan predator seksual dimulai dalam ruang obrolan.
13% of kids with internet access are victims of sexual advances
Predator sering kali membuat banyak identitas online, menyaru sebagai anak-anak untuk mengelabui anak-anak agar berbicara dengan mereka. Mereka berusaha mengetahui sebanyak mungkin tentang anak-anak yang sedang mereka target dengan meneliti anak-anak tersebut lewat profil media sosial mereka, dan apa yang sudah mereka posting pada ruang chat.
Mereka mungkin menghubungi sejumlah anak sekaligus tetapi cenderung untuk memusatkan upayanya pada yang paling mudah diserang. Predator ini tidak puas hanya dengan mengobrol semata dengan anak-anak secara online. Mereka sering menipu dan memaksa korban-korbannya dalam aktivitas seksual online, melalui webcam atau dengan mengirim gambar seksual. Mereka mungkin juga berusaha bertemu dan menyiksa korbannya langsung.
Tidak selalu mudah untuk mengatakan jika seorang anak menjadi piaraan, terutama karena kebanyakan merahasiakannya dari orang tua mereka. Ada sejumlah tanda peringatan: anak-anak yang menjadi piaraan predator mungkin menjadi sangat suka berahasia sebab predator sering kali mengancam anak agar tidak berbagi informasi dengan orang tua atau teman-temannya. Anak-anak bisa juga menjadi sedih dan menarik diri, bingung, dan memiliki suasana hati mendadak berubah-ubah. Ini luar biasa penting untuk membiarkan anak Anda tahu bahwa Anda ada untuk mereka dan mereka dapat berbicara pada Anda tentang apa saja.
Apakah yang sebaiknya dibicarakan dengan anak Anda?
  • Lakukan diskusi dengan anak Anda tentang risiko predator online. Pastikan mereka tahu untuk berhati-hati tentang siapa yang mereka ajak berbicara secara online, dan tidak berbagi informasi pribadi dengan orang asing.
  • Beritahukan anak Anda jika mereka bisa datang pada Anda tantang masalah apa pun, tidak peduli apa pun itu.
  • Pertimbangkan untuk mengerjakan beberapa konten edukasi dengan anak-anak Anda berkenaan dengan topik ini, seperti video bagus pada Thinkuknow.
  • Jika Anda berpikir bahwa anak Anda berhadapan dengan risiko, cari dukungan dari sekolah mereka, pekerja sosial, dan polisi.

Kesimpulan

Ada banyak sekali berbagai peralatan teknik tersedia di luar sana untuk membantu menjaga anak-anak Anda aman secara online. Banyak macamnya mulai dari VPN dan perangkat lunak antivirus untuk filter internet dan kontrol orang tua. Tetapi tak satu pun yang benar-benar cukup membantu menjaga anak Anda tetap aman.
Seperti yang telah kami ulangi berkali-kali dalam panduan ini, kuncinya bukanlah menguasai sekumpulan peralatan teknik yang rumit. (Nyatanya, sebagian besar sangat mudah untuk dipersiapkan, jadi jangan biarkan kurang kemampuan teknik menghambat Anda). Ini juga tidak berarti Anda harus menguasai mode internet terkini setiap kali salah satu muncul – percayalah pada kami, Anda tidak akan pernah mampu!
Tugas yang jauh lebih penting, tetapi juga jauh lebih sulit, adalah untuk melakukan diskusi jujur, terbuka dan sering-sering dengan anak-anak Anda tentang kehidupan mereka. Ingat, perusahaan-perusahaan internet, jaringan media sosial, penyedia game, dan semua orang lain dalam ruang online mungkin dapat membantu Anda mengatur batasan-batasan konten, tetapi itu tidak harus dengan pertimbangan menarik minat anak Anda.
Orang yang paling tepat menjaga keamanan online anak Anda adalah Anda sendiri.Membahas tentang bagaimana agar tetap aman di internet merupakan jalur terbaik untuk membangun suatu hubungan saling percaya dan positif dengan anak Anda.
Keamanan internet perlu menjadi prioritas untuk setiap orang tua dan pengasuh. Jika Anda merasa panduan ini bermanfaat, pertimbangkan untuk membaginya dengan teman-teman dan keluarga melalui Facebook dan Twitter.

Silakan bagikan dan salin artikel ini atau bagian-bagiannya ke situs, blog, atau jejaring sosial Anda. Kami hanya meminta Anda untuk mencantumkan kredit kepada kami. Kami ingin menjaga keamanan anak-anak, dan bantuan Anda untuk membagikan hal ini sangatlah penting.